
"Aku akan mencari cara mengeluarkan kelerengnya" lanjut Hyun Su
.
.
.
"Dan kau bisa fokus menjaganya, kurasa ini adalah cara yang terbaik" ucap Hyun Su
"Baiklah" jawab Lee Byeol sambil mengangguk
Di kampus
"Lee Byeol kau pergi kemana saat kita ke club? kenapa kau tiba-tiba menghilang?" tanya Chang Mi
"Aku.... tiba-tiba ada urusan" ucap Lee Byeol
"Kamu pergi tanpa pamit?" tanya Myung Sik
"Iya, dia pergi tanpa pamit" jawab Chang Mi
"Ponsel ku mati jadi aku tidak bisa menghubungi mu." ucap Lee Byeol beralasan
"Mian (maaf), apa aku menghalangi kalian berpesta?" tanya Lee Byeol
"Bukan begitu kami sangat bersenang-senang, jika ada musik di situlah aku bersenang-senang" ucap teman Chang Mi menari-nari
Brrrmmn brrmmmm
Lee Byeol menarik temannya yang sedang menari itu karena tiba tiba ada sebuah mobil Sport yang melaju ke arahnya
"Hais siapa dia? lancang sekali, kenapa dia mengemudi seperti itu" ucap Lee Byeol kesal, Netranya mengikuti arah mobil itu melaju
"Sepertinya di Kim Ye Joon Sunbae (Senior)" ucap Myung Sik
"Mwo? (apa?) Kim Ye Joon Sunbae yang playboy itu?" Tanya Chang Mi
"Em itu memang dia. Legenda jurusan sejarah yang mengencani lebih dari 30 wanita dalam waktu 6 bulan" ucap Myung Sik
"Aku pernah mengerjakan proyek kelompok bersama karena itulah aku sangat mengenal dia" ucap Myung Sik
"Dia sudah kembali dari wamil, aku iri pada orang-orang yang satu kelas dengan dia" ucap Chang Mi
"Ayo kita pergi ke kantin ucap Myung Sik pada Lee Byeol dan mengabaikan Chang Mi
Mereka berdua melangkah meninggalkan Chang Mi
"Ya! (Hei!) tunggu aku" ucap Chang Mi
Seorang Pria tampan keluar dari mobil sport hitamnya, banyak pasang mata yang menatap kagum pada pria itu.
Pria itu melangkah ke dalam kampus dan beberapa mahasiswi perempuan mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil gambar pria tampan itu.
Sedangkan pria itu melangkah dengan cuek seolah-olah hal seperti itu sudah biasa.
Di kantin
"Wah lihat mereka semua memposting Kim Ye Joon Sunbae dan yang benar-benar membuat ku iri adalah mereka bisa satu kelas dengan dia" ucap Chang Mi
Chang Mi mengzoom foto Kim Ye Joon
__ADS_1
"Waw lihat betapa tampannya dia" ucap Chang Mi
"Memangnya kenapa? dia playboy jahat yang membuat para wanita menangis" ucap Myung Sik
"Hahaha tapi dia lebih baik dari pada kamu yang di permainkan perempuan" jawab Chang Mi
"Tidak, menurut ku lebih baik aku menangis dari pada membuat orang lain menangis" ucap Myung Sik
"Hati ku sering sakit tapi aku senang tidak pernah menyakiti orang lain" lanjut Myung Sik
"Kamu sering ke kuil akhir-akhir ini?" tanya Chang Mi
"Tidak itu yang lee Byeol katakan kemarin, dia bilang aku harus baik pada diri ku sendiri karena aku orang baik" ucap Myung Sik
"Kau membaca buku karya biksu Bopjong?" tanya Chang Mi
"Tidak, itu karena pengaruh alkohol" jawab Lee Byeol sambil memakan makan siangnya
"Aku akan pergi, aku harus pergi mengambil buku ku" ucap Lee Byeol
"Kamu masih belum menghabiskan makanan mu" ucap Chang Mi
"Aku kenyang" jawab Lee Byeol
Lee Byeol berdiri dari tempat dia duduk lalu mengambil tasnya dan membawa nampan berisi sisa makanannya
"Bye" ucap Lee Byeol
"Bye" ucap kedua temannya
***
"Baiklah, untuk bertahan hidup aku harus menjaga kelerengnya agar tetap aman" ucap Lee Byeol dalam hati
Dan tanpa Lee Byeol sadari selembar kertasnya terjatuh
"Permisi"panggil seseorang
Lee Byeol berhenti kemudian berbalik ke belakang
Jreng Jreng Jreng
Nampak seorang pria tampan yang memanggilnya
"Bukankah dia Kim Ye Joon Sunbae?" tanya Lee Byeol dalam hati
"Angkatan 2017, kelahiran tahun macan!" Ucap Lee dalam hati.
Lee Byeol terkejut saat mengetahui hal itu.
Pria itu memungut lembar kertas milik Lee Byeol.
"Kamu menjatuhkan ini" ucapnya
"Maaf, tapi bisakah kau meletakkannya kembali ke tanah saja" ucap Lee Byeol
"Apa?" Tanya pria itu bingung
"Taruh saja di bawah" ucap Lee Byeol sambil memasang tubuh waspada
Pria itu melepaskan lembaran kertas milik Lee Byeol dari tangannya, lembaran itu pun terjatuh kembali ke tanah.
__ADS_1
Dan dengan gerakan waspada Lee Byeol mengambil lembarannya
"Terima kasih" ucap Lee Byeol dan langsung lari dari sana membuat pria itu menatapnya kebingungan
"Ada apa dengannya?" Tanya pria itu
Di cafe
"Apa tinggal bersama?" ucap Mi Young terkejut
"Aku tahu kelereng mu masuk ke dalam tubuh wanita itu, tapi bagaimana kau bisa memutuskan tinggal dengan manusia wanita?" tanya Mi Young
"Awalnya ku pikir itu akan menarik jadi aku ingin dia tetap di sisi ku, lalu..." Hyun Su menghentikan ucapannya
Hyun Su teringat saat kelerengnya berubah menjadi biru
"Lalu apa?" tanya Mi Young
"Lupakan saja" ucap Hyun Su sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar
"Kenapa kamu tidak menyelesaikan cerita mu, kamu selalu saja seperti itu" keluh Mi Young
"Kenapa? Apa dia tipe mu?" tanya Mi Young
"Apakah akhirnya kau menemukan tipe ideal mu yang membuka diri mu setelah ratusan tahun?" tanya Mi Young lagi
"Jangan berpikiran aneh, dia manusia yang belakang telinganya masih basah" ucap Hyun Su
"Basah di belakang telinga? dengan darah?" Tanya Mi Young tidak mengerti
"Apa yang kau lakukan sampai di berdarah? kamu memukulnya?" Tanya Mi Young
"Hahhhh..... Itu hanya kiasan, itu di gunakan untuk mengekpresikan seseorang yang masih sangat muda. KI A SAN" ucap Hyun Su mengeja kalimat kiasan
"Ah.. begitu rupanya. Ah ada terlalu banyak hal yang harus kuingat sebagai manusia aku harus menghafal idiom dan neologisme" Ucap Mi Young seolah-olah dia paham
"Dan juga untuk memesan makanan ini aku harus menghafal bahasa Inggris" ucapnya sambil tersenyum
"Itu bahasa Italia" ucap Hyun Su dengan wajah mengejeknya
Ulalaaa...
Mi Young tercengang
"Aku tidak percaya kau selalu menyebalkan selama 700 tahun, aku yakin akan sangat sulit bagi manusia wanita itu tinggal bersama mu" ucap Mi Young kesal
"Omong-omong apa dia tahu dia bisa mati jika kelereng itu terus mengambil energinya?" tanya Mi Young
Hyun Su terdiam agak lama
"Aku tidak akan membiarkannya mati" jawab Hyun Su
"Ya aku senang kau memutuskan hal itu, ku harap kau tidak mengambil kelereng mu saat dia sudah mati, seperti dulu" ucap Mi Young
"Bagaimanapun ada yang ingin ku tanyakan..." ucap Mi Young
.
.
.
__ADS_1