My Gumiho

My Gumiho
Aku Menyukainya


__ADS_3

Myung Sik tengah duduk di bangku taman yang ada di kampus dengan ponsel di tangannya


"Hei Myung Sik-ah" panggil Lee Byeol dari kejauhan


Myung Sik pun menoleh


"Bisa kita bicara se...." Lee Byeol menjeda kalimatnya karena saat itu ada sekelompok mahasiswi lewat di depannya


Dan saat para Mahasiswi itu sudah lewat Myung Sik sudah menghilang, membuat Lee Byeol menatap heran.


"Kemana perginya anak itu?"


Sesampainya di rumah Lee Byeol mengirim pesan pada Myung Sik. Namun Myung Sik membalasnya seolah-olah tidak terjadi apapun..


Hal itu membuat Lee Byeol sangat kesal


[Ya! (hei!), kau serius melakukan ini?!] tulis Lee Byeol menggebu-gebu


[Apa?] balas Myung Sik


"Hah! 'Apa?' balasannya hanya apa?!" ucap Lee Byeol dengan wajah yang sangat marah, seperti gunung berapi yang siap meledak.


"Sial" umpat Lee Byeol lalu dia menelpon Myung Sik


Di rumah Myung Sik


Myung Sik yang melihat panggilan dari Lee Byeol ragu untuk menjawabnya


"Halo...."


"Halo apanya! Apa masalah mu! Ada apa!" teriak Lee Byeol yang sudah sangat marah


"Haiss! Gendang telinga ku bisa pecah" ucap Myung Sik sambil menjauhkan ponselnya sejak Lee Byeol mulai berteriak


"Jangan ganggu aku, berikan aku waktu untuk merajuk" ucap Myung Sik


"Kamu mau ikut wamil? Kenapa butuh waktu?" tanya Lee Byeol masih ngegas


"Apa yang membuat mu kecewa, katakan sekarang" ucap Lee Byeol


Tutt tutt


Belum juga Lee Byeol mendapatkan jawaban dari Myung Sik, Myung Sik malah mematikan panggilannya hal itu membuat Lee Byeol sangat marah.


"YAAAAAA!!!! JINJJA! SSI-BAL SAE-KKI!!!" Teriak Lee Byeol dari dalam kamarnya


Hyun Su yang berada di luar pun sangat terkejut mendengar teriakan sekaligus sumpah serapah yang keluar dari mulut Lee Byeol.


"BRENGSEK!! SIALAN!!" teriak Lee Byeol


Hyun Su sampai gemetar mendengarnya, tak lama kemudian Lee Byeol keluar dari kamarnya menuju dapur.


Hyun Su yang sedang duduk di sofa pun pura-pura tak mendengar apapun, dia mencoba fokus dengan buka yang dia pegang.


Di dapur, Lee Byeol mengambil es batu di dalam Freezer. Lee Byeol mengunyah es batu itu dengan raut wajah yang masih nampak sangat marah.


"Byeol-ssi, kamu baik-baik saja?" tanya Hyun Su yang datang menghampiri Lee Byeol


Mendengar suara Hyun Su seketika raut wajah Lee Byeol berubah.


"Maaf Samchon, aku pasti mengganggu mu" ucap Lee Byeol


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Hyun Su

__ADS_1


"Myung Sik marah padaku, tapi aku tidak tahu apa alasannya, aku ingin bicara dengannya dan meluruskannya tapi dia terus menghindari ku. Aku mengiriminya pesan tapi dia mengabaikan pesan ku, aku juga sudah menelponnya tapi dia malah menutup telponnya" ucap Lee Byeol sedikit merengek pada Hyun Su


"Kalian berdua nampak sangat dekat, itu pasti membuat mu bingung"


"Emm seperti yang kamu tahu aku punya satu adik, tapi setelah bertemu dengannya aku merasa punya dua adik. Kami sangat dekat seperti saudara kandung tapi kenapa dia melakukan ini pada ku?" ucap Lee Byeol sedih


"Samchon kamu mau jalan-jalan dengan ku?" tanya Lee Byeol


"Emm tentu" jawab Hyun Su sambil menganggukkan kepalanya tanpa sadar


"Ne?" tanya Hyun Su setelah sadar dengan apa yang di katakan Lee Byeol


"Jalan-jalanlah bersama ku samchon" ucap Lee Byeol memelas


"Hah..." Hyun Su menghela nafas


Mau tak mau Hyun Su harus pergi dengan Lee Byeol. Saat ini mereka sudah ada diluar, mereka berdua melangkah menyusuri jalanan di malam hari.


"Kamu mau kemana?" tanya Hyun Su


Lee Byeol menggelengkan kepalanya


"Bagaimana kalau kita pergi makan Jokbal kesukaan mu?" tanya Hyun Su, kedua tangannya dia letakkan di belakang punggungnya seperti biasanya


"Tidak, aku tidak mau makan" ucap Lee Byeol sambil menggelengkan kepalanya


"Bagaimana dengan permainan panahan yang kita mainkan saat itu?" tanya Hyun Su sambil menatap wajah Lee Byeol


"Aniyo Samchon"


Hyun Su melihat kedai di pinggir jalan


"Kamu mau soju?" tanya Hyun Su


"Dari apa yang aku amati manusia akan minum soju untuk melupakan masalah mereka, sepertinya kamu sangat butuh itu sekarang" ucap Hyun Su


"Tidak usah Samchon, aku tidak boleh minum. Dan jika aku minum itu akan melanggar kontrak"


"Khusus hari ini kamu boleh minum, karena aku akan menemani mu" ucap Hyun Su


"Tapi tetap saja... "


"Ayo" ajak Hyun Su lalu Hyun Su menggandeng lengan Lee Byeol


Keduanya pun melangkah dan masuk ke dalam kedai itu. Lee Byeol sangat senang karena akhirnya bisa minum lagi.


"Byeol-ssi, tertulis di 'The Analects' seseorang harus berhenti minum selagi seseorang merasa senang, kurasa kita harus membuat batasan sebelum mulai minum"


"Em" jawab Lee Byeol sambil mengangguk


"Berapa banyak soju yang bisa kamu minum?" tanya Hyun Su


"Tujuh botol soju" jawab Lee Byeol


Hyun Su agak terkejut "Tujuh....?"


"Ne"


"Bagaimana kalau kita pesan 1 botol saja?" tanya Hyun Su


"Eiii... 2 botol" ucap Lee Byeol sambil membentuk angka 2


Hyun Su tertawa "Sekarang kamu sedang membuat kesepakatan dengan ku?" tanya Hyun Su

__ADS_1


"Jika mau minum maka harus minum sampai merasa senang, seperti yang tertulis di 'The Analects'


"Hanya sebotol saja tidak akan bisa membuat seluruh tubuh ku senang" ucap Lee Byeol


"Tapi kamu sudah lama tidak minum, jadi..."


Lee Byeol mengangkat tangan kanannya ke depan, membuat Hyun Su berhenti bicara.


"Ayolah samchon, aku tahu leverku. Sebotol soju saja tidak akan membuat ku mabuk"


"Permisi, aku mau pesan 2 botol soju dan satu porsi tteokbokki" ucap Lee Byeol pada pemilik kedai


"Baik"


Tak lama pesanan Lee Byeol datang. Lee Byeol menuangkan soju ke gelas Hyun Su begitupun sebaliknya. Lalu keduanya bersulang.


Lee Byeol sangat menikmati sekali, setelah sekian lama dia tidak pernah minum soju.


"Ahh... senang rasanya bisa minum lagi, aku kira aku tidak akan bisa minum selama setahun" ucap Lee Byeol


"Byeol-ssi, kamu tidak akan pura-pura sedih setiap kali kamu ingin minum, bukan?" tanya Hyun Su


"Ohh.. itu ide yang bagus" ucap Lee Byeol bercanda


Hyun Su tertawa mendengar ucapan Lee Byeol.


Tak lama kemudian Lee Byeol mulai pengar. Lee Byeol pun mulai meracau.


Sesaat dia sedih, Lee Byeol takut bisa baikan sama Myung Sik


"Samchon, apakah aku bisa berbaikan dengan Myung Sik?"


Sesaat kemudian dia tidak peduli bisa berbaikan atau tidak.


"Terserahlah, aku tidak peduli bisa berbaikan atau tidak"


Sesaat kemudian dia senang dan minum lagi lalu memesan telur kukus.


"Permisi aku ingin pesan telur kukus" ucap Lee Byeol


Tak lama kemudian telur kukus pesanan Lee Byeol datang. Lee Byeol memakannya.


"Aw aw panas" ucap Lee Byeol kepanasan


Hyun Su yang melihat tingkah laku Lee Byeol pun tercengang


"Panas tapi ini enak" ucap Lee Byeol dengan senyum anehnya


Hyun Su mengedipkan matanya beberapa kali dan mengusap hidungnya tanpa sebab. Namun tak lama kemudian Hyun Su malah terkekeh saat melihat gaya makan Lee Byeol yang jauh dari kata anggun.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Lee Byeol


"Melihat mu membuat ku kagum, saat kamu bahagia lalu berubah kesal, saat kamu tertawa lalu murung"


"Apa maksud mu aku tidak bisa mengendalikan emosi ku?" tanya Lee Byeol kesal


"Bukan itu maksud ku.... aku menyukainya"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2