
Glek
.
.
.
Lee Byeol menelan Salivanya susah payah
"Jika aku sudah turun tangan, aku akan menjadikan ini sempurna. Duduklah" ucap Mi Young serius
Myung Sik hanya bisa menghela nafas panjang sedangkan Lee Byeol nampak tak berkutik sedikit pun.
"Ne" jawab Lee Byeol sangat segan seolah-olah tengah berhadapan dengan dosennya.
"Baiklah, perhatikan aku" ucap Mi Young
Lee Byeol nampak gugup dia memperbaiki duduknya agar lebih nyaman.
"Saat merayu pria kamu tahu apa yang penting?" tanya Mi Young
"Aniyo" jawab Lee Byeol sambil menggelengkan kepalanya
"Kamu harus memberinya perhatian tepat di hadapannya atau kamu bisa bersikap kejam" ucap Mi Young
"Aku tidak berniat menggoda siapapun..." ucap Lee Byeol
Mi Young mengangkat tangannya untuk menghentikan Lee Byeol bicara.
"Pertama" ucap Mi Young
"Wajah tersenyum adalah langkah terbaik untuk mengekspresikan perasaan baik mu. Mari kita mulai dengan itu, beri aku senyuman" ucap Mi Young
"Kamu tidak bisa tiba-tiba menyuruh ku tersenyum" ucap Lee Byeol
"Ayolah Lee Byeol itu gampang, seperti ini" ucap Myung Sik sambil tersenyum memberi contoh pada Lee Byeol.
Lee Byeol pun memberikan senyumannya, tapi bukan senyum manis yang dia tunjukkan melainkan senyum seperti kuda.
Mi Young pun nampak terkejut dengan cara tersenyum Lee Byeol yang sangat jelek.
"Apa itu? senyuman itu lebih misterius dari pada Mona Lisa" ucap Mi Young dengan wajah seriusnya
"Coba lagi" ucap Mi Young
Lee Byeol pun tersenyum dengan cara lain.
"Apa kamu akan menemui rentenir" ucap Mi Young
"Ah lupakan saja, kamu bukan tipe orang yang senyumannya cantik" ucap Mi Young menyerah.
"Tidak, seseorang bilang aku punya senyuman yang..." ucap Lee Byeol namun lagi-lagi Mi Young memotong ucapannya
"Cukup. Kamu harus melakukan rencana gadis nakal. Tapi ada sesuatu yang harus kamu tahu sebelum melakukan ini" ucap Mi Young
"Kamu tidak bisa terus menjatuhkannya, saat kamu menjatuhkannya maka, dorong. Lalu kamu juga harus menariknya" ucap Mi Young sambil bergerak maju seakan-akan mendorong lawan ke depan kemudian Mi Young menarik tangan Lee Byeol dengan cepat.
"Sungguh mengejutkan" ucap Lee Byeol terkejut.
__ADS_1
"Myung Sik bersiaplah" ucap Mi Young
"Ne" jawab Myung Sik
"Sekarang anggaplah dia pasangan kencan buta mu. Apa yang akan kau katakan saat dia menanyakan ini" ucap Mi Young
"Apa kamu senggang besok? ayo pergi menonton film" Ucap Myung Sik berpura-pura seakan-akan dia adalah teman kencan Lee Byeol.
"Akan kulihat apakah aku senggang" jawab Lee Byeol
"Kamu pasti senggang di malam hari, bukan? aku akan menjemput mu sepulang kuliah" ucap Myung Sik
"Aku harus makan sepulang kuliah" ucap Lee Byeol
"Ooo...." ucap Myung Sik kagum dengan jawaban Lee Byeol
"Kalau begitu, kita bisa makan sebelum menonton film" lanjut Myung Sik
"Bagus, inilah saatnya kamu harus setuju dengan ajakannya" ucap Mi Young dalam hati
"Maaf, tapi aku menolak mu sekarang. Dan aku lebih suka menonton film sendirian" ucap Lee Byeol dengan cepat
Myung Sik mengangguk-anggukan kepalanya seolah-olah jawaban Lee Byeol benar padahal itu tidak seperti yang di harapkan Mi Young.
"Myung Sik" panggil Mi Young dengan wajah datarnya
"Ne?"
"Dia tidak ada harapan" ucap Mi Young
"Apa?"
Mi Young menggelengkan kepalanya pelan. 1 jam kemudian mereka keluar dari cafe. Sesampainya di luar.
"Ya dia akan menemui mu di tempat yang kamu inginkan, jadi kenapa harus bertemu di sana?" tanya Myung Sik
"Emm karena banyak tempat makan bagus di area itu. Baiklah sampai jumpa, terima kasih Mi Young" ucap Lee Byeol
Mi Young dan Myung Sik mengangguk sambil tersenyum. Lee Byeol pun melangkah pergi.
"Byeol, semangat kamu juga bisa mulai berkencan" teriak Myung Sik
Lee Byeol memasang wajah jijik mendengar ucapan Myung Sik.
"Dia sangat memalukan" ucap Lee Byeol
Beberapa saat kemudian Lee Byeol sudah tiba di sebuah restoran tempat janjian mereka, dia sudah duduk di salah satu meja dan menunggu teman kencannya datang.
"Ini akan sangat canggung kenapa aku malah menyetujui ini" ucap Lee Byeol menyesal karena telah menyetujui kencan buta itu
"Tidak tidak, aku harus bisa bertemu dengan orang yang bisa aku tangani. Aku harus berkencan dengan manusia karena aku adalah manusia. Ya mari jalanin hubungan dengan manusia pria ini" ucap Lee Byeol mencoba berpikir positif
"Apa kamu nona Lee Byeol?" tanya seseorang
Lee Byeol segera berdiri dari duduknya.
"Annyeong, aku melihat foto profil mu. Jadi aku langsung mengenali mu. Halo nama ku Park Dae-Seong" ucap pria itu
Lee Byeol membeku di tempat, bukan karena dia tampan.
__ADS_1
"Ah Ne, halo aku Lee Byeol" ucap Lee Byeol yang sudah kembali sadar
Tak lama kemudian mereka mulai makan.
"Kamu pasti cukup dekat dengan Myung Sik" ucap Lee Byeol memulai percakapan
"Myung Sik? Aku baru bertemu dengannya sekali. Tapi suatu hari dia tiba-tiba mengundang semua senior dari klub kami untuk masuk ke ruang obrolan" ucap Dae-Seong
"Katanya dia punya teman yang menyukai pria yang lebih tua, berpengalaman dan mapan. Dan dia harus menjodohkannya dengan seseorang"
"Dia bahkan mengundang senior yang sudah lulus 15 tahun yang lalu dan sudah menikah tiga tahun lalu" ucap Dae-Seong sambil terkekeh
Lee Byeol nampak malu karena kelakuan Myung Sik.
"Kenapa dia sangat merepotkan" ucap Lee Byeol sambil tersenyum malu
Dae-Seong terkekeh
"Ku dengar kamu magang di DDay Group?" tanya Lee Byeol
"Aaa.. benar. Sangat sulit untuk masuk kesana, bukan?" jawab Dae-Seong
"Prosesnya pasti sulit" ucap Lee Byeol
"Prosesnya tidak masalah, tapi aku kesulitan membuat pilihan" ucap Dae-Seong
"Ne?" ucap Lee Byeol
Pria itu meletakkan sumpitnya di meja.
"Itu bukan satu-satunya pilihan ku, aku masuk ke LD, Samsong dan setiap perusahaan besar yang terlintas di benak mu. Bukankah itu luar biasa?" ucap Dae-Seong mulai pamer
"Jadi aku mulai berpikir kemana aku harus pergi untuk memaksimalkan potensi ku, itu bagian tersulitnya"
"Aaa begitu" jawab Lee Byeol
"Itu membuat ku gila, ah benar juga. Kamu tahu? setiap perusahaan memiliki tipe pegawai baru yang berbeda-beda"
"Tapi semua tipe ideal mereka mengarah kepada ku" ucap ya sangat narsis
"Aaaaa...." Lee Byeol hanya bisa menanggapi dengan senyum terpaksanya untuk menghargai pria di depannya.
Pria di depan Lee Byeol itu terus bicara tentang dirinya, pria itu benar-benar sangat narsis.
Sampai-sampai Lee Byeol merasa sangat bosan karenanya.
"Hah... Kenapa aku malah mendengarkan kisah suksesnya? aku seperti sedang kencan buta dengan Bill Gates, sepertinya aku salah bertanya" Ucap Lee Byeol dalam hati. Dia nampak bosan dan mengantuk.
"Hei Byeol, apa kamu baru saja menguap?" tanya Dae-Seong
"Aaa aniyo, kamu sangat menakjubkan sampai-sampai membuat ku tercengang" ucap Lee Byeol sambil bertepuk tangan dan tersenyum.
"Benar bukan? kamu hampir mengejutkan ku" ucap pria itu lalu dia melanjutkan ceritanya
.
.
.
__ADS_1
Setelah baca, like dan komen ya teman-teman π. Jangan lupa subscribe juga, biar makin semangat updatenya, tinggalkan jejaknya ya... πβ€.
Baca juga novel aku yang lain ya... Thank You ππ