NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Tom and Jerry


__ADS_3

"Dev, bangun Dev!aku harus sholat subuh,, bangunlah dan biarkan aku bangun!"Bisik Isha sambil menggoyangkan tubuh Devan yang semalaman terus menindihnya.


Tidur mereka malam ini cukup nyaman, hangat dan aneh saja rasanya.


"Devan,,! singkirkan tubuh mu sekarang juga!Aku harus segera bangun!mana berat lagi!aduuhh!"Teriak Isha akhirnya,Devan tak kunjung bangun meskipun ia sudah berusaha membangunkan nya, alhasil Isha harus berteriak teriak sambil memukul-mukul bahunya.


"Hemmm,apaan sih berisik,ini masih terlalu pagi!"Gumam nya tanpa membuka matanya.


"Terserah! pokok nya kamu harus segera menyingkir,aku harus sholat subuh,Devan!"Isha berusaha kuat menyingkirkan tubuh Devan dari atas tubuhnya dan mencobanya menggulingkan nya.


Namun tubuh tegap Devan sedikitpun tak bergeming, sepertinya ia sengaja terus menghimpit tubuhnya Isha untuk mengerjainya.


"Baiklah,baiklah!tapi aku ingin memakan mu terlebih dahulu!mmm!"Dengar perasaan gemas Devan menyusuri tubuh Isha dengan rakus seakan hendak melahapnya dan dimuntahkan nya kembali.


Bibir nya semakin nakal dan meraup Raup seluruh wajahnya hingga leher dan bibir Isha.


"Hentikan Devan,,geli!krek!"


"Aww! Kenapa kau mengigit ku,Aww sakit!aduuh!"


Erang Devan kesakitan karena tiba-tiba saja Isha mengigit bibirnya sampai sedikit keluar darah, dengan begitu ia pun akhirnya melepaskan Isha.


"Syukurin!suruh siapa terus terusan mengganggu ku! blugh!"Ucap Isha sambil masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras.


"Hsss,aduhh! dasar perempuan bar bar! bibir ku jadi dower begini,kan malu,hari ini aku akan dapat dengan para investor,apa kata Papi dan Reno! mereka bisa habis habisan mengolok-olok ku! sialan!awas kau nanti Ninja! tunggu saja balasan ku!"Gumamnya sambil melihat-lihat bibir nya di depan kaca.


Kemudian ia bangkit dan menuju dapur, semalam ia tak makan malam karena pikirannya yang kacau,dan di pagi pagi yang buta ini dia pun merasa sangat kelaparan.


Dengan tangan nya yang lihai ia pun membuat sarapan untuk nya juga untuk Isha,dia memang hobi memasak dan ada sentuhan jahil untuk sekedar balas dendam di pagi ini.


"Mau kemana kamu pagi pagi sudah rapih!?"Tanya Devan yang tengah menikmati sarapannya begitu melihat Isha sudah berdandan rapi.


"Memang nya kamu saja yang akan rapat pagi ini!"Jawab nya ketus sambil mengambil makanan bagiannya.

__ADS_1


"Aku gak yakin kamu mampu mengelola perusahaan! Kamu kan bisa nya cuma ngomel doang!"Ejek Devan .


"Kita lihat saja nanti! kamu akan terkagum-kagum melihat kemampuan ku yang sesungguhnya,dan akhirnya kamu akan memanggilku suhu!"Ucap Isha dengan begitu percaya diri.


"Oh,ya?!Suhu?! Hahahaha! ampun suhu!"Devan tak berhenti menggoda Isha yang tengah menikmati sarapan buatan nya.


"Uhuk uhuk uhuk!apa yang kamu masukan ke dalam sandwich milik ku?!kok rasanya aneh banget!Hoek hoek!"Isha memuntahkan kembali sandwich yang ia makan baru saja, rasanya sangat gak enak, bar terasi,asin dan pedas.


"Sandwich penuh cinta yang aku buatkan khusus buat istri ku tercinta,gimana rasanya enak banget bukan, hahaha!"Dengan begitu sumringah Devan menertawakan Isha yang terbatuk-batuk memuntahkan makanan nya kembali di wastafel.


"Dasar kamu Devaaann!kamu harus memakan sendiri makanan yang sudah kamu buat! sini,,ayo sini,,makanlah!"Isha mengejar Devan yang langsung berlarian begitu Isha mengejarnya dan hendak menyuapi sandwich yang ia buat khusus untuk Isha, sandwich dengan racikan penuh dendam di dalamnya.


Devan berlarian kesana kemari sambil tertawa-tawa mengejek Isha,, mereka berlarian hingga ke luar rumah bagian belakang,,


Tuan Lee yang hendak pergi ke kantor pun sempat menyaksikan tingkah keduanya yang seperti Tom and Jerry,,dia menghela nafas begitu dalam,, sebentar lagi sesuatu yang ia khawatir akan segera terjadi,Tuan Lee khawatir keduanya akan saling jatuh cinta dan tak akan lagi ada kesempatan bagi nya untuk mendapatkan Isha.


"Nah, makan tuh sandwich, biar kita bisa sehidup semati ,enak gak enak sama sama makan bareng,, gimana enak kan,telen ayo telen!"Isha terus berusaha menyuapi sandwich yang rasanya ancur banget.


"Hoek hoek!"Devan pun berusaha memuntahkan makanan di mulut nya, Isha tertawa begitu puasnya, setelah itu ia pun bangkit dan meninggalkan Devan yang masih berbaring di lantai sambil terbatuk-batuk.


Setelah Devan siap, keduanya segera pergi ke kantor untuk mengikuti meeting pagi ini,ada proyek baru dan mereka harus rapat dengan para investor, sepanjang perjalanan mereka tak ada henti hentinya saling mengejek dan saling menjahili, selayaknya Tom and Jerry yang tak pernah berhenti bertengkar sepanjang hari.


Sesampainya di kantor milik Isha, ternyata semua nya sudah menunggu kedatangan sang CEO baru.


Dan betapa terkejutnya Devan,disana tiba tiba saja ia melihat Tissa berjalan beriringan bersama Tuan Lee, usut punya usut dia baru saja bekerja menjadi sekertaris nya, entah bagaimana hal itu bisa terjadi,Tissa adalah seorang Desainer profesional, bagaimana dia bisa beralih profesi menjadi seorang sekretaris yang sama sekali bukan bidang nya.


Revan pun terlihat hadir sebagai investor yang akan ikut bekerjasama dalam proyek baru mereka.


Devan dan Isha berjalan beriringan bukan sebagai suami dan istri kali ini, namun sebagai rekan kerja yang bekerja secara profesional, secara mengejutkan Tuan Mahendra menunjuk Isha sebagai sekertaris Devan menggantikan Reno yang kini malah bekerja dengan Tuan Mahendra langsung.


"Hai,Dev! kamu pasti terkejut melihat aku disini,kan!Aku sudah melamar ke perusahaan kamu namun di tolak,aku juga sempat ingin meminta pekerjaan kepada mu, namun Tuan Lee lebih dulu menawarkan pekerjaan sebagai sekertaris nya dengan gaji yang fantastis,aku tidak bisa menolaknya,jadi kamu jangan cemburunya, ya!Aku dan Tuan Lee tidak ada apa apa selain urusan pekerjaan!"Bisik Tissa sebelum acara rapat di mulai.


"Maaf , aku sudah memiliki sekertaris pribadi!"Jawab Devan sambil menoleh ke arah Isha, Tissa belum menyadari jika Isha sebenarnya adalah istri Devan,dia hanya memandang rendah kepada seorang perempuan bercadar yang mendampingi Devan.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa memiliki seorang sekretaris yang kuno seperti itu Dev!?bukankah dulu kamu selalu menolak pekerja yang berhijab?! kamu lucu Dev! bagaimana kalau semua rekan kerja kamu malah kabur karena melihat sekertaris mu yang seperti itu!"Dengan sinis Tissa meremehkan penampilan Isha yang tertutup.


"Dia sekertaris pilihan Papi ku!dan dia cukup pintar dan kompeten,itu sudah lebih dari cukup!"Devan berusaha membela Isha.


"Sekarang kamu benar benar sudah berubah Dev!Aku lebih suka Dev yang dulu aku kenal!"Ucap Tissa , kemudian dia meninggalkan Devan dan menghampiri Tuan nya.


"Terserah!"Gumam Devan sambil masuk ke ruang rapat untuk memulai nya.


Rapat pun berhasil sesuai harapan,,


semua peserta rapat bubar setelah bersalaman dengan Devan.


"God job brother! semua suka dengan persentase yang kamu buat!aku yakin Sem nya akan berjalan dengan lancar!"Ucap Revan sambil menepuk pundak Adik nya.


"Thanks,, Abang ku! semuanya berkat dukungan mu!"Jawab Devan menyambut support dari sang kakak.


Saat kedua kakak beradik itu berbincang,Tuan Lee malah gencar berusaha menarik perhatian Isha,dia mendekatinya ketika Isha tengah membereskan berkas berkas yang diperlukan Devan.


"Bagaimana keadaan mu sekarang Nona,apa kamu baik baik saja?!"Tanya nya sok perhatian.


"Seperti yang anda lihat Tuan, terimakasih atas perhatian nya!"Jawab Isha seperlunya,dia tetap selalu menjaga jarak dengan siapa pun pria yang bukan mahramnya.


"Kamu tidak perlu cemas lagi Nona,aku selalu siaga menjagamu selalu 24 jam kemanapun kamu pergi! tidak akan terjadi lagi sesuatu yang membahayakan nyawamu, bahkan seekor nyamuk pun tak akan mampu menyentuh mu!"Ucapnya begitu percaya diri.


Isha menghentikan aktivitas nya lalu berbalik menatap Tuan Lee,dia cukup terkejut dengan ucapannya,apa maksud dari semua nya.


"Maksudnya Anda selalu menguntit ku selama ini?!"Isha ingin memperjelas semuanya.


"Hanya itu yang bisa aku lakukan demi keselamatan mu,kamu tahu sendiri, suami mu itu tak becus menjaga mu,kamu pikir saja sudah berapa kali kamu hampir celaka gara gara dia!"Jawab Tuan Lee tidak tahu malu, sepertinya dia benar benar tidak faham dengan adat dan budaya di tanah air, selebihnya tentang ajaran Islam.


Khawatir Devan akan mendengarkan dengan apa yang dikatakan Tuan Lee,Isha mengajak Tuan Lee agar menjauh dari tempat dimana Devan berada,dia ingin memperjelas semuanya, bahwa apa yang dilakukan Tuan Lee untuk nya salah dan tidak boleh dilakukan kepada istri orang lain.


Namun Tissa yang melihat mereka tengah berbicara berdua, mengambil kesempatan itu dan memotret nya,ia berniat menjauhkan Devan dari sekertaris nya itu,ia tidak suka Devan dekat dengan siapapun.

__ADS_1


__ADS_2