
"Rev!kemana kau membawa pergi istri ku!? sudah satu hari kau menyembunyikan nya dariku!cepat suruh dia balik!"Devan mendatangi Revan yang tengah duduk di kantor nya.
"Ngapain Lo nyariin dia?! bukannya Lo gak menginginkan istri mu itu!?jadi ya sudah, relakan dia Dev!dan biarkan dia hidup bahagia sesuai dengan keinginan sendiri!"
Dengan begitu santai nya Revan meladeni Adiknya itu yang sedang marah.
"Tapi Lo juga gak punya hak membawa adik ipar mu seenaknya sendiri seperti itu!dia masih menjadi istriku sampai detik ini!"Devan menggebrak meja didepan Revan,dia merasa Revan sudah kelewatan sebagai seorang kakak.
"Ya kalo Lo merasa dia adalah istrimu, semestinya kau harus memperlakukan nya dengan baik, bukan malah menyiksa nya bahkan kau hampir membunuh nya jika saja aku tak datang,jadi wajarlah jika dia tak mau kembali padamu!"
"Jangan banyak omong!kau pikir kau lebih baik dariku?aku tahu semua kebusukan mu dan aku bisa saja membuka nya ke publik jika kau mengusik kehidupan pribadi ku Revan!katakan saja dimana Isha berada sekarang juga!"Devan semakin geram dengan sikap Kakak nya yang selalu bermuka dua itu.
"Aku tidak tahu! waktu itu aku hanya memberi nya tumpangan dan dia minta diturunkan di tengah jalan,lalu dia pergi naik taksi entah kemana!"Jawab Revan asal saja.
"Jangan berbohong,aku tahu kau menyembunyikan di suatu tempat! cepat katakan atau aku akan membuka semua perbuatan mu ke publik!"Devan mulai tersulut emosi,dia menarik kerah baju Revan dan bersiap untuk meninju wajah nya.
"Terserah jika tak percaya,kau boleh mencarinya kemanapun jika kau merasa aku menyembunyikan! mungkin dia lari dengan kekasihnya, kenapa kau malah marah padaku!
Devan terdiam, rasanya percuma saja dia menggertak Revan saat ini, apapun yang terjadi dia tak akan pernah memberitahukan keberadaan Isha,dia sangat tahu sifat kakaknya itu, hanya satu yang ia penasaran adalah untuk apa Kakak nya menyembunyikan Isha,Devan tidak yakin jika Isha sengaja ingin lari darinya,Isha bukan tipe istri seperti itu.
Akhirnya Devan memutuskan untuk mencari Isha sendiri dengan memantau pergerakan Revan dan Lee,Devan bukan tak tinggal diam, tapi ia mencari Isha secara diam diam karena tak ingin membuat keributan di tengah keluarga besarnya juga panti asuhan milik Isha,jika mereka tahu, mereka akan sangat khawatir dan pasti nya yang paling ia takutkan adalah jika sampai media tahu, semuanya akan semakin runyam saja.
Setelah Leo dinyatakan bersih,kini Devan beserta para bodyguard nya fokus memantau Revan,ini adalah hari ketiga setelah Isha tak kunjung kembali,Devan masih yakin dengan nurani nya,ada yang Revan sembunyikan di balik hilang nya Isha.
Seakan tahu jika Devan sedang mengawasi nya,dua hari ini Revan tak melakukan hal yang mencurigakan, hingga hari ketiga di malam hari,Revan mulai curiga dengan aktivitas Isha yang selama ia pantau lewat cctv,dia terlihat biasa saja namun banyak sekali pergerakan yang tak terdeteksi,ini aneh, bagaimana Isha bisa lolos dari pantauan nya, hingga ia memutuskan untuk datang mengunjungi Isha dan mengecek kondisinya setelah dirasa aman.
__ADS_1
"Dia memiliki rumah di daerah sini!? Hebat! tanpa diketahui siapa pun!"Ucap Devan sambil terus mengikuti Revan yang meluncur menuju tempat dimana ia menyembunyikan Isha.
"Perumahan ini biasanya dipakai sebagai rumah singgah Boss! hanya orang orang tertentu yang memiliki rumah disini! biasanya mereka menggunakan nama samaran sebagai pemilik sah nya untuk mengelabui pemerintah!tidak sembarangan juga orang bisa masuk ke daerah ini!"
Kata salah seorang kepercayaan Devan.
"Berarti hebat dong Lo bisa bawa kita masuk ke perumahan elite ini, keamanannya juga ketat kayak gitu!"Puji Devan,ia mengakui kehebatan para bodyguard nya yang sangat profesional.
"Kecil itu mah boss! salah satu penjaga disini adalah teman baik ku!"Jawabnya.
"Good job! aku akan kasih bonus untuk mu nanti!"
Ucap Devan memberi semangat.
"Stop stop!liat boss!mobil Tuan Revan berhenti disitu!"salah satu pengawas Devan memberitahukan.
"Gila!dia menggunakan keamanan yang ketat untuk masuk ke dalam rumah nya! perhatikan dengan seksama angka berapa yang dia pencet sebagai kata sandi rumah nya!"perintah Devan kepada pengawal nya sambil menyodorkan teropong yang sedang ia gunakan.
"Sudah dapat bos!tapi pintu itu juga menggunakan sensor sidik jari milik Tuan Revan!"Kata pengawal tersebut setelah menyelesaikan tugasnya.
"Sial! lalu sekarang apa lagi yang harus kita lakukan?!"Devan begitu bingung dan frustasi,ia khawatir akan terjadi sesuatu kepada Istrinya, perasaannya sudah tidak enak.
"Serahkan kepada ku boss!kecil urusan kayak gini mah!"Kata salah seorang pengawal nya sambil turun dari mobil sambil membawa peralatan yang dia miliki,dia mencari sidik jari di pintu gerbang rumah Revan untuk dijadikan contoh,dan semua masalah sudah dapat diselesaikan dengan baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Bugh!"
Revan kembali meninju Isha , namun dengan cepat Isha menghindar, hingga akhirnya tangan Revan meninju dinding hingga tangannya berdarah darah.
Isha berlari menuju pintu depan,ia berniat untuk kabur dari cengkeraman sang kakak ipar ,ia berharap pertolongan Allah akan datang di waktu yang tepat.
"Mau lari kemana lagi kamu,hah?!kamu tidak akan pernah bisa kabur kemanapun! rumah ini sudah aku desain dengan keamanan yang maksimal, pintu itu tidak akan terbuka tanpa perintah dari ku!"
Teriak Revan sambil berjalan dan terus mendekati Isha,,,Isha mulai panik dan ketakutan,kini ia benar benar sudah terpojok kan,benar kata Revan,tak ada lagi jalan keluar untuk nya.
Isha memejamkan matanya dan dengan sepenuh hati ia berdoa meminta pertolongan kepada sang maha Kuasa.
"Ayolah, sekarang kau menyerah saja!Aku akan menjadikan mu Ratu di istana ku ini,Isha! semuanya akan menjadi milik ku!"
Rayu Revan lagi sambil meraih tangan Isha,namun Isha dengan refleks menepisnya,, perlahan ia menghindari Revan terus dengan berjalan menyamping,Revan hanya tersenyum menyeringai,Isha sudah kalah,kini ia tinggal menerkam saja mangsa nya yang sudah mulai kelelahan.
"Aku semakin gregetan dengan sikap mu yang malu-malu kucing seperti ini, Isha!kini kau adalah milik ku!"
"Lebih baik aku mati!"Teriak Isha sambil menodongkan pecahan pas bunga yang pecah berantakan di lantai di lehernya sendiri.
"Tunggu!kau tidak boleh mati sebelum aku menikmati mu sepuasnya!"Ucap Revan, dengan hasrat yang menggebu ia berusaha mencumbu Isha yang terus-menerus berontak.
"Brakkkk!"
"Lepaskan tangan kotor mu itu dari tubuh istriku, Revan!"
__ADS_1
Tiba tiba saja pintu depan yang dilengkapi dengan keamanan yang tidak sembarangan orang bisa masuk , terbuka dengan paksa dan muncullah Devan disana dengan membawa para pengawal yang sangat terlatih dengan profesional, mereka semua menodongkan senjata ke arah Revan.
"Maju satu langkah lagi,aku akan memecahkan kepala istri mu sekarang juga!"Ancam Revan, dengan gesitnya ia sudah menodongkan pistolnya di kepala Isha.