NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Hampir mati


__ADS_3

"Lebih baik aku mati dari pada harus bersentuhan dengan pria yang bukan mahram!"Teriak Isha sambil berusaha berlari dari kejaran tiga penjahat yang berusaha untuk melecehkan nya.


Akhir ia pun berhasil keluar namun terpojok diantara lautan lepas dan ketiga penjaga itu.


Isha berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan dirinya, dengan menggunakan gagang sapu ia berusaha melawan mereka.


Namun ketiganya seakan dibawa bermain main, mereka tertawa terbahak-bahak sambil terus mengejar Isha yang sudah berdiri di atas tembok pembatas ,dia berniat menceburkan dirinya ke laut jika ketiganya pria tersebut terus mengejarnya.


Dia tak peduli lagi dengan nyawa nya sendiri,demi menjaga kehormatan nya,ia rela mati jika itu memang sudah menjadi kehendak ilahi.


"Turunlah Nona manis! jangan sia sia kan nyawa mu seperti itu,, setidaknya bersenang senang lah dahulu bersama kami sebelum kamu mati!"Teriak salah satu dari mereka sambil terus mendekati Isha.


"Biarkan saja jika dia ingin segera mati seperti itu!itu malah bagus untuk kita,kita tidak perlu susah susah mengotori tangan kita dengan membunuh nya!"Kata penjahat yang lainnya.


"Tapi aku ingin menikmati tubuh nya terlebih dahulu,aku penasaran dengan wajah yang terus ditutupi itu!"Ucap yang satunya lagi.


"Coba saja loncat Kalau berani! tubuh mu bahkan tidak akan pernah ditemukan ditelan ombak yang sedang pasang itu,, hahaha, ayo loncat!"balas yang lain sambil terus mendekat ke arah Isha.


"Kalian pikir aku takut mati!? tidak sama sekali,,! namun sebelum nya ingat satu hal,, Allah tidak akan pernah diam dengan apa yang telah kalian lakukan terhadap ku, siapapun yang sudah menyuruh kalian, termasuk kalian, pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal!"Kata Isha berusaha tetap tenang dan tegar, akhir ia harus pasrah jika mungkin malam ini adalah malam terakhirnya menghirup udara.


"Banyak omong!Ayo turun lah nona manis!"Salah satu penjahat itu hendak menarik Isha untuk segera turun.


Namun Isha berusaha memukuli dia dengan gagang sapu yang ia pegang,tapi tentu saja Pria itu lebih bertenaga daripada Isha,ia mengambilnya paksa sapu itu sehingga tubuh Isha terjengkang ke lautan lepas dengan ombak yang sedang naik,,


"Byurr!"


Tubuh Isha pun secepat kilat ditelan ombak dan tak terlihat lagi.


"Kurang ajar!!siapa kalian?!apa yang sudah kalian lakukan?!"


Lee datang terlambat dan tak mampu mencegahnya,, Isha sudah terlanjur jatuh ke dalam laut.


Lee berniat untuk segera menyelamatkan Isha, namun tak disangka seseorang dari belakang nya melesat lebih cepat dan menceburkan dirinya untuk mencari Isha.


Rupanya Devan pun baru sampai di sana dan menyaksikan Isha yang menjatuhkan dirinya ke dalam lautan lepas.

__ADS_1


Sedangkan Lee segera menahan para penjahat itu dan berkelahi dengan mereka,tak lama beberapa orang polisi datang bersama team penyelamat yang segera turun tangan ikut mencari keberadaan Isha dan Devan.


Setelah beberapa jam pencarian, akhir Isha dapat ditemukan dalam keadaan selamat, Devan yang ternyata seorang perenang ulung dengan segera dapat menyelamatkan Isha.


Terlihat ia memeluk Isha dengan penuh rasa khawatir,Isha masih nampak tak sadarkan diri dengan wajahnya yang Devan sembunyikan di dalam pelukannya yang terdalam, rupanya cadar Isha hanyut terbawa ombak,dan Devan yakin istrinya itu tak ingin wajah nya terlihat oleh orang lain.


"Bawa segera dia ke rumah sakit!"Kata Lee begitu Devan dengan terburu buru menggendong Isha ke dalam rumah nya begitu mereka sampai di daratan.


"Tolong segera panggilkan ahli medis perempuan untuk segera menangani istriku!"


Kata Devan kepada para team rescue tanpa memperdulikan saran dari Lee.


"Bukan kah sebaiknya dia segera dibawa ke rumah sakit,jika terjadi sesuatu kepada nya,apa kau bisa bertanggung jawab?!"Lee terlihat begitu bersikeras dengan nada suaranya nya meninggi.


"Aku adalah suaminya! tentu saja aku yang akan bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi,dan kau siapa?! selalu saja ikut campur urusan orang lain!"


Bentak Devan dengan nada yang masih panik, jelas ia khawatir dengan kondisi istrinya itu,tapi ia tahu Isha hanya akan mau disentuh dan dirawat oleh dokter perempuan saja.


"Jika benar kau bertanggung jawab atas keselamatan perempuan yang kau sebut sebagai istri mu itu, tentunya kau tidak akan membiarkan nya sendirian malam malam, sudah berulang kali kau membuat hal seperti ini terjadi kepada nya,aku bilang juga apa! biarkan aku yang akan menjaganya, jika kau berniat menyia nya kan nya seperti itu!"Lee semakin meradang dan hampir terpancing emosi nya, mereka bahkan beradu mulut dihadapan banyak orang.


"Mohon maaf, Pak Devan, istri anda harus segera mendapatkan penanganan,mari kita ganti dahulu pakaian nya!"Ucap seorang dokter Perempuan, sepertinya ia sengaja menyela perdebatan diantara keduanya pria tampan tersebut.


Devan pun segera membawa Isha ke kamar mereka,ia pun segera mengganti pakaian nya sendiri, kemudian membantu perawat yang sedang mengganti pakaian Isha.


Isha pun segera mendarat pertolongan pertama dari ahli medis dengan peralatan seadanya, untung nya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi nya, bahkan Isha sudah sadar meskipun kondisinya masih sedikit lemas.


Semua team rescue pun segera meninggalkan tempat kejadian perkara, begitu juga para anggota polisi, mereka akan kembali lagi nanti setelah kondisi Isha sudah benar benar pulih untuk dimintai keterangan.


Begitu pula dengan Lee, bahkan Devan sampai harus mengusirnya karena ia tak kunjung pulang ke rumah nya.


Pagi menjelang,,,


Sinar mentari yang hangat masuk ke kamar tempat dimana Isha berbaring.


Ia pun terbangun dan membuka matanya dengan perlahan, tubuhnya terasa berat seperti ada yang menindihnya,di tengok nya ke samping kirinya, ternyata Devan yang tengah tertidur pulas sambil memeluk nya begitu erat , samping ia tak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


Isha menatap lekat wajah yang terlihat begitu sempurna dihadapan nya itu,masih melekat dipikiran nya bagaimana Isha yang tengah ketakutan di dalam lautan saat ia terjatuh dan tidak bisa berenang untuk menyelamatkan diri,,saat ia sudah begitu pasrah dengan akhir hidupnya, dan Hany berharap kepada pertolongan Allah semata,tiba-tiba saja sesosok pria datang menarik tubuh nya yang sudah hampir tenggelam , masih ingat dibenak nya bagaimana khawatir nya Devan yang berusaha memberikan pertolongan pertama agar ia bisa bernafas kembali saat mereka sudah naik ke dalam kapal team rescue.


Harus Isha akui,,


Dia berhutang nyawa kepada Pria yang disebut suaminya itu, suaminya yang bahkan tak menginginkan nya sama sekali.


"Haccihhh!"


Isha tak dapat menahan dirinya untuk bersin, hingga Devan pun akhirnya terbangun.


"Kamu sudah bangun?!"Tanya Devan sambil menengok ke arah Isha.


"Maaf karena sudah membangun kan mu!"


Isha merasa tak enak karena Devan harus terbangun kan karena ia bersin.


"Aku yang yang harus nya minta maaf, berulang kali aku menempatkan mu di dalam bahaya,dan berulang kali juga aku tak mampu melindungi mu!"


Ucapan nya terdengar begitu tulus,Isha hampir saja baper dibuang nya, namun segera ia menepis perasaan itu.


"Terimakasih karena sudah datang tepat waktu,aku justru sangat berterimakasih,aku sudah berhutang nyawa kepada mu!"


Ucap Isha dengan tulus.


"Anggap saja kita impas, sebelum kita menikah,aku tahu kamu berulang kali sudah jadi penolong ku!"


Kata Devan sambil bangkit dari tidur nya.


"Maksudmu?!"


Isha merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Oleh suaminya itu.


"Pada saat mobil ku kehabisan bensin di depan mini market, kamu kan yang menyuruh anak yang datang bersamaan mu untuk menolong ku,dan pada saat aku tergeletak di pinggir jalan,kamu juga kan yang sudah-sudah mengobati luka luka ku,,Aku pun berterima kasih untuk itu!"Kata Devan sambi menatap Isha yang wajahnya tidak terlihat karena tidak memakai cadar.


"Kamu kok bisa tahu,aku bahkan sudah lupa!"Kata Isha berpura pura hilang ingatan.

__ADS_1


"Sebenarnya jika dipikir pikir,apa kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama,kita selalu ada satu sama lain saat sedang dibutuhkan,,apa kamu juga merasa seperti itu?!"Kata Devan, entah dia serius atau hanya sekedar menggoda Isha saja.


__ADS_2