NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Ipar adalah Maut 2


__ADS_3

Pagi menjelang,,


Isha menghabiskan malam nya tadi dengan melakukan ibadah dan berkeluh kesah dihadapan sang ilahi,,


semoga pagi ini ia menemukan jalan yang terbaik,,


Hari terasa begitu lama bergulir,dan Revan tak kunjung datang sesuai janji nya, begitu jenuh isha menunggu, bahkan bibi yang kata Revan selalu datang tiap hari pun tidak ada tanda tanda kedatangan nya sama sekali.


Ia berniat kabur saja dari tempat itu, namun sayangnya tak ada sedikitpun jalan keluar, bahkan ia tak melihat seorang penjaga pun di sekitar perumahan itu, mungkin mereka ditempatkan secara tersembunyi.


Akhirnya Isha hanya pasrah menunggu pertolongan dari Allah saja,,


Sudah hampir tiga hari dia berada di rumah itu,Revan pun tak terlihat batang hidungnya sedikitpun,ia hanya makan dengan bahan seadanya di kulkas ,dan sekarang sudah hampir menipis,, terkadang ia beres beres rumah untuk sekedar menghilangkan kejenuhannya, bahkan televisi disana pun tidak ada satupun yang berfungsi.


Ini sudah malam yang ke empat,Isha hanya mengganti pakaiannya dengan pakaian pembantu yang ada disana, beberapa helai daster yang sudah lusuh namun masih bisa di pakai.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30,sehabis sholat isya dia mengaji dan melakukan amalan sebelum tidur, perut nya terasa lapar, kemudian ia beranjak pergi ke dapur untuk memasak Mi instan yang tinggal sedikit.


Isha tak pernah sekalipun membuka cadarnya meskipun di dalam rumah,ia tahu dia sedang di awasi dan ia takut aurat nya akan terlihat,dia benar benar merasakan sangat tak nyaman dan tersiksa.


Kreett!


Rasanya terdengar begitu jelas,suara orang yang membuka pintu, dengan setengah berlari Isha segera menuju ruang depan,ia begitu senang karena akhirnya ada yang datang.


"Kak,,kok kak Revan baru datang sekarang?! jangan jangan kakak sengaja ya menyekap aku disini? untuk apa Kak!? pokok nya aku mau pulang sekarang juga!"

__ADS_1


Isha langsung mendesak Revan begitu ia datang dengan berbagai makanan di tangan nya.


"Tenang dulu Sha! ayo duduklah dulu dan dengarkan Kak Revan!"


Ucap Revan dengan santainya,ia menaruh bawaan nya di atas meja di ruang tamu,lalu ia pun duduk, sedangkan Isha tetap berdiri dengan kemarahan nya yang terlihat begitu jelas dari sorotan matanya.


"Aku minta maaf,Sha!bukan maksud ku untuk menyekap kamu disini selama beberapa hari ini! Istri ku masuk rumah sakit dan aku harus standby menunggu nya di rumah sakit,dan aku tidak sempat datang kesini!"


Revan memberikan alasan, tentu saja itu hanya di buat buat nya, padahal ia sengaja membiarkan Isha tetap disana agar lebih mudah mengelabuinya.


"Kak Revan kan bisa saja mengirim seseorang untuk menjemput ku atau menyuruh Devan untuk datang kesini,tiga hari aku berada disini ,Kak!tiga hari!dan aku tidak bisa melakukan apapun disini, kakak sengaja kan melakukan nya kepada ku!"


"Aku sudah bilang kan, kenapa aku tidak bisa datang!dan aku tidak bisa menyerahkan kamu begitu saja kepada orang lain,Devan masih menyimpan kemarahan nya kepadamu,ya,, saat ini dia memang terus mencari keberadaan mu,tapi bukan karena khawatir, tapi karena dia ingin kembali mencelakai mu!dia ingin menguasai seluruh harta Papi dan harta bagian mu!aku tidak bisa membiarkan itu terjadi!"Kata Revan sambil berdiri dan menghampiri Isha yang masih penuh dengan amarah.


"Kamu pikir aku akan percaya!dari awal kamu selalu menjelekan adik kamu sendiri,aku akui dia memang selalu bersikap temperamen,tapi pada dasarnya dia baik dan tak pernah menginginkan aku celaka!"


"Aku yakin dia tidak berniat mencelakai ku,aku sangat berterimakasih atas pertolongan mu, tapi dia adalah tetap suami ku dan meskipun kamu adalah Kakak nya tapi kamu tidak berhak menyekapku disini selama berhari-hari, apapun alasannya!"Tegas Isha dengan setengah berteriak, bahkan Revan sangat terkejut melihat sikap Isha kali ini,dia yang biasa lemah lembut dan penuh kasih sayang kini dihadapan nya ia berubah menjadi seorang wanita yang kejam dan cukup menakutkan.


"Aku tidak mau tahu! keluar kan aku sekarang juga dari tempat ini atau aku akan membuka ke publik tentang apa yang sudah kamu lakukan kepada adik ipar mu dan aku juga akan melaporkan apa yang sudah kamu sembunyikan di rumah ini!"


"Sial! ternyata dia tidak selemah yang aku bayangkan!hebat!dia juga bisa tahu rahasiaku yang aku simpan di rumah ini, bahkan selama ini aku sudah menyimpan nya begitu rapat tanpa ada satu orang pun yang tahu!"Batin Revan,ia benar benar tidak menyangka, kalau Isha benar benar wanita yang hebat,dia bisa menemukan rahasia yang sudah ia tutup rapat selama ini.


Rupanya rumah itu sengaja di desain khusus agar Revan dapat menyimpan semua aset yang sudah ia sembunyikan dari istri dan keluarga nya sendiri, bahkan Ayah nya sendiri,Tuan Mahendra tak pernah menyadari jika Revan sudah mengambil banyak dari yang bukan menjadi hak nya, begitu pula dari pihak istri nya,Revan begitu apik dan handal dalam hal itu.


"Hahaha! kamu pikir kamu wanita yang hebat?!apa yang sudah kamu ketahui tentang ku, adik ipar?!uang?emas? berlian? dokumen penting?atau barang mewah lainnya? semua itu akan menjadi milik mu asalkan dengan satu syarat! jadilah simpanan ku Isha!dan kamu akan menjadi wanita paling kaya di jagat raya melebihi siapapun!"Akhirnya Revan mengutarakan niat busuk nya selama ini.

__ADS_1


Isha menggelengkan kepalanya saking mengutuk perbuatan Revan selama ini, dia bahkan lebih jauh dari perkiraan nya,dia ternyata seorang koruptor kelas kakap dan seorang kolektor perempuan perempuan cantik dari seluruh dunia.


"Kamu pikir aku akan tergiur dengan tawaran busuk mu itu!aku hanya ingin hidup bebas dengan segala keinginan ku!tak ada satupun yang berhak mengatur kehidupan ku kali ini, setelah Keluarga kalian,kini aku tak akan membiarkan siapapun mengambil apapun atas hidup ku!"Ucap Isha tanpa rasa takut sedikitpun,di dalam hati ia meminta pertolongan kepada sang pemilik segalanya.


"Uhhh!tapi sayang nya aku tidak memberikan pilihan yang lain kepada mu sayang!aku sudah sangat tertarik kepada mu dari awal pertama kali aku melihat mu!aku berniat membahagiakan mu Isha ,jadi tidak ada alasan buat kamu untuk menolak ku!"Revan mulai memaksa dan mendesak Isha,ia semakin mendekati Isha dan memojokkan nya, sedangkan Isha terus mundur berusaha untuk menghindari Revan.


"Lebih baik aku mati daripada mengikuti semua keinginan gila mu itu!"Isha tetap mempertahankan dirinya tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Baiklah jika itu keinginan mu! tapi sebelum kamu mati,aku ingin menikmati tubuh mu sepuasnya! bagaimana,apa itu yang kamu inginkan!"Revan semakin menggila, dengan sigap ia mengunci tubuh Isha yang terpojok di dinding,tak ada lagi celah untuk melarikan diri bagi Isha.


Revan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Isha,ia berniat mencumbu nya dengan paksa, tubuh tegapnya menutupi tubuh Isha yang mungil,Isha tak berdaya lagi untuk melawannya.


Isha meringis dan membuang wajahnya ke arah lain,ia berusaha menghindar meskipun itu sangat sulit dilakukan, tangan kanan nya berusaha menggapai pas bunga yang berada di meja yang tak jauh dari tempat nya berdiri.


"Prang!!"


Isha berhasil menggapai pas bunga yang terbuat dari keramik itu dan memukulkannya dengan begitu keras ke atas kepala Revan hingga berdarah.


"Awww!"Teriak Revan sambil terhuyung dan satu tangan nya memegang kepalanya yang terasa cukup sakit,ia merasakan darah mengalir di pelipis nya,ia sangat marah kepada Isha dan menampar wajahnya dengan cukup keras.


"Kurang ajar! dasar wanita tidak tahu di untung!kamu benar benar ingin cari mati rupanya!"


"Bugh!"


Revan kembali meninju Isha , namun dengan cepat Isha menghindar, hingga akhirnya tangan Revan meninju dinding hingga tangannya berdarah darah.

__ADS_1


Isha berlari menuju pintu depan,ia berniat untuk kabur dari cengkeraman sang kakak ipar ,ia berharap pertolongan Allah akan datang di waktu yang tepat.


__ADS_2