
"Oke oke aku akan ikut"
.
.
.
"Yey kita ketemuan di club" ucap temannya
"Oke" jawab Lee Byeol
"Kalau begitu sampai jumpa di club" ucap ketiga gadis itu lalu pergi dari sana
"Mumpung rubah itu tidak ada di rumah sampai besok aku akan bersenang-senang" ucap Lee Byeol dalam hati
Tadi sebelum Lee Byeol berangkat kuliah Hyun Su mengatakan tidak akan pulang malam ini karena ada pekerjaan.
Malam harinya gadis-gadis itu sudah berkumpul di depan club
"Kalian sudah di sini" ucap Lee Byeol yang baru sampai
"Iya" jawab Chang Mi
"Kalau begitu ayo masuk" ucap Chang Mi
Mereka masuk ke dalam club, sesampainya di dalam club sangat ramai Lee Byeol harus berdesakan agar bisa lewat.
"Ini club atau kereta bawah tanah saat jam sibuk" gerutu Lee Byeol yang berjalan di kerumunan orang-orang yang sedang menari
Lee Byeol tak sengaja menabrak seseorang dan ponselnya terjatuh, seseorang mengambil ponsel Lee Byeol
"Ini ponsel mu" ucap seorang pria sambil menyodorkan ponselnya
"Terima ka..." Ucapan Lee Byeol terhenti saat pria yang tadinya menyodorkan ponselnya tiba-tiba menarik kembali tangannya
"️Wah aku suka style mu" ucap pria itu
Lee Byeol memasang wajah tak suka
"Hei jangan menganggapnya terlalu serius aku hanya bercanda" ucap pria itu lalu memberikan ponsel Lee Byeol
Lee Byeol mengambil ponselnya dan melangkah pergi, tapi tiba-tiba pria itu merangkul pundak Lee Byeol.
"Kau mau minum dengan ku?" tanya pria itu
Tiba-tiba perut Lee Byeol sakit
"Dia tahun macan" ucap Lee Byeol dalam hati
Lee Byeol lemas, tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa dan pria itu berhasil membawanya
Sedangkan di sebuah restoran mewah Hyun Su yang baru saja selesai meeting bersama rekan kerjanya Hye Jin tiba-tiba merasakan sesuatu.
"Pak Kim kau bekerja dengan baik hari ini bagaimana dengan segelas wiski di bar" ajak Hye Jin
Hyun Su mengabaikan ucapan Hye Jin, dia mengeluarkan ponselnya dan melangkah menjauh.
"Aish dia selalu saja begitu" ucap Hye Jin kesal
[Nomer yang anda tuju tak dapat di hubungi silahkan tinggalkan pesan]
__ADS_1
"Kemana dia?" tanya Hyun Su
Di tempat lain Lee Byeol yang tak dapat berbuat apa-apa sudah di bawa keluar dari club oleh pria asing itu menuju ke sebuah motel.
Sesampainya di motel pria itu memesan sebuah kamar lalu membawa Lee Byeol ke kamar itu, setelah itu dia mengunci pintu kamar.
"Astaga bagaimana ini, hei tubuh ku tolong bergeraklah" ucap Lee Byeol dalam hati
"Kumohon kumohon seseorang tolong aku" teriak Lee Byeol dalam hati
Brakk tiba-tiba pintu di dobrak dari luar, dengan sekali tendangan pintu kamar itu sudah rusak dan muncullah seorang pria bertubuh tinggi, dia langsung menghampiri Lee Byeol yang duduk tak berdaya di atas kasur
"Kau baik-baik saja? aku mencari mu kemana-mana"
Lee Byeol jatuh pingsan di pelukan Hyun Su yang datang tepat waktu
"Siapa kau?!" Teriak pria yang membawa Lee Byeol
"Aku temannya, aku akan membawanya pulang" ucap Hyun Su lalu mengambil tas Lee Byeol yang masih berada di tangan pria itu
"Bagaimana aku bisa percaya kau temannya atau bukan?" Tanya pria itu
"Aku membantunya duluan ke sini karena dia sangat mabuk" ucap pria itu lagi
Hyun Su mengambil ponselnya lalu menghubungi ponsel Lee Byeol
Drtt drtt
"Kenapa ponsel teman ku ada pada mu" tanya Hyun Su saat ternyata ponsel Lee Byeol ada di saku jaket pria itu
"Karena dia teman ku" ucap pria itu
"Kau tahu siap namanya?" tanya Hyun Su
"Ya! (Hei!) aku duluan yang membawanya" ucap pria itu sambil menarik lengan Hyun Su
Hyun Su langsung menghempaskan lengan pria itu, dan karena hempasan tangan Hyun Su pria itu seketika terlempar jauh dan menabrak tembok kamar
"Argghh!!" teriak pria itu lalu pingsan
Di rumahnya Hyun Su menidurkan Lee Byeol di sofa ruang tamu, dia menatap wajah pucat Lee Byeol.
Hyun Su menyentuh wajah Lee Byeol agar Lee Byeol segera membaik, tak lama kemudian wajah Lee Byeol sudah lebih baik.
Beberapa menit kemudian Lee Byeol sudah sadar.
"Kamu sudah bangun" ucap Hyun Su
"Di mana aku?" tanya Lee Byeol
"Kita di rumah" ucap Hyun Su sambil tersenyum
Lee Byeol bangun dan langsung memeluk Hyun Su
"Tadi aku sangat takut sekali" ucap Lee Byeol gemetar
Hyun Su menepuk punggung Lee Byeol pelan, mencoba menenangkannya
"Tenanglah, tidak terjadi apapun pada mu kau sudah aman" ucap Hyun Su
Lee Byeol menganggukkan kepalanya kemudian dia melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Maaf" ucap Lee Byeol
"Tidak apa-apa" jawab Hyun Su
"Byeol-ssi" panggil Hyun Su
"Ne?"
"Lain kali jangan pergi ke tempat yang beresiko, kau pergi ke club kan" ucap Hyun Su
Lee Byeol Menganggukkan kepalanya
"Di sana tempat berkumpul orang, dan kamu tidak tahu siapa pria yang lahir di tahun macan" ucap Hyun Su
"Iya maafkan aku" ucap Lee Byeol
"Tidak apa-apa"
"Menurut mu apa kau bisa mengeluarkannya?" tanya Lee Byeol
"Apa? kelereng?" tanya Hyun Su
Lee Byeol menganggukkan kepalanya
"Aku akan berusaha, lagi pula manusia tidak bisa menyimpan terlalu lama kelereng itu" ucap Hyun Su
"Berapa lama manusia bisa menyimpannya?" tanya Lee Byeol
"Sekitar 1 tahun" jawab Hyun Su
"Berarti setelah satu tahun kelereng itu akan keluar?" tanya Lee Byeol dengan semangat
Hyun Su menatap dalam wajah Lee Byeol
"Benar kan?" tanya Lee Byeol
"Lalu apa yang akan terjadi jika tidak keluar dalam 1 tahun?" tanya Lee Byeol
"Kau akan mati" jawab Hyun Su
"Apa? tanya Lee Byeol
"Byeol-ssi kau akan mati jika kelereng itu tidak keluar dalam waktu 1 tahun" ucap Hyun Su memperjelas
Lee Byeol sungguh terkejut "Ha ha apa maksud mu?" tanya Lee Byeol tak percaya
Hyun Su tak mengatakan apapun dia hanya menatap wajah Lee Byeol dengan pandangan rasa bersalah.
"Kenapa baru mengatakannya sekarang? apa maksud mu aku akan mati?" tanya Lee Byeol
Hyun Su meraih telapak tangan Lee Byeol
"Kamu tidak perlu khawatir, aku hanya mengatakan konsekuensi terburuknya pada mu" ucap Hyun Su
"Kita masih punya waktu satu tahun jadi aku akan mencari cara" lanjut Hyun Su
Lee Byeol menatap tak percaya pada Hyun Su
"Kau harus beristirahat, selamat malam" ucap Hyun Su dengan santainya lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Lee Byeol sendirian.
.
__ADS_1
.
.