My Gumiho

My Gumiho
Pembalasan Hyun Su


__ADS_3

"Apa yang akan kamu lakukan dengan IPK seperti itu?" tanya Dae-Seong dengan nada menghina


.


.


.


Semua orang menoleh ke arah mereka, sedangkan Hyun Su nampak geram dengan pria yang sejak tadi memojokkan Lee Byeol.


"Hah... Apa yang harus kulakukan dengan mu? ini sangat serius. Byeol-ssi, biar ku beri nasihat sebagai senior dalam hidup"


"Kamu tidak punya waktu untuk membuang waktu mu dengan impian kosong itu. Kamu harus menghadapi kenyataan, kapan kamu harus bermimpi saat kamu tidur"


"Bermimpilah selagi kamu tidur, inilah saatnya kamu mempertimbangkan apa yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pekerjaan" ucap Dae-Seong


"Terima kasih atas sarannya tapi bisa beritahu aku lain kali?" ucap Lee Byeol


"Lain kali?" Pria itu tersenyum mengejek


"Maafkan aku Byeol-ssi, tapi tidak akan ada lain kali untuk kita" ucap Dae-Seong dengan angkuhnya


"Hem?" tanya Lee Byeol


"Aku tidak akan mengajak mu berkencan lagi" ucap Dae-Seong


"Ne?"


"Kamu duduk di sana, menguap sementara aku berbagi berbagai hal tentang ku. Lalu tiba-tiba kamu menjadi tertarik saat aku bilang akan menjadi pekerja tetap"


"Biar aku beri nasihat terakhir sebagai senior dalam hidup"


Lee Byeol nampak malas mendengarkan ucapan pria di hadapannya itu.


"Biar ku beri satu nasehat terakhir sebagai senior dalam hidup. Alih-alih mencari pria yang mapan, kamu harus menjadi seseorang yang mapan. Kamu harus mengkhawatirkan IPK mu sebelum mengencani siapapun. Alih-alih berbelanja pakaian belilah beberapa buku agar baris di resume mu bertambah"


Hyun Su nampak benar-benar jengah pada pria itu, Lee Byeol pun juga benar-benar muak pada pria di depannya itu yang selalu memojokkannya dan menghinanya sejak tadi.


"Dari pada memakai riasan highlighter berilah highlight di buku mu" ucapnya sambil memutar-mutar telapak tangannya di depan wajah Lee Byeol.


"Kamu mengerti maksud ku?" tanyanya


"Kalau begitu aku pergi" ucap pria itu mengambil tasnya.


"️Ah benar, kirimkan dua kupon kopi sebelum hari ini berakhir" ucapnya lalu dia melangkah pergi.


"Hah..." Lee Byeol nampak sangat kesal.


Hyun Su melirik pria yang melangkah pergi setelah mengatakan banyak hal pada Lee Byeol.


Mata kanan Hyun Su bersinar, dia membalas pria itu. Hyun Su menggeser sebuah kursi dengan kekuatannya untuk membuat pria itu jatuh saat pria itu melangkah.


Dan benar saja pria itu jatuh karena kakinya tersandung kursi yang di geser Hyun Su dengan kekuatannya.


Semua pengunjung cafe seketika menertawakannya. Pria itu nampak sangat malu, dia segera bangun.

__ADS_1


Sebelum pergi dia menendang kursi yang membuatnya jatuh.


"Arggh!" keluh pria itu karena kakinya sakit saat menendang kursi.


Lee Byeol menoleh ke arah Hyun Su yang tersenyum, Lee Byeol sadar kalau yang membuat pria itu jatuh adalah Hyun Su.


***


Tak lama kemudian Lee Byeol dan Hyun Su melangkah bersama menuju rumah.


"Byeol-ssi, Byeol-ssi" panggil Hyun Su


Lee Byeol menghentikan langkahnya.


"Bisakah kamu memberitahu ku?" tanya Hyun Su


"Memberitahu apa?" tanya Lee Byeol yang tak paham maksud Hyun Su.


"Kenapa kamu tersinggung saat kubilang kamu seperti keponakan bagiku? beritahu aku" ucap Hyun Su


"Aaaa itu..." Lee Byeol tak tahu harus mengatakan apa karena ini juga salahnya karena memanggil Hyun Su dengan panggilan Samchon.


"Byeol-ssi, seperti yang kamu tahu aku hanya bisa meniru yang di lakukan manusia jadi pilihan kata-kata ku mungkin tidak tepat"


"Tapi yang ingin kukatakan pada hari itu bukan berarti kamu seperti keponakan, maksud ku kamu istimewa. Selama hidup ku yang panjang ini aku tidak pernah menerima orang seperti mereka keluarga ku, aku butuh banyak keberanian untuk mengatakan yang kukatakan kepada mu. Bisakah kamu memahami yang ku katakan barusan"


"Samchon"


"Hmmm?"


"Jika kamu terus bersikap baik kepada ku, aku tidak bisa melupakan mu" ucap Lee Byeol dalam hati.


Wajah Lee Byeol nampak sedih saat dia memikirkan akan berpisah dengan Hyun Su.


"Byeol-ssi, kamu tidak terlihat begitu..."


"Aku hanya teringat perkataan pria itu kepada ku, dia mengatakannya dengan cara yang tidak menyenangkan, tapi semua itu benar"


"Aku sudah tahu betapa pentingnya waktu di dalam hidup ku. Alih-alih cemas soal pekerjaan, aku lebih suka belajar sejarah jadi aku melakukan itu. Tapi orang-orang terus menyuruh ku untuk menghadapi kenyataan"


"Byeol-ssi, bolehkah aku mengatakan sesuatu?" tanya Hyun Su


"Apa?"


"Jangan dengarkan perkataan orang lain, lakukanlah apa yang menurut mu benar dan kamu sukai. Karena ini adalah hidup mu bukan milik orang lain"


Lee Byeol tersenyum kemudian dia menganggukkan kepalanya.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka.


Ting


Lee Byeol merogoh ponselnya di tas jinjingnya.


[Bagaimana kencan butanya?]

__ADS_1


[Ceritakan pada kami]


Dua pesan masuk ke ponselnya.


Hyun Su menoleh ke arah Lee Byeol.


"Ini pesan dari teman-teman ku, mereka menanyakan hasil kencan butanya" ucap Lee Byeol


"Mereka berusaha keras untuk kencan buta ini, bahkan Myung Sik sampai meminta Mi Young untuk membantu ku" ucap Lee Byeol


"Apa?" tanya Hyun Su yang nampak terkejut.


"Mi Young memberiku pelajaran tentang menggoda" ucap Lee Byeol


"Ohh begitu" jawab Hyun Su sambil tersenyum. Lalu raut wajahnya berubah.


"Aku harus membalas pesan mereka dulu" ucap Lee Byeol


"Hmmm"


Di tempat lain.


Saat ini Mi Young tengah menikmati minumannya di balkon kamar hotelnya. Tak lama kemudian ponselnya berdering.


Mi Young melihat siapa yang menelpon dirinya.


'Pox' itulah nama kontaknya


"Ada apa? sebelumnya kamu tidak pernah menelpon ku" ucap Mi Young


"Kamu dimana?" tanya seseorang di balik telpon


"Aku ada di bakon kamar ku, aku suka ketinggian mungkin karena selama ini aku terus mengawasi manusia dari atas atap rumah"


"Kamu tidak akan tahu betapa indahnya Seoul dari sini di malam hari"


"Kurasa aku tahu" jawab seseorang yang berdiri di samping Mi Young


Mi Young nampak terkejut saat menoleh ke sampingnya.


"Ah astaga! kamu membuat ku terkejut" ucap Mi Young pada pria yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.


Pria itu adalah Hyun Su, setelah dia mengantar Lee Byeol pulang. Hyun Su menelpon Mi Young dan menanyakan dimana posisi Mi Young saat ini.


Hyun Su langsung berteleportasi ke tempat Mi Young setelah tahu di mana posisi mantan Gumiho itu.


"Kamu tidak bisa datang begitu saja tanpa memberitahu ku lebih dulu" omel Mi Young


"Lantas, kenapa kamu menemuinya tanpa memberitahu ku lebih dulu?"


"Maksud mu Lee Byeol?" tanya Mi Young sambil menatap ke arah Hyun Su.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2