
Di kamarnya Hyun Su tengah bermimpi buruk, dia bermimpi saat dirinya menjadi jendral dia berlarian di dalam mimpinya.
Dan suara pedang serta teriakan orang-orang terdengar, api menyambar di semua tempat. Lalu di dalam mimpinya ada seorang wanita cantik yang sepertinya adalah kekasihnya dulu.
Wanita cantik itu di serang oleh penjajah, kejadian itu berputar cepat di dalam mimpinya dan Sebuah sepatu perempuan bangsawan yang terpisah dari pasangan sepatu lainnya.
Tak lama kemudian Hyun Su terbangun dari mimpi buruknya
"Hah hah..."
Lee Byeol yang belum tidur karena menyelesaikan tugas-tugasnya keluar dari kamar untuk mengambil air tapi kemudian melangkah ke arah lain saat melihat Hyun Su berada di halaman depan tengah mondar mandir.
Lee Byeol akhirnya melangkah keluar menghampiri Hyun Su
"Samchon" panggil Lee Byeol
"Kamu belum tidur?" tanya Hyun Su
"Aku sedang mengerjakan tugas tapi aku mengantuk jadi aku keluar mencari angin" jawab Lee Byeol
Hyun Su mengangguk
"Itu sulit kan?" tanya Lee Byeol
Hyun Su menatap Lee Byeol dengan wajah tak mengerti maksud Lee Byeol
"Kau tampak lelah jadi aku khawatir, sampai sekarang aku hanya memikirkan situasi ku saja. Tapi tadi saat aku ke ruang barang antik mu aku menyadari sudah berapa lama kamu hidup untuk waktu yang lama"
"Kau punya satu impian dan semuanya bisa hancur jadi aku hanya bisa membayangkan betapa sulitnya itu"
"Aku juga merasa agak bersalah karena rasanya ini adalah salah ku. Jika saja saat itu aku berhati-hati ini tidak akan terjadi" ucap Lee Byeol panjang lebar
"Ini bukan salah mu" ucap Hyun Su
Lee Byeol tersenyum
"Bagaimana kalau kita coba menjalani hari ini, jika mengulanginya aku yakin hari-hari baik segera akan datang" ucap Lee Byeol
Mendengar ucapan Lee Byeol membuat Hyun Su merasa bersalah, padahal dari awal dia sudah tahu cara mengeluarkan kelerengnya dari tubuh Lee Byeol.
"Aku akan kembali ke dalam dan mengerjakan tugas ku, jangan terlalu di pikirkan ucapan ku barusan, Samchon" ucap Lee Byeol
Lee Byeol melangkah ke rumah
Hyun Su melamun dan mengingat ucapan Mi Young saat di cafe
Flashback
"Siapa gadis itu sampai-sampai membuat mu melakukan itu?, kau kan sudah tahu cara mengeluarkan kelerengnya" ucap Mi Young pada Hyun Su saat itu
__ADS_1
Flashback End
"Byeol-ssi" panggil Hyun Su
"Ne?" Lee Byeol berhenti melangkah
Hyun Su melangkah menghampiri Lee Byeol
"Izinkan aku memeriksa satu hal" ucap Hyun Su
"Ne?" Tanya Lee Byeol tak mengerti
Hyun Su meraih telapak tangan Lee Byeol lalu melirik kelereng yang ada di dalam tubuh Lee Byeol yang mengeluh cahaya berwana merah.
Hyun Su mengalihkan pandangan dari perut Lee Byeol menuju wajah Lee Byeol
"Kamu bisa kembali sekarang, anggap saja ini adalah mimpi" ucap Hyun Su
Hyun Su melangkah lebih dekat ke arah Lee Byeol lalu meraih wajah Lee Byeol hendak mengambil kembali kelerengnya.
Namun kelereng di dalam tubuh Lee Byeol berubah menjadi biru membuat Hyun Su menghentikan gerakannya.
Hyun Su menatap wajah Lee Byeol lalu sedetik kemudian Hyun Su memeluk Lee Byeol membuat Lee Byeol terkejut.
Keesokan harinya di kantin kampus
Saat ini Lee Byeol tengah berada di kantin duduk berhadapan dengan kedua temannya, Lee Byeol bertanya pada kedua temannya itu.
"Incar apa? Inilah sebabnya aku tidak berhubungan dengan mereka yang belum berkencan, itu di sebut mengekpresikan kasih sayang tentu saja dia ingin memeriksa cinta mereka" jawab Chang Mi
"Teman mu itu menikah muda?" tanya Myung Sik
"Tidak dia belum menikah, dia tinggal bersama dengan pria itu tapi itu bukan kasih sayang, mereka tidak saling menyukai" jawab Lee Byeol
"Jadi mereka tinggal bersama walaupun tidak saling mencintai? Kenapa?" tanya Myung Sik
"Terjadi kecelakaan, jadi akhirnya dia mempunyai hal berharga di dalam tubuhnya" jawab Lee Byeol
"Apa?" Tanya kedua temannya terkejut
"Dia hamil?" tanya Chang Mi
"Tidak tidak bukan, dia tidak hamil dia... dia..." Lee Byeol tak dapat menjelaskan apa yang dia maksud pada temannya
Di cafe
"Bukankah ini memusingkan? kamu tidak tahu cara membuat kelereng mu menjadi biru sepenuhnya dan tidak tahu apa penyebab kelereng mu tiba-tiba menjadi biru lalu kembali menjadi merah" ucap Mi Young
"Aku harus mengawasinya untuk sementara waktu" jawab Hyun Su
__ADS_1
Temannya itu tersenyum menatap ke arah Hyun Su
"Akhirnya aku mengerti, aku tahu kamu tidak akan membiarkan manusia berada di sisi mu. Kelereng itu masuk ke dalam tubuh gadis itu seolah-olah dia memang pemiliknya tepat sebelum 1000 tahun mu berakhir" ucap Mi Young
"Itu terjadi sesaat tapi itu bahkan membiru, aku mengerti kenapa kamu berpikir ini adalah takdir" ucap Mi Young
Hyun Su memutar bola matanya malas
"Pokoknya kamu bersikaplah baik pada gadis itu semampu mu jangan bersikap seperti biasanya" pesan Mi Young
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Hyun Su
"Karena mungkin ini kesempatan terakhir mu" jawab Mi Young
Hyun Su berpikir tentang apa yang di katakan temannya itu
"Menurut pengalaman ku, manusia memancarkan energi baik saat mereka bahagia dan begitu pula sebaliknya" ucap Mi Young
"Jadi dulu aku berusaha sekuat tenaga berbuat baik pada mereka"
"Apa yang kau lakukan?" tanya Hyun Su
"Mengencani mereka semua" jawab Mi Young dengan bangga
"Haiss..." ucap Hyun Su kesal
"Tidak ada cara lain bagi mereka untuk bisa lebih bahagia dari pada itu" ucap Mi Young dengan percaya dirinya yang sangat tinggi
Hyun Su lagi-lagi memutar bola matanya malas
"Ah benar, kamu berkencanlah dengan dia selagi ada kesempatan" ucap Mi Young
"Omong kosong" jawab Hyun Su
"Maksud ku berkencan adalah cara terbaik untuk membuat mereka bahagia dan tentu saja aku tahu betapa kau benci berpura-pura mencintai dan berada di sisi manusia. Tapi kamu tidak punya pilihan lain, jadi belajarlah untuk bersabar dan cobalah mengencaninya" ucap Mi Young panjang lebar menasehati Hyun Su
"Tidak" jawab Hyun Su
"Ayolah coba saja tidak ada salahnya" ucap Mi Young mencoba meyakinkan Hyun Su
"Kenapa kau bilang...." ucap Hyun Su
Di kampus
Lee Byeol yang sudah menyelesaikan kelasnya buru-buru kembali ke rumah untuk menemui Hyun Su.
.
.
__ADS_1
.