
"Tunggu dulu" ucap Hyun Su
.
.
.
"Ya?" tanya Lee Byeol sambil berbalik menatap Hyun Su
"Kita belum tahu nama masing-masing, nama ku Kim Hyun Su" ucap Hyun Su memperkenalkan diri
"Nama saya Lee Byeol" ucap Lee Byeol
"Lee Byeol... kalau begitu boleh ku panggil Byeol-ssi?" tanya Hyun Su
"Iya, terserah anda kalau begitu saya permisi" ucap Lee Byeol
"Bicaralah yang santai pada ku" ucap Hyun Su
"Baik" jawab Lee Byeol lalu dia melangkah masuk ke dalam kamarnya
beberapa saat kemudian Lee Byeol sudah bersiap untuk tidur namun tak lama kemudian dia mendengar suara.
Brak brak brak
Lee Byeol bangun "Suara apa itu?" tanya Lee Byeol
Lee Byeol turun dari ranjangnya dengan perlahan dia melangkah ke arah jendela kamar.
Dia melihat Hyun Su tengah berdiri di gelapnya malam sambil menatap sebuah pohon besar yang ada di halaman rumah itu.
Tiba-tiba petir berkilat, cahayanya membuat celurit yang di pegang Hyun Su terlihat. Hyun Su menoleh ke belakang seolah-olah tahu ada seseorang yang sedang mengintipnya.
Lee Byeol berteriak ketakutan "Argghhhh!!"
Dia berlari ketakutan keluar dari kamarnya, sesampainya di dapur dia kebingungan hendak pergi kemana karena tempat itu gelap gulita.
Lee Byeol melangkah ke arah dapur dan saat melihat ke arah kulkas dia melihat darah keluar dari dalam sana
"Hah hah apa itu" ucap Lee Byeol ketakutan dengan tubuh yang bergetar
Lee Byeol berbalik hendak pergi dari tempat itu, namun saat berbalik dia melihat Hyun Su sudah ada di depannya dengan celurit di tangannya.
Tempat yang gelap dan kilatan petir membuat Lee Byeol sangat ketakutan, di tambah lagi saat dia melihat celurit yang di pegang Hyun Su.
Hyun Su melangkah mendekati Lee Byeol, Lee Byeol yang ketakutan berjalan mundur dan akhirnya terjatuh ke lantai karena kakinya sudah lemas.
Hyun Su berhenti tepat di depan Lee Byeol "Kau tidak apa-apa Byeol-ssi?" tanya Hyun Su
Lee Byeol melirik ke arah celurit yang ada di tangan Hyun Su
"Ini... aku baru saja selesai memangkas pohon di halaman" ucap Hyun Su
"Memangkas pohon?" tanya Lee Byeol
"Iya, pohonnya harus di pangkas" jawab Hyun Su
"Tapi kenapa kamu melakukan itu di tengah malam?" tanya Lee Byeol yang masih duduk di lantai
"Rubah adalah hewan nokturnal" ucap Hyun Su
__ADS_1
Lee Byeol terdiam, lalu dia menoleh ke arah kulkas. Hyun Su mengikuti ke mana arah Lee Byeol melihat.
Hyun Su melangkah ke dapur, dia meletakkan celuritnya di meja makan lalu membuka kulkas dan mengeluarkan sebuah kantong plastik yang berlumuran darah.
"Hah? apa itu hati?" ucap Lee Byeol dalam hati
"Ini darah sapi beku" ucap Hyun Su
"Hah? darah sapi?" tanya Lee Byeol
"Em ini adalah salah satu makanan favorit ku" ucap Byun Su
"Pemilik kedainya tidak membungkusnya dengan benar" ucap Hyun Su sambil melihat kantong plastiknya
"Tadi tangan ku juga berlumuran darah karena ini, aku harus mencucinya lagi" ucap Hyun Su sambil melihat tangannya yang berlumuran darah
Lee Byeol menatap Hyun Su dengan wajah anehnya
"Ngomong-ngomong Byeol-ssi, sepertinya kamu mudah takut" ucap Hyun Su
"Mulai sekarang aku akan menghabiskannya selagi masih segar, agar aku tidak menakuti mu" ucap Hyun Su sambil tersenyum ke arah Lee Byeol
Suara petir kembali terdengar beserta kilatannya.
"Darahnya banyak sekali, aku harus segera mencuci tangan ku" ucap Hyun Su
Di kamarnya Lee Byeol tak bisa tidur
"Tiba-tiba aku harus tinggal dengan seekor gumiho, aku takut. Apakah aku akan bisa tidur dengan nyenyak di rumah ini?" ucap Lee Byeol
Keesokan harinya
Tok tok
"Byeol-ssi kamu tidak kuliah?" panggil Hyun Su
"Byeol-ssi" panggil Hyun Su
"Aku bukan hewan nokturnal seperti diri mu, untuk apa aku kuliah malam-malam" gumam Lee Byeol yang masih tidur, kemudian perlahan membuka kelopak matanya
"Ternyata sudah siang, hoamm..." ucap Lee Byeol sambil menguap
Tak lama kemudian Lee Byeol keluar dari kamarnya, dia melihat Hyun Su yang sedang ada di dapur menyiapkan sarapan dan dia pun terpesona melihatnya.
"Wah... "
Tak lama kemudian dia tersadar dari kekagumannya
"Sadarlah Lee Byeol, dia adalah rubah licik yang menyamar menjadi pria tampan" ucap Lee Byeol dalam hati
"Kau tidur nyenyak?" tanya Hyun Su saat melihat Lee Byeol
"Ya begitulah" jawab Lee Byeol
Lee Byeol melangkah ke arah dapur
"Tapi sepertinya kamu tidak tidur nyenyak" ucap Hyun Su
"Cobalah minum teh goji beri hangat ini" ucap Hyun Su
"Buah goji melindungi liver mu dan membantu mu mengatasi kelelahan" lanjut Hyun Su
__ADS_1
"Apa? Kenapa dia menghawatirkan liver ku? apa yang ingin dia lakukan dengan lever ku?, Rubah licik itu" Ucap Lee Byeol dalam hati sambil menatap Hyun Su dengan curiga
"Oh ya aku tidak tahu kesukaan mu jadi aku membeli beberapa Bahan-bahan" ucap Hyun Su sambil melangkah ke arah kulkas lalu membukanya.
Nampak banyak sekali Bahan-bahan makanan di dalam kulkas itu
"Wah rubah licik itu" Ucap Lee Byeol dalam hati saat melihat banyak bahan makanan di kulkas
"️Aku juga membeli es krim" ucap Hyun Su sambil membuka kulkas bagian freezer
"Wah ... Rubah licik ini" ucap Lee Byeol dalam hati
"Dan aku juga akan membayar uang kuliah mu" ucap Hyun Su
"Rubah baik hati" ucap Lee Byeol tiba-tiba, tapi dia tersadar dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa saja
"Kenapa kamu membayar uang kuliah ku?" tanya Lee Byeol
"Karena aku merasa bersalah jadi aku akan membayar uang kuliah mu" ucap Hyun Su
"Tidak perlu... Mau ku kirim tagihannya melalui pesan?" Tanya Lee Byeol yang awalnya seolah-olah menolak
Hyun Su pun menatap bingung pada Lee Byeol, kemudian dia tersenyum lalu mengangguk.
Di kampus Lee Byeol
"Baiklah sekian untuk hari ini, pastikan kalian menyerahkan tugas kalian Minggu depan" ucap dosen
"Baik terima kasih pak" jawab para mahasiswa serentak
Di luar kampus
"Lee Byeol" panggil Chang Mi
"Apa?" Tanya Lee Byeol sambil menoleh ke belakang
Chang Mi datang bersama kedua temannya
"Byeol-ah kau mau ikut kami?" tanya Chang Mi
"Kemana?"
"Club"
"Club?" Tanya Lee Byeol
"Iya"
"Tidak ah aku lagi malas ke club" ucap Lee Byeol mencoba menghindar
"Ayolah ikut kita ya, sudah lama kita tidak ke club" rayu Chang Mi
"Benar, ayo ikut kami" ucap kedua teman Chang Mi sambil merayu Lee Byeol
"Oke oke aku akan ikut"
.
.
.
__ADS_1