
"Sebenarnya jika dipikir pikir,apa kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama,kita selalu ada satu sama lain saat sedang dibutuhkan,,apa kamu juga merasa seperti itu?!"Kata Devan, entah dia serius atau hanya sekedar menggoda Isha saja.
Sejenak Isha hanya terdiam di ujung tempat tidur.
Kemudahan dia melemparkan bantal ke wajah Devan yang baru saja terbangun itu.
"Hentikan lelucon konyol mu itu Tuan Devan Mahendra, jangan lupakan tujuan kita menikah itu untuk apa,, fokus saja untuk mengembangkan perusahaan milik ku agar semakin sukses,jika tidak, aku akan melaporkan kejadian yang menimpaku beberapa kali ini karena akibat ulah mu kepada Tuan Mahendra,Ayah mu itu!kau akan tahu akibatnya!Ha ha ccihhh!"Kata Isha sambil terus bersin bersin, hidung nya terlihatnya memerah akibat flu yang ia derita.
Devan mengangguk angguk tanda mengerti sambil memonyongkan bibirnya karena kesal dengan jawaban Isha,ia pikir Isha akan tersentuh dengan kata kata nya,tapi ini malah sebaliknya,dia malah mengancam nya untuk melapor kepada Papi nya.
"Baiklah,jika itu yang kamu inginkan,,!sekarang sebaiknya kamu berjemur saja di bawa sinar mentari agar tubuh mu lebih hangat,dan aku akan menyiapkan sarapan untukmu, sebagai permintaan maaf dari ku!dan sebaiknya kamu jangan baper karena aku sudah baik kepada mu,,aku melakukannya ini karena takut Papi tahu kejadian yang sebenarnya!"
Kata Devan sambil mendorong tubuh Isha ke balkon,disana sinar matahari nampak sudah sangat hangat dan cocok untuk berjemur.
"Takut ketahuan apa? ketahuan selingkuh atau takut ketahuan karena sudah meninggalkan ku semalaman!?"Isha mulai memancing perdebatan diantara mereka.
"Keduanya!dan asal kamu tahu saja , Perempuan semalam bukan selingkuhan ku,dia adalah Tissa, cinta pertama ku!dia sengaja pulang kesini dan meninggalkan impian nya di Paris demi aku,dan Tissa mengajak ku untuk menikah,,dia tidak masalah jika harus dijadikan yang kedua,, bagaimana menurut mu!"
Devan menceritakan kisahnya dengan Tissa kepada Isha,dan ia ingin tahu bagaimana reaksi Isha setelah tahu segalanya tentang dia.
"Kenapa mesti tanya aku,, Meski aku larang kau tetap akan melakukan nya kan? jadi lakukan saja apa yang kamu inginkan dan tanggung sendiri akibat nya jika Papi tahu!"Jawaban Isha begitu sederhana,ia tak peduli dengan apa yang ingin dilakukan Devan.
"Bagus lah kalau begitu!kau pun boleh melakukan apapun yang kamu inginkan!"Ucap Devan begitu datar,ia pun berlalu ke dapur untuk membuka sarapan.
"Aku tak bisa melakukan apa-apa selama aku terikat pernikahan dengan mu,aku harus tetap menjaga harkat dan martabat diriku sendiri juga dirimu sebagai suami, meskipun pernikahan kita seperti ini adanya!"Isha berkata kepada dirinya sendiri, namun Devan masih tetap bisa mendengar nya, ucapan Isha membuat nya terlihat seperti seorang Suami yang kejam dan tidak berperikemanusiaan,tapi ia tak peduli.
...----------------...
"Setelah ini segeralah bersiap,aku akan mengantar mu ke rumah sakit!aku sudah membuka janji dengan seorang dokter perempuan yang akan memeriksa mu, setelah itu kita harus datang ke kantor polisi untuk memberi keterangan, baru saja mereka menghubungi ku,jika mereka sudah menangkap dalang orang yang sengaja mengirim para penjahat untuk mencelakai mu!"Kata Devan sambil menghabiskan kopi milik nya.
"Benarkah?!kamu tahu siapa dia?!"Isha terlihat begitu penasaran,siapa sih yang sudah melakukan hal jahat kepada nya, tentu saja Devan memiliki banyak penggemar perempuan yang tidak suka kepada Isha karena sudah menikah dengan seorang Casanova yang selalu gonta ganti perempuan.
"Mereka belum memberitahu siapa pelakunya,kita hanya diharuskan datang ke kantor polisi dan kita akan segera tahu siapa dia!"Jawab Devan.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita pergi ke kantor polisi terlebih dahulu!aku sudah tidur sabar ingin melihat orang yang menginginkan nyawaku,, terimakasih sarapan nya, sandwich buatan mu sangat enak!aku serius!"Ucap Isha sambil tersenyum jangn ke arah Devan,ia pun berlalu ke kamar untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Devan sempat begitu terpaku.
Ia terpukau dengan senyuman indah yang baru pertama kali ia lihat selama ini,Isha yang nampak bak bidadari surga dengan kesempurnaannya,paras nya yang cantik, tak mungkin jika ada seorang laki laki normal yang tak terpesona oleh nya.
Begitu juga Devan, jantung nya berdebar begitu melihat senyuman yang hanya sekilas itu.
Ia semakin ragu untuk menikah dengan Tissa,apa ia yakin akan mampu melepaskan bidadari seperti Istrinya kini,,apa ia tak akan menyesal kelak, begitu Isha sudah jatuh ke pelukan pria lain,dan semuanya sudah terlambat untuk mereka.
......................
"Vanessa?!jadi kamu yang sudah menyuruh mereka untuk mencelakakan istri ku?!"Devan nampak begitu marah begitu tahu Vanessa lah yang menjadi dalang dari rencana pembunuhan istrinya.
Vanessa hanya tertunduk lesu,, hukuman yang setimpal sudah berada dihadapan mata,dan ia menyesal karena sudah bertindak gegabah.
"Anda mengenal perempuan ini ,Tuan Devan?!"Tanya team penyidik dari kepolisian.
"Iya pak,dia adalah mantan kekasih saya sebelum saya menikah, hubungan kami sudah berakhir bahkan sebelum saya menikah dengan istri saya, namun sepertinya dia tidak terima dan ingin membalas dendam!Saya berharap dia dihukum setimpal Pak, karena dia juga sudah sering meneror saya lewat ponsel dan mengancam akan menghancurkan rumah tangga saya,ini bukti chat nya masih saya simpan pak!"Dengan panjang lebar Devan memberikan keterangan yang semakin memberat kan Vanessa.
"Baik Pak, Bapak dan istri tidak perlu khawatir!kami akan segera menindaklanjuti kasus ini,,,dan karena kami lihat kondisi Istri anda masih belum sehat, sebaiknya Anda segera bawa istri Anda ke rumah sakit dan membiarkannya beristirahat terlebih dahulu! Terimakasih atas kerjasamanya, semoga istri anda segera lekas sembuh!"
Ucap Devan sambil menjabat tangan para penyidik dan ia pun segera pamit untuk segera membawa Isha ke rumah sakit.
Sesampainya disana, isha segera masuk ke ruangannya seorang dokter perempuan karena Devan sudah membuat janji terlebih dahulu.
"Bagaimana keadaannya istri say Dok?! apa dia baik baik saja?!"Tanya Devan setelah Isha selesai diperiksa.
"Anda tinggal perlu khawatir! kondisi istri anda baik-baik saja dia hanya mengalami flu dan harus istirahat yang benar! dan untuk kesehatan mentalnya sebaiknya kalian berlibur berdua untuk menghilangkan stres!"jawab sang dokter menjelaskan kondisi Isha yang sebenarnya.
"Stress?!"tanya Devan, ingin lebih jelas.
"Ya,, setelah apa yang dialaminya, wajar saja jika dia mengalami trauma, Anda harus berusaha memulihkan kesehatan mentalnya agar dia tidak merasa sendirian di saat seperti ini! perhatian dan dukungan dari Anda sangat dibutuhkan sebagai suaminya! saran saya adalah kalian harus banyak menghabiskan waktu berdua!"kata dokter itu memberi saran.
"Baik, Dok,,terima kasih atas arahannya!"Ucap Devan,ia pun segera pamit dan keluar dari ruangan dokter tersebut.
"Aku ke toilet dulu sebentar!"Kata Isha sambil berjalan melenggang menuju kamar kecil.
__ADS_1
"Dev,, ngapain kamu disini?!"tiba tiba saja muncul sosok Tissa dari arah belakang nya.
"Tiss! kamu sendiri ngapain disini?!"Devan cukup terkejut bisa bertemu Tissa di sana, entah kenapa ada perasaan khawatir takut jika Isha melihat Tissa lagi.
"Ah,,aku,aku lagi ada check up kesehatan aja di sini!"Jawab Tissa terlihat ragu.
"Emangnya kamu sakit apa Tiss!?"
"Aku,,euh,,, sebenarnya aku,,!"
Tiba tiba saja tubuh Tissa terlihat oleng,sambil memegang kepalanya,Tissa menjatuhkan diri ke bahu Devan.
"Kamu kenapa Tiss!?Tiss!Tissa!"
Devan terlihat panik dan sangat khawatir melihat kondisi Tissa yang tiba-tiba saja terkulai lemah.
"Bawa aku pulang Dev,,Aku tidak mau jika sampai harus dirawat di rumah sakit!aku akan tambah sakit jika berlama-lama disini!"
"Tapi kamu sakit Tiss! Kamu harus dirawat dan butuh penanganan dokter!"
"Tapi aku tidak mau! pokoknya aku tidak mau dirawat!"Rengek Tissa sambil bergelayut manja di lengan Devan.
"Oke,oke oke!Aku antar kamu ke tempat kamu!"Akhirnya Devan pun mengalah,dia memapah Tissa ke mobilnya dan lupa jika ia tadi datang bersama Isha, istrinya sendiri.
"Devan mana,ya?!kok gak ada sih!?apa dia ninggalin aku,ah masa iya sih,kan dia tadi ya ngajak aku kesini!"Isha terlihat celingukan mencari sosok Devan yang tak ia lihat dimana pun.
"Sus, lihat cowok yang tadi berdiri disini gak? yang pakai baju warna coklat dan pakai kacamata hitam!?"Tanya Isha kepada resepsionis yang berada didekat situ.
"Oh, baru saja beliau pergi dengan seorang perempuan,Mbak!"Jawab sistem tersebut sambil tersenyum.
"Oh,iya , terima kasih infonya,Sus!"
"Sama sama!"
"Dasar pria hidung belang! berani beraninya dia meninggalkan aku disini, lihat saja nanti,aku lapor kan kepada Ayah nya,baru tahu rasa Kamu, Devan! bersiap siap lah untuk kehilangan segala,Tuan Devan Mahendra!"
__ADS_1
Isha sungguh kesal karena ternyata Devan tega meninggalkan nya di rumah sakit,mana kepalanya terasa pusing lagi.