My Gumiho

My Gumiho
Cinta Pertama


__ADS_3

"Tapi tunggu, dia menggambarnya dengan cantik di setiap goresan kuasnya"


.


.


.


Lalu Lee Byeol mengambil buku yang tadi di tandatangani Hyun Su.


"Tapi dia melakukan ini untuk ku" ucap Lee Byeol saat melihat gambar di buku itu yang terlihat jelek.


Lee Byeol nampak kesal.


Keesokan harinya


Lee Byeol dan Hyun Su sedang berjalan di trotoar.


"Samchon aku bertanya tanpa niat apapun. Pertanyaan ini murni untuk jurusan yang aku ambil"


"Bagaimana orang-orang berkencan di era Joseon?"


Hyun Su nampak tersenyum mendengar pertanyaan dari Lee Byeol.


"Apa kamu mendorong ayunan untuk perempuan seperti Lee Mong-ryong dan Chun-hyang?" tanya Lee Byeol.


"Kurasa begitu" jawab Hyun Su sambil menatap Lee Byeol.


"Lalu... apa kamu membelikannya Norigae di jalanan?" tanya Lee Byeol.


"Aku tidak pernah melakukan itu" ucap Hyun Su.


"Aahhh" Lee Byeol nampak bernafas lega.


"Tapi aku membelikannya sepatu yang di hiasi bunga bordir" ucap Hyun Su.


Lee Byeol tampak cemburu.


"Ah begitu rupanya, sepertinya kamu sangat menyukainya"


Hyun Su tersenyum.


"Aku bisa melihat betapa elegan dan cantiknya dia" ucap Lee Byeol.


Lee byeol mengalihkan pandangannya dari Hyun Su ke arah depan.


Lalu dia nampak terkejut, dia membulatkan matanya. Di depan sana ada seorang perempuan yang tengah menyirami tanaman di depan toko bunganya.


Perempuan itu mirip sekali dengan wajah perempuan yang dia lihat tadi malam di dalam lukisan.


"Dia mirip dengannya" gumam Lee Byeol.


"Apa?" tanya Hyun Su sambil menoleh ke arah Lee Byeol.


"Ah tidak bukan apa-apa" jawab Lee Byeol.


Lalu Lee Byeol melanjutkan langkahnya.


Tiba-tiba Lee Byeol berbalik, membuat Hyun Su terkejut.


"Ada apa Byeol-ssi?" tanya Hyun Su.


"Samchon, bisakah kita lewat jalan lain?"


"Kenapa?"


"Aku ingin mampir ke kedai Tteokbokki di sana"


"Tapi...."


"Ayo samchon" ucap Lee Byeol sambil menarik lengan Hyun Su agar berbalik arah dan tak melihat perempuan yang mirip dengan kekasihnya dahulu.


Beberapa jam kemudian.


Di kampus Lee Byeol nampak tengah duduk bersama kedua temannya, ujian sudah dekat jadi mereka belajar bersama tapi Lee Byeol malah sibuk dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan Myung Sik nampak belajar sambil mengunyah keripik.


Chang mi yang mendengar suara keripik itu pun nampak tak fokus.


"Ya! (Hei!) berhentilah mengunyah keripik, kamu membuat ku kehilangan fokus" omel Chang Mi.


"Itu dia, Chang Mi yang sangat sensitif, yang muncul saat ujian tiba" celetuk Myung Sik.


"Sensitivitas dan ketegasan ku adalah yang menjadikan ku mahasiswi terbaik di jurusan kita" jawab Chang Mi. Lalu dia nampak mengambil cangkir kopinya, tapi ternyata kosong.


"Aku mau kopi lagi untuk terjaga" ucapnya lalu beranjak dari sana.


"Astaga dia selalu berlebihan" ucap Myung Sik


Lee Byeol nampak kembali termenung.


"Hei..." panggil Lee Byeol.


"Baiklah aku akan makan dengan tenang" Ucap Myung Sik memotong perkataan Lee Byeol.


"Tidak bukan itu" ucap Lee Byeol.


"Apa arti cinta pertama bagi pria?" tanya Lee Byeol tiba-tiba.


"Cinta pertama? kenapa tiba-tiba?" tanya Myung Sik merasa heran.


"Aku hanya penasaran"


Myung menutup bukunya dan nampak berpikir.


"Cinta pertama..."


"Dua kata itu membuat mu merasa sangat sentimental dan tersakiti"


"Aku mendapatkan cinta pertama ku saat SMP, kami putus karena alasan yang paling menyedihkan"


"Dia sakit parah"


"Benarkah?" tanya Lee Byeol terkejut.


"Ternyata dia berselingkuh dengan teman dekat ku. Meskipun dia membuat kebohongan yang tidak masuk akal itu. Aku masih tidak bisa melupakannya hanya karena dia cinta pertama ku"


Lee Byeol nampak mendengus dengan wajah cemberutnya.


"Orang bilang, semua pria punya satu ruang di hatinya yang mereka simpan seumur hidup, ruang tempat cinta pertama mereka di jaga sampai mereka mati" ucap Myung Sik.


"Jadi, jika pria itu tidak mati dia akan tinggal di ruang itu selamanya?" tanya Lee Byeol.


"Tepat sekali" ucap Myung Sik sambil menjentikkan jarinya.


"Dia lapor masuk tapi tidak ada jam lapor keluar" ucap Myung Sik.


Lee Byeol semakin di buat cemburu.


"Kau bisa menghadapi musim ramai dengan orang yang kau cintai, tapi ruang itu selalu terisi. Tidak ada yang bisa mengambilnya" ucap Myung Sik yang tanpa sadar menambah api cemburu pada Lee Byeol.


Plak plak plak


"A a a a. Astaga kau" keluh Myung Sik.


Lee Byeol memukul pipi myung sik dengan sosis milik Myung Sik yang belum di buka agar pria itu berhenti bicara.


Lee Byeol mendengus kesal.


Beberapa jam kemudian Lee Byeol keluar dari kampusnya.


Drttt srttt


"Halo, jam berapa kamu selesai?"


"Kurasa kau tidak perlu menjemput ku hari ini"


"..."


"Tidak apa-apa aku hanya ingin berjalan ka..."

__ADS_1


Lee Byeol berhenti bicara saat melihat Hyun Su sudah berdiri tak jauh darinya.


Hyun Su berbalik dan melihat Lee Byeol, kemudian dia mematikan panggilan mereka dan menyimpan kembali ponselnya di saku coatnya sambil tersenyum ke arah Lee Byeol.


Lee Byeol nampak tak bisa berbuat apa-apa.


Hyun Su melangkah ke arahnya dan berhenti tepat di depannya.


"Kalau begitu mari berjalan bersama" ucap Hyun Su lalu tersenyum.


Mereka berjalan pulang bersama, di perjalanan dari arah depan ada seorang pria berjalan ke balik arah, Hyun Su langsung menggeser Lee Byeol dengan pelan ke pinggir jalan dan bertukar tempat dengannya


Hyun Su meletakkan kembali tangannya di belakang punggung.


"Jadi kenapa kamu tiba tiba ingin berjalan hari ini?" tanya Hyun Su.


"Tidak apa apa, cuacanya bagus hari ini"


Tak lama Lee Byeol melihat perempuan yang mirip dengan cinta pertama Hyun Su keluar dari toko bunga miliknya untuk mengantar seorang pelanggannya.


"Sampai jumpa"


"Terima kasih"


Lee Byeol berhenti melangkah Hyun Su nampak heran.


"Byeol ssi?"


"Ne?"


Hyun Su hendak melihat ke arah yang Lee Byeol lihat, tapi Lee Byeol langsung menghentikan Hyun Su.


"Aku bilang, aku akan mentraktir mu Tteokbokki dengan ongkos bus yang ku tabung bukan, ayo kita makan sekarang" ucap Lee Byeol sambil menarik lengan Hyun Su dan melangkah ke arah lain.


Tadi pagi mereka tidak jadi makan Tteokbokki karena restorannya tutup.


Sesampainya di restoran.


Hyun Su meletakkan gelas air yang baru saja dia minum.


Dia menatap Lee Byeol yang nampak bengong.


"Ada masalah Byeol-ssi?"


"Apa?"


"Kau tampak kurang sehat"


"Ah aniyo"


Mereka pun terdiam beberapa saat.


"Ngomong-ngomong, Myung sik bilang bahwa semua pria punya ruang khusus di hati mereka"


Hyun Su nampak memiringkan kepalanya dan mengamati apa yang dikatakan Lee Byeol.


"Dan di ruang itu, mereka menyimpan cinta pertama mereka seumur hidup, benarkah itu?"


Hyun Su terdiam.


"Entahlah"


"Bagaimana dengan mu?" tanya Lee Byeol.


Hyun Su terdiam.


"Jika dia tiba-tiba kembali pada ku setelah sekian lama, tentu saja aku akan senang"


"Ah.."


"Aku merasa seperti orang bodoh" ucap Lee Byeol dalam hati.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2