
"Maksud mu Lee Byeol?" tanya Mi Young sambil menatap ke arah Hyun Su.
.
.
.
"Aku tidak punya alasan yang bagus untuk menolak teman kuliah ku" ucap Mi Young beralasan kalau dia tidak bisa menolak teman sekelasnya.
"Lagi pula kamu kan tidak punya perasaan khusus padanya" lanjut Mi Young
"Biar ku tanya satu hal, kenapa kamu tiba-tiba melakukan ini pada ku?" tanya Hyun Su
"Sebentar lagi adalah tahun ke 1000 mu, jadi aku khawatir"
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku" ucap Hyun Su
Mi Young menoleh ke arah Hyun Su.
"Kamu menyebalkan, kamu tahukan hubungan kita" ucap Mi Young
"Hubungan apa?" tanya Hyun Su
"Hubungan cinta dan benci. Di dunia ini hanya ada kita yang tersisa, jadi aku tidak mau melihat mu hancur. Entah bagaimana aku berhasil, tapi kamu tidak menanganinya untuk memiliki seseorang yang istimewa bagi mu"
Hyun Su terdiam.
Keesokan harinya.
Di kantin kampus.
Drrttt drrttt
Lee Byeol melirik ke arah ponselnya.
"Halo bu"
["Byeol, kamu bilang menginap di rumah teman mu karena tugas kelompok penelitian. Di mana alamatnya?"] tanya ibu Lee Byeol
"Apa? kenapa tiba-tiba?" tanya Lee Byeol terkejut.
["Agar ibu bisa mengirimkan pakaian yang tersisa setelah pemotretan"]
"Tapi itu terlalu berlebihan jika di pakai" ucap Lee Byeol
["Pokoknya kirim saja alamatnya"]
Tuttt tuttt
Ibu Lee Byeol menutup panggilannya.
"Baiklah, ibu tidak akan terbang ke sini dari Amerika" ucap Lee Byeol dalam hati.
Lalu Lee Byeol mengirim alamat rumah Hyun Su pada ibunya.
Di bandara ibu Lee Byeol sudah menerima alamat tempat tinggal putrinya. Dan dia segera keluar dari bandara menuju alamat itu.
Di tempat Lee Byeol.
Drrrttt drrrtttt
Lagi-lagi ponselnya bergetar saat dia sibuk bicara dengan kedua temannya.
"Halo"
["Kakak sudah di telpon ibu?"] tanya adik Lee Byeol Lee Byeong
"Iya, ibu tanya alamat ku untuk mengirim paket" jawab Lee Byeol
__ADS_1
"Tidak dia sedang di Seoul sekarang" ucap Lee Byeong adik Lee Byeol, yang saat ini sedang berada di tempat latihan memanahnya.
Dia menelpon kakaknya sambil melepaskan beberapa anak panah yang tertancap di sasaran panah.
"APA!!" teriak Lee Byeol
Telinga adik Lee Byeol sakit saat mendengar kakaknya berteriak di ponsel.
"Astaga jangan berteriak, apa yang mengejutkan tentang itu?" tanya Lee Byeong
"Tentu saja kakak terkejut, kenapa ibu ada di Seoul? Ibu tidak mengatakan apapun"
"Ibu bilang dalam perjalanan ke Jepang, dan ibu singgah di Seoul karena ada masalah dengan penerbangannya"
"Tapi kenapa ibu tidak bilang ke kakak dan hanya tanya alamat? apa ibu berencana memberi kunjungan kejutan?" tanya Lee Byeong
"Kakak harus pergi sekarang" ucap Lee Byeol dan segera mematikan panggilannya.
"Aku harus segera pulang" ucap Lee Byeol pada kedua temannya sambil mengambil tasnya.
"Hei kenapa?" tanya kedua temannya.
Lee Byeol pergi dari sana.
Tak lama dia sudah tiba di luar dia menghentikan sebuah taxi dan langsung meminta supir taxi ke alamat rumah Hyun Su setelah Lee Byeol menyebutkan alamatnya.
Di dalam taxi Lee Byeol berusaha menghubungi Hyun Su.
Di rumah Hyun Su mengangkat panggilan dari Lee Byeol.
"Halo Byeol-ssi?"
"Samchon aku dalam masalah sekarang..."
Lee Byeol melihat ponselnya, dan ternyata ponselnya mati.
"Hah yang benar saja" ucap Lee Byeol terkejut saat melihat keadaan ponselnya yang sudah mati.
"Halo? Halo Byeol-ssi?" panggil Hyun Su
Hyun Su menatap bingung ke arah ponselnya. Tak lama suara bel pun terdengar.
Ding dong
Hyun Su bangun dari tempatnya lalu melangkah ke depan. Hyun Su membuka gerbang.
"Byeol-ssi?"
Hyun Su nampak terkejut saat membuka pintu gerbang, ternyata itu bukan Lee Byeol.
Nampak seorang wanita dengan penampilan berkelasnya ada di depan gerbang rumah Hyun Su.
"Anda siapa?" tanya Hyun Su dengan hati-hati.
"Halo, aku ibu Lee Byeol" ucap ibu Lee Byeol sambil tersenyum.
Hyun Su nampak terkejut.
"Lee Byeol tinggal di sini, bukan?"tanya ibu Lee Byeol
Tak lama kemudian Hyun Su sudah duduk berhadapan dengan ibu Lee Byeol di ruang tamu dengan secangkir teh di meja untuk ibu Lee Byeol.
Hyun Su nampak sangat gugup dan Ibu Lee Byeol mengetahui hal itu.
"Kukira aku salah tempat, karena saat ku lihat rumah ini terlalu besar dan bagus untuk seorang mahasiswa"
"Kamu pemilik rumah ini, bukan? bagaimana kamu mengenal Lee Byeol?" tanya Ibu Lee Byeol
"Eemmm itu..."
__ADS_1
"Apa yang harus aku katakan" Ucap Hyun Su dalam hati
['Bagian berharga milik ku ada di dalam perut putri mu'. Tidak itu terdengar seakan-akan dia sedang hamil]
['Aku membayar uang kuliah putri mu sebagai gantinya dia menemani ku'. Tidak itu terdengar seperti kami memiliki hubungan yang tidak pantas]
"Astaga kenapa kamu gugup? apa pertanyaan ku terlalu sulit untuk di jawab?" tanya ibu Lee Byeol
Hyun Su benar-benar tak tahu harus mengatakan apa.
"Ibu!" teriakan Lee Byeol terdengar
Mereka berdua menoleh ke arah suara Lee Byeol.
"Ibu! Ibu! kenapa tidak bilang pada ku kalau akan datang, biar aku jelaskan"
"Rencananya aku akan tinggal di rumah teman ku. Tapi rumahnya terlalu kecil jadi kami memutuskan untuk berbagi rumah..."
"Jangan ribut dan duduklah" potong ibu Lee Byeol
"Ne" jawab Lee Byeol lalu dia duduk di samping Hyun Su yang sudah bergeser sedikit ke samping.
"Jadi kalian berbagi rumah? lalu dimana teman mu?" tanya Ibu Lee Byeol
"Dia akan segera datang" ucap Lee Byeol
"Dia baru saja pindah" ucap Hyun Su
Ucap Lee Byeol dan Hyun Su bersamaan, benar-benar tidak sinkron.
"Sudah berapa lama kamu tinggal di sini?" tanya Ibu Lee Byeol
"Sepekan" ucap Lee Byeol
"Sebulan" ucap Hyun Su
Jawaban mereka berbeda.
"Kurasa..." Lanjut Hyun Su
"Bagaimana kalian bertemu?" tanya ibu Lee Byeol
"Di kampus..." Jawab Lee Byeol
"Di agen perumahan..." Jawab Hyun Su
Lagi-lagi jawaban mereka berbeda.
Ibu Lee Byeol nampak mendengus.
"Tamatlah riwayat ku" ucap Lee Byeol dalam hati
Kemudian Lee Byeol teringat sesuatu. Lee Byeol melangkah berbisik sangat pelan ke arah Hyun Su.
"Dimana sihir mu?" bisik Lee Byeol
"Kamu melarang ku menggunakannya" bisik Hyun Su
"Gunakan sekarang, cepat" bisik Lee Byeol mendesak Hyun Su.
Hyun Su menatap ibu Lee Byeol, kemudian mata kanannya bersinar. Hyun Su menggunakan kekuatannya.
Dan...
Ibu Lee Byeol mengambil secangkir teh yang sudah di sajikan Hyun Su kemudian meminumnya.
Hyun Su nampak terkejut saat tidak terjadi apapun pada ibu Lee Byeol.
.
__ADS_1
.
.