
"Dan yang ketiga, dia menolak semua orang yang tahu persis seperti apa dirinya" ucap Chang Mi
Flashback
"Kamu menyukai ku?" tanya Lee Byeol
Pria yang saat ini berada di hadapannya itu mengangguk dengan sekotak coklat berbentuk hati
"Kamu tidak ingat saat aku mabuk parah? dan mencolokkan charger ponsel ku ke hidung mu?" tanya Lee Byeol
Pria itu terkejut, dan ingat apa yang di lakukan Lee Byeol saat itu
"Jika kau masih menyukai ku meskipun ingat kejadian itu kurasa ada yang salah dengan diri mu" ucap Lee Byeol
Kotak coklat yang di bawa pria itu terlepas dari tangannya dan jatuh ke tanah
Flashback End
"Benar, Lee Byeol adalah perempuan yang bisa melihat dirinya terlalu objektif" jawab Myung Sik
"Itu sebabnya dia yakin Kim Ye Joon tidak akan menyukai dirinya, itulah alasannya dia tidak bisa membiarkan jantungnya berdebar saat terlibat dengannya (terlibat dengan Kim Ye Joon)" lanjut Myung Sik
"Sikap Lee Byeol lebih mirip dengan Jenderal Guan Yu yang berkata 'Aku akan kembali sebelum minuman ini dingin' lalu pergi ke medan perang" jawab Chang Mi
"Aku harus segera mencari tahu soal ini sebelum situasinya semakin parah" ucap Lee Byeol
Brakk Lee Byeol memukul meja di depannya membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan menoleh ke arah meja mereka bertiga.
"Ya! (hei)" ucap Chang Mi dengan mata melotot ke arah Lee Byeol
"Maaf, maaf" ucap Myung Sik pada orang-orang yang ada di sana
"Ya, aku akan menjadi sangat tidak di sukai sampai dia tidak akan pernah mau berhubungan dengan ku lagi" ucap Lee Byeol
"Bisakah kau jujur saja? katakan saja kamu merasa tidak nyaman dengan sikapnya" ucap Myung Sik
"Bagaimana jika dia pikir aku jual mahal? sebagian besar perempuan di jurusan ku memihaknya, bagaimana jika dia marah pada ku dan memulai rumor buruk? apa yang harus aku lakukan jika itu terjadi?" ucap Lee Byeol
"Iya juga, hal seperti itu juga bisa saja terjadi" jawab Chang Mi
"Membuat dia muak di dekat ku adalah cara terbaik" ucap Lee Byeol
"Hei Myung Sik, ceritakan rahasia mu pada ku" ucap Lee Byeol
Myung Sik bingung dengan apa yang di maksud Lee Byeol
"Apa yang kamu lakukan sampai semua pacar mu meninggalkan mu?" Tanya Lee Byeol
"Aaa itu.., mereka semua benci saat aku terlalu manja dan obsesif pada mereka" jawab Myung Sik
"Begitu rupanya" jawab Lee Byeol dengan bodohnya
"Bisakah kamu meminta saran orang lain saja? bukan pada ahli di campakkan ini" ucap Chang Mi
"Tanyalah pada seseorang yang sering berkencan, yang bisa memberikan saran, pemain hati sejati" ucap Chang Mi
"Pemain hati sejati?" tanya Lee Byeol
__ADS_1
"Emm"
"Aaaa.... " jawab Lee Byeol dengan wajah yang sepertinya tahu siapa yang dia maksud
Sore hari Lee Byeol berjalan pulang, di perjalanan dia berpapasan dengan kurir pengantar makanan yang beriringan dari sebuah tempat
"Wah, sebuah pemandangan yang indah" ucap Lee Byeol lalu melanjutkan langkahnya
Di rumah
"Samchon, aku pulang" panggil Lee Byeol
"Kemarilah Byeol-ssi" panggil Hyun Su
Lee Byeol melangkah ke dapur
"Wahh apa ini?" Tanya Lee Byeol saat melihat banyak makanan di meja makan
"Ku pikir kamu lapar setelah pulang kuliah, jadi aku belikan ini untuk mu" ucap Hyun Su
"Kamu membelikan ku makanan sebanyak ini? kamu tidak tahu apa yang ku suka jadi membeli berbagai jenis makanan?" tanya Lee Byeol
"Sepertinya kamu suka semuanya, jadi aku membeli semuanya" jawab Hyun Su dengan santainya
"Wah..."
"Tapi tidak dengan ayam" ucap Hyun Su cepat
"Wah .... Kamu pria yang baik dan perhatian, Samchon" puji Lee Byeol
Wajah Hyun Su menunjukkan kebanggaan pada dirinya
"Lebih handal bermain hati dari pada dugaan ku" lanjut Lee Byeol
"Hmmm?"
Lee Byeol duduk di sebrang meja berhadapan dengan Hyun Su, dia meletakkan tasnya di kursi sebelah
"Samchon, kamu sudah mengencani banyak wanita, kan?" tanya Lee Byeol
"Maksud ku, kau sudah cukup tua jadi... aku butuh bantuan orang berpengalaman seperti mu, bisakah kamu membantu ku?"
Hyun Su tertarik dengan ucapan Lee Byeol
"Beri tahu aku dari awal" ucap Hyun Du
"Begini, masalahnya adalah...."
Lee Byeol mulai menjelaskan permasalahannya panjang lebar dengan heboh dan Hyun Su mendengarkan Lee Byeol dengan santainya
Setelah beberapa menit
"Begitu" ucap Lee Byeol
"Jadi, kamu ingin membuat pria itu pergi? dan memastikan dia tidak mendekati mu lagi?" tanya Hyun Su
"Ne, benar sekali" jawab Lee Byeol
__ADS_1
"Apa yang bisa ku bantu?" tanya Hyun Su
"Berkencanlah dengan ku" ucap Lee Byeol
"Bekencan?" tanya Hyun Su terkejut
"Ne berkencanlah dengan ku, aku akan mencari tahu apa saja yang akan membuat dia ilfil pada ku agar dia berhenti mengganggu ku"
"Tapi Byeol-ssi, aku tahu ini urusan mu tapi aku tidak bisa mencampuri urusan pribadi seseorang, itu terserah dia menyukai mu atau tidak dan...."
"Dia kelahiran tahun macan" ucap Lee Byeol menyela dengan wajah memelasnya
"Ayo kita berkencan besok" ucap Hyun Su dengan cepat
"Benarkah?" tanya Lee Byeol senang
"Ya, ini terdengar terlalu pribadi tapi aku tidak punya pilihan lain" jawab Hyun Su
"Terima kasih Samchon" ucap Lee Byeol sambil tersenyum
Hyun Su mengangguk
"Makanlah" ucap Hyun Su
"Ne, terima kasih makanannya"
Lee Byeol mulai menyantap makanannya dengan lahap
Keesokan harinya
Lee Byeol sudah siap berangkat dia sedang menunggu Hyun Su yang sedang bersiap
"Kenapa dia belum keluar juga? kuharap dia tidak berubah pikiran" ucap Lee Byeol mondar mandir di depan kamar Hyun Su
Lee Byeol melangkah hendak mengetuk pintu kamar Hyun Su tapi Hyun Su sudah lebih dulu keluar dari kamarnya dengan setelan jas semi formal
Dia nampak sangat tampan mengenakan itu, membuat Lee Byeol terkagum dengan ketampanannya.
"Aku tahu ini hanya simulasi, tapi aku ingin berpakaian layak untuk berkencan" ucap Hyun Su
"Ne itu luar biasa" jawab Lee Byeol
"Tapi apa kau akan pergi seperti itu Byeol-ssi?" Tanya Hyun Su mengamati pakaian yang di kenakan Lee Byeol
"Ne, kupikir dia akan benci melihat pakaian yang aku kenakan saat pergi nonton nanti" jawab Lee Byeol
"Bagaimana menurut mu Samchon apa aku tampak buruk?" tanya Lee Byeol
Hyun Su mengusap bibir bawahnya sambil berpikir
"Dari pada mengenakan ini, bagaimana jika kamu pakai kaos merah bata yang bergambar babi itu?" ucap Hyun Su
.
.
.
__ADS_1