
Seorang pria berjalan di tengah pekatnya malam. Terlihat dari pakaian yang ia kenakan sepertinya dia berasal dari kaum bangsawan.
Pria itu masuk ke tempat Gisaeng. Gisaeng sendiri adalah wanita yang berprofesi sebagai penghibur di Korea pada zaman Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon.
Dan saat ini pria itu tengah menikmati teh hangat di temani oleh dua orang wanita yang menjamunya.
"Hari ini cukup gaduh bukan? karena para cendekiawan baru sedang mengadakan pesta penyambutan malam ini" ucap salah satu wanita.
Pintu di ruangan sebelah sedikit terbuka dan terlihatlah kegiatan mereka di dalam sana
Salah satu Gisaeng bertanya pada pria itu.
"Bukankah anda juga belajar di Seonggyungwan?" tanya wanita itu
Pria itu mengangguk
"Tapi Sayangnya, salah satu cendekiawan mabuk mungkin tersihir seekor Gumiho" ucap wanita itu sambil terkekeh dengan anggunnya
Pria itu menatap wanita di depannya dengan tatapan tidak mengerti
"Anda belum dengar? Kabarnya ada monster jahat yang melahap organ hati orang-orang, baru-baru ini monster itu terlihat di kota" ucapnya
"Dia memikat orang dalam sekejap dengan kecantikannya yang memesona, tapi sebenarnya dia adalah rubah yang telah hidup berabad abad" sahut wanita yang ada di sebelah pria itu
Pria itu menanggapinya dengan santai
"Jika rumor itu memang benar maka aku harus berhenti datang ke tempat ini" ucap pria itu
"Apa? Apa maksud anda?" keluh salah satu wanita itu
"Benar, jika anda berhenti kemari untuk apa kami hidup" ucap wanita yang berada di samping pria itu
"Karena menurut ku para wanita tercantik di kerajaan ini ada bersama ku sekarang" rayu pria itu
"Aku terlalu pengecut dan takut jika salah satu dari kalian akan memakan hati ku, ha ha ha" ucapnya lalu tertawa dengan sangat wibawanya
"Tuan berhentilah menggoda kami" ucap salah satu wanita itu dengan malu-malu
Pria itu menenggak tehnya lalu menatap wanita di sebelahnya
Beberapa jam kemudian
Di sebuah ruangan pria itu kembali menenggak sedikit tehnya kemudian meletakkannya kembali di meja
Pria itu adalah Kim Hyun Su. Bayangannya terpantul dari teh di dalam gelas yang dia letakkan.
Pantulan itu memperlihatkan wajahnya yang rupawan namun satu detik kemudian wajah rupawan itu berubah menjadi seekor rubah, itulah wujud aslinya
Ingatan berputar di kepala Hyun Su
"Kamu terlahir sebagai binatang hina, tapi bermimpi menjadi manusia"
__ADS_1
"Betapa bodoh dan malangnya dirimu. Aku mengasihani mu dan akan mewujudkan keinginan mu"
Pria bernama Kim Hyun Su itu melepas hiasan kepala dari wanita yang dia sewa.
"Tuan bolehkah saya tiup lilinnya?" tanya wanita itu
"Lakukanlah sesuka mu, karena semua ini hanyalah mimpi mu" ucapnya yang berada di belakang wanita itu
"Apa? apa maksud anda?" tanya wanita itu tidak mengerti
"Kau tidak akan mengingat apapun begitu bangun nanti" bisik Hyun Su
Ingatan itu kembali berputar di kepala Hyun Su
"Begitu hidup seratus tahun dengan kebajikan, ekor mu akan tumbuh"
"Jika kamu mengembangkan diri dan hidup 200 tahun, dua ekor akan tumbuh"
"Jika kau mulai paham dan hidup 300 tahun, tiga ekor. Lalu kamu akan menghasilkan Kelereng Merah."
"Jika kamu bisa mewarnai Kelereng itu menjadi biru dengan energi manusia sebelum 1.000 tahun berakhir, dan sebelum ekor mu lebih dari sembilan maka kamu binatang buas bisa menjadi manusia"
Seakan terhipnotis wanita itu menatap ke arah kelereng merah yang ada di dalam mulut Kim Hyun Su tanpa berkedip.
Sedangkan ekor Hyun Su muncul di hadapan wanita itu tapi wanita itu tidak menjerit ketakutan ataupun kabur dari sana.
Lalu Hyun Su mencium wanita itu dan mengambil energi sang Gisaeng.
"Mengambil jantung seseorang? bagaimana bisa rumor mengerikan itu muncul" ucap Kim Hyun Su sambil terkekeh
Tahun terus berganti
Hyun Su prolog
"Jika sudah hidup cukup lama, kamu menjadi tak acuh pada semuanya, perubahan musim waktu yang tak berarti saat aku berpura-pura jatuh cinta"
"Kekosongan yang sesekali datang, semua ini tidak sesekali datang, semua ini tidak lebih dari pengulangan yang tak terhitung"
"Berapa lama lagi aku harus menjalani hidup ku dalam ketidak pedulian ini?"
Hiruk piruk suara kendaraan terdengar menandakan sang gumiho sudah hidup di Era modern.
Hyun Su duduk sendirian di sebuah bar, seorang wanita yang tak jauh dari tempatnya nampak tertarik padanya.
Wanita itu melangkah menghampirinya dan menyapanya dengan malu-malu
"Sepertinya kamu sendirian, sama seperti biasanya" ucapnya sambil menatap ke arah kota yang terlihat dari kaca besar di depannya
Lalu dia menoleh ke arah Hyun Su tapi saat melihatnya lagi, Hyun Su mendadak hilang.
Keesokan harinya
__ADS_1
Brrrrmmmm Brrrrmmmm suara mobil sport mewah milik Hyun Su terdengar, Hyun Su mengendarai mobilnya menuju kantor untuk menghadiri rapat.
Sesampainya di gedung kantor Hyun Su memarkirkan mobilnya di tempat parkir lalu keluar dari mobilnya.
Dia melangkah masuk ke dalam kantor di perjalanan beberapa gadis menyapanya .
"Pak Kim" panggil seorang perempuan
Hyun Su menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya.
"Halo pak Kim" sapa perempuan itu
Hyun Su hanya tersenyum lalu sedikit mengangguk pada perempuan yang menyapanya.
Di ruang meeting
Meeting dipimpin oleh seorang perempuan bernama Hye Jin
"Tema untuk proyek kali ini adalah sejarah di balik sejarah" ucap Hye Jin
"Aku ingin ini berpusat pada kisah di balik sejarah."
"Tentu saja akan ada kesulitan dalam memberikan bukti dalam sejarah, tapi sepertinya tidak akan ada kendala jika kita melakukan penelitian menyeluruh." ucapnya sambil terus menatap ke arah Hyun Su
"Contohnya selama era kerajaan Joseon, rakyat jelata tidak bisa menuntut bangsawan betapa pun tidak adilnya itu"
"Aku dengar mereka hanya bisa menggunakan sinmungo atau lari ke Raja saat raja berada di kota mereka untuk arak-arakan" ucap Hye Jin
Hyun Su membantahnya.
"Itu tidak benar semua orang bisa menuntut, apa pun kelas sosial mereka"
"Mereka juga bisa mengajukan banding atas kasus mereka dan ada sistem untuk menghindari korupsi dalam gugatan"
"Saat menjadi gubernur lokal di Provinsi pyeongan, aku pernah menangani kasus seorang petani ...." Hyun Su tidak melanjutkan ucapannya
Mereka semua hanya diam bengong menatapnya .
"Ekhmm" Hyun Su berdehem
"Astaga, beberapa orang yang mendengarnya mungkin akan berpikir anda melakukannya sendiri" ucap Hye Jin sambil terkekeh
"Sudah ku duga anda menulis semuanya seolah-olah pernah mengalaminya sendiri, itu sebabnya karya anda sangat memikat" ucap Hye Jin
"Yang anda katakan benar" ucap salah satu perempuan yang menghadiri rapat, dia membenarkan apa yang di katakan oleh Hye Jin
.
.
.
__ADS_1