
Keesokan harinya Lee Byeol sedang makan siang bersama kedua temannya di sebuah restoran.
Lee Byeol nampak tak bersemangat untuk makan.
"Kenapa kamu bermain main dengan makanan mu, cepatlah makan seperti babi" ucap Myung Sik
"Aku menyatakan perasaan ku" ucap Lee Byeol tiba-tiba
Kedua temannya terkejut mereka sampai-sampai tersedak, beruntung Chang Mi yang sedang minum air tidak menyemburkan air di mulutnya ke wajah Lee Byeol.
Uhuk uhukk
"Tapi dia bilang aku seperti keponakannya, itu artinya aku di tolak, bukan?" lanjut Lee Byeol
"Benar, kau ditolak sampai keluar angkasa. Aku belum pernah di tolak sekadar itu sebelumnya" ucap Myung Sik
"Dia pasti tidak menganggap mu wanita jadi dia bilang kau..."
Chang Mi mencubit pinggang Myung Sik untuk menghentikannya bicara. Lee Byeol meletakkan kembali sumpit yang dia pegang.
"Aku akan pergi" ucap Lee Byeol
"Byeol-ah kamu harus menghabiskan makanan mu dulu" ucap Chang Mi
"Tidak aku sudah kenyang" ucap Lee Byeol lalu Lee Byeol pergi dari sana
"Dasar bodoh, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu" Omel Chang Mi sambil memukulinya
"Aku hanya kasihan padanya" ucap Myung Sik
"Hei jika merasa kasihan..." Chang Mi menjeda kalimatnya
"Kamu seharusnya mengatur kan kencan buta untuknya" lanjut Chang Mi
"Kencan buta?"
"Kamu kenal pria yang baik?" tanya Myung Sik
Malam harinya Lee Byeol tengah mengerjakan tugasnya di meja belajarnya.
Ting
Sebuah pesan masuk di grup chat.
[Byeol-ah kamu mau pergi kencan buta?] tanya Myung Sik
[Ada seorang senior angkatan 2016 di klub taekwondo. Dia pria yang berbakat yang beru saja di terima kerja magang di perusahaan terkenal dan di incar para calon pekerja] tulis Myung Sik
[Aku tidak mau] tolak Lee Byeol
[Kamu tidak mengencani seseorang hanya karena kamu ingin] tulis Chang mi
[Lalu kenapa aku harus mau melakukannya?] tanya Lee Byeol
Lee Byeol meletakkan kembali ponselnya di meja. Namun tak lama kemudian ponselnya berdering nyaring.
Lee Byeol menerima panggilan itu
"Aku tidak mau, aku tidak mau pergi kencan buta" ucap Lee Byeol
"Kenapa tidak" tanya Myung Sik
"Apa karena pria itu?" tanya Myung Sik
"Bukan begitu" ucap Lee Byeol
"Byeol, kamu benar-benar harus melupakannya. Ku dengar para gadis bilang aku lebih seperti Kakak mereka. Tapi aku tidak pernah mendengar ada yang bilang aku seperti paman bagi mereka. Jika ingin menolak mu kenapa tidak langsung tolak saja. Kenapa ucapannya payah begitu?" omel Myung Sik
"Dia tidak payah, dia tidak tertarik dengan..."
__ADS_1
"Dia bukan tidak tertarik berkencan, tapi tidak tertarik pada mu. Jika menemukan wanita idamannya dia tidak akan menyebut mu keponakan" sela Myung Sik
"Aku akan memperlakukannya sebagai paman ku, apa peduli mu?! sudahlah aku tutup telponnya" ucap Lee Byeol ketus
Lee Byeol meletakkan ponselnya dengan kasar ke meja.
"Hah...ini salah ku sendiri karena memanggilnya Samchon, andai saja aku tidak memanggilnya Samchon. Arggghh!!"
Lee Byeol keluar dari kamarnya
"Apa terjadi sesuatu? aku mendengar mu berteriak" ucap Hyun Su yang sedang duduk di sofa
"Aniyo" jawab Lee Byeol lalu dia melangkah duduk di sofa seberang Hyun Su
Tin
[Byeol, aku memberinya nomer mu, nanti balaslah pesannya] tulis Myung Sik
"Hah..." Lee Byeol menghela nafas saat membaca pesan Myung Sik
Drttt drttt
Sekarang giliran Chang Mi yang menelpon Lee Byeol.
"Kenapa kalian berdua bergantian menelpon ku?" tanya Lee Byeol setelah mengangkat telpon Chang Mi
"Byeol, kamu tidak ingin mengencani siapa pun atau hanya belum melupakannya?" tanya Chang Mi dari balik sana
"Apa maksud mu belum melupakannya?" tanya Lee Byeol
"Apa lagi menurut mu? Pria yang menolak mu"
Lee Byeol menatap ke arah Hyun Su yang tengah duduk di sofa di depannya.
"Tidak bisakah kamu merelakannya?" tanya Chang Mi
"Ini tidak rumit. Kamu di tolak. Sudah berakhir. Itu artinya kamu harus mengencani pria lain"
Lee Byeol nampak terkejut lalu dia menatap Hyun Su.
"Kamu butuh privasi?" Tanya Hyun Su dengan suara pelan
"Tidak" ucap Lee Byeol pelan sambil menggeleng
"Aku juga tidak meminta mu langsung memacarinya, setidaknya kamu bisa makan bersama" ucap Chang Mi
"Baiklah aku akan pergi kencan buta" ucap Lee Byeol
Hyun Su agak terkejut saat mendengar ucapan Lee Byeol
"Kamu akan melakukannya? Sungguh?" tanya Chang Mi senang
"Iya"
Panggilan berakhir
Suasana nampak canggung
"Samchon bolehkan aku pergi kencan buta? dia bukan kelahiran tahun macan"
"Itu seharusnya tidak apa-apa. Kontrak tidak mengatakan kamu tidak bisa mengencani seseorang"
"Kamu benar. Tidak tertulis begitu" ucap Lee Byeol sambil menganggukkan kepalanya
Lee Byeol nampak tak bersemangat, tadinya dia berharap Hyun Su melarangnya pergi tapi ternyata Hyun Su tidak melarangnya.
Lee Byeol mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu.
[Aku akan pergi kencan buta] tulis Lee Byeol
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Myung Sik yang membaca pesan dari Lee Byeol nampak terkejut.
Dia menyemburkan air yang sedang dia minum karena terkejut. Semburan Myung Sik hampir saja mengenai kaki Mi Young.
Saat ini Mereka berdua tengah bertemu. Myung Sik ingin mentraktir Mi Young seperti yang dia janjikan saat itu sebagai ganti saat mobilnya mogok.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Mi Young terkejut. Beruntung dia bisa menghindar
Myung Sik terkejut setelah sadar bahwa di depannya ada Mi Young.
"Kamu bilang akan mentraktir ku semuanya malam ini. Jadi apakah perilaku aneh itu termasuk dalam 'semuanya' ?" tanya Mi Young sambil memberikan sapu tangannya pada Myung Sik
Myung Sik menerima sapu tangan yang di berikan Mi Young dan mengelap bibirnya.
"Tidak bukan begitu. Kita harus mengerjakan tugas kita sekaligus ingin mentraktir mu makan sebagai ganti yang saat itu.
Bukankah kamu juga sudah setuju waktu itu."
"Lalu kenapa kamu menyemburkan air yang kamu minum pada ku?" tanya Mi Young
"Aku mencoba mengatur kencan buta untuk Lee Byeol, dan dia setuju" ucap Myung Sik
Mi Young nampak tidak terlalu terkejut lalu Mi Young bertanya.
"Apakah semengejutkan itu?" tanya Mi Young
"Ya, aku menawarinya dan aku pikir dia akan menolaknya dia benci melakukan hal seperti ini"
"Bagaimana pun aku harap itu berjalan lancar kerena dia memutuskan melakukan ini agar dia tidak terlibat dengan pria jahat lagi"
"Oh benar, Mi Young kamu bisa membantu Lee Byeol?" tanya Myung Sik
"Bantu dia? dengan apa?"
"Bisakah kamu memberinya beberapa kiat, misalnya agar tidak Canggung saat kencan buta, karena dia belum pernah pergi kencan buta"
"Kenapa kamu pikir aku bisa memberinya saran?"
"Karena kamu cantik, bukankah perempuan cantik seperti mu sering kencan buta?"
Mi Young nampak tersipu, dia menunjukkan gerak-gerik tubuh malu-malu karena Myung Sik mengatakan dirinya cantik.
"Baiklah kalau begitu, itu tidak sulit jadi aku akan membantunya"
"Terima kasih Mi Young-ah, mari keluarkan tangan dan kaki kita demi Lee Byeol" ucap Myung Sik
Mi Young nampak bingung dengan ucapan Myung Sik
"Aku harus mengeluarkan tangan dan kaki ku untuk ini?" Tanya Mi Young serius
"Ya kita harus melakukan ini dengan benar"
Mi Young mengangguk pelan
"Baik, kurasa itu tidak masalah" ucap Mi Young lalu dia melepas sepatu yang dia pakai
Myung Sik nampak bingung mengapa Mi Young membuka sepatunya
"Tapi apa hubungannya dengan kencan buta?" tanya Mi Young
.
.
.
Setelah baca, like dan komen ya teman-teman π. Jangan lupa subscribe juga, biar makin semangat updatenya, tinggalkan jejaknya ya... πβ€.
Baca juga novel aku yang lain ya... Thank You ππ
__ADS_1