
"Yang anda katakan benar" ucap salah satu perempuan yang menghadiri rapat, dia membenarkan apa yang di katakan oleh Hye Jin
.
.
.
"Baiklah kalau begitu mari kita terus mengembangkan proyek ini, sekian untuk hari ini" ucap Hye Jin
"Kerja bagus semuanya"
Hyun Su membereskan semua berkas yang dia bawa dan memasukkannya ke dalam tasnya.
"Pak Kim, pak Kim" panggil Hye Jin
"Hmm?" jawab Hyun Su sambil menatap wajah Hye Jin
"Begini jika anda punya waktu mari makan malam bersama untuk mengakrabkan diri sebagai tim" ajak Hye Jin
"Lain kali saja" tolak Hyun Su dan melangkah pergi dari sana
"Sampai jumpa lain kali" ucap anggota rapat yang lain
"Sampai jumpa"
"Lain kali itu kapan?" keluh Hye Jin
Hyun Su tiba di tempat parkir, Hye Jin yang tak putus asa untuk mendekati Hyun Su pun mengejar Hyun Su yang sudah sampai luar.
"Pak Kim pak Kim" panggil Hye Jin
Hyun Su menghentikan langkahnya dan berbalik
"Anda tinggal Samcheong-dong kan? Saya harus pergi ke sana sekarang, bisakah anda memberikan tumpangan?" ucap Hye Jin
"Maaf saya tidak bisa memberi tumpangan" ucap Hyun Su lalu melangkah pergi
"Tunggu" Hye Jin menahan Hyun Su lagi
"Apa saya membuat anda tidak nyaman? Sudah lama sejak kita bekerja sama jadi saya pikir akan bagus jika kita lebih akrab, sepertinya anda tidak punya kenalan dekat"
"Itu tidak benar saya punya teman baik tapi saya belum mendengar kabarnya sejak kemerdekaan ...." Hyun Su lagi-lagi hampir keceplosan bicara
"Apa? Kemer..dekaan? Ha ha ha anda dan lelucon anda" Hye Jin tertawa mendengarnya dan berpikir kalau itu hanya lelucon
Hyun Su kembali melangkah pergi
Hye Jin kembali menahan Hyun Su
"Kenapa anda tidak membiarkan siapa pun terlibat dalam hidup anda? Kenapa anda tidak mencari teman atau pacar"
"Apa anda punya riwayat kencan yang buruk? atau ada seseorang yang tidak bisa anda lupakan?" tanya Hye Jin
Di tempat lain terdapat seorang gadis tengah menikmati bunga sakura yang sedang mekar bersama seorang temannya.
"Tempat ini indah sekali jika bunga sakura sedang mekar"
"Benar"
__ADS_1
"Aku tidak ingin pulang, aku ingin tetap di sini sampai malam"
"Apa kau gila?"
"Ha ha ha aku hanya bercanda"
Malam harinya mereka pergi minum-minum bersama seorang teman pria bernama Myung Sik yang di tinggal pacarnya karena pacarnya itu selingkuh..
"A Yeong" Myung Sik menyebut nama kekasihnya sambil menangis .
"Lihat dia, padahal kita sudah memperingati dia kalau A Yeong itu bukan perempuan baik" ucap Lee Byeol
"Hei! Lupakan saja perempuan seperti itu anggap saja kamu sedang sial" ucap Lee Byeol
"Huaa... Aku merindukan A Yeong" ucap Myung Sik sambil menangis
"Dasar perempuan jahat aku sumpahin semua parfum kesayangan mu pecah" racau Myung Sik
"Lah sekarang dia malah mengutuknya" ucap Chang Mi teman Lee Byeol
Myung Sik mengambil ponselnya untuk menghubungi mantan kekasihnya itu tapi dengan cepat Lee Byeol merebut ponsel Myung Sik.
Myung Sik mulai meracau lagi, dia menyanyi dengan suara sumbangnya. Sedangkan kedua temannya seolah tidak peduli padanya dan sibuk memakan ayam.
"Astaga! Aku ada kelas bahasa inggris, ayo kita pergi" ucap Lee Byeol
"Tidak!" ucap Myung Sik
"Kalian tidak boleh pergi, hari ini kalian harus minum sampai mabuk bersama ku" racau Myung Sik
"Tidak bisa begini, Lee Byeol sebaiknya kau pergi biar aku yang urus bocah ini" ucap Chang Mi teman Lee Byeol
"Apa tidak masalah?" tanya Lee Byeol
Lee Byeol berlari menuju tempat kursusnya sambil sesekali menatap jam di lengannya
Namun karena tidak fokus melihat jalan yang dia lewati Lee Byeol tidak sengaja menabrak seorang pria yang tengah berjalan dengan belanjaan di tangannya.
Prang..
"Arghh" teriak Lee Byeol
Lee Byeol dan pria itu terjatuh
"Aduh sakit sekali" keluh Lee Byeol
"Anda baik-baik saja?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya pada Lee Byeol
"Saya baik-baik saja, tuan" ucap Lee Byeol sambil menerima uliran tangan pria yang dia tabrak
Pria itu menatap botol-botol yang berserakan di tanah dan pecah semua, Lee Byeol mengikuti arah tatapan pria itu.
"Astaga!" teriak Lee Byeol saat melihat apa yang pecah
"Bagaimana ini, itu wine kelas atas bahkan bukan hanya satu botol tapi lima" ucap Lee Byeol dalam hati
Lee Byeol ketakutan karena dia tidak akan punya uang jika pria di hadapannya itu meminta ganti rugi padanya.
"Maafkan saya tuan" ucap Lee Byeol sambil menunduk
__ADS_1
"Sungguh maafkan saya" ucapnya masih membungkuk
"Apa kamu pelajar?" tanya pria itu
"Ya? ah benar saya masih kuliah" jawab Lee Byeol
"Kalau begitu lupakan saja, lagi pula sudah terjadi" ucap pria itu dengan santai
Lee Byeol tercengang mendengar ucapan pria di hadapannya itu.
"Tapi tetap saja ini pasti mahal jadi..."
"Tidak apa-apa kau boleh pergi" ucap pria itu memotong perkataan Lee Byeol sambil menatapi botol-botolnya yang pecah
"Wah dia malaikat" ucap Lee Byeol kagum
"Ha?" tanya pria itu
"Ha? ah bukan apa-apa, sungguh terima kasih banyak, maafkan saya" ucap Lee Byeol sambil membungkukkan tubuhnya
Lee Byeol hendak melangkah pergi dari sana, tapi kakinya tidak sengaja menginjak tutup wine alhasil dia pun terpeleset.
Pria itu mencoba untuk menyelamatkan Lee Byeol tapi Lee Byeol malah tidak sengaja menepuk dadanya.
Sebuah kelereng berwarna merah keluar dari mulut pria itu karena Lee Byeol tidak sengaja menepuk dadanya.
Pria itu melepas tangannya dari tubuh Lee Byeol karena berusaha menyelamatkan kelereng yang keluar dari mulutnya.
Namun Lee Byeol malah menarik pakaiannya, alhasil tubuh mereka semakin dekat dan kelereng itu akhirnya terbang masuk ke dalam mulut Lee Byeol.
Lee Byeol pun jatuh pingsan sedangkan si pria terkejut bukan main.
Keesokan harinya Lee Byeol mulai bangun
"Astaga kepala ku sakit sekali" gumam Lee Byeol
"Kapan aku pulang semalam? aku harus minum air dulu" Lee Byeol bangun hendak mengambil air minum
Namun sesaat dia tersadar tengah berada di mana
"Kau sudah bangun" ucap seorang pria
"Ha astaga siapa kamu?" teriak Lee Byeol yang terkejut
Lee Byeol berbalik menghadap ke arah suara itu, dan nampak lah seorang pria tampan tengah duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya
Cahaya matahari di belakangnya semakin membuatnya bersinar
Lee Byeol ternganga karena terkejut
"Tunggu bukankah anda pemilik botol wine yang pecah itu?" ucap Lee Byeol
"Aku senang kau ingat, dan ini... " ucapnya sambil menatap sekeliling
Lee Byeol pun juga menatap ke seluruh ruangan itu
"Adalah rumah ku" lanjut pria itu
.
__ADS_1
.
.