NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
BAB 1


__ADS_3

Di kediaman bapak kusuma semua anggota keluarga mereka sedang sarapan pagi sebelum melakukan aktivitasnya masing² termasuk Michelle yang sedang fokus dengan makananya karena dia harus cepat² datang ke sekolah untuk mengikuti ujian terakhirnya namun tiba² bapaknya berbicara


"Michelle ujian mu bagaimana lancar tidak" ucap pak kusuma kepada Michelle


"lancar pak hari ini juga ujian yang terakhir aku habis itu tinggal tunggu hasilnya terus tunggu kelulusan sekolah aku" jawab Michelle kepada bapaknya


"bagus 3 hari lagi kamu mau bapak nikahkan dengan anaknya teman bapak, pak wijaya yang anaknya bekerja sebagai CEO di perusahaan keluarganya " ucap pak kusuma kepada Michelle yang membuat Michelle terkejut dengan omongan bapaknya


"hahaha bapak kalo nomong suka becanda yang benar aja Michelle ini masih kecil buat menjadi seorang istri apa lagi Michelle belum lulus sekolah dan Michelle masih mau kuliah dan main keluar bersama teman teman aku" jawab Michelle kepada pak kusuma dengan panjang lebar


"bapak tidak sedang main² Michelle bapak ini sedang serius dan kamu tidak bisa menolak atau membuat alasan segala macam kalo kamu menolak bapak akan mencoret kamu dalam daftar keluarga ini" jawab pak kusuma lebih tegas dan membuat Michelle lebih tambah menjadi terkejut dan menagis


lalu Michelle melihat kepada ibunya yang dari tadi hanya diama saja tidak membantu bicara kepada bapaknya


"bu tolong bantu bicara kepada bapak kalo Michelle masih belum mau menikah bu"tanya Michelle kepada bu citra sambil menagis bersendu sendu


" maaf nak ibu tidak bisa membantu kamu, ibu juga sudah bicara kepada bapak kamu namun bapak kamu tidak mau dibantah,lagian kamu tau sendirikan kalo bapak kamu sedang serius tidak bisa di bantah keinginanya bapak kamu itu keras kepala"jawab bu citra sambil melihat ke arah pak kusuma dengan tatapan jengkel yang dari tadi sedang makan dengan tenag dan yang di omongkan oleh ibunya itu benar bawa pak kusuma jika dia sedang serius tidak bisa di bantah atau di ganggu gugat dengan terpaksa Michelle menerima pernikahan ini tidak ada gunanya juga bagi Michelle membantah pasti ujung² nya juga harus tetap dilaksanakan


"baik kalo itu kemauan bapak dan dapat membuat bapak bahagia tapi aku minta teman² sekolah aku tidak boleh ada yang tau tentang pernikaha aku ini" ucap Michelle kepada pak kusuma sambil menghapaus air matanya walaupun dia masih belum rela harus nikah muda


"baik itu terserah kamu saja dan tentang sekolah bapak sudah bicara kepada kepala sekolah kamu kata beliau tidak masalah karena kamu sudah mau selesai dalam ujian dan kelulusan sekloah dan untuk kuliah nanti kamu bisa bicarakan denga suamimu nanti bapak yakin dia pasti setuju karena dia anak yang baik sama seperti bapaknya pak wijaya" jawab pak kusuma kepada Michelle dengan tenag karena akhirnya anaknya mau menerima pernikahan ini


tintintin suara gojek pesanan Michelle sudah datang ketika ia mau berangkat ke sekolah ,memang Michelle tidak di ijinkan oleh bapaknya mengendarai kendaraan sendiri kemanapun kata bapaknya bahaya untuk kamu

__ADS_1


"ojek pesanan aku sudah datang Michelle berangkat dulu " ucap Michelle kepada bapak dan ibunya sambil menyalami mereka.


Setelah kepergian Michelle pak kusuma langsung memberi pesan singkat mengunakan handipone kepada pak wijaya tentang keputusannya


*Pak anak saya sudah setuju dengan rencana pernikahan ini bagaimana kaputusan dari anak bapak**


Sedangkan di kediama pak wijaya mereka sedang menunggu kedatangan Marcel putra mereka untuk sarapan bersama dan membicarakan tentang pernikahan ini namun tiba² handipone pak wijaya berdering tandanya ada pesan baru lalu pak wijaya melihat pesan itu dan tersenyum setelah melihat pesan dari pak kusuma


*Baik pak saya tinggal menunggu persetujuan dari anak saya dia sedag dalam perjalanan menuju ke sini bisa saya pastikan anak saya harus mau menerima keputusan ini***


tintintin suara kelakson mobil mersedes kekuaran terbaru anaknya dan pak wijaya langsung menuruh asisten rumah tangganya untuk membukakan pintun depannya


"bi asih tolong bukakan pintunya ya bi" ucap pak wijaya kepada asisten rumah tangganya


"baik pak" jawab bi asih kepada majikanya sambil berlari


"terimakasih bi baik aku ke sana duluan ya bi" jawab Marcel sambil berjalan ke ruang makan menemui kedua orang tauanya yang sedang menunggu dia


"pagi pih mih maaf agak lamaan dikit tadi di jalan agak macet biasa jamnya pergi kerja sama sekolah" ucap Marcel kepada orang tuanya sambil menyalaminya


"gak papa sel masakanya juga baru selesai biasa mami kamu mau masak


buat anak tercintanya" jawab pak wijaya sambil tekekeh melihat ke istrinya di samping tempat duduknya

__ADS_1


"iyah dong pih gimana sih anaknya mau makan dirumah pasti maminya bantu masak juga dong biar ada rasa campur tangan maminya" jawab buk mila sambil mengambilkan makanan untuk suami dan anaknya


"oh iyah gimana keadaan kamu dan perusahaan semuanya baik" ucap pak wijaya kepada Marcel yang sedang makan sarapanya


"baik kok pih gimana juga keadaan papi dan mami sehat" jawab Marcel kepada orang tuanya


"ya yang seperti kamu lihat kami baik kok cuman satu yang kurang dari kami yaitu cucu kapan kamu mau memberi kami cucu" ucap pak wijaya yang langsung menghentikan kunyahaan Marchel


"papi apaan sih yang pasti aku belum menemukan yang pas untuk aku nanti juga aku kasih kok tenag aja" jawab Marcel kepada pak wijaya


"kapan kamu selalu jawab seperti itu saja apa kamu mau melihat kami kesepian setiap hari saja tidak ada yang akan memanggil kami opah omah" ucap pak wijaya kepada Marcel


"ya nanti aku usahain tahun depan kalian akan dapet mantu dan cucu untuk kalian" jawab Marcel masih sambil melanjutkan sarapannya


"oke kalo begitu kamu harus mau menerima pasangan yang sudah kami tentukan tidak ada penolakan sama sekali dari kamu kamu tinggal jawab "ya" saja tahun depan itu masih lama Marchel pokonya kamu harus mau jika tidak kamu papi kirim ke jogja tinggal bersama nenek kamu di sana biar dia yang carikan kamu pasangan dan kamu akan papi pecat di perusahaan sebagai CEO serta pasilitas kamu kami ambil"ucap pak wijaya dengan lebih tegas dan langsung membuat Marcel tersedak oleh makan nya dan langsung di beri air oleh buk mila


"hahahaha papi kok gitu sih becandanya udah ngancemnya sadis lagi oke oke


aku terima pilihan kalian asalkan yang cocok dengan aku kalo tidak aku akan batalkan pernikahan ini" jawab Marchel walupun dia juga belum tahu wajah istrinya cantik apa tidaknya


"haaah kamu serius nak terimakasih ya nak akhirnya mami cepet punya cucu juga" jawab buk mila sambil terkejut dan bahagia atas jawaban anaknya


"baik papi pastikan calon mantu kami pas untuk kamu dan kamu tidak akan menolaknya dan 3 hari lagi kamu akan menikah " jawab pak wijaya dengan senang sama seperti istrinya

__ADS_1


"baik kalian atur saja gimana bagusnya aku tunggu sah nya saja oke kalo begitu aku berangkat ke kantor dulu " ucap Marcel kepada orang tuanya sambil menyalaminya dan pak wijaya langsung memberi pesan kepada pak kusuma dengan hati yang senang


***pak anak saya sudah setuju dengan pernikahan ini tinggal kita atur saja tesepsinya**


__ADS_2