NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Ipar adalah maut 1


__ADS_3

Sebelum nya Author ingin mengucapkan beribu ribu maaf untuk para reader yang sudah *setia mengikuti dan sudah Sudi membaca karya ku yang belum seberapa ini, akhir akhir ini Author terhambat ketika ingin meneruskan alur cerita yang sudah ada.


Aku yakin kalian kecewa menunggu lanjutan cerita nya mungkin juga kalian menganggap karyaku ini tidak serius dan hanya main main saja,,


Tapi ada daya para reader tercinta,,


Ponsel ku rusak dan baru pulih sekarang,,


sekali lagi maafkan author dan semoga kalian masih Sudi mengikuti dan membaca karya ku ini..


Terimakasih karena sudah setia menunggu dan selamat menikmati,,,


...**************...


Revan membawa Isha ke sebuah rumah yang terletak di sebuah perumahan paling elite tapi sedikit terpencil miliknya,, entah dimana kini ia berada,, jujur Isha bingung, namun ia tidak dapat menolak karena Revan lah yang sudah menyelamatkan nya, namun tetap saja, meskipun Revan adalah kakak iparnya,ia tetap merasa risih jika harus berduaan saja dengan nya.


"Untuk sementara, kamu tinggal saja disini dulu,biar bocah gendeng itu berpikir dan mendapat pelajaran dari apa yang dia perbuat!jika Papi sampai tahu,habis sudah riwayatnya!"Kata Revan sambil menutup pintu depan dengan rapat.


Isha hanya diam sambil melihat sekeliling,ia merasa ragu dan kebingungan.


"Kamar mu di lantai atas,ayo aku antar?!"Ucap Revan sambil berjalan menuju tangga, namun Isha tetap diam di tempatnya tanpa mengikuti langkah Kakak iparnya itu.


Karena merasa Isha tak kunjung mengikuti langkahnya,Revan kembali memutar tubuhnya dan turun kembali dari tangga menghampiri Isha yang masih terpaku di tempatnya.


"Kenapa? Kamu gak usah sungkan, anggap saja di rumah sendiri!ayo lah!"tangan Revan hendak menarik tangan Isha, namun Isha segera menepis nya dan langsung menjaga jarak.

__ADS_1


"Maaf Kak!aku nggak bisa menerima kebaikan Kak Revan!aku nggak bisa tinggal dengan laki-laki yang bukan mahram ku!"dengan tegas Isha menolak tawaran Revan,ia ingin membuat Revan mengerti jika kebaikannya malah akan membuat masalah semakin rumit.


Revan tersenyum,dia mengerti jika Isha adalah seorang wanitanya solehah yang sangat menjaga harkat dan martabatnya sebuah seorang perempuan.


"Kamu tenang saja,aku gak nginep disini kok!ini adalah salah satu rumah singgah ku,aku bahkan sangat jarang datang kesini! besok pagi biasanya akan datang bibi yang biasa membereskan rumah ini,tapi dia akan pulang di sore hari!"Revan berusaha membujuk Isha agar mau tinggal di rumah mewah nya itu, entah apa tujuan Revan sebenarnya.


"Rasanya sebaiknya aku pulang saja deh Kak!Devan pasti nyariin aku Kak!"Rengek Isha,ia merasa tawaran Revan kurang tepat, untuk apa dia pake tinggal di sana segala.


"Yakin dia bakalan nyariin kamu!?aku yakin sekarang bahkan dia sedang senang senang bareng mantan kekasihnya nya si Bella itu,kamu gak tahu ya, Bella itu cinta pertama Devan,dia dulu sangat bucin banget sama si Bella,aku tahu jika kini mereka kembali menjalin hubungan tapi sengaja ditutupi karena takut Devan kehilangan segalanya jika ninggalin kamu!kamu jangan naif Sha,gak usah kamu mengharapkan Devan agar menjadi milik mu seutuhnya,di hati nya sudah ada Bella,atau jangan jangan kamu sudah jatuh cinta sama dia,benar Sha?!"


Revan berusaha untuk mempengaruhi Isha,ada niat terselubung di balik semua kebaikannya yang berkedok seorang Kakak ipar.


"Itu gak mungkinlah terjadi,Kak!kami sudah berkomitmen untuk tidak saling jatuh cinta,aku bahkan sudah tahu tentang Bella itu,tapi apapun yang terjadi aku tetap tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuat harga diri ku hancur sebagai seorang muslimah, bagaimanapun sekarang aku adalah istri dari seorang Devan Mahendra, tak peduli bagaimanapun dia memperlakukan ku,aku tetap harus menjaga kehormatan ku!"Tegas Isha,dia mulai merasa curiga dan tidak suka dengan sikap Revan yang terdengar selalu menjelekkan keluarga nya sendiri.


Revan akhirnya menyerah untuk kali ini,dia memilih segera pergi agar Isha tak semakin mencurigai nya.


Isha hanya mengangguk pasti,ia senang akhirnya Revan akan segera pergi,ia ingin segera beristirahat dengan tenang.


"Baiklah,aku pergi dulu kalau begitu!kamu bebas melakukan apapun di rumah ini, kamu juga bebas memakan makanan yang ada di kulkas, tidur lah yang nyenyak Sha,kamu juga jangan khawatir,ada petugas keamanan yang selalu menjaga tempat ini dengan aman di luar!"


"Terimakasih banyak Kak!"Jawab Isha singkat,ia ingin segera melihat Kakak iparnya itu segera pergi.


Setelah kepergian Revan,Isha merebahkan diri nya di sofa sejenak, lantas saja perutnya terasa lapar, ini sudah hampir pukul 21.00,, bahkan dari tadi siang perutnya belum terisi apapun.


Ia berjalan berniat mencari dapur, mungkin ada makanan yang bisa ia makan disana.

__ADS_1


Setelah agak lama berkeliling, karena rumah tersebut sangat luas,jadi Isha agak kesulitan mencari cari ruang dapurnya.


Ini agak sedikit aneh,Revan bilang ia sangat jarang datang ke rumah nya tersebut, tapi kulkas di dapur nya nampak penuh dengan berbagai stok makanan yang masih segar segar, atau mungkin itu kebiasaan orang orang kaya yang tak pernah membiarkan kulkasnya kosong tanpa stok makanan,, begitu pikir Isha.


Karena sudah sangat lapar,ia memakan makanan yang bisa langsung dimakan yang sudah tersedia.


Sekelebat ia melihat beberapa kamera cctv yang terletak di berbagai sudut,, dengan segera Isha mengenakan kembali cadar nya yang sempat ia buka karena sedang makan.


Isha kembali memandang sekeliling, sambil tetap tenang dan waspada,ia akhirnya sadar jika tempat itu sangat ketat diawasi.


Isha tetap berpura pura tenang,ia tetap berpikir jernih,dan ia baru sadar dimana ponselnya kini berada.


Ia baru ingat,tadi ia sempat meminjam charger milik Revan dan menyerahkan nya kepada Revan untuk isi ulang baterai nya,,gila!apa Revan sengaja membawa dirinya ke tempat ini? tapi untuk apa!?


Isha tak sedikitpun menunjukkan kepanikan nya,ia yakin setiap langkah nya pasti ada yang mengawasi,di seluruh ruangan di rumah tersebut di pasang Cctv dan tak ada tempat yang aman.


Ia berjalan menuju pintu depan,dan benar saja! pintu tersebut di kunci dari luar,, semua jendela pun di pasang teralis besi dan tak ada jalan untuk keluar, semua nya begitu tertutup, bahkan kaca nya pun di desain tak tembus pandang,tak akan ada yang menyadari jika Isha ada di rumah tersebut.


Ini gawat!apa Revan sengaja menyekapnya di rumah itu?!


Tapi Isha berusaha untuk tetap berbaik sangka,ia akan menunggu sampai besok, semoga ucapan Revan benar,jika ia besok akan datangnya untuk mengantarkan nya kembali pulang.


Hanya Allah tempat nya mengadu,,ia berjalan menuju salah satu kamar yang terlihat biasa saja,, mungkin itu adalah sebuah kamar pembantu,ia segera mengambil air wudhu,malam ini ia ingin berkeluh kesah dan meminta pertolongan dari yang Maha segala-galanya.


Allah lebih tahu yang terbaik untuk nya,, semoga saja apa yang ia takutkan tak akan pernah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2