
Sejak kejadian itu,Isha menjadi sangat pendiam.
Tak ada lagi bantahan ataupun obrolan diantara mereka,Isha hanya melakukan apa saja yang dikatakan Devan,tak ada lagi pertengkaran yang biasanya menghiasi rumah tangga mereka.
Jujur ,Devan merasa ada yang kurang dengan sikap Isha yang seperti itu, biasanya dia selalu cerewet membantah setiap apa yang ia katakan, meskipun kadang menjengkelkan, tapi menjadi pendiam seperti itu malah lebih membuat rumah tangga yang mereka jalani semakin tidak nyaman, seperti ada benteng tinggi pemisah diantaranya mereka berdua.
Hubungan mereka tidak ada perubahan sama sekali bahkan semakin menjauh saja.
"Mami gak jadi kesini, dia ada acara arisan di Singapura bareng temen temen nya,dia akan mengirimkan orang untuk bantu bantu kamu di rumah! soalnya besok aku mulai masuk kantor lagi!"
Ucap Devan sambil menikmati makan malam masakan istrinya.
Isha tak menjawab, ia masih fokus dengan makanan yang belum ia habiskan.
Tak lama ia pun beranjak ke dapur dan mencuci piring bekas makan nya sendiri.
Devan mulai resah,ia ingin Isha kembali ceria seperti pertama mereka bertemu,kini bawel nya seakan menghilang, senyum nya pun lenyap di balik cadar nya yang tak pernah ia buka sekalipun dihadapan nya.
"Sha,kamu masih marah ya sama aku?! kamu kok jadi berubah gini sih,aku kan udah minta maaf,,jika kamu merasa ingin kita pisah, besok aku akan coba ngomong sama Papi!"Kata Devan ,ia ingin tahu apa yang sebenarnya Isha harapkan dari pernikahan mereka, makanya dia menawarkan diri untuk mengajukan gugatan cerai.
Isha tetap tidak menjawab,ia malah mengambil piring bekas makan Devan lalu mencuci nya, bahkan ia tak menoleh sedikit pun ke arah suaminya itu.
Jujur ia sangat kecewa, Isha semakin yakin jika pernikahan mereka memang sudah tidak bisa lagi dilanjutkan, lebih baik ia menanggung malu karena pernikahan nya berumur sangat pendek daripada ia mengalami terus menerus menerima perlakuan buruk dari Devan.
"Jawab dong Sha,jika kamu bilang iya aku akan segera menceraikan kamu,jika kamu masih mau lanjut,ya kita coba aja!"Ucap Depan serius,ia ingin mendapatkan kejelasan atas pernikahan mereka, setelah sikap diam Isha,ia merasa hubungi mereka semakin terkatung katung.
"Terserah kamu aja!jika itu jalan yang terbaik untuk kita, mungkin berpisah akan lebih baik!"Jawab Isha sambil mengelap tangan nya yang basah.
"Ya udah kalo gitu,besok kita temui Papi bersama!aku yakin Papi akan lebih mendengarkan kamu dibandingkan aku!"Kata Devan , meskipun sebenarnya ia ragu , apakah Papinya akan setuju atau malah akan mendamprat nya,, yang jelas jika itu yang diinginkan Isha ,apa boleh buat!ia pun ingin hidup bebas seperti ia masih bujangan kemarin.
...****************...
"Wah, pengantin baru nih!udah puas bulan madunya?! harus nya kalian kesini bawa kabar gembira buat Papi dong! Kamu hamil kan!?"Canda Tuan Mahendra begitu melihat Devan muncul di perusahaan bersama Istri nya.
Sepanjang mereka masuk ke dalam perusahaan tadi, semua mata para karyawan memandang Devan dan Isha yang berjalan berjauhan, mereka semua ber desas desus membicarakan tentang pernikahan mereka yang tidak harmonis karena pernikahan mereka dilakukan bukan atas dasar cinta, namun karena keterpaksaan.
Mereka pun akhirnya bubar setelah Reno, sekertaris Devan, memarahi mereka dan menyuruh mereka semua kembali bekerja dengan ancaman dipotong gaji karena sudah menggosipkan Bos di kantor.
__ADS_1
"Apaan sih Pih!baru aja satu Minggu, masa udah langsung hamil,, emang nya kita nabung dulu apa!?"
Jawab Devan sambil duduk di sofa yang terdapat didalam ruangan Papinya yang super mewah bak di hotel bintang lima.
"Sembarangan kamu!"
Kata Tuan Mahendra sambil menyambut uluran tangan Isha yang akan menyalami nya dengan sopan.
"Papi sehat?!"
Sapa Isha begitu sopan,,
"Aku selalu baik baik saja sepanjangan anak anak ku tidak membuat masalah,, bagaimana, Devan memperlakukan mu dengan baik, bukan?!"Kata Tuan Mahendra balik bertanya.
Isha hanya mengangguk sambil melirik ke arah orang yang sedang dibicarakan.
"Ayo duduklah!Ada yang ingin Papi bicarakan dengan kalian, kebetulan sekali hari ini kalian datang,tadi nya Papi berniat memanggil kalian berdua kemari!"
Ucap Tuan Mahendra sambil duduk di kursi kebesaran nya.
"Lalu apa yang membawa kalian kesini, pasti ada yang kalian bicarakan juga kan sama Papi?!"Tanya Tuan Mahendra membuka pembicaraan, karena mereka berdua masih diam saja.
"Kamu saja yang bicara!"Bisik Devan.
"Tidak,,kamu saja!"Bisik Isha pula.
"Kan kamu yang menginginkan nya!"Balas Devan.
"Lah!kok aku,kan ini juga ide kamu!"
"Ya kamu juga kan setuju,,!"
"Ayolah Dev! kalian sudah dewasa!apa yang ingin kalian katakan sama Papi!"Tuan Mahendra mulai kesal dengan tingkah mereka berdua.
"Eumm ,,ini Pih,,,Euh,,"
Ucap Devan terlihat masih ragu,ia menggaruk pelipis nya karena canggung.
__ADS_1
"Kita kan udah mengikuti kemauan Papi,, sekarang setelah satu Minggu kita belajar hidup berdua,dan kita udah tahu sifat masing-masing, karena hubungan kita berdua tidak ada kemajuan dan daripada kita terus saling menyakiti satu sama lain,kita memutuskan untuk berpisah saja!"Ucapan Devan terdengar begitu berat,ia takut Papi nya akan marah dengan keputusan yang mereka berdua ambil.
Sejenak keheningan menyelimuti ruangan tersebut,Tuan Mahendra hanya menatap kedua insan tersebut dengan tatapan penuh selidik.
"Hahahaha!apa kalian yakin dengan keputusan kalian?!baru saja satu Minggu kalian menikah, sekarang udah mau cerai lagi! lalu bagaimana dengan kontrak perjanjian kalian?!"Tawa Tuan
Mahendra begitu terdengar menggema mengisi seluruh ruangan.
"Perjanjian,,? perjanjian apa maksud Bapak!?"Isha benar benar tidak mengerti dengan apa yang diucapkan mertua nya itu.
"Renn!!"
Ucap Tuan Mahendra kepada sekertaris Devan yang juga merupakan tangan kanannya,ia menengadahkan tangan nya seperti meminta sesuatu.
Reno seakan sudah mengerti,dia mengambil dua berkas di meja Bos besar nya itu,lalu memberikan nya kepada Tuan Mahendra.
"Perjanjian yang ini,apa kalian lupa sudah menandatangani nya,kalian tidak membacanya nya!?"Kata Tuan Mahendra sambil menyodorkan berkas tersebut ke arah keduanya.
Isha dan Devan pun membacanya dengan seksama,,ada poin poin yang diganti sejak mereka menandatangani nya sebelum mereka menikah.
"Apa apaan ini Pih!?Kok isinya jadi gini sih!ini sih sangat merugikan Devan!masa isinya seperti ini!"Kata Devan sambil melempar berkas tersebut.
Tuan Mahendra hanya tertawa melihat kalang kabut nya Devan.
"Ini banyak poin yang di ganti Pak,,ini juga akan sangat merugikan saya sebagai perempuan!"Protes Isha pula.
"Ya kalian tidak akan rugi,jika kalian sama sama berusaha bekerjasama, disana kan di cantumkan jika kamu yang gugat cerai duluan,maka seluruh aset dan saham kamu akan jatuh ke tangan Devan,dan jika Devan yang minta cerai duluan,maka seluruh aset dan saham Devan akan jatuh ke tangan kamu,jika kalian sepakat untuk bercerai,maka aset dan saham kalian akan jatuh ke tangan Tuan Mahendra, yaitu Aku sendiri! kalian harus pergi tanpa membawa satu sen pun dari apa yang menjadi hak kalian! Namun jika kalian mencoba mempertahankan rumah tangga kalian,maka dengan senang hati apa yang menjadi hak kalian akan menjadi milik kalian seutuhnya!"
Dengan gamblang Tuan Mahendra menjelaskan isi perjanjian tersebut dengan senyuman liciknya.
"Apa?!"
Keduanya nampak begitu sangat keberatan dengan isi perjanjian tersebut, terasa sangat merugikan kedua belah pihak, mereka tak dapat memilih salah satu nya.
"Kamu kan yang minta kita pisah duluan, jadi harus nya gak ada masalah dong jika akhirnya semua milik mu akan menjadi milik ku,,toh alasan kamu mau pisah dariku karena kamu kamu tertarik dengan pria Korea itu kan, pasti kamu pikir dia lebih tajir dariku!"Tuduhan Devan bukan tanpa alasan, jujur dia gak suka dengan Pria Korea itu yang terang terangan meminta Isha dari nya.
"Apaan sih! kamu gak jelas banget deh! bukan nya kamu yang mau kita pisah aja! jangan dikira aku bodoh ya!kamu mau kita pisah agar kamu bisa bebas berhubung dengan para perempuan penghibur itu kan!"Balas Isha tak mau kalah, akhirnya perang adu mulut pun terjadi diantara keduanya.
__ADS_1
"Kalau gitu bagus dong!Aku yang akan menjadi pemilik aset kalian berdua,dan sudah bisa dipastikan pewaris Mahendra corp adalah Revan Mahendra,dia selalu melakukannya apapun yang aku perintahkan,,,Ren! segera urus surat wasiat ku kepada pengacara!"
Kata Tuan Mahendra membuat ketakutan keduanya semakin menjadi.