My Gumiho

My Gumiho
Roh Gunung


__ADS_3

"Aku merasa seperti orang bodoh" ucap Lee Byeol dalam hati.


.


.


.


Keesokan harinya Lee Byeol termenung di kelasnya.


"Aku membenci diri ku kerena mencemaskan sesuatu yang terjadi ratusan tahun lalu" ucapnya dalam hati


"Hah.."


Myung sik yang kebetulan lewat di depan kelas Lee Byeol pun melangkah masuk dan duduk di sebrang Lee Byeol.


"Apa yang terjadi? kenapa menghela nafas begitu?" tanya Myung Sik.


"Apa pria yang kamu ajak berkencan menyusahkan mu lagi? Tanya Myung Sik.


"Apa?" tanya Lee Byeol.


"Sudah ku duga, ada sesuatu?" tanya Myung Sik.


"Hahh saat kau tiba-tiba bertanya tentang cinta pertama pria. Cinta pertamanya muncul?" tanya Myung Sik.


"Tidak bukan begitu" ucap Lee Byeol.


"Lupakan saja kau tidak perlu memikirkan masa lalu. Kamu tidak bisa membatalkan apa yang sudah terjadi" ucap Myung Sik.


"Aku tahu itu" ucap Lee Byeol lalu terdiam.


"Tapi aku cemburu" lanjut Lee Byeol.


"Aku benci betapa konyolnya diri ku, tapi itulah yang aku rasakan. Ada apa dengan ku?" tanya Lee Byeol di akhir kalimatnya sambil menoleh ke arah Myung Sik.


"Kurasa itu wajar. Ada momen dalam hidup semua orang saat mereka keluar dari zona nyamannya. Itu terjadi begitu kau menyukai seseorang" ucap Myung Sik.


Mereka terdiam cukup lama.


"Itu terjadi saat kau menyukai seseorang" lanjut Myung Sik.


Beberapa saat kemudian Lee Byeol melangkah setelah kelasnya selesai dan hendak pergi ke kantin.


Di perjalanan Lee Byeol berpapasan dengan Kim Ye Joon yang baru saja turun dari lantai atas menggunakan tangga.


Kim Ye Joon langsung menarik keluar permen yang sedang dia ****.


Lee Byeol hendak menghindar dari Kim Ye Joon.


"Jeogiyo (permisi)" Kim Ye Joon menghadang Lee Byeol.


"Bagaimana persiapan mu untuk ujian? kau mulai besok bukan?" tanya Kim Ye Joon.


"Kenapa kamu peduli?" tanya Lee Byeol.

__ADS_1


"Aku ingin mengucapkan semoga berhasil, oh dan ya aku berhenti merokok kau bilang membencinya" ucap Kim Ye Joon.


Lee Byeol diam.


Tiba tiba muncul Mi Young yang merangkul lengan Lee Byeol.


"Lee Byeol-ah ayo makan siang" ajak Mi Young.


"Apa? dengan ku?" tanya Lee Byeol merasa heran.


"Apa ada Byeol lain di sini? ayo" ucap Mi Young.


"Kim Ye Joon, yang harus kau hentikan adalah ketertarikan nu pada Lee Byeol, bukan merokok" ucap Mi Young lalu membawa Lee Byeol pergi dari sana.


Kim ye Joon nampak mendengus sebal mendengar ucapan Mi Young, dia berbalik menatap mereka berdua yang pergi begitu saja.


Di kantin


"Kenapa kamu seperti ini padaku belakangan ini?" tanya Lee Byeol.


"Seperti apa?" tanya Mi Young lalu lanjut makan.


"Maksud ku kamu selalu ada di dekat ku akhir-akhir ini dan sekarang tiba-tiba ingin makan bersama" ucap Lee Byeol.


"Karena aku diminta Me..." Mi Young menghentikan ucapannya.


"Kau di minta melakukan ini?" tanya Lee Byeol


"Itu... Biksu yang ku kenal meminta ku..." Mi Young meletakkan sendok yang dia pegang lalu mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Untuk bersikap baik kepada orang lain" lanjut Mi Young.


"Begitulah aku bisa memperoleh kebajikan dan berakhir di surga" ucap Mi Young sambil tersenyum.


"Begitu rupanya jadi kamu beragama buddha" ucap Lee Byeol.


"Em yah, semacam itu" ucap Mi Young.


"Tapi aku bahkan tidak berharap akan masuk surga. Aku hanya ingin hidup sesuai takdir dan tempat ku, menikmati hidup yang merepotkan ini sepenuhnya. Hanya itu yang aku inginkan" lanjut Mi Young.


Lee Byeol tergelak.


"Mi young-ah, terkadang kau tampak punya pengalaman bertahun-tahun, di lihat dari cara bicara mu"


"Kenapa kau mengkritik ku, padahal aku bersikap baik pada mu" protes Mi Young.


Lee Byeol menelan makanannya lalu berbicara.


"Mengkritik mu? bersikap seperti orang berpengalaman adalah hal bagus" ucap Lee Byeol.


"Entahlah, aku benci saat orang bilang aku tampak berpengalaman seolah-olah hidup bertahun-tahun. Tampaknya manusia berpikir umur panjang adalah berkat dan ingin hidup selamanya" ucap Mi Young jengkel.


"Bayangkan jika kamu hidup hampir selamanya, menurut mu bagaimana rasanya?" tanya Mi Young pada Lee Byeol.


Beberapa jam kemudian.

__ADS_1


Lee Byeol keluar dari kampus. Nampak dari atas gedung seseorang dengan coat hitam sedang mengamati Lee Byeol.


Dia adalah pria berpakaian putih yang bertemu Lee Byeol di toko buku beberapa hari yang lalu.


Pria itu tersenyum.


"Aku tidak menduga kau akan menemukanku" ucapnya lalu menoleh ke sampingnya.


Ternyata Mi Young sudah ada di sana dengan teleportasi.


"Lama tak berjumpa Rubah" sapa pria tampan berpakaian hitam itu.


"Jangan sebut aku rubah, sekarang aku manusia" jawab Mi Young dengan bangganya.


"Kalau begitu, hiduplah seperti manusia. Berhentilah datang ke tempat seperti ini dengan sihir konyolnya" ucap Pria itu.


Senyum di wajah Mi young pun pudar, dia langsung menoleh ke arah pria itu dengan wajah waspadanya.


"Jangan takut, aku tidak bermaksud menghancurkan hidup mu sekarang" ucap Pria itu.


"Ehemm" Mi Young berdehem.


Pria itu tersenyum.


"Pak tua kamu tahu soal ini bukan?" tanya Mi Young.


"Tahu apa?" tanyanya dengan santai.


"Kejadian misterius yang terjadi di sekitar Hyun Su" ucap Mi Young.


Pria itu hanya tersenyum.


"Aku bisa tahu dari wajah mu bahwa kamu tahu. Bantu dia" ucap Mi Young.


"Entahlah bukankah ini pekerjaannya?" ucap pria itu cuek.


"Jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja" ucap Hyun Su yang tiba-tiba muncul di sana.


Lalu dia melangkah mendekat ke arah mereka berdua asap mengelilingi sekitar mereka guna menyamarkan keberadaan mereka dari para manusia.


Ketiga makhluk yang di percaya hanya mitos oleh manusia sekarang berkumpul di sana.


"Hyun su-ah, apa yang kau lakukan sampai hari ini? Mi Young lebih muda dari mu. Tapi dia sudah menjadi manusia sejak lama" ucap Pria yang Mi Young panggil pak tua.


"Ku bilang aku ingin menjadi manusia, lalu kamu menyuruh ku mengumpulkan energi manusia untuk menjadi manusia. Aku tahu kamu bukan pria paling baik sejak saat itu" ucap Hyun Su.


"Pasti sangat menyenangkan jika kamu hanya diam saja dan memperhatikan ku sampai hari ini" lanjut Hyun Su.


"Menyenangkan? mungkin tidak terlihat begitu, tapi aku roh gunung. Apa untungnya bagi ku mengganggu mu? tugas ku adalah menjaga takdir mu, itu sebabnya aku mengawasinya" ucap pria itu yang ternyata dia adalah roh gunung.


"Maksud mu kau alasan dia aman?" tanya Mi Young.


Pria roh gunung itu pun mengangguk. "Tentu saja, dia di lindungi mantra sihir ku" jawabnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2