My Gumiho

My Gumiho
Lukisan


__ADS_3

Esok malamnya Lee Byeol mengeluarkan buku yang dia beli. Kemudian melangkah keluar dari kamarnya.


"Samchon" panggil Lee Byeol dari belakang Hyun Su.


Hyun Su menoleh ke belakang.


"Tadaaa" ucap Lee Byeol sambil memperlihatkan buku yang dia beli.


Hyun Su melihat buku yang di beli Lee Byeol dia nampak terkejut.


"Kenapa kamu membeli ini?" tanya Hyun Su.


"Aku ingin membacanya" ucap Lee Byeol.


Hyun Su menatap Lee Byeol.


"Boleh aku minta tanda tangan?" tanya Lee Byeol sambil menyodorkan buku itu beserta sebuah spidol kecil.


"Aku belum pernah melakukan ini, ini agak canggung" ucap Hyun Su.


"Owh begitu rupanya" ucap Lee Byeol menarik kembali bukunya.


Hyun Su nampak tak tega melihat wajah kecewa Lee Byeol, lalu dia melangkah ke depan dan mengambil buku dan spidol itu kemudian memberikan tanda tangan.


Lee Byeol nampak tersenyum.


Hyun Su mengembalikan buku dan spidol itu pada Lee Byeol setelah menandatanganinya.


Lee Byeol mengecek buku itu.


"Tunggu apa ini aku?" tanya Lee Byeol saat melihat sebuah gambar dengan rambut pendek seperti milik lee.


"Ini lebih buruk dari aslinya" ucap Lee Byeol.


"Kalau begitu biar ku belikan yang baru" ucap Hyun Su hendak mengambil buku di tangan Lee Byeol.


"Tidak, aku akan menyimpannya" ucap Lee Byeol menjauhkan buku itu dari jangkauan Hyun Su.


"Kamu meluangkan waktu untuk menggambarnya" ucap Lee Byeol.


Hyun su mengangguk lalu melangkah ke kamarnya.


Drttdrtt


Lee Byeol mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


[Ini pertanyaan dan ringkasan sejarah akhir Goryeo hanya untuk mu] tulis Chang Mi, dia memberikan ringkasan yang dia pelajari pada Lee Byeol.


"Ah samchon" panggil Lee Byeol sambil mengetuk pintu kamar Hyun Su.


Ceklek


Hyun Su keluar dari kamarnya.


"Ada apa Byeol-ssi?" tanya Hyun


"Bolehkah aku memanfaatkan mu?" tanya Lee Byeol.


"Memanfaatkan ku?" tanya Hyun Su terkejut.


"Chang mi memberiku perkiraan soal yang akan keluar di ujian nanti, aku mau dapat penjelasan detail dari mu yang menjalani masa itu" ucap Lee Byeol


"Membahas apa?"

__ADS_1


"Anotasi 'Tripitaka Koreana'


"Tripitaka Koreana" Hyun Su nampak berpikir.


"Aku punya barang yang berkaitan dengan itu di ruang bawah tanah, kamu mau ikut dengan ku untuk melihatnya?"


"Tentu"


Di Bawah tanah.


"Seperti yang kau tahu, anotasi di buat untuk melengkapi edisi pertama. Dan itu di sebut plakat sutra" ucap Hyun Su sambil menunjuk sebuah benda yang di pegang Lee Byeol.


"Itu semacam tanda untuk membedakan apa yang tertulis dalam anotasi" lanjut Hyun Su.


"Ini seperti daftar isi?" tanya Lee Byeol.


Hyun Su mengangguk.


"Aku sangat tertarik dengan budaya buddha" ucap Lee Byeol.


"Samchon ayo pergi liburan ke kuil buddha setelah ujian" ajak Lee Byeol.


"Liburan?"


"Kenapa tidak? Kamu tidak suka liburan?"


"Tidak bukannya aku tidak suka. Ini pertama kalinya"


"Kamu selalu bilang ini kali pertama mu, kali pertama mu tinggal dengan seseorang, kali pertama mu punya keluarga dan kali pertama mu memberi tanda tangan. Kamu selalu bilang begitu" ucap Lee Byeol.


"Apa kamu hanya mengembangkan moral mu selama hampir 1000p tahun ini?" tanya Lee Byeol.


"Apa yang kamu lakukan tanpa ku?" tanya Lee Byeol


"Entahlah" jawab Hyun Su sambil tersenyum.


"Maksud ku, aku mencemaskan mu belakangan ini, kamu terus mengatakan hal-hal misterius ini"


"Jadi aku bertanya-tanya apakah kau akan beradaptasi dengan baik usai jadi manusia, tapi kurasa ini mungkin karena kau kurang berpengalaman"


"Karena kamu bisa memperluas pengalaman mu melalui kesempatan ini aku ingin pergi dengan mu" ucap Lee Byeol.


"Baiklah ayo pergi berlibur" ucap Hyun Su.


"Benarkah? Kalau begitu janji?" Ucap Lee Byeol senang sambil mengacungkan jari kelingkingnya agar Hyun Su berjanji.


Hyun Su meraih jadi kelingking Lee Byeol dengan jari kelingkingnya.


"Aku berjanji" ucap Hyun Su sambil tersenyum.


Lee Byeol nampak terpesona dengan senyuman Hyun Su, dia segera melepas kelingkingnya.


"Ah di sini panas" ucap Lee Byeol.


"Samchon aku boleh pinjam buku ini?" tanya Lee Byeol yang dengan asal mengambil buku di dekatnya.


Buku itu adalah buku puisi yang terlihat sudah tua.


Hyun Su mengangguk.


Beberapa saat kemudian.


Di kamarnya Lee Byeol sedang mencari sebuah kuil dengan suasana yang bagus di internet. Dia nampak senyum-senyum.

__ADS_1


Lalu dia melirik ke arah buku yang tadi dia pinjam secara acak, dia membuka buku itu tanpa membacanya.


Di pertengahan buku Lee Byeol berhenti, dia menemukan sebuah lukisan.


"Ini pasti lukisan jaman dulu" ucap Lee Byeol.


Lee Byeol membaca tulisan Korea kuno di kertas lukisan itu.


"Seo hwa"


"Itu terdengar seperti nama seorang wanita"


" 'Jeong, da' Itu artinya kasih sayang yang mendalam"


Tak lama Lee Byeol keluar dari kamarnya dan menghampiri Hyun Su yang berada di dapur sedang membuat teh.


"Samchon"


"Teuk, geup, jeong, da, mong, jung, ji, yeon"


"Apa itu artinya cinta itu sangat istimewa sampai kau rindu bahkan dalam mimpi?" tanya Lee Byeol.


"Emm kau benar" jawab Hyun Su sambil tersenyum.


"Siapa Seo-hwa?" tanya Lee Byeol tiba-tiba.


Mendengar nama yang di sebut Lee Byeol, senyum di wajah Hyun Su seketika hilang.


"Aku menemukan lukisan ini di buku, jadi akhirnya aku melihatnya" ucap Lee Byeol sambil membuka kertas lukisan itu.


"Jadi kamu merindukannya bahkan di mimpi mu?, ku pikir dia mungkin cinta pertama mu" ucap Lee Byeol.


"Kenapa itu ada di sana?" tanya Hyun Su sambil hendak mengambil lukisan itu.


"Dia cinta pertama mu benarkan?" tanya Lee Byeol sambil menjauhkan lukisan itu dari jangkauan Hyun Su.


"Dia jelas cinta pertama mu benar bukan?" tanya Lee Byeol lagi.


"Kurasa itu ungkapan yang paling tepat, cinta pertma" ucap Hyun Su.


Seketika senyum di wajah Lee Byeol hilang saat mendengar Hyun Su mengiyakan pertanyaannya.


Dia langsung menjatuhkan buku tebal kuno itu dan juga lukisan itu. Buku itu bahkan mengenai kaki Hyun Su, membuat Hyun Su terkejut dan menahan sakit di kakinya dengan ekspresi tetap tenang.


"Byeol-ssi" ucap Hyun Su sambil menahan sakit di kakinya.


"Ha? astaga maafkan aku" Lee Byeol langsung mengambil buku itu, kaki Hyun Su nampak masih sakit.


"Terima kasih sudah memperlihatkan cinta pertama... Ah ani maksud ku buku mu" ucap Lee Byeol sambil menyerahkan kembali buku Hyun Su.


Lee Byeol langsung berbalik dengan wajah cemberutnya meninggalkan Hyun Su yang masih menggoyangkan kaki kanannya yang nyeri.


Brakk


Lee Byeol berjalan dengan lesu dan duduk di meja belajarnya.


"Heh lukisan dan surat cinta. Dia punya banyak pengalaman romantis bukan?" ucap Lee Byeol dengan lesu.


"Hahh..."


"Tapi tunggu, dia menggambarnya dengan cantik di setiap goresan kuasnya"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2