NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

"Maju satu langkah lagi,aku akan memecahkan kepala istri mu sekarang juga!"Ancam Revan, dengan gesitnya ia sudah menodongkan pistolnya di kepala Isha.


Devan bertindak dengan hati hati, salah satu langkah saja,bisa bisa nyawa Isha akan menjadi taruhannya, dia tidak ingin itu terjadi, keselamatan Isha lebih penting dari segala nya.


"Berani kau menyentuhnya, akan ku buka kepada publik semua perbuatan mu selama ini,Revan!Aku menutupinya selama ini karena masih menghargai mu sebagai kakak ku, tapi kali ini tidak,kau sudah mengganggu dan berani menyentuh apa yang menjadi milik ku,aku tidak akan pernah lagi tinggal diam!"Ancaman Devan tidak main-main kali ini.


"Hahahaha,coba saja kalau kau berani! memangnya apa yang sudah aku perbuat,hah?! semua orang tahu aku adalah yang terbaik dalam segala hal,aku tak ada cacat sedikitpun,tak seperti kamu,biang kerok dan selalu membuat masalah!"


Revan mengaggap jika adiknya itu hanya menggertak nya saja, ia masih menodongkan senjata nya di kepala Isha,air mata Isha terlihat mengalir membasahi cadar nya saking ketakutannya.


"Aku sudah mengantongi bukti bukti jika kamu sudah melakukan pencucian uang di perusahaan Papi dan perusahaan mertua mu sendiri,aku juga punya bukti jika kamu sudah melakukan penipuan tentang investasi bodong dan sudah banyak korban yang kamu rugi kan!masih tidak percaya?! atau sebaiknya kau lihat saja sendiri bukti bukti nya!"


Devan segera mengeluarkan ponsel miliknya dan memutar video tentang bukti bukti yang menunjukkan jika Revan sudah bermain kotor dalam bisnisnya selama ini.


Revan mulai teralihkan perhatiannya,di saat itulah Devan menendang tangan Revan hingga senjata nya terpental agak jauh, dengan cekatan Isha menginjak kaki Revan sekuat tenaga hingga ia lepas dari cengkeraman nya dan lari menuju tempat aman, terlihat Devan sedang berkelahi dengan kakak nya dengan begitu sengit nya.


Akhirnya Revan roboh dan dapat di lumpuhkan oleh Devan, dengan senyuman kesakitan Devan menatap Isha yang terlihat khawatir,ia berjalan perlahan mendekati Isha karena banyak nya luka akibat perkelahian nya barusan.


Namun tangan lemah Revan terlihat merayap mengambil senjata yang tak jauh dari tempatnya,ia mengarahkan pistolnya kepada Devan dengan sisa tenaganya yang hampir habis,dan,,,


"Dorrr,dorrr!"


Dua tembakan ia lepaskan ke arah tubuh adiknya, namun sayangnya,Isha yang sudah menyadari Devan sedang ada dalam bahaya segera berlari memeluk tubuh Devan dan menjadi tameng untuk nya, alhasil tembakan itu mengenai lengan dan punggung Isha, tubuh nya seketika terkulai lemas di pelukan Devan.


"Tidaaakk!!Sha bangun, Sha!"


Devan berteriak histeris memanggil nama Isha,ia meraung menangisi tubuh istrinya yang sudah terkulai tak berdaya,tak lama para pengawal nya masuk setelah mendengarkan dia tembakan baru saja.


Devan sengaja melarang para pengawal nya untuk masuk untuk membantu nya menggerebek Revan agar posisinya imbang satu lawan satu.

__ADS_1


Namun begitu mereka mendengar suara tembakan dia kali mereka pun akhirnya menerobos masuk untuk memastikan Bos nya baik baik saja, tapi yang mereka lihat justru di luar dugaan.


Revan memang terlihat sudah tidak berdaya sambil memegang senjata nya, namun yang terkapar tidak berdaya adalah istri Bos nya,dan mereka cukup lega karena melihat Devan dalam kondisi baik baik saja.


"Segera kita akan menuju rumah sakit! ganti kode sandi rumah ini dan biarkan Kakak ku terkunci di dalam istana nya ini!biar dia merasakan bagaimana rasanya terkurung dalam sangkar emas!"


Perintah Devan sambil segera keluar dan menggendong tubuh Isha untuk serta dibawa ke rumah sakit.


Sedangkan Revan terkunci dan tak dapat keluar dari istana nya sendiri yang ia bangun, ponselnya pun sengaja di ambil oleh pengawal Devan, kini Revan benar benar tak bisa kemanapun, dalam kondisi lemah dan terluka akibat perkelahian nya,dia harus hidup sendiri di rumah nya sendiri kini.


"Dokter, dokter! tolong! cepat tangani istri ku!"


Devan berlarian sekuat tenaga di depan sebuah rumah sakit sambil menggendong Isha yang berlumuran darah.


"Baringkan istri anda disini Pak!kami akan segera menangani nya sebaik mungkin! tunggu ada di sini dan tenanglah!"Ucap salah seorang suster yang di ikuti suster yang lain, mereka segera membawa Isha ke ruang operasi dengan menggunakan blankar.


Kenapa Isha sampai harus mempertaruhkan nyawanya demi dirinya, bahkan dia selalu memperlakukan Isha dengan buruk.


apakah Isha mencintai nya?


ah,, rasanya tidak mungkin!dia tidak akan mungkin mencintai pria seperti dirinya,Isha adalah tipe orang yang baik kepada siapapun,jadi perlakuan nya kepada dirinya kali ini pun mungkin itu hanya sebatas kebaikan nya saja.


Pikiran Devan berkecamuk saat ini, tapi keselamatan Isha yang paling ia harapkan kini,dia sungguh menyesal sudah memperlakukan buruk wanita Solehah seperti istrinya itu,dan dia berjanji dalam hatinya,akan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,jika andaikan mereka tetap ditandai untuk bersama,dia akan belajar untuk memperlakukan Isha lebih baik lagi, asalkan dia selamat dan tetap hidup.


"Aku berjanji ,Sha!"Gumam Devan sambil meremas tangan nya sendiri, wajah nya terlihat kusut penuh dengan keresahan.


Terlihat beberapa orang Dokter yang menangani Isha sudah keluar dari ruang operasi,Devan segera menghampiri salah satunya untuk menanyakan kondisi Isha saat ini.


"Bagaimana keadaan Istri Saya Dok?!apa dia baik baik saja?dia masih hidup kan,dok?!"

__ADS_1


"Tenang Pak! Isteri anda sudah melewati masa kritisnya, untung nya peluru yang mengenai punggung nya tidak terlalu dalam dan tidak mengenali organ tubuh vital yang lainnya, begitu juga yang mengenai lengan nya, lengan nya hanya tergores peluru sedikit dan hanya terdapat luka kecil saja!"


Devan kini dapat bernafas lega, segera ia masuk ke dalam ruangan tempat Isha di rawat,di lihat nya Isha masih tertidur akibat pengaruh obat bius.


Ditatapnya wajah mungil istri yang selama ini tidak ia sukai itu, namun entah kenapa sejak awal pertemuan mereka,dia selalu menjadi malaikat penolong baginya.


Di raih tangan nya tangan Isha yang terbalut alat infus kemudian ia mengecupnya lembut,ia buka cadar yang masih melekat menutupi wajahnya,lalu mengusap pipinya menggunakan ibu jari nya,lalu mengecup keningnya penuh kehangatan.


Ia tak peduli lagi dengan perasaan apapun yang ada di dalam hatinya,bagi nya kini,ia sangat bersyukur dan bahagia karena Isha masih bernafas dan ia masih bisa menatap wajah nya seperti ini, rasanya tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.


"Dev,,!"


Isha terbangun dan saat ia sadar Devan sudah ada disampingnya sambil menggenggam tangan nya erat.


"Kamu sudah bangun?apa ada yang sakit?"Tanya Devan ,ia senang akhirnya Isha benar benar sudah membuka matanya kembali.


"Aku lapar,,,sejak aku disekap oleh Kak Revan,aku tidak makan dengan benar!"Ucap Isha membuat Devan ingin tertawa, sekaligus miris.


"Dasar tukang makan,di saat sakit seperti ini pun yang ada dipikiran mu hanya makanan saja!Aku bahkan sangat khawatir kamu tidak akan bisa bangun lagi!"Goda Devan sambil mencubit hidung Isha yang minimalis.


"Benarkah kamu khawatir? bukan nya senang ya, kalau aku mati!"Kata kata Isha seakan menyindir bagaimana perlakuan Devan kepada nya sebelum nya.


"Untuk yang itu aku sungguh minta maaf Sha,aku sudah berjanji kepada diri ku sendiri, tidak akan pernah mengulangi perbuatan ku yang akan menyakiti mu lagi!saat melihat mu terbaring tak berdaya dalam keadaan kritis, aku baru sadar,jika ternyata kita saling membutuhkan!"Devan mengatakan nya begitu tulus, jujur Isha sedikit terharu, tapi dia tidak tahu karena sikap Devan sering berubah-ubah seiring waktu.


"Kita?Aku tidak pernah membutuhkan siapapun,bagiku,aku adalah diriku, tidak pernah ingin berdiri di atas kaki orang lain!"Ucapan Isha begitu ketus dan datar, menampar perasaan Devan yang mulai melunak,tapi ia segera mengalihkan pembicaraan,wajar jika Isha masih marah pada nya,gara gara dia, Isha harus mengalami hal yang mengerikan lagi dan lagi.


"Baiklah,aku tahu, aku tidak pantas mendapatkan kata maaf dari mu! sekarang sebaiknya kita makan dulu!aku juga lapar,sejak kamu menghilang, bahkan aku tak makan sedikit pun,kamu mau makan apa?nasi Padang mau?"Kata Devan sambi segera menelpon salah satu pengawal pribadinya untuk segera di belikan makanan untuk Isha.


Isha hanya mengangguk dan kembali Tom and Jerry melanjutkan pertengkaran yang sempat tertunda setelah mereka terpisah beberapa hari.

__ADS_1


__ADS_2