My Gumiho

My Gumiho
Misteri


__ADS_3

Hyun Su nampak terkejut saat tidak terjadi apapun pada ibu Lee Byeol.


.


.


.


"Tidak terjadi apapun" ucap Hyun Su dalam hati.


Kekuatannya tidak berpengaruh pada ibu Lee Byeol.


"Kudengar kau tidak bisa menggunakan sihir mu pada seseorang yang memiliki tekat kuat, tapi..." Ucap Hyun Su dalam hati, lalu dia menoleh ke arah Lee Byeol.


Lee Byeol nampak terkejut saat tidak terjadi apapun pada ibunya, dia langsung menoleh ke arah Hyun Su.


Hyun Su menggelengkan kepalanya dengan cepat, mereka berdua nampak terkejut.


"Byeol, kamu tahukan ibu sangat membenci kebohongan" ucap Ibunya.


"Ne" jawab Lee Byeol sambil mengangguk.


"Mulai sekarang berbohong akan memperburuk keadaan. Kamu tinggal dengannya?" tanya Ibu Lee Byeol.


"Tidak, itu..." jawab Lee Byeol.


"Aku bisa menjelaskannya" ucap Hyun Su.


"Memang benar dia tinggal dengan ku, tapi tidak ada yang perlu khawatir. Dan tidak akan ada" tegas Hyun Su di akhir kalimatnya.


Lee Byeol yang mendengar ucapan Hyun Su seolah-olah Hyun Su tengah membangun sebuah tembok besar di tengah-tengah mereka.


"Aku tidak khawatir" ucap ibu Lee Byeol sambil tersenyum.


"Entah beberapa pekan atau bulan kamu tinggal dengannya, jadi kamu pasti tahu. Putri ku memiliki kepribadian yang menarik"


Hyun Su mengamati dengan sungguh-sungguh setiap kata yang di keluarkan ibu Lee Byeol.


"Aku bahkan tidak bermaksud memarahinya karena dia tinggal bersama mu"


"Aku hanya benci kebohongan" ucap ibu Lee Byeol sambil menatap putrinya.


Lee Byeol menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Ibu akan pergi" ucap ibu Lee Byeol sambil bangun dari tempatnya.


"Ibu akan pergi sekarang?" tanya Lee Byeol nampak bersemangat.


"Bukankah kamu terlalu bersemangat?" tanya ibunya.


Lee Byeol hanya terkekeh pelan.


Sesampainya di luar.


"Maaf bu aku tidak bisa mengatakan yang terjadi, tapi ini tidak seperti yang ibu pikirkan"


"Ibu yakin kau tahu apa yang kamu lakukan, tapi biar ibu katakan satu hal"


"Ne"


"Ibu menyukainya" ucap ibu Lee Byeol sambil tersenyum ke arah putrinya.


"Apa? rumahnya?"


"Sungguh, selera mu bagus seperti ayah mu"


"Ini tidak seperti yang ibu pikirkan"


"Tidak begitu?" tanya ibu Lee Byeol.


Lee Byeol diam.

__ADS_1


"Begitu rupanya"


"Kalau begitu, ibu harap begitu. Semoga berhasil"


"Tidak ibu... bukan seperti itu" rengek Lee Byeol.


Ibu akan pergi sekarang" ucap ibu Lee Byeol tak mendengarkan ucapan putrinya dan melangkah ke arah taxi.


"Baik sampai jumpa"


"Hubungi aku saat ibu tiba"


Ibu Lee Byeol melambaikan tangannya lalu menutup pintu taxi.


"Sampai jumpa" ucap Lee Byeol.


Malam harinya


Hye Jin rekan kerja Hyun Su yang tertarik pada Hyun Su, sedang menunggu lift terbuka. Beberapa detik kemudian lift pun terbuka.


Dia masuk ke dalam dan memencet salah satu tombol yang ada di lift itu. Tak lama kemudian lift pun tiba di parkiran bawah tanah.


Tanpa dia sadari seseorang tengah mengintainya.


Dia melangkah menuju ke arah mobilnya terparkir. Lalu sesaat kemudian dia menyadari bahwa ada seseorang yang tengah membuntutinya.


Dia perlahan berhenti dan menoleh ke belakang namun tak ada siapapun. Lalu dia mempercepat laju langkahnya dan dia kembali merasakan seseorang membuntutinya.


Dia mengeluarkan ponselnya, diam-diam dia mengarahkan kamera ponsel depannya ke belakang untuk mengetahui apakah ada orang atau tidak.


Dan ternyata...


"Arghhhhh!!"


Dia berteriak kencang dan langsung lari untuk bersembunyi. Dia bersembunyi di balik sebuah mobil dan langsung menutup mulutnya.


Nafasnya terengah-engah dia sangat ketakutan.


Beberapa detik kemudian perempuan cantik itu menoleh ke atas mobil saat merasakan sesuatu. 


Keesokan harinya


Lee Byeol keluar dari kamarnya.


"Oh Samchon kamu sudah bangun" ucap Lee Byeol saat melihat Hyun Su sudah bangun dan sedang menatap keluar jendela.


Hyun Su berbalik ke arah Lee Byeol.


"Ini harinya, aku harus merelakannya" ucap Hyun Su dalam hati sambil menatap Lee Byeol dengan pandangan tak rela.


Semalam dia bermimpi tentang kekasihnya yang meninggal secara tragis karena kelerengnya yang masih berada di dalan tubuhnya.


Hyun Su berencana mengambil kembali kelerengnya dari dalam tubuh Lee Byeol setelah kemarin dia melihat interaksi antara Lee Byeol dan ibunya.


Dia sadar jika terus membiarkan kelerengnya di dalam tubuh Lee Byeol maka dia akan merenggut kebahagiaan orang lain.


Karena itulah dia bertekad akan mengeluarkannya hari ini.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Lee Byeol.


"Byeol-ssi, kamu ada waktu setelah kuliah?" tanya Hyun Su.


"Kenapa?" tanya Lee Byeol.


"Kupikir kita sebaiknya pergi ke jalan-jalan, kamu pasti suntuk di rumah terus dan pergi ke kampus terus. Kamu mau?"


"Kedengarannya bagus, tentu saja aku mau" ucap Lee Byeol sambil tersenyum.


Siang harinya


"Serahkan laporan kalian sebelum akhirnya pekan" ucap dosen.

__ADS_1


"Baik profesor" jawab semua mahasiswa dan mahasiswi secara bersamaan.


Dosen pun melangkah hendak keluar dari kelas, tapi seorang mahasiswa menghentikannya karena ingin menanyakan sesuatu.


️Orang itu adalah Hyung Sik, salah satu senior yang akrab dengan Lee Byeol. Dia berada di kelas yang sama dengan Lee Byeol, Myung Sik dan Chang Mi.


"Permisi pak, bisa tolong periksa ini?"


"Boleh" ucap dosen.


"Saya memeriksa semua di bagian ini" ucap Hyung Sik.


️Dosen pun membantu Hyung Sik, dan tanpa pria tampan itu sadari Chang Mi sejak tadi terus memperhatikan Hyung Sik.


"Apa yang kamu lakukan? apa itu?" tanya Lee Byeol pada Myung Sik.


"Aku sedang membuat daftar tempat yang bagus, jadi sewaktu-waktu aku bisa kesana bersama calon pacar ku nanti"


"Karena aku tidak tahu harus mengajak gadis kemana saat mengencani mereka"


"Ooo" jawab Lee Byeol.


"Byeol apakah tempat ini bagus? di sini tenang dan sepi jadi kalian bisa saling fokus"


Lee Byeol pun nampak tertarik dengan apa yang di lakukan Myung Sik.


"Jika saja mobil ku tidak rusak aku akan membawa kalian ke sana untuk berlatih"


"Dimana tempat ini?" ucap Lee Byeol sambil mengambil ponsel Myung Sik.aa


Sore harinya


Ting


Hyun Su yang sedang berada di ruang kerjanya memeriksa ponselnya.


[Samchon aku menemukan cafe bagus, aku akan ke sana setelah kelas ku selesai. Sampai jumpa pukul 19.00] 


Lee Byeol mengirim pesan sekaligus mengirimkan sebuah lokasi pada Hyun Su.


[Aku juga akan segera berangkat] balas Hyun Su dan kembali melanjutkan sisa pekerjaannya.


Tanpa Hyun Su sadari seekor kucing putih tengah menatap dirinya dari balik jendela.


Beberapa saat kemudian Hyun Su keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian.


Berita terkini.


'Kemungkinan korban ke tiga dari pembunuhan pusat kota telah di temukan'


Hyun Su yang tadinya meraih remote TV dan hendak mematikan TV seketika menghentikan gerakannya saat mendengar berita di TV.


'️Kemungkinan korban pembunuhan berantai ke tiga di bunuh di rumah sakit'


'Seperti para korban sebelumnya korban di bunuh tanpa ada senjata yang di temukan di TKP'


'Korban sudah pernah di serang sebelumnya dan sedang di rawat di rumah sakit'


️Hyun Su merogoh ponselnya yang berdering di saku Coatsnya.


"Halo?"


"...."


"Nona Hye Jin?" Ucap Hyun Su agak terkejut.


Hyun Su pun menatap ke arah TV yang menampilkan video di TKP yang berlumuran darah.


'Polisi sedang menyelidiki tapi sampai saat ini pihak polisi belum tahu motifnya'


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2