
"Apa yang dia lihat?" Tanya Hyun Su dalam hati
.
.
.
Hyun Su mengikuti arah pandang Lee Byeol dan pandangannya jatuh pada guci antik miliknya
"Itu" Hyun Su menatap ke arah Lee Byeol lalu menatap ke arah guci antiknya
"Guci yang di buat oleh guru, yang menjadi salah satu harta nasional" ucap Hyun Su dalam hati.
"Hueek" Lee Byeol yang sudah tak tahan ingin muntah langsung berlari ke arah guci antik itu.
Dan dengan cepat Hyun Su menggunakan sihirnya untuk menerbangkan guci itu agar tidak di jangkau oleh Lee Byeol
Lee Byeol yang sampai di tempat guci itu terkejut "Eh? Kemana itu pergi? apa yang terjadi?" Tanya Lee Byeol
Lee Byeol berbalik ke belakang, dia melihat ke arah benda yang ada di belakang Hyun Su. Hyun Su segera berbalik dan melihat apa yang di lihat Lee Byeol.
Lee Byeol berlari ke arah guci yang ada di belakang Hyun Su, Hyun Su segera menerbangkan guci yang menjadi target ke dua Lee Byeol
"Eh? Apa?" Lee Byeol kembali mencari target lain tapi dengan cepat Hyun Su menerbangkan benda-benda antiknya
Benda-benda antik itu berterbangan di udara
"Apa aku berhalusinasi? aku pasti terlalu mabuk" ucap Lee Byeol yang masih dalam keadaan mabuk
Lee Byeol kembali menyerang guci antik milik Hyun Su yang ada di dekat kamar mandi, dan lagi-lagi Hyun Su harus menerbangkan guci miliknya .
Terakhir Hyun Su membuka pintu kamar mandi dengan sihirnya karena Lee Byeol sudah dekat dengan pintu kamar mandi.
Setelah pintu terbuka Hyun Su membuka tutup closet duduk agar Lee Byeol bisa muntah di sana.
Dan benar saja Lee Byeol muntah ke dalam closet
Hyun Su menatap semua vas-vas antiknya yang berterbangan di udara.
"Hah.... aku tidak percaya akan menggunakan sihir ku untuk hal seperti ini" ucap Hyun Su sambil menghela nafas
Keesokan harinya
Hyun Su sedang berada di dapur, dia sedang membuat sarapan untuk Lee Byeol. Tak lama Lee Byeol keluar dari kamarnya, dia melangkah menghampiri Hyun Su di dapur.
"Anu... pak Gumiho" panggil Lee Byeol
"Kamu sudah bangun" ucap Hyun Su sambil melangkah ke arah meja makan dengan sepiring sarapan.
"Ne (Iya)" jawab Lee Byeol
"Itu... maafkan saya atas kejadian kemarin malam" ucap Lee Byeol sungkan
__ADS_1
"Tidak apa-apa, tapi setelah kamu sarapan kita harus bicara sebentar" ucap Hyun Su menghampiriLee Byeol
"Baik" jawab Lee Byeol
"Sekarang kamu makanlah dulu, aku akan ke ruang kerja ku dulu" ucap Hyun Su
"Baik"
Hyun Su melangkah pergi dari sana menuju ruang kerjanya. Sedangkan Lee Byeol melangkah ke arah meja makan dan duduk di kursi.
Lee Byeol menyendok makanan yang sudah di siapkan oleh Hyun Su
"Emm, sudah aku duga dia tidak terlalu pandai memasak" gumam Lee Byeol dengan wajah anehnya
"Kemarin masakannya terlalu pedas sekarang asin, lain kali tidak akan aku biarkan dia masuk dapur" ucap Lee Byeol sambil menatap ke arah perginya Hyun Su tadi
"Aku makan saja, kasihan pak Gumiho sudah bersusah payah memasak. Ayo lakukan Lee Byeol anggap saja ini hukuman untuk mu atas kejadian tadi malam" Ucap Lee Byeol sambil menatap sendok berisi makanan yang ada di hadapannya
Lee Byeol memasukkan makanan itu ke mulutnya
"Heeekkk asin" ucap Lee Byeol sambil bergidik
Beberapa menit kemudian
Tok tok
"Masuk"
"Pak Gumiho kamu perlu sesuatu?" tanya Lee Byeol
"Duduklah dulu"
"Ne" Lee Byeol melangkah ke arah kursi yang ada di balik meja kerja Hyun, sekarang mereka berhadap-hadapan dan hanya terhalang meja kerja.
Hyun Su menggeser sebuah map berisi beberapa lembar kertas ke hadapan Lee Byeol
"Apa ini?" tanya Lee Byeol
"Mari buat kesepakatan" ucap Hyun Su
"Kesepakatan?" tanya Lee Byeol
"Ne, ada beberapa hal yang harus kamu ingat" ucap Hyun Su
Lee Byeol mengambil map yang ada di meja kemudian membacanya
Tampak Lee Byeol mengerutkan keningnya dan menatap bingung saat membaca kertas yang di berikan Hyun Su.
'Hyun Su, mulai sekarang adalah pihak pertama'
'Lee Byeol, mulai sekarang adalah pihak kedua'
"Pihak kedua wajib melindungi kelereng milik pihak pertama, dan mematuhi pasal-pasal yang tertulis di sana demi kelerengnya tetap aman selama satu tahun" ucap Hyun Su
__ADS_1
"Pertama, jangan bersentuhan dengan pria yang lahir di tahun Macan"
"Kedua, berhentilah minum dan konsumsilah makanan dan minuman yang sehat untuk tubuh mu"
"Ketiga, berhentilah makan ayam" ucap Hyun Su
"Tunggu apa ini? ini sungguh tidak masuk akal bahakan dari pasal pertama" ucap Lee Byeol
"Tidak bersentuhan dengan pria yang lahir di tahun Macan? lalu bagaimana aku mengenali mereka yang lahir di tahun Macan? itu sama saja menyuruh ku untuk tidak berhubungan dengan pria mana pun" keluh Lee Byeol
"Benar" jawab Hyun Su
"Apa? itu berarti aku tidak bisa mencium atau melakukan ini dan itu dengan mereka?"
"Ini dan itu? apa maksud mu?" tanya Hyun Su tak paham
"Dan apa ini? aku tidak boleh minum dan makan ayam? lalu untuk apa aku hidup?" tanya Lee Byeol
"Kelereng sangat rentan terhadap kondisi mu, kamu tidak menjalani hidup sehat karena terlalu banyak minum"
Wajah Lee Byeol murung
"Jadi berhenti minum adalah hal yang tepat" ucap Hyun Su
"Lalu bagaimana dengan mu? kenapa aku tidak boleh makan ayam?" desak Lee Byeol
"Macan adalah musuh alami rubah, tapi ayam akan sangat fatal untuk Gumiho. Dari zaman dulu darah ayam di gunakan untuk menangkal kesialan jadi sebaiknya kamu tidak makan itu" ucap Hyun Su
"Tidak, aku akan tetap makan ayam" tantang Lee Byeol
"Kemarin aku makan banyak ayam dan aku baik-baik saja" ucap Lee Byeol
Hyun Su tersenyum lalu berkata " kamu yakin?"
Lee Byeol terdiam "Sebenarnya aku sedikit mual tapi itu masih bisa di toleransi" ucap Lee Byeol
"Karena itu masih pertama kali, dan jika berjalan seiring waktu maka akan berbahaya" ucap Hyun Su
Lee Byeol terdiam
"Itu... maksud ku, aku bisa mati dalam setahun jadi... aku ingin menikmati semuanya sebelum mati" ucap Lee Byeol murung
Hyun Su menatap Lee Byeol dengan rasa bersalah, dia merasa bersalah saat melihat Lee Byeol menunduk murung.
"Lee Byeol-ssi... aku tidak berencana membiarkan kamu mati begitu saja jadi percayalah pada ku dan mari kita fokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan" ucap Hyun Su
"Aku akan mencari cara mengeluarkan kelerengnya" lanjut Hyun Su
.
.
.
__ADS_1