NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Gelap mata


__ADS_3

"Bughh! kurang ajar!apa yang sedang kau lakukan kepada istri ku!"


Tanpa basa basi,Devan mendorong tubuh Tuan Lee dan memukul wajahnya dengan begitu keras.


"Dev,,tahan Dev!apa yang kamu lakukan!Tuan Lee tidak melakukan apapun kepada ku! hentikan Dev!"


Teriak Isha,ia sangat khawatir jika Devan sampai masuk penjara gara gara memukul orang,apalagi Devan terlihat sangat murka dan terus membabi-buta ingin memukuli Tuan Lee.


Revan segera datang melerai,,


"Dev, hentikan Dev!ingat ,ini masih di kantor dan para investor akan menilai buruk terhadap mu jika kamu tidak bisa menahan amarah seperti ini!"Bisik Revan mengingatkan adiknya.


Untungnya semua tamu rapat sudah keluar dari kantor dan hanya para karyawan saja yang menyaksikan kejadian itu.


Tissa semakin kesal,ia pikir Devan akan marah kepada sekertaris nya itu karena berani melakukan hal yang tak pantas di kantor kepada rekan kerja Devan.


Devan pun marah karena Isha dianggapnya seolah malah membela Tuan Lee.


Ia menarik tangan Isha dengan kasar menuju keluar dan memasukkan nya ke dalam mobil dengan paksa.


Tissa pun tersenyum puas.


"Apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan saat berduaan tadi?!"Tanya Devan dengan begitu marah.


"Tidak ada Dev, dia hanya menyapa biasa saja, memang nya apa yang kamu pikirkan!?"


Jawab Isha ,dia masih menyembunyikan apa yang sebenarnya dilakukan Tuan Lee terhadap nya.


"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku, cepat katakan atau kita akan mati bersama sama detik ini juga,,,!"

__ADS_1


"Ngengggg,,bremmmm!"


Seperti orang gila Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, selayaknya seorang pembalap profesional,dia tak peduli lagi mau hidup atau mati.


Isha langsung memejamkan matanya sambil berpegangan begitu eratnya,mau bicara bagaimana lagi dalam situasi seperti itu, yang ada rasa takut dan cemas menyelimuti nya saat ini,,, antara hidup dan mati,suami psikopat nya kembali kambuh lagi penyakit nya.


"Ckiiiitt!"


Devan menghentikan mobilnya di tepi jurang yang begitu curam, merasa Isha tetap tak merespon nya,ia akan melakukan cara lain agar dia segera buka suara.


"Baik,, jika kau tetap tak mau buka suara dan terus membela kekasih Korea mu itu,kau akan tahu akibatnya,aku ingin tahu seberapa kuat kau bertahan demi dia! keluar!"Teriak Devan dengan kemarahan nya yang masih belum reda.


Dengan kondisi yang masih sempoyongan karena pusing akibat dibawa ngebut, Isha segera turun dari mobil suaminya dan langsung muntah di tepi tebing tersebut.


"Ck, dasar payah!"umpat Devan sambil berkacak pinggang di belakang Isha.


Dengan kasar Devan menarik kerudung Isha dari belakang tanpa belas kasihan, begitu lah jika Devan sedang marah besar,ia tak dapat mengendalikan dirinya lagi.


Dengan kalap Devan mencengkram kerudung Isha dan menempatkan tubuh Isha benar benar di tepi tebing yang begitu curam,jika saja Devan melepaskan cengkeramannya itu, sudah dapat dipastikan tubuh Isha akan jatuh berkeping keping karena dasar tebing tersebut adalah bebatuan yang sangat tajam.


"Devan,,, hentikan,apa kamu mau membunuhku!?"


Isha benar benar ketakutan,ia tahu sifat Devan,,,Devan tak pernah main main dengan ancaman nya.


"Katakan apa yang terjadi sebenarnya!apa kau sudah bermain main di belakang ku dengan pria Korea itu? Kenapa kau begitu mati matian membela nya?!"


Teriak Devan sambil terus menyeret tubuh Isha semakin maju ke depan dan satu ujung kakinya sudah hampir tak menyentuh tanah lagi.


"Aku tak mungkin melakukan apapun di belakang mu, Devan! meskipun kau memperlakukan ku dengan buruk,aku tak mungkin berbuat hal sama seperti yang kau lakukan!"Jawab Isha, sebenarnya ia bingung jawaban apa yang ingin di dengar Devan,dan kenapa ia sampai semarah itu.

__ADS_1


"Aku tidak percaya!aku yakin ada yang kau sembunyikan dari ku!Aku tidak suka di bohongi seperti ini apalagi oleh mu,Isha! dasar perempuan munafik, penampilan saja yang sok 'alim, ternyata kau sama saja dengan para perempuan murahan yang sudah sering ku tiduri!"


"Terserah jika kau tidak percaya!jika dengan membunuhku membuatmu dapat berpuas hati,aku tidak peduli dengan nyawa ku,Devan, jatuhkan saja segera aku ke jurang itu sesuai dengan keinginan mu, asal kau meridhoi ku sebagai istri mu!"Isha sudah benar benar pasrah, Devan sudah tak bisa lagi di ajak bicara baik baik.


"Baik jika itu mau mu,,bawa lah kebencian ku sampai kau mati,, Istri ku!"Entah apa yang ada dalam pikiran Devan,ia sendiri pun tak yakin bagaimana dan apa sesungguhnya yang membuat nya sampai semarah itu, apa mungkin dia cemburu? tapi Devan segera menepis semua itu, baginya dia hanya marah karena ke pura-pura Isha selama ini.


Devan benar benar sudah gelap mata, sepertinya ia sudah bersiap untuk segera menjatuhkan Isha ke bawah jurang di bawah sana.


Namun tiba-tiba saja tangan seseorang menarik tubuh Isha dan segera menguasai keadaan.


"Apa yang kau lakukan Devan!? ia masuk penjara karena sudah membunuh istri mu dengan sengaja!kau benar benar sudah keterlaluan,,Aku sudah pernah bilang kepada mu,jika kau tidak menyukai nya dan begitu sangat membencinya, abaikan saja dia,,,! lalu sebenarnya kenapa kau sampai semarah itu, Devan,?!"


Revan datang tepat waktu,,,ia yang khawatir melihat kondisi adiknya yang tengah marah besar, segera mengikuti adiknya itu,kemana dan apa yang dilakukan Devan kepada Isha, dia selalu saja nekad dan belum bisa berpikiran jernih saat dalam kondisi seperti itu,dan benar saja kekhawatirannya benar benar terjadi.


Revan menarik tangan Isha dan meraihnya ke dalam pelukannya, namun Isha menghindar.


Dia hanya berdiri di belakangnya kini, dengan raut wajah yang pucat pasti karena ketakutan.


"Jangan ikut campur kak, ini adalah urusan rumah tangga ku,, serahkan istriku sekarang juga!"Devan sama sekali tak peduli dengan apa yang diucapkannya kakak nya itu.


"Itu tidak akan pernah terjadi, sadarlah Devan! Jangan pernah menemui nya lagi mulai saat ini! atau aku akan mengadukan mu kepada Papi!"Ancam Revan sambil menunjuk ke arah Devan , dia menarik tangan Isha dan memasukkan nya ke dalam mobil yang ia bawa, kemudian ia pun segera pergi dari tempat itu membawa Isha entah kemana.


Sedangkan Devan hanya terbengong sambil menatap kepergian mobil kakak nya yang membawa istrinya begitu saja.


"Arghhh!"


Teriak Devan sambil mengacak rambutnya asal,ia pun tak tahu alasan kenapa ia sampai semarah itu,ia hampir saja akan menyakiti Isha lagi,,,


bahkan hampir saja akan membunuh nya.

__ADS_1


Tapi sumpah, tak ada sedikitpun niat untuk melenyapkan nya,dia hanya menggertak nya supaya Isha mengatakan semuanya, tentang apa,dia pun tak begitu yakin, jawaban apa yang sebenarnya ingin ia dengar.


__ADS_2