NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
BAB 4


__ADS_3

Keesokan paginya Michelle dan kedua orang tuanya sudah dalam perjalanan menuju ke gedung kesenian tempat resepsi pernikahan Michelle dan Marcel nanti. Sebelum berangkat ke gedung pernikahan, Michelle sudah di rias bak putri cantik yang anggun dan mempesona hanya saja matanya terlihat merah dan sedikit sembap karena selama di rias Michelle tidak bisa menahan tangisnya sampai dia harus di rias ulang, Michelle nampak menggunakan gaun putih yang di letakan ibunya kemarin di kamarnya, serta rambutnya di tata dengan rapi. Mungkin saja jika Marcel mengetahui calon istrinya secantik ini dia tidak akan pernah ragu denga keputusan dan pilihan kedua orangtuanya ini.


Sementara keluarga wijaya baru saja sampai sepuluh menit yang lalu di gedung resepsi pernikahan. Marcel nampak lebih gagah dan tampan mengenakan jas putih milik perancang yang terbaik di kotanya .


Suasana di gedung terlihat mewah dan elegan karena pak wijaya dan pak kusuma memilih perancang resepsi pernikahan yang cukup terkenal di kota ini dan para tamu undangan pun sudah ada yang datangan kebanyakan dari rekan kerja dan teman teman kedua orang tuanya mereka saja, Michelle hanya mengundang keempat sahabatnya saja sedangkan Marcel hanya Dino dan para kariawan kantor nya saja.


********


Acara pernikahan Marcel dan Michelle pun berjalan dengan lancar selama resepsi banyak yang memuju ketampanan dan kecantikan Marcel dan Michelle, Sampai keempat sahabatnya Michelle terpesona dengan ketampanana Marcel, Termasuk Michelle yang tadinya dia berhayal calon suami nya adalah seorang om om yang gendut dan jelek tapi itu semua kebalikan dari prediksi Michelle dan keempat sahabatnya itu namun terlihat sedikit dingin, Seperti saat ini ketika mereka dalam perjalanan menuju ke rumah Marcel tidak ada yang membuka suara sama sekali hanya ada keheningan saja, Michelle hanya melihat keuar jendela saja sedangkan Marcel hanya fokus menyetir sambil memikirkan pembicaraan mereka dengan kedua orang tuanya tadi sebelum mereka pulang bahwa mereka tidak boleh bercerai sampai kapan pun dan permintaan itu mereka patuhi lagian seberat beratnya masalah keluarga mereka nanti Marcel tidak akan mau bercerai dia hanya ingin menikah satu kali dalam hidupnya sama hal seperti papi maminya yang bertahan bersama sampai mereka tua seperti sekarang ini, Marcel akan mempertahankan rumah tangganya nanti bersama Michelle dan masalah dengan cinta, cinta akan tumbuh seiring berjalanya waktu


Saat mereka sudah sampai depan rumah Marcel, Michelle terkagum dengan rumah Marcel yang luas seperti lapangan bola, lebih luas dari pada rumahnya sendiri


"kak Marcel ini rumah siapa" ucap Michelle kepada Marcel dengan sebutan "kak" karena dia bingung mau panggil apa

__ADS_1


"rumah aku sendiri" jawab Marcel sambil membuka kunci pintu rumahnya


"kak Marcel ga tinggal sama papi maminya " ucap Michelle sambil berdiri di belakang Marcel


"ngak, ayo masuk udah malem" jawab Marcel sambil masuk kedalam menyalakan lampu ruang tamunya dan di ikuti Michelle dari belakang


"kok sepi rumah nya kak Marcel gak punya asisten rumah tangga " ucap Michelle sambil melihat kanan kiri tapi tidak menemukan siapa pun


"asisten rumah tangga aku lagi ijin pulang kampung anaknya sakit" jawab Marcel sambil menaiki anak tangga rumahnya


Saat Marcel membuka pintu kamarnya Michelle lebih takjub dengan keluasan kamarnya lebih luas dari pada kamarnya yang ada di rumah nya


"ini kamar kita baju baju kamu sudah ada di dalam lemari itu " ucap Marcel kepada Michelle sambil membuka jas nya

__ADS_1


" kok bisa ada baju baju aku sih kan tadi kopernya masih ada di bagasi mobil kak" jawab Michelle sambil memasang wajah bingung


"itu udah di siapin sama mami dan ibu kamu waktu itu, kamu bersih bersih aja dulu baru tidur " ucap Marcel kepada Michelle sambil berjalan ke kuar kamar


"kak Marcel mau ke mana ga mau bersih bersih juga "jawab Michelle sambil melihat Marcel yang hendak pergi keluar


" aku bersih bersih nya di kamar bawah aja"ucap Marcel sambil menutup pintu kamarnya


saat Michelle ingin membuka lemari memilih baju tidurnya, ponselnya berdering pesan masuk dari sahabatnya yang isinya "selamat menikmati malam pertamanya ya chell" dan pesan itu membuat Michelle sedikit takut dan gugup pasalnya dia belum siap melakukan hubungan intim, ciuman saja dia belum pernah merasakanya


Selesai membalas pesan Michelle berjalan menuju lemari pakaianya, saat dia membuka lemarinya dia terkejut melihat baju tudur barunya


"baju apaan ini masa aku pake baju kurang bahan gini sih nanti kalo kak Marcel liat aku pake yang giniana bisa malu aku"

__ADS_1


"jadi aku pake apa malam ini mau minta tolong abilin koper pasti kak Marcel nya juga lagi mandi, terpaksa di pake tapi tetep tenang chell ga akan terjadi apa apa " ucap Michelle sambil membawa baju tidurnya ke kamar mandi lima belas menit kemudian Michelle keluar dari kamar mandi dia langsung memilih tidur karena dia sudah merasa ngantuk dan lelah seharian ini


__ADS_2