
Dev melewati Papi nya begitu saja,ia berjalan terburu-buru dan masuk ke dalam mobilnya.
Revan yang baru saja datang bahkan tak sempat menyapa nya, Devan langsung menghidupkan mobilnya dan pergi entah kemana.
"Papi liat Devan nggak? kok dia gak ada di kamar nya sih!?"Tanya istrinya saat ia turun dari tangga.
"Devan baru aja lewat! kenapa emang nya sih Mam!?"Tanya Tuan Mahendra sambil menatap istrinya itu.
"Isha kayak nya kurang enak badan deh,dan dia minta pulang lebih awal,iya kan sayang!?"Kata Nyonya Mahendra sambil mengelus pundak calon menantunya itu.
" Dan tadinya Mami mau nyuruh Devan mengantarkan Isha pulang!eh dia malah kabur entah kemana!"
"Biar Revan aja yang antarkan dia pulang Mih!"Kata Revan yang baru saja tiba dan muncul dari pintu depan.
"Nah ide bagus tuh, kamu akan lebih aman di antar oleh Revan,dia adalah Kakak kandung Devan!"Kata Tuan Mahendra menyetujui tawaran putera pertama nya itu,ia juga memperkenalkan Revan sebagai anggota keluarga nya yang lain.
"Oh , enggak usah ,biar Isha naik taksi saja, terima kasih atas perhatian Bapak dan ibu, Isha mohon maaf karena gak bisa ikut acara sampai selesai! semoga acaranya lancar sampai selesai,ya Kak Revan! Isha permisi dulu, Assalamualaikum!"
Isha terang terangan menolak diantar pulang calon kakak iparnya itu,ia merasa canggung dan tak enak hati.
"Hei, tunggu,kau gadis kecil! berani beraninya menolak tawaran ku!Kamu adalah calon anggota keluarga kami,jadi sekarang kamu juga adalah tanggung jawab kami,kamu kan lagi sakit,jika terjadi apa apa dengan mu di jalan bagaimana,ayo biar aku yang antar!"
Revan benar benar memaksa ingin mengantar Neneng pulang,ia menarik lengan Neneng menuju mobilnya, kemudian ia memasukkan Neneng langsung ke dalam mobil tersebut lalu mereka pun berangkat.
Sepanjang perjalanan Neneng tak banyak bicara,dia hanya menjawab saja jika Revan bertanya padanya, itupun hanya seperlunya saja.
"Kamu pasti ragu untuk menikah dengan Devan kan?! tenang saja, meskipun dia terlihat bertabiat buruk, tapi aslinya dia adalah orang yang baik,aku yakin seiring berjalannya waktu,dia pasti akan berubah, apalagi dia akan mendapatkan calon pendamping yang istimewa seperti kamu!"Ucap Revan berusaha meyakinkan calon adik ipar nya itu.
",Iya, Kak!"Hanya itu jawaban Isha.
"Baik apanya, gak ada baik baik nya sama sekali, bahkan tadi dia sempat mengancam dan melecehkan ku!"Batin Neneng.
"Apa kalian tadi bertengkar?Aku lihat tadi devan seperti buru buru pergi gitu aja, lalu kamu juga beralasan ingin segera pulang! kalau kamu ada apa apa,coba ceritakan sama Kakak, mungkin saja Kak Revan tahu solusi nya cara menghadapi Devan agar mudah dipahami!"Revan mencoba berbaik hati dan menjadi teman bagi calon adik iparnya yang malang itu.
"Nggak juga sih!hanya saja Isha semakin bimbang kak! Devan bilang jika keluarga nya bukan sekedar ingin membantu perusahaan Isha saja, tapi ingin merebut nya dari Isha,apa menurut Kak Revan itu akan ada kemungkinan terjadi?!"Kata Isha,ia ingin tahu pendapat calon Kakak iparnya itu, sepertinya dia berbeda dari Devan,Revan terlihat bijaksana dan tenang.
__ADS_1
"Hahaha,kamu percaya sama Devan? yang benar saja,dia adalah anak broken home yang manja dan seenaknya, apapun akan ia lakukan untuk mencapai keinginannya, keinginan nya sekarang adalah bebas,dia belum mau menikah dan terikat, menurut ku bukan karena benci sama kamu, dia hanya masih nyaman dengan dunia nya sendiri dan benci peraturan yang mengekang! jadi kamu gak usah khawatir, meskipun kalian akan menikah karena terpaksa dan Devan belum menyukai mu, kami akan memperlakukan mu dengan baik, lagipula perusahaan kami sudah besar dan berada di mana mana,jadi aku rasa keluarga ku gak bakalan se serakah itu juga!"Jawab Revan sambil sesekali melirik ke arah Isha,jujur ia penasaran dengan wajah di balik cadar itu.
"Oh iya,siapa nama kamu tadi?!"Revan sebenarnya sudah tahu tentang calon adik iparnya itu,hanya saja ia ingin berusaha akrab dengan nya.
"Isha,kak! panggil saja Isha!"Jawab Isha pendek.
"Hemm, baiklah Isha,kemana kita harus belok?!"Revan menanyakan jalan yang ketika mereka berada di pertigaan.
"Kanan Kak, lalu disana ada sebuah panti dekat pesantren, disanalah Aku tinggal!"Jawab Isha.
"Oooh deket pesantren Gus Abdullah?!"
Revan baru sadar jika jalan tersebut menuju pesantren milik sahabat Ayah nya,dia juga sering datang kesana dengan Papi atau Mami nya.
"Betul Kak,nah disana, turunkan saja saya di depan!"
Kata Isha sambil menunjuk ke arah panti yang masih terlihat terang benderang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30,, memang sudah seharusnya Isha untuk pulang di jam seperti itu.
"Terimakasih karena sudah mengantarku pulang Kak,,,!"
Ucap Isha sambil bersiap untuk turun.
"Tidak usah sungkan, sebentar lagi kita akan menjadi saudara,,!"Jawab Revan sambil tersenyum.
Isha pun membungkukkan badan sedikit dengan sopan, kemudian ia pun turun dari mobil milik Revan.
"Oh iya,Sha! kamu memiliki hak untuk menolak perjodohan ini,jika kamu keberatan,kamu tidak perlu takut untuk membatalkan nya, aku bisa bantu buat bicara sama Mami dan Papi!"
"Tidak usah Kak,aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri,aku akan terus shalat istikharah, meminta petunjuk dari Yang maha kuasa!"Jawab Isha sambil menutup pintu mobilnya lalu berlalu dari hadapan mobil Revan.
"Andai aku yang dijodohkan dengannya, tentu aku tidak akan menolaknya, wanita limited edition yang sudah jarang ditemukan, dasar Devan Bodoh!"Gumam Revan sambil menatap punggung Isha yang semakin menghilang masuk ke dalam panti.
,
__ADS_1
"Baru pulang?dianter sama calon suami,ya?!hati hati jadi fitnah, kalian belum halal lho!"Tiba-tiba saja saat Isha hendak membuka pintu depan panti tersebut,
seseorang menyapanya dari balik pagar pembatas samping panti nya itu.
Irsyadul Ibad sedang mengontrol kondisi pesantren di malam hari sebelum semuanya beristirahat.
"Apaan sih ni orang kepo banget!"Batin Isha sambil mengurungkan niatnya untuk segera masuk? kedalam.
Isha tak tinggal diam,dia harus memberi klarifikasi agar pria sok alimm itu berhenti memandang nya sebagai wanita rendahan.
"Jika tidak tahu yang sebenarnya terjadi, ucapan anda jatuh nya akan menjadi fitnah,jika pun benar dengan apa yang anda katakan,itu termasuk ghibah,apa anda tidak malu dengan gelar ustadz yang anda sandang?"Balas Isha tak mau kalah.
"Saya hanya mengingatkan saja, tidak berniat fitnah atau nge ghibah!"Elak ustadz Irsyad membela diri.
"Lalu apa urusannya dengan anda, apa yang saya lakukan tak ada hubungan nya dengan anda, bukan?"
"Memang tidak ada, hanya saja sebagai seorang muslim kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan!"Ucap Ustadz Irsyad tetap tak mau kalah, padahal yang sebenarnya adalah dia tak rela perempuan seperti Isha jatuh ke tangan yang salah.
Isha tak mau meladeninya lagi, akhirnya ia melenggang masuk sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar aneh!"Ucap Isha sambil menutup pintu panti dengan cukup keras.
Isha termenung sambil berdiri dibalik pintu kamarnya,ia masih memikirkan tentang kejadian di rumah calon mertua nya tadi.
"Apakah dia melihat wajah ku dengan jelas?"Batinnya, Isha duduk di kursi meja riasnya lalu melihat dirinya di cermin,ia amat sangat menyesal mengapa sampai terjadi kejadian seperti tadi, meskipun Devan adalah calon suaminya,dan sebenarnya tidak lah mengapa jika ia melihat wajahnya jika hanya sekali,tapi tetap saja Isha merasa tidak rela, secara kelak jika ia menikah pun dengan pria yang bernama Devan itu, semua atas dasar paksaan belaka.
,,
"Kau pasti sudah melihat wajah calon istri mu itu kan,apa dia cantik?! cantik siapa dibanding Vanness?!"Tanya Revan kepada adiknya.
"Gak tahu, aku hanya melihat rambut nya saja dari belakang ,gak tahu cantik apa enggak, bibirnya sumbing kali, makanya dia menutupinya begitu!"Ucap Devan sambil membayangkan kembali kejadian kemarin di kamar tamu di rumah nya.
Dia hampir saja melihat wajah calon istri paksaan nya itu jika saja Isha tak cepat cepat menutup nya kembali.
Jujur dalam hati Devan merasa penasaran,tapi ia segera membuang jauh jauh perasaan itu, memang apa pedulinya, bahkan ia yakin gadis itu tak seberapa cantiknya.
__ADS_1
"Jangan sampai kamu menyesal Dev!gak apa apa,kamu menikah saja dengan nya!jika tetap tidak mau,aku akan menjaganya untuk mu,dan kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan,kau hanya tinggal melakukan apa yang Papi minta, sisanya biar aku yang urus!akan ku buat gadis itu jatuh cinta kepada ku terlebih dahulu! kamu gak keberatan kan, Dev!?"