
Beberapa jam kemudian hari sudah malam namun Lee Byeol masih sibuk mengerjakan tugasnya sendirian di perpustakaan kampus.
Masih ada beberapa murid di sana yang juga sedang mengerjakan tugas-tugas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu satu persatu dari mereka mulai pulang, dan hanya tersisa Lee Byeol seorang.
"Hahh... Lee Byeol menghela nafas dengan mata berkaca-kaca. Tak lama kemudian Lee Byeol membereskan pekerjaannya lalu keluar dari perpustakaan.
Lee Byeol melangkah menyusuri halaman kampus yang sangat luas dan gelap, namun tiba-tiba satu persatu lampu menyala.
Lee Byeol berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang kiranya menyalakan lampu-lampu itu, tapi tak ada seorang pun.
Lee Byeol kembali melanjutkan langkahnya dan baru beberapa langkah dia melihat seseorang di depannya, Lee Byeol pun berhenti.
"Samchon"
Hyun Su melangkah mendekati Lee Byeol dengan senyum di wajahnya seperti biasa.
"Tampaknya kau pulang larut, jadi aku menjemput mu" ucap Hyun Su
Lee Byeol terdiam, matanya mulai berkaca-kaca, Hyun Su yang tadinya tersenyum nampak agak terkejut
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Hyun Su
"Hiks hiks, aku tidak baik-baik saja hiks hiks" Jawab Lee Byeol sambil menangis
Hyun Su menunduk mensejajarkan tingginya dengan tinggi Lee Byeol
"Kenapa kamu menangis? apa terjadi sesuatu hari ini?" Tanya Hyun Su dengan lembut sambil menatap wajah Lee Byeol
"Hiks hiks, aku akan menangis saat hal tidak adil terjadi kepada ku hiks hiks"
Hyun Su mendekat ke arah Lee Byeol lalu menyentuh bahunya namun bukannya berhenti Lee Byeol justru semakin menangis lalu dia memeluk Hyun Su.
Hyun Su membiarkan Lee Byeol menangis sesekali dia menepuk pelan punggung Lee Byeol
"Kamu pasti sangat kesal, Byeol-ssi"
"Hiks hiks hiks"
Beberapa menit kemudian tangis Lee Byeol mulai reda, dia melepas pelukannya dari Hyun Su.
"Maafkan aku Samchon, sesuatu yang sangat tidak adil terjadi hari ini, lalu aku tak dapat menahan tangis ku saat melihat mu" ucap Lee Byeol
"Byeol-ssi, jika aku sedang sedih aku akan pergi ke gunung, saat aku berjalan menyusuri gunung semua yang mengganggu ku perlahan menghilang"
"Jadi jika kau punya tempat seperti gunung bagiku, beri tahu aku, aku akan kesana bersama mu" ucap Hyun Su sambil tersenyum
"Benarkah?" tanya Lee Byeol
Hyun Su mengangguk sambil tersenyum
......................
__ADS_1
"Diam! Diam!"
Lee Byeol berteriak dengan mic di tangannya, sedangkan Hyun Su nampak sangat terkejut.
Teriakan Lee Byeol menusuk gendang telinganya, tapi Hyun Su tak dapat berbuat apa-apa karena dia yang menawari Lee Byeol untuk pergi ke tempat yang dia inginkan.
Hyun Su duduk diam di sofa tempat karaoke sambil memperhatikan Lee Byeol yang seperti kesetanan.
Dia menyanyi dengan keras sambil melompat-lompat. Beberapa lagu Lee Byeol nyanyikan dengan nada yang keras. Hyun Su terkekeh melihat tingkah Lee Byeol.
Beberapa saat kemudian
"Hah.. rasanya jauh lebih baik" ucap Lee Byeol yang sudah tepar di sofa
"Oh Samchon kau juga harus menyanyi" ucap Lee Byeol pada Hyun Su
"Aku?" tanya Hyun Su
"Ah benar, kau tidak akan tahu lagu apa pun, maaf" Ucap Lee Byeol lalu dia kembali memilih lagu yang akan dia nyanyikan lagi
"Byeol-ssi, aku tidak kemari dengan mesin waktu" ucap Hyun Su sambil menatap ke depan
"Hhmm?"
"Aku hidup melalui banyak generasi, dan aku mengikuti budaya untuk beradaptasi dengan dunia yang terus berubah. Kau pikir aku tidak tahu lagu-lagu baru?" tanya Hyun Su
Hyun Su merebut Remote Qwerty Karaoke yang di pegang Lee Byeol
"Wah keren" ucap Lee Byeol sambil tersenyum
Hyun Su mengetuk-ngetukkan kakinya mengikuti irama dan Hyun Su mulai bernyanyi.
Mulut Lee Byeol menganga saat Hyun Su mulai bernyanyi lalu dia tertawa, tapi dia berusaha menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Hyun Su nampak sangat keren dan Lee Byeol mulai berteriak seolah-olah dia adalah penggemar Hyun Su
Beberapa saat kemudian Lee Byeol dan Hyun Su sudah keluar dari tempat karaoke, lalu mereka mampir ke supermarket.
Di dalam Lee Byeol tak berhenti tertawa
"Sulit ku percaya kamu menyanyikan lagu setua itu, itu lagu kesukaan kakek kua" ucap Lee Byeol sambil tertawa
"Aku hanya suka alur melodinya, itu bukan lagu kesukaan ku" ucap Hyun Su lalu dia membuka freezer ice cream dan mengambil sebungkus es
Lagi-lagi Lee Byeol tertawa saat melihat pilihan Hyun Su
"Ha ha ha Selera mu juga seperti kakek-kakek ha ha ha"
Hyun Su mengembalikan es krim yang dia pilih dan mengambil es krim di sebelah es krim tadi
"️Ha ha ha ini tidak ada bedanya seharusnya aku memanggil mu harabeoji (kakek) saja" ucap Lee Byeol sambil tertawa
Hyun Su tak menjawab, wajahnya nampak datar, lalu dia pergi ke kasir meninggalkan Lee Byeol
__ADS_1
Di depan supermarket Lee Byeol dan Hyun Su duduk di tempat yang di sediakan oleh pihak supermarket sambil memakan es krim mereka masing-masing.
"Kenapa Samchon terus menatap ku seperti itu?" tanya Lee Byeol
"Sepertinya kamu sudah merasa lebih baik, jadi aku lega." ucap Hyun su
"Ini berkat mu Samchon, hari ini bisa saja menjadi hari terburuk untuk ku, tapi berkat mu hari ku menjadi sedikit lebih menyenangkan. Terima kasih banyak" ucap Lee Byeol sambil tersenyum pada Hyun Su
Hyun Su pun ikut tersenyum
Drtt drtt
Ponsel Lee Byeol bergetar.
Lee Byeo membuka pesan di ponselnya
"Apa-apaan ini, kenapa hanya dia yang bagus?"
"Hmm?" tanya Hyun Su
"Ini, adik ku mengirimi ku foto kami, tapi aku tidak tampak bagus di foto mana pun" ucap Lee Byeol sambil memperlihatkan fotonya pada Hyun Su
"Kenapa dia mengirimi ku ini jika jelek?" tanya Lee Byeol
Hyun Su menatap Lee Byeol
"Saat aku pamit akan menemui seseorang, saat itu aku pergi menonton pertandingan adik ku" ucap Lee Byeol menjelaskan
"Hari itu kamu pergi untuk menemui adik mu?" tanya Hyun Su
"Ne" jawab Lee Byeol
Hyun Su tersenyum, ternyata apa yang dia pikirkan hari itu ternyata salah
"Kenapa Samchon tersenyum?" Tanya Lee Byeo
"Aku tersenyum?" tanya Hyun Su
"Ne" jawab Lee Byeol
"Ne?" Tanya Hyun Su
"Ne?" Ucap Lee Byeol
Lee Byeol lanjut makan es krimnya hingga habis
"Jika sudah ayo kita pulang" ajak Lee Byeol
Hyun Su melihat ada sisa es di sudut bibir Lee Byeol, tanpa sadar Hyun Su menyeka es krim di bibir Lee Byeol dengan ibu jarinya.
.
.
__ADS_1
.