My Gumiho

My Gumiho
Berbaikan


__ADS_3

"Apa?" Tanya Lee Byeol


.


.


.


"Apa? Aaa... Lupakan saja, kamu makan dengan lahap" ucap Kim Ye Joon lalu dia meminum jusnya karena gugup


"Ngomong-ngomong apa kamu mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung ku?" tanya Lee Byeol


Kim Ye Joon terkejut dengan pertanyaan Lee Byeol


"Wae? Apa aku membuat kesalahan? Kurasa aku tidak mengatakan apapun" ucap Kim Ye Joon


"Tidak tidak lupakan saja" ucap Lee Byeol sambil tersenyum


Kim Ye Joon pun bernafas lega


"Apa yang kita lakukan setelah itu ya..." Ucap Lee Byeol seolah-olah dia tengah mengingat


"Kita pergi nonton film" ucap Kim Ye Joon


"Aaa benar nonton film" ucap Lee Byeol sambil tersenyum


"Bagaimana aku di sana?" Tanya Lee Byeol yang dengan cepat merubah ekspresi wajahnya


"Kamu baik-baik saja, kita bertemu dengan Myung Sik dan Mi Young, lalu kita menonton film dengan mereka"


"Aaa benar" ucap Lee Byeol seolah-olah dia ingat


"Semuanya baik-baik saja, lalu apa yang terjadi?" tanya Lee Byeol dalam hati


"Tapi, kenapa kamu terus bicara seolah-olah tidak ada di sana?" tanya Kim Ye Joon


"Ne? Kapan aku bicara begitu?" elak Lee Byeol gugup


Lee Byeol meminum jusnya untuk menghilangkan rasa gugupnya


Malam harinya


Mobil Kim Ye Joon berhenti di tempat yang cukup jauh dari rumah Hyun Su, Lee Byeol keluar dari dalam mobil, Kim Ye Joon pun ikut turun


"Aku bisa mengantarkan mu sampai rumah" ucap Kim Ye Joon


"Aniyo Sunbae, tidak apa-apa. Kalau begitu sampai jumpa di kampus"


Lee Byeol melangkah pergi


"Byeol-ah" panggil Kim


Lee Byeol berbalik


"Ne?"


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Kim Ye Joon sambil melangkah mendekati Lee Byeol


"Ada apa?" tanya Lee Byeol


"Emm... Pria yang bersama mu waktu itu, siapa dia?"

__ADS_1


"Ah.. Itu... "


"Aku tahu kamu bilang entah bagaimana kau mengenalnya, tapi apa maksud mu?" tanya Kim Ye Joon


"Seperti yang aku katakan, aku tidak sengaja mengenalnya. Hanya sebatas itu tidak kurang tidak lebih" ucap Lee Byeol


Beberapa saat kemudian, Lee Byeol berjalan pulang. Tak lama dia melewati cafe dimana Hyun Su biasanya nongkrong.


Lee Byeol berhenti dan menatap tempat yang pernah dia dan Hyun Su duduki di dalam cafe itu.


Tak lama kemudian Hyun Su duduk di sana, mereka berdua bertatapan cukup lama. Lalu Lee Byeol memutus pandangan mereka dan segera melangkah pergi dari sana.


Hyun Su menghela nafas, dia membuka buku yang dia bawa. Namun tiba-tiba Lee Byeol sudah duduk di hadapan Hyun Su


"Lee Byeol-ssi?" ucap Hyun Su terkejut


"Samchon, seperti yang kamu katakan. Aku tahu kita tidak sengaja saling terlibat jadi aku tahu kita tidak perlu saling peduli. Tapi kamu tahu, aku tidak bisa melakukan itu"


"Ku harap kita bisa seperti dulu. Apa yang harus aku lakukan?"


"Byeol-ssi..."


"Kamu bilang merasa nyaman di dekat ku, kau bilang aku tidak masalah. Kamu bilang kelereng ini bukan satu-satunya alasan kamu baik pada ku. Bagiamana bisa seorang manusia berubah pikiran seperti...." Lee Byeol menghentikan ucapannya


"Kau pikir bisa berubah pikiran begitu saja, karena kamu bukan manusia, kamu tidak bisa mengabaikan ku padahal kita baik-baik saja"


Sesaat suasana menjadi hening


"Byeol-ssi, aku bilang begitu karena aku pikir lebih baik aku menjauh dari kehidupan mu. Tapi sepertinya aku salah dan malah membuat mu semakin khawatir, maafkan aku"


"Jika kamu sungguh minta maaf, mari kita bersikap seperti dulu"


"Baiklah" ucap Hyun Su Sambil tersenyum


"Bagaimana hari mu dengan senior mu tadi?" tanya Hyun Su mencairkan suasana


"Lu..lumayan" jawab Lee Byeol


"Ada apa? apa dia melakukan sesuatu pada mu?" tanya Hyun Su


"Tidak dia baik pada ku, dia bilang tidak akan melakukan apapun yang tidak aku sukai" ucap Lee Byeol


"Aku yakin dia memang akan melakukan itu, karena dia punya perasaan khusus pada mu" ucap Hyun Su


"Sebenarnya aku tidak yakin, aku ragu apakah itu benar. Tapi jika dia memang punya perasaan khusus pada ku, menurut ku itu aneh" ucap Lee Byeol


"Kenapa aneh?" Tanya Hyun Su


"Aku hanya tidak yakin apa artinya menyukai seseorang, dia tidak tahu apapun tentang ku. Jadi bagaimana mungkin dia menyukai ku?"


"Bagiamana jika dia mengharapkan sesuatu dari ku? bagaimana jika aku tidak bisa memenuhi harapannya? lalu apa yang harus aku lakukan?"


" 'Selalu ada... Kegilaan dalam cinta' seperti tulisan Friedrich Nietzsche dalam 'Thus Spoke Zarathustra' "


"Jika kau menyukai seseorang berarti kau salah memahami orang itu dengan cara mu sendiri. Jadi maksud ku adalah kamu bisa menjadi Fermina Daza bagi seseorang, dan itu bukan kesalahpahaman"


"Fermina Daza?" tanya Lee Byeol


"Emm dia adalah tokoh utama wanita dari sebuah buku kuno" ucap Hyun Su


'Bagi pria itu dia tampak sangat cantik dan sangat menggoda, sangat berbeda dengan orang biasa sampai dia tidak bisa memahami kenapa tidak ada yang terganggu seperti dia akibat bunyi hak sepatunya di batu'

__ADS_1


'Kenapa hati orang lain tidak meliar dengan hembusan angin akibat helaan nafasnya'


'Kenapa semua orang tidak menggila dengan gerakan kepangannya, dengan lambaian tangannya.'


'Emas tawanya, dia tidak bisa mengerti. Kenapa tidak ada yang jatuh cinta pada wanita itu' Ucap Hyun Su sambil menatap Lee Byeol


Lee Byeol yang di tatap seperti itu menjadi sangat gugup


Beberapa saat kemudian Hyun Su melihat jam tangannya.


"Sudah larut, sebaiknya kita pulang" ucap Hyun Su


"Ne" jawab Lee Byeol


Mereka berdua keluar dari cafe, sesampainya di luar


"Astaga panas sekali" ucap Lee Byeol sambil mengipaskan-ngipaskan tangannya


Hyun Su menyentuh pipi Lee Byeol, membuat Lee Byeol terkejut.


"Maaf, aku hanya ingin tahu apa kamu demam" ucap Hyun Su


"Aku baik-baik saja, aku tidak demam" ucap Lee Byeol lalu melangkah lebih dulu


Hyun Su menyusul Lee Byeol


"Byeol-ssi" panggil Hyun Su


"Ne?"


"Pegang tangan ku"


"Ne?"


Hyun Su membawa Lee Byeol ke tempat yang agak sepi


"Pejamkan mata mu"


Lee Byeol memejamkan matanya


Lalu dalam sekejam mereka berdua sudah sampai di rumah. Lee Byeol membuka matanya.


Hyun Su menggunakan kekuatan teleportasinya


"Samchon menggunakan teleportasi?"


"Emmm" jawab Hyun Su sambil mengangguk


"Kalau begitu selamat malam" ucap Lee Byeol


"Selamat malam"


Lee Byeol masuk ke dalam kamarnya dan duduk di ranjangnya. Dia termenung lalu beberapa saat kemudian Lee Byeol mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


[Teman-teman dengar, ini kisah teman ku] tulis Lee Byeol di grupnya


"Itu cerita mu" ucap Myung Sik dan Chang Mi dalam hati mereka sambil tersenyum menertawakan Lee Byeol yang tak bisa berbohong


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2