NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Sewa rumah


__ADS_3

"Maaf pak! kartu ATM anda tidak dapat digunakan, sepertinya sudah terblokir!"


Devan membuang nafas nya kasar,, semua kartu ATM yang miliki rupanya sudah benar benar di blokir sang Mami.


"Coba yang ini , Mbak!"


Devan mengeluarkan satu ATM rahasia nya yang selama ini ia simpan untuk keadaan darurat.


Uang yang ia simpan di Bank rahasia,hasil jerih payahnya sendiri saat ia di luar negeri.


"Mau diambilnya berapa pak!?"


Nah, akhirnya!plong rasanya perasaan Devan kini, akhirnya ia masih bisa pegang uang dan bisa menyewa rumah yang layak bersama Isha.


"10 juta,bisa?!"


"Bisa Pak,itu maksimal tarik tunai di tempat kami!"Jawab sang kasir di sebuah mini market tempat Devan hendak membeli sesuatu.


"Ya sudah, sekalian hitung juga belanjaan ku,ya!"


"Baik Pak!"


Setelah selesai ia pun segera menemui Isha yang sedang melihat lihat rumah untuk mereka sewa.


"Kamu dari mana aja,lama banget, aku nungguin kamu dari tadi!"Isha terlihat kesal karena Devan menghilang begitu saja,dia pikir Devan sudah sengaja akan meninggalkan nya.


"Gimana, udah dapet yang cocok?! kamu suka yang mana?!"Devan malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Isha.


"Kita ke tempat lain aja,disini mahal semua, terlalu elite!"bisik Isha,ia takut percakapan nya di dengar pemilik rumah.


"Bu,, istri saya suka rumah yang mana?!"Devan malah memanggil sang empunya rumah, tempat itu memang terlihat bersih dan nyaman, meskipun tempat nya dekat pasar,tapi sama sekali tidak terlihat kumuh dan jorok,disana terlihat berjejer beberapa rumah seperti komplek perumahan namun lebih simple dan cukup lah untuk ditinggali pengantin baru seperti Isha dan Devan.


"Dev, gak usah! uang kita tidak akan cukup!"Bisik Isha sambil menahan tangan Devan dan mengapit nya agar segera pergi dari sana.


"Istri Anda seperti nya suka yang ini,Den! kamarnya ada dua, dapur dan kamar mandinya pun cukup luas, juga ada sedikit pekarangan untuk berkebun,, namun ada juga yang ini, menurut Ibu lebih cocok untuk kalian pengantin baru,dan belum punya anak, kamarnya hanya satu ,kamar mandi dan dapur ada tapi tidak ada pekarangan, harganya lebih murah dan agak terpencil dari tetangga,tapi lebih gampang akses nya ke jalan raya dan pasar,,, gimana menurut Aden?!"


"Kita ambil yang ini kalau begitu!apa perabotan nya juga sudah lengkap Bu?!"Jawab Devan sambil berjalan menuju rumah satu kamar yang ditunjukkan pemilik rumah tersebut, sebenarnya uang nya masih cukup untuk menyewa rumah yang lebih luas, tapi ia lebih suka rumah yang hanya ada satu kamar,,dia nyaman jika harus tidur satu kamar dengan Isha, sudah menjadi kebiasaan saja mungkin atau karena ia tidak ingin jauh jauh dari istri nya itu.

__ADS_1


"Sudah Den, bisa langsung ditempati,, nanti saya akan mengantarkan sprei baru dan saya juga minta kartu identitas kalian juga surat nikah nya ,ya!"Kata pemilik rumah itu sambil memberikan kwitansi sebagai tanda lunas pembayaran uang sewa rumah selama satu bulan.


Isha cukup terheran heran dari mana asal uang yang Devan pakai untuk membayar uang sewa tersebut, jumlah nya cukup besar,3,5 juta ,, sedangkan mereka hanya memegang uang 2 juta saja,dan itu pun masih utuh di tangan Isha.


Devan tak memperdulikan Isha yang masih berdiri di depan rumah sambil terheran heran penuh tanda tanya.


Ia malah membuka kunci rumah tersebut dan masuk ke dalam untuk melihat lihat sambil menenteng dua keresek segala macam keperluan rumah tangga dan beberapa makanan yang ia beli dari mini market tadi.


"Ayo masuk dan lihatlah!Aku cukup menyukai nya! memang sih tidak sebesar rumah kita, tapi rumah ini cukup bersih dan nyaman untuk ditinggali!"


Ajak Devan sambil menarik tangan Isha agar masuk ke tempat tinggal baru mereka.


"Dev,kamu punya uang dari mana? orangtuamu yang kasih ya?! kamu habis ngambil uang kan di ATM?!"Isha tak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.


"Iya, memang nya kenapa,gak boleh?itu kan uang aku!"Jawab Devan sambil tiduran di atas kasur tempat tidur mereka yang masih belum dipakai kan sprei.


"Memangnya masih bisa?!gak di blokir!?"Tanya Isha masih penasaran.


"Mau tahu aja atau mau tahu banget?!kalau mau tahu banget sini peluk aku dulu!"Goda Devan sambil menarik tubuh Isha agar tiduran bersama nya.


"Permisi!aduh maaf, pintu nya masih terbuka,saya pikir kalian tidak sedang,,,"


Tiba tiba saja ibu pemilik rumah masuk begitu saja karena melihat pintu rumah tersebut masih terbuka lebar,dan ia cukup terkejut saat melihat penyewa baru rumah nya sedang bermesraan di kamar mereka yang pintunya juga terbuka lebar.


"Oh,gak apa apa Bu, maaf kami yang lupa menutup pintu!"Jawab Devan dengan santainya, sedang kan Isha sangat malu karena sudah kepergok.


"Ini saya mau mengantarkan sprei baru nya,kalau begitu saya permisi dulu, jangan lupa kunci pintu nya!"Kata Ibu itu sambil tersenyum menggoda,ia pun langsung keluar lagi dari rumah itu.


Bugh!


"Aww!sakit!"


Teriak Devan, begitu Ibu itu keluar, pukulan Isha langsung mendarat di bahu Devan dengan cukup kerasnya.


"Makanya jangan suka sembarangan!kan malu jadinya!"Gerutu Isha langsung marah marah.


"Kenapa mesti malu,kita kan udah halal!"Jawab Devan cuek,ia malah menghampiri Isha dan berniat menggangu nya lagi.

__ADS_1


"Berani mendekat lagi,aku pukul kamu lagi ya!"Ancam Isha sambil mengacungkan ujung sapu lidi yang sedang ia pegang, Devan mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah, kemudian Isha merebut sprei dari tangan Devan dengan tatapan menakutkan,ia pun segera memasang kan sprei tersebut, sedangkan Devan membongkar belanjaan nya tadi.


"Aku dulu yang mandi,atau mau kamu dulu?aku udah beli handuk dan sabun nya, juga satu pakaian ganti!"Teriak Devan dari ruang tengah.


"Bodo amat!"Jawab Isha dengan ketus nya.


"Ya udah kita mandi bareng aja yuk!"Devan malah terus menggoda Isha,ia pikir sikap Isha sangat lucu saat ia sedang marah.


"Ogah banget ya, mending aku gak mandi sekalian!"Teriak Isha lagi.


Terdengar Devan tergelak sambil berlalu menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi,Devan mengeringkan rambut nya menggunakan handuk, tiba-tiba saja Isha melewati nya sambil menubruk tubuhnya dengan sengaja,Isha pun masuk ke kamar mandi untuk mandi juga.


"Apaan sih gak jelas banget!"Gumam Devan sambil berlalu menuju dapur yang menyatu dengan kamar mandi,ia berniat membereskan makanan dan di masukkan ke dalam kulkas mini yang tersedia.


10 menit kemudian,,


"Dev,,Devan!"Teriak Isha.


"Apaan sih, berisik!"Jawab Devan,ia masih sibuk menata makanan di kulkas.


"Handuk ku mana!baju ganti ku juga!"


"Gak ada,aku lupa beliin buat kamu!"Devan masih saja menggoda Isha, terbersit lah ide untuk terus membuat pembalasan kepada Isha,kalau marah dia memang sangat menggemaskan tetapi kadang juga sangat menyebalkan.


"Devan, cepetan ah, Aku sudah kedinginan,aku mau sholat magrib, nanti keburu telat!"Teriak Isha setengah memelas,ia tahu Devan sedang mengerjainya.


"Coba panggil aku dulu dengan sebutan sayang!"Kata Devan yang sudah berdiri dihadapan pintu kamar mandi.


Tidak terdengar jawaban dari dalam kamar mandi, sepertinya Isha sangat enggan mengatakan satu kata yang belum pernah ia katakan sebelumnya kepada siapapun.


Devan masih terus mengoceh dari luar kamar mandi sambil membawakan handuk dan baju ganti yang sempat ia beli tadi, meskipun baru satu saja.


Namun Isha tak kunjung menjawab ocehan suaminya, biasanya dia tidak akan pernah diam,Isha sangat keras kepala dan tak pernah mau mengalah terhadap Devan.


"Sha,,,Sha!? kamu kok diam aja?!Sha, kamu baik baik saja kan?!"Devan yang mulai curiga karena Isha tak lagi menyahuti nya,segera membuka pintu kamar mandi namun terkunci dari dalam,Devan terus menggedor gedor pintu ingin mengetahui jika Isha masih baik baik saja di dalam ,Devan sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2