
"Byeol-ah apa yang terjadi pada mu?" tanya Chang Mi.
.
.
.
"Aku sakit perut" ucap Lee Byeol
"Kau datang bulan?" tanya Chang Mi
"Bukan, ini bahkan 10 kali lipat dari sakit datang bulan"
"Kenapa tidak ke dokter dulu"
"Aku mau ngisi daftar hadir dulu"
"Apa kau makan sesuatu?" tanya Chang Mi
Lee Byeol mengingat sesuatu, dia ingat kejadian di saat bertemu Gumiho pada malam itu.
Tiba-tiba datanglah seorang pria dia mencubit pipi Lee Byeol lalu memeluknya, pria itu adalah salah satu teman Lee Byeol
"Bagaimana kabar mu, aku baru saja selesai wamil" ucap pria itu
Lee Byeol tidak merespon temannya itu, tubuh Lee Byeol makin lemas dan akhirnya ia pingsan.
Chang Mi panik, pria itu juga bingung karena ia nggak memeluknya tadi. Di rumahnya Hyun Su yang sedang mengelap cangkir terhenti sesaat karena dia mendapat telpon yang sepertinya sangat penting.
***
Nampak seorang perempuan cantik tengah berada di kantor polisi. Dia bertengkar dengan seorang pria.
Pria itu melecehkannya dengan cara menatap perempuan itu dari atas sampai bawah dan mengajaknya tidur.
Perempuan itu memukul kepalanya karena pria itu melecehkannya namun pria itu malah memanggil polisi dan mau menuntutnya.
"Jadi perempuan ini menggunakan tasnya untuk memukul kepalanya mu?" tanya seorang polisi
"Sudah kubilang dia melakukan itu, apa dia boleh melakukan itu pada seorang pengamat tak bersalah?" jawab pria itu sambil mengusap kepalanya yang sakit
"Pengamat yang tak bersalah?"
"Kau memelototi ku dari atas sampai bawah lalu berkata 'mungkin kau sudah sering melakukannya, dan bukan itu saja aku ingin bercint* dengan mu' " ucap perempuan cantik itu mengulangi perkataan pria itu tadi
"Kapan aku mengatakan itu? apa kau punya bukti kalau aku melirik mu? apa mata ku terlihat di CCTV? yang ada kamu lah yang terlihat saat sedang memukul ku" ucap pria itu tanpa rasa bersalah
"Hukum di negara kita suka bekerja dengan bukti" lanjut pria itu
"Dasar pria jelek" gerutu perempuan cantik itu
"Sebaiknya kau bersiaplah, walaupun kau memohon pada ku aku tidak akan mencabut tuntutan ku" ancam pria itu
__ADS_1
"Setidaknya kau bisa memohon pada ku untuk berdamai" ucap pria itu sambil terkekeh dengan wajah mes*mnya
Perempuan cantik itu tiba-tiba memegang tangan pria itu
"Hei apa yang kau lakukan?!" ucap pria itu ketakutan
"Kau bilang aku harus memohon pada mu agar berdamai, tapi menurut ku sebaiknya kita selesaikan masalah ini secara hukum"
Pria itu ketakutan dan mencoba melepaskan tangan perempuan itu
"Bagaimana? kita harus menyelesaikannya secara hukum" ucap perempuan itu
"Hei lepaskan!" teriak pria itu
"Ayo kita selesaikan ini secara hukum" desak perempuan itu
"Kita akan bicara setelah kau melepaskannya" ucap seseorang yang baru datang
Perempuan itu langsung melepaskan tangannya
"Kau sudah di sini?" ucap perempuan itu
Akhirnya Hyun Su membawa perempuan cantik itu keluar dari kantor polisi, mereka melangkah keluar dari kantor polisi
"Kau baik-baik saja? ini pertama kalinya kita bertemu setelah kemerdekaan jadi sudah sekitar 77 tahun" ucap perempuan cantik bernama Mi Young
"Pernahkah kau penasaran bagaimana hidup ku?" tanya Mi Young
"Kita tak pernah berhubungan selama beberapa puluh tahun, lalu kenapa kamu sekarang menghubungi ku?" tanya Hyun Su
"Lakukan saja sendiri" ucap Hyun Su dengan malas
"Aku tidak bisa melakukan itu" jawab Mi Young
"Kenapa?" tanya Hyun su kemudian dia terdiam
"Benar, aku... sudah menjadi manusia 5 tahun lalu" ucap Mi Young bangga
Mau tidak mau Hyun Su melakukan permintaan Mi Young, setelah selesai dia langsung keluar menuju parkiran meninggalkan Mi Young di belakang.
"Mari makan bersama, aku akan mentraktir mu" ucap Mi Young
"Tidak terima kasih" tolak Hyun Su
"Aaaa benar bukan makanan yang membuat Gumiho kenyang tapi energi manusia" ucap Mi Young
"Tapi maaf aku tidak bisa memberikan hal seperti itu pada mu"
Hyun Su berhenti saat mendengar celotehan Mi Young
"Karena itulah tinggallah sebentar dan mengobrol dengan ku, kita sudah berteman 700 tahun. Kita tak bisa berpisah seperti ini" ucap Mi Young lalu dia melangkah lebih dulu menuju mobil
Di cafe
__ADS_1
"Jika sudah hidup selama itu seharusnya kau sudah belajar tapi kau masih saja suka kelewatan" ucap Hyun Su
"Apa? kelewatan? apa yang aku lewatkan?" tanya Mi Young tak mengerti sambil menatap meja seolah-olah dia melewati sebuah garis
"Maksud ku bukan garis sungguhan itu kiasan yang sering di gunakan manusia" ucap Hyun Su sedikit mengejek ketidaktahuan Mi Young
"Aaah begitu rupanya, begitukah? kiasan atau apapun itu sulit bagi ku untuk memahaminya" ucap Mi Young
"Hem, ternyata kau masih sangat bodoh" ejek Hyun Su menertawakan kebodohan Mi Young
"Butuh 80 tahun untuk mempelajari 1000 huruf Mandarin" ucap Hyun Su
"Baiklah baguslah dulu kau belajar di Seonggyungwan tapi asal kau tahu aku yang lebih dulu menjadi manusia dari pada diri mu yang pintar itu" ucap Mi Young mengejek balik
Hyun Su melirik dengan malas ke arah Mi Young
"Kenapa kau belum juga menjadi manusia? sepertinya kau menyerah menjadi manusia" ucap Mi Young
"Jangan bilang kau masih pemilih sama seperti dulu" lanjut Mi Young
Flashback
Mi Young dan Hyun Su tengah duduk di atap rumah
"Kau lagi?" tanya Hyun Su
"Kau lagi?" tanya Mi Young
"Begitu kau mulai jatuh cinta padanya, kau akan kehilangan semuanya mulai dari Hati lalu mati setelah energi mu habis" ucap Hyun Su
"Rumor itu tersebar di seluruh kota" lanjut Hyun Su
"Aku terlalu cantik karena itulah sulit bagi mereka menolak ku" ucap Mi Young dengan percaya dirinya
"Tidak perlu sampai membuat mereka mati kering" ucap Hun Su
"Urus saja urusan mu, berhentilah membuat wajah dingin seperti itu pada para wanita jika tidak mereka akan menolak mu mereka sangat sensitif" ucap Mi Young
"Kalau begitu aku akan mencari yang lain jika mereka tidak menarik bagi ku aku tidak akan mengambil energi mereka karena itu akan membuat ku merasa jijik" Ucap Hyun Su
Flashback end
"Apa rencana mu? tunggu apa lagi?" tanya Mi Young
Hyun Su diam sambil menatap ke arah luar
"Katakanlah sesuatu, lihatlah aku lebih muda beberapa ratus tahun dari mu dan aku sudah lebih dulu menjadi manusia" ucap Mi Young
"Apa kau tidak penasaran? apa yang aku rasakan, apa yang aku makan, sebiru apa kelereng ku? kau tidak penasaran?" ucap Mi Young
.
.
__ADS_1
.