
"Jika sesuatu terjadi padanya aku juga adalah orang yang paling bisa melindunginya" lanjut Hyun Su.
.
.
.
"Tapi ini yang tak bisa ku pahami. Jika di pikir-pikir gadis di rumah mu adalah yang paling dekat dengan mu dari pada para wanita itu, bagaimana dia bisa tetap aman?" tanya Mi Young.
"Itu yang membuat ku lega sekaligus merasa aneh" jawab Hyun Su.
"Pokonya, tolong awasi Lee Byeol-ssi. Kumohon pada mu" ucap Hyun Su sambil menghadap ke arah Mi Young yang tengah menyandarkan tubuhnya di tembok pembatas.
Mi Young langsung menoleh ke arah Hyun Su.
"Aku tidak percaya kamu meminta bantuan pada ku" ucap Mi Young nampak senang.
"Aku masih percaya dengan firasat yang kamu miliki" ucap Hyun Su.
"Kau percaya pada ku?" tanya Mi Young nampak semakin senang.
Hyun Su memutar bola matanya malas.
Mi Young nampak senang, karena selama ini Hyun Su tak pernah meminta bantuannya dan selalu mengejeknya.
"Baiklah kita lihat nanti, aku akan mengawasinya jika ada waktu luang" ucap Mi Young jual mahal.
Beberapa jam kemudian.
Lee Byeol dan Chang Mi nampak sedang berjalan menuju ke kelas mereka. Tapi wajah keduanya nampak tak nyaman, mereka berdua pun saling bertatapan.
"Emmm Mi Young-ah. Jalannya luas sekali, kenapa kamu berjalan tepat di belakang ku?" Tanya Lee Byeol pada Mi Young yang menempel padanya dengan wajah seriusnya.
"Aku pasti permen karet di kehidupan sebelumnya" jawab Mi Young dengan wajah seriusnya.
Beberapa saat kemudian.
Di dalam kelas, lagi-lagi keduanya saling menoleh. Lalu mereka menoleh ke sebelah Lee Byeol.
Di sana nampak Mi Young terus menatap Lee Byeol, dia tak melepaskan sedetikpun pandangannya dari Lee Byeol.
Lee Byeol menggerakkan tubuhnya ke depan untuk mengetes Mi Young, dan ternyata benar. Tatapan matanya terus mengikuti kemanapun Lee Byeol bergerak.
Di belakang sana nampak seseorang tengah mengawasi Lee Byeol. Sebuah tangan bergerak ke arah Lee Byeol.
Mi Young yang merasakan hal itu dengan sigap menarik tangan itu dan memelintirnya.
"Agghhh!!! agghhh!!!" teriak seseorang.
Mereka semua terkejut dengan suara teriakan orang itu.
"Astaga! Myung Sik" ucap Chang Mi terkejut sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?" tanya Chang Mi nampak khawatir.
"Mian (maaf), aku kira ada yang menyerang Lee Byeol" ucap Mi Young dengan santainya.
Lee Byeol di buat menganga.
"Aku tidak menyerangnya" ucap Myung Sik dengan raut wajah kesakitan sambil menyentuh lengannya yang di plintir.
"Aku hanya mau mengejutkannya" lanjut Myung Sik kesakitan.
Dengan wajah tak bersalahnya Mi Young merapikan rambut indahnya.
Beberapa jam kemudian
"Halo?"
"Samchon apa yang harus aku lakukan? aku takut sekali" ucap Lee Byeol dengan suara ketakutan.
"Ne? ada apa Byeol-ssi?" tanya Hyun Su agak panik.
"Minggu depan aku ulangan" ucap Lee Byeol.
"Itu menakutkan?" tanya Hyun Su tak habis pikir, padahal dia sudah sangat khawatir tadi.
"Ya tentu saja, apalagi yang membuat mahasiswa ketakutan. Karena itu, setelah ini aku akan pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku. Jadi Samchon tidak perlu menjemput ku" ucap Lee Byeol.
"Oh baiklah" ucap Hyun Su.
Beberapa jam kemudian.
Lee Byeol tengah mencari buku yang akan membantunya untuk ujian.
"Oh benar, dia bilang menulis buku Humaniora" ucap Lee Byeol saat melihat beberapa pajangan buku.
Lee Byeol mencari buka yang di tulis Hyun Su.
"Bukunya benar-benar di sini" ucap Lee Byeol setelah menemukan buku yang di tulis Hyun Su.
[Goryeo, Kebenaran dan kesalahpahaman sejarah] judul bukunya.
Lee Byeol mengambil satu buku yang di tulis Hyun Su, wajahnya nampak bahagia. Lee Byeol berbalik hendak pergi namun dia menabrak seorang pria berpakaian putih.
Pria itu mengambil buku yang di tulis Hyun Su yang terjatuh di lantai.
Pria itu tersenyum setelah membaca penulis dan judul di sampul depan buku itu, pria itu nampak sangat tampan.
"Kamu pasti sangat suka buku ini" ucap pria itu.
"Ne" jawab Lee Byeol pelan.
Pria itu mengembalikan buku itu pada Lee Byeol
"Terima kasih" ucap Lee Byeol pada pria itu.
__ADS_1
Pria itu terus menatap Lee Byeol, Lee Byeol mendongak menatap pria itu.
"Berhati-hatilah" ucap pria itu.
Setelah mendengar ucapan pria itu Lee Byeol nampak seperti terhipnotis, dia terus menatap wajah pria itu.
Tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya.
"Byeol-ssi" panggil Hyun Su.
"Ne?" jawab Lee Byeol dan langsung berbalik ke belakang.
"Oh Samchon" ucap Lee Byeol.
"Sedang apa di sana?" tanya Hyun Su.
"Aku tidak sengaja menabrak pria ini..." Ucap Lee Byeol sambil berbalik.
Lee Byeol nampak heran, dia menoleh ke sekeliling toko buku.
"Apa? kemana dia pergi?" tanya Lee Byeol kebingungan.
"Dia tadi di sini" ucap Lee Byeol.
"Kemana perginya pria itu? cepat sekali perginya" gumam Lee Byeol.
Hyun Su yang sudah di dekat Lee Byeol pun nampak mengamati sekitar.
"Ngomong-ngomong kenapa Samchon di sini?" tanya Lee Byeol.
"Aku hanya datang untuk melihat-lihat buku" ucap Hyun Su sambil meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya.
"Ohh" ucap Lee Byeol sambil menyembunyikan buku yang di tulis Hyun Su di bawah tumpukan buku lain.
"Buku apa itu?" Tanya Hyun Su saat melihat Lee Byeol nampak menyembunyikan sebuah buku.
"Ini buku tentang jurusan ku" jawab Lee Byeol.
"Begitu rupanya" ucap Hyun Su.
Tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang mengawasi mereka berdua.
"Kamu sudah selesai?" tanya Hyun Su.
"Ne, tinggal membayar ke kasir" jawab Lee Byeol sambil tersenyum.
"Baiklah, ayo" ucap Hyun Su
"Ne" jawab Lee Byeol.
Lalu mereka berdua menuju ke kasir.
.
__ADS_1
.
.