
Di perjalanan menuju kantor Marcel memikirkan jawab tadi yang dia berikan kepada kedua orangtuanya benar atau tidaknya sebenarnya di hati kecilnya dia belum setuju dan belum yakin apakah dia mau menikah untuk saat ini apa lagi dengan wanita yang sama sekali dia tidak ketahui identitas aslinya baik apa tidaknya dia tidak mau memilih asal wanita karena banyak di luar sana wanita yang tertarik denganya bukan karena kegantenganya saja melainkan ada yang tertarik karena harta dan jabatanya saja
"aaahhhh kenapa sih harus kaya gini bikin ribet aja aaahhh" frustasi Marcel di dalam mobilnya sambil mengacak nacak rambutnya.
Sama halnya dengan Marcel,Michelle dari pagi datang ke sekolah sampai jam istirahat dia terlihat murung saja tidak seperti biasanya dia yang terlihat selalu ceria dan cerewet terhadap teman² sekarang malah diam aja irit bicara sampai sisil,karin,elsa,dan cici bingung di buatnya dengan teman cerewetnya yang satu ini
"woy lo kenapa sih dari pagi sampe sekarang diem aja kesambet lo gak kaya bisa nya" gerut elsa kepala Michelle
"iyah kenapa sih cerita dong, kita ini sahabat lo tenag aja kita jaga kok rahasia lo aman" tambah sisil
"ihhh berisik banget sih lo gue itu lagi sedih gue itu mau di nikahin sama bapak gue 3 hari lagi sama anak temenya" jawab Michelle kepada elsa dan sisil yang bikin tambah gak mood
"WHAT lo mau di nikahin" jawab keempat sahabatnya secara serempak yang di buat terkejut oleh Michelle
"suuuttttt lo semua berisik banget sihh nanti gimana kalo ada yang denger gue juga gak budek kale santai aja kagetnya"ucap Michelle kepada teman teman nya
" iyahiyah sorry namanya juga refleks wajar dong lagian gak ada siapa² kok pada ke kantin semua cuma kita doang di sini"jawab elsa
__ADS_1
"lo serius gak lagi becandakan yang bener dong kalo ngomong jangan asal aja" tambah cici kepada Michelle yang masih di buat terkejut oleh Michelle
"serius lah liat dong muka gue emang keliatan kaya becanda,gimana dong gue belum siap jadi seorang istri atau ibu ibu gue masih mau main² kaya kalian bebas mau kemana aja" jawab Michelle kepada keempat sahabatnya
"yang sabar ya cel pasti bapak kamu milih yang terbaik buat kamu nantinya, kita sebagai anak cuman bisa nurutin aja apa yang terbaik buat kita" jawab karin kepada Michelle sambil memeluk sahabatnya itu
"iyah yang sabar ya gue doain semoga calon suami lo ganteng,cakep,baik,dan sayang sama lo" tambah cici yang membuat Michelle lebih tenag dengan sportnya sahabat²nya
"iyah makasih ya kalian semua selalu ada baut gue mau susah ataupuan senang" jawab Michelle sambil membalas pelukan sahabat sahabatnya
"itumah mau lo mesum pikiran lo dasar" tambah elsa sambil menjitak sisil sambil tertawa
"ihhh sakit tau lo mah becandanya kasar sayang tau otak gue nanti kalo gue lupa ingatan mendadak gimana emang kalian mau gue lupakan lagian bener kale apa yang gue omongin fakta coy kan enak bisa peluk kalo kedinginan nantinya juga"tambah sisil kepada Michelle sambil mengelus elus kepalanya
" udah² nanti lagi di bahasnya mending kita kekantin yuk laper nihh nanti keburu masuk emang kalian gak laper apa"ucap cicikantin
dia sudah menahan laper dari tadi
__ADS_1
"iyah laper sih udah yuk ah kita makan gue juga udh ada moodnya dikit karena kalian makasih ya udah semagatin gue sama motivasiin gue" kata Michelle kepada sahabat sahabatnya sambil memeluk keempat sahabatnya lagi
"sama sama itu emang itu kan gunanya sahabat sama² susah sama² senengnya juga yuk kita makannn" ucap karin sambil merangkul sahabat²nya menuju ke kantin
Sedangkan di perusahaan wijaya grup Marcel sedang mengerjakan banyak dokumen yang harus dia selesaikan sekarang juga karena akan di adakan metting dengan perusahaan lain,ditengah tengah kesibukanya Marcel dikejutkan oleh kedatangan dino sekertarisnya sekaligus sahabatnya ketika mereka SMA
"Mar mau titip makan ngak atau mau ikut udah ayo nanti lagi nerjainya ayo kebaru abis waktu istirahatnya" kata dino kepada Marcel yang dari tadi tidak melihat keberadaanya
"gak nanti aja gue selesain ini dulu dikit lagi, lagian lo itu sekertaris malah santai² aja sedangkan gue bosnya yang ribet kerjaiinnya udah sana balik keruangan lo gak usah istirahat²an "jawab Marcel kenapa dino
"ya elah lo mah kerja mulu otaknya,udah ahh gue mau makan dulu laper tau nanti malah gak konsen lagi gue pas mettingnya nanti lo juga yang ribet kalo gue pingsan atau kenapa²kan udah ahh beyy bosku"ucap dino sambil melangkah keluar dari ruangan Marcel tampa menunggu jawaban dari Marcel dulu dan Marcel hanya geleng² kepala saja dengan kelakuan dino yang kadang sangat aneh dia pun sama anehnya dengan dino kenapa dia mau menjadikan dino sebagai sekertarisnya
POV Marcel
Seorang CEO muda yang memiliki wajah ganteng,cool,berkarisma,maskulin dan berbadan atletik pokonya tipe semua wanita dan di umurnya yang masih di 25 tahun ini dia sudah menjabat sebagai seorang CEO yang sudah mempunyai segalanya tapi di balik sikapnya yang baik dia juga memiliki sikap ganda dingin terhadap wanita yang hanya ingin hartanya saja maka dari itu dia akan menunjukan sifat kejam dan dinginya kepada setiap wanita yang berani mengoda mendekatinya dan menganggu ketenagan hidupnya.
*Halo bagi yang baru membaca novel saya ini semoga menarik karena ini novel pertama yang saya buat jadi mohan maaf bila ada kesalahan dalam kata² atau penulisanya yang tidak di mengerti kalian bisa menulisnya di kolom komentar bila ada yang tidak mengerti dan mohon bingbinganya
__ADS_1