
"Kau yakin dia tidak berbeda?" tanya orang itu
.
.
.
"Dari semua orang membosankan yang pernah kau temui?" lanjutnya
Hyun Su terdiam lalu beberapa detik kemudian dia menjawab
"Tentu saja. Itu sebabnya aku tidak akan sadar. Jika aku menjauhkan diri darinya tanpa alasan, itu akan tampak aneh"
"Kau tampak lebih mencurigakan dengan alasan panjang itu" sahut irang itu
Hyun Su tak menggubris ucapan orang itu, dia kembali menoleh keluar dan ternyata dia melihat Lee Byeol sudah melangkah mendekati mobilnya.
Hyun Su pun nampak panik, sedangkan orang itu menoleh ke arah dimana Hyun Su melihat lalu dia tersenyum saat memikirkan sebuah ide di kepalanya.
"Berhentilah bicara omong kosong dan turunlah" ucap Hyun Su
"Wae? (kenapa?)" tanyanya dengan sengaja
"Katakan saja kita sudah saling kenal, katakan saja kita bertemu di suatu tempat. Misalnya di club malam atau sebagainya" ucapnya
"Jangan bercanda" ucap Hyun Su datar
"Aku tidak bercanda" ucap orang itu kegirangan saat melihat Hyun Su yang panik
"Turunkan saja aku di hotel" lanjutnya
Hyun Su semakin panik saat Lee Byeol hampir sampai, Hyun Su melirik ke orang di sebelahnya yang tengah sibuk menambah lipstik di bibirnya dan kaca kecil di tangannya
Lalu Hyun Su menoleh ke Lee Byeol yang beberapa langkah lagi akan mencapai pintu mobil dan...
Lee Byeol membuka pintu mobil
"Oh?" Ucap Lee Byeol terkejut, dia terdiam beberapa detik
"Mobil mu jauh lebih besar dari dugaan ku" ucap Lee Byeol dengan perasaan senang
Lee Byeol masuk dan duduk di samping Hyun Su, tepatnya di tempat orang tadi duduk.
Lalu kemana orang itu pergi? Hanya Hyun Su yang tahu
"Aku belum pernah naik mobil seperti ini" ucap Lee Byeol
Hyun Su tersenyum lalu dia melajukan mobilnya
Di tempat lain
"Kamu akan mengantar ku kan? Bukan masalah besar jika kamu mengantar ku melihat hubungan kita" ucap Mi Young yang masih menambah lipstiknya lalu dia menoleh ke sampingnya
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Myung Sik di sana, Myung Sik pun tak kalah terkejut.
Ternyata Hyun Su mengirimnya keluar dari mobil miliknya. Dia duduk di depan sebuah kap mobil yang tak lain mobil itu adalah milik Myung Sik.
"Melihat hubungan kita?" Tanya Myung Sik
Gadis itu kebingungan, dia tak tahu harus menjawab apa
"Y....ya kurasa karena kita adalah rekan, jadi ya aku bisa mengantar mu pulang( ucap Myung Sik gugup
Naiklah Mi Young-ah" ucap Myung Sik sambil melangkah membukakan pintu mobilnya
"Tidak a...aku" ucap Mi Young
"KIM HYUN SU BERENGSEK!!! Berani-beraninya dia menyihir ku! Hah...!!" maki Mi Young
Di perjalanan Lee Byeol nampak menikmati perjalanannya dengan Hyun Su. Mereka melewati jembatan Han
"Byeol-ssi" panggil Hyun Su
__ADS_1
"Ne?"
"Sejak kemarin sepertinya kamu nampak selalu menghindari ku, jadi kita harus membicarakannya seperti saat itu"
"Emmm itu.... Sebenarnya aku agak bingung karena masalah pribadi" ucap Lee Byeol
"Bingung?" Tanya Hyun Su
"Ah bukan masalah besar, hal itu sudah aku urus jadi kamu tidak perlu memikirkannya" ucap Lee Byeol
"Aku sangat suka sungai Han" ucap Lee Byeol sambil menatap keluar mencoba mengalihkan pembicaraan
"Kenapa kamu menyukainya?" Tanya Hyun Su
"Karena, jika kamu makan sesuatu di tepi sungai Han semuanya menjadi dua kali lebih lezat. Terutama makan Ramyeon yang kamu buat di toserba astaga sungguh..." Ucap Lee Byeol bersemangat
Hyun Su tersenyum
"Selagi membahasnya bagaimana kalau kita mampir? Kamu belum makan bukan?" Tanya Hyun Su
"Sungguh?" tanya Lee Byeol bersemangat
"Tentu saja"
"Aku baru saja dari kedai Odeng, emm...tapi aku tidak makan apapun" ucap Lee Byeol
"Ayo kita mampir" ucap Lee Byeol
"Oke"
Di jalan raya
Tittt...! tittt...! tittt...!
Bunyi klakson mobil terdengar nyaring, mereka semua mengklakson sebuah mobil tua yang berjalan sangat lambat di tengah jalan raya.
Myung Sik yang sedang mengemudikan mobil itu nampak was-was, dia sesekali melirik ke arah Mi Young yang duduk di sampingnya.
Dan nampak Mi Young yang masih kesal pada Hyun su, dia melirik keluar di mana mobil-mobil mewah lainnya menyalip mobil yang dia tumpangi
"Aku tidak bertanya" ucap Mi Young
Sesaat suasana menjadi hening
"Apa aku membuat mu merasa tidak nyaman?" Tanya Mi Young
"Apa?" tanya Myung Sik
"Kamu tidak bicara atupun menatap ku ada apa dengan itu? Sepertinya kamu sangat akrab dengan Lee Byeol"
"Lee Byeol dan aku adalah sahabat, itulah alasannya" Ucap Myung Sik
"Benarkah? Seperti apa dia?" Tanya Mi Young
"Dia anak yang hebat. Kamu tahu kata orang, 'Yang mirip akan berkelompok' " ucap Myung Sik
"Tidak" jawab Mi Young
"Ne?" Ucap Myung Sik
"Dia dekat dengan ku karena suatu alasan, aku merasa nyaman dan senang dengannya" ucap Myung Sik menjelaskan
"Itu artinya kamu tidak nyaman dan senang di dekat ku" ucap Mi Young menohok
"Apa? Tidak, bukan itu maksud ku"
"Aku tidak ingin kamu salah paham. Jadi aku akan jujur kepada mu, ini kisah yang menyedihkan yang hanya di ketahui Lee Byeol dan aku" ucap Myung Sik
Mi Young menoleh ke arah Myung Sik
"Sebenarnya aku punya trauma Bidadari"
"Trauma Bidadari?" tanya Mi Young
__ADS_1
"Ne"
"Saat aku SMP aku mengencani seorang gadis lebih tua yang mirip bidadari ini. Tapi ternyata dia pembuly, dia meminta 70.000 won untuk di tabung dan digunakan untuk kencan kami. Tapi kami tidak pernah pergi berkencan satu kali pun lalu aku sadar dia sudah memeras ku selama 2 bulan. Setelah menyadari itu aku meminta putus tapi dia marah dan menyulut ku dengan rokoknya"
"Jadi aku selalu mengingatkan mu pada luka bakar rokok?" Tanya Mi Young
"Emm" jawab Myung Sik sambil mengangguk
"Eh tidak bukan itu maksud ku" ucap Myung Sik yang sadar kalau dia ternyata salah bicara
"Itu artinya kamu seperti bidadari, itu pujian" ucap Myung Sik
Mi Young memincingkan matanya ke arah Myung Sik
"Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengatakan hal itu" ucap Myung Sik
Mi Young menatap ke depan
"Bagaimanapun, aku akan melakukan yang tebaik agar kau lebih nyaman, aku punya rekan bidadari seperti mu. Jadi aku hanya perlu mengatasi trauma ku dan melangkah maju...."
Drek kriikkk....
Mobil tua itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat Myung Sik mengatakan maju. Asap keluar dari kap mobil.
Mereka berdua saling menatap tak tahu harus berkata apa, beberapa detik kemudian Mi Young berbicara
"Kurasa kita tak akan bisa maju sekarang" ucap Mi Young
"Kamu benar, ada apa dengan mobil ini?" tanya Myung Sik
Di tempat lain Hyun Su dan Lee Byeol tengah menikmati Ramyeon di tepi sungai Han
Hyun Su mengamati Lee Byeol yang makan dengan lahap
"Emmm ini enak" ucap Lee Byeol
Ting
Ponsel Lee Byeol berbunyi, Lee Byeol mengambil ponselnya lalu membaca pesan itu
[Byeol-ah kamu pasti tengah menikmati waktu yang istimewa dengan seseorang, jadi maaf sudah mengirim pesan. Tapi aku ingin pamit untuk terakhir kalinya]
Kembali lagi pada Myung Sik dan Mi Young
Saat ini mereka berdua duduk di sebuah truk derek, Myung Sik terpaksa memanggil truk derek dan mereka berdua menumpang di sana.
Mi Young dengan wajah shoknya sedangkan Myung Sik yang sangat khawatir dan pak supir derek yang nampak santai walaupun duduk berdesakan.
Ting
[Apa yang tiba-tiba kamu bicarakan?] Balas Lee Byeol
[Aku mau mengantar Mi Young pulang lalu mobilnya mogok jadi mobil ku di derek. Wajah Mi Young sepucat seladon Goryeo dan mungkin aku akan cuti dari kampus]
Di sungai Han
"Aigoo... Dasar anak ini" ucap Lee Byeol
Hyun Su menatap ke arah Lee Byeol
"Ini Myung Sik. Dia merasa bersalah pada Mi Young atas perbuatannya, jadi dia ingin cuti alih-alih menghadapinya"
"Dia bisa tetap tenang dan menghadapinya, dan dia akan sangat gugup di dekat para gadis cantik"
"Ah benar, Samchon pernah bertemu dengan Mu Young di bioskop, bukan? Semua pria di jurusan ku tergila-gila dengan kecantikannya"
Hyun Su diam dia seolah-olah sedang berkata 'benarkah dia cantik?'
"Bagaimana menurut mu Samchon, apakah dia cantik?" tanya Lee Byeol
"Sama sekali tidak, kamu jauh lebih cantik" ucap Hyun Su
.
__ADS_1
.
.