
"Katakan kemana Devan pergi!tadi kau yang terakhir bersama nya!"Bentak Tuan Mahendra kepada sopir yang bertugas membawa Devan ke tempat acara pernikahannya.
"Maafkan saya Tuan!Tuan muda menurunkan saya di jalanan dan ia memutar balik arah,sa,sa,saya tidak tahu dia akan pergi kemana!"
Jawab sopir itu sambil ketakutan.
"Dasar bodoh! dimana para pengawal yang bertugas menjaga nya! dasar tidak becus!"
"Mereka langsung mengejarnya mobil Tuan muda Devan, Tuan!dan belum ada kabar sampai saat ini!"
"Ada apa Pih?!kok acara nya belum dimulai?!"Tanya Revan yang baru saja tiba dari bulan madunya di Bali.
"Devan kabur,Rev!Kamu tahu kira kira dia pergi kemana?"Tuan Mahendra terlihat begitu Frustasi.
Revan segera tancap gas mencari Devan, sepertinya dia tahu dimana adik nya itu berada.
...-------------...
Devan segera membawa Vanessa ke rumah sakit terdekat begitu ia menemukan tubuh Vanessa sudah terkulai lemas di apartemen barunya, sepertinya ia kehabisan darah akibat ulah nya sendiri yang sudah memotong urat nadinya beberapa menit lalu,dan kini dia dalam kondisi yang sangat kritis.
"Tuan muda mohon maaf, anda harus segera kembali sekarang!Tuan Mahendra marah besar jika Anda tidak kembali, ini adalah hari pernikahan Anda!"Kata salah satu pengawal pribadinya yang berhasil mengikuti Devan hingga ke rumah sakit.
"Tapi kau lihat sendiri bukan?aku tak bisa meninggalkan dalam kondisi seperti itu!kau ingin aku masuk penjara!"
"Silahkan Tuan muda!"
Ucap pengawal itu sambil menyodorkan ponsel miliknya yang sudah terhubung dengan Tuan Mahendra.
"Segera kembali atau kau benar benar akan ku masukkan ke dalam penjara atas tuduhan penipuan! ingat kau sudah menandatangani kontrak dengan Isha,Devan Mahendra!"
Teriak Tuan Mahendra lewat telepon,dia benar benar kesal dan marah.
Tak lama datang lah empat orang polisi bersama sang Kakak juga Reno sahabat sekaligus sekertaris nya.
"Please,Dev! ikuti kata kata Papi,aku tidak bisa menolong mu jika sudah begini!"Kata Revan berusaha membujuk adik nya itu.
"Bukannya kalian sudah putus?!"Tanya Reno,ia tahu betul jika Devan sudah berusaha melupakan Vanessa.
__ADS_1
"Oke, oke!Aku gak bermaksud kabur kok!tiba tiba saja ada kejadian kayak gini,aku gak mungkin kan membiarkan nyawa orang lain melayang, apalagi dia pernah dekat dengan ku, sekarang dia lagi kritis!"Devan terlihat sangat kebingungan, bahkan kemeja putihnya penuh dengan darah karena sudah menggendong Vanessa.
"Kamu pikir Vanessa mau balikan sama kamu jika kamu jatuh miskin! ingat Bro, ancaman seorang Mahendra tak pernah main main,kamu akan dibuat nya hancur sehancur hancur nya jika kamu berani membuatnya marah!"
Reno terus saja mengingat kan sahabat nya itu.
"Aku tahu!aku tidak,,,!"
Tiba tiba saja dokter yang menangani Vanessa keluar dari ruang ICU.
"Bagaimana keadaan nya sekarang Dok!?"
Tanya asisten Vanessa yang seorang banci.
"Dia sudah melewati masa kritisnya,dan kabar baiknya adalah bayi yang berada di dalam kandungan nya juga tidak apa apa!"
"Apa?!dia sedang hamil?!"Ucap Devan, Revan,dan Reno hampir bersamaan.
"Dev! jangan bilang kalau itu adalah Anak Lo,udah berkali-kali gue Lo harus pake pengaman kalo lagi main main!"Bisik Reno dengan penuh kekesalan.
"Gue bisa pastikan itu bukan anak Gue!Gue yakin selalu pake pengaman saat bermain,Lo tanya tuh sama dia,bukan Gue aja yang udah tidur sama cewek murahan itu!"
"Jika begitu, segera tinggal kan dia!kau tahu dia perempuan murahan, untuk apa kau masih peduli!kau mau dimasukin penjara sama Papi?!kita sudah tidak punya banyak waktu lagi!Ayo buruan!"
Ucap Revan sambil menyeret tubuh adiknya ke luar rumah sakit,lalu memasukkan nya ke dalam mobil, mereka pun akhirnya ngebut ke acara pernikahan dengan di kawal oleh polisi.
...----------------...
Keadaan sudah sangat kacau,para tamu undangan saling ber desas desus membicarakan calon pengantin Pria yang tak kunjung datang, sedangkan Tuan Mahendra terus membujuk Penghulu agar memberikan waktu sedikit lagi untuk menikah kan putera nya.
"Maaf Pak, waktu saya sudah habis!saya harus menikahkan lagi di tempat lain,jika calon pengantin pria disini sudah ada,saya akan kembali lagi nanti, bagaimana Pak?!"
"Saya mohon Pak!Anak saya sudah diperjalanan, tunggu lah sebentar lagi!"Nyonya Mahendra ikut memohon juga.
"Kalau begitu,jika lima menit lagi tidak muncul juga,mohon maaf saya harus segera pergi,Pak,Bu!"
Penghulunya juga ikut merasa kesal.
__ADS_1
Bahkan semua tamu undangan sudah memastikan jika Devan tidak akan datang ke acara pernikahan nya sendiri.
"Mohon izin Pak,jika pengantin pria nya tidak hadir,saya siap menggantikan nya, Pernikahan ini tidak boleh dibatalkan!"Tiba tiba saja Irsyadul Ibad yang sedari tadi ikut merasa cemas, segera berdiri mengajukan dirinya,ia ingin menyelamatkan Isha dari rasa malu yang akan ditanggung nya, mungkin ini sudah jalan yang Allah gariskan atas doa doa nya selama ini.
"Mohon Izin,Abah,Umi, bolehkan?!"
Ucapnya lagi sambil menatap kedua orang tua nya.
"Terserah kamu saja nak,jika itu memang yang terbaik!"
Jawab Kiai Abdullah,ia menatap sahabatnya, yaitu Tuan Mahendra tapi tanpa mengatakan apapun.
Tuan Mahendra menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju,Kiai Abdullah mendekati nya lalu memegang pundaknya,,
"Kita tidak boleh egois, mungkin ini sudah jalan terbaik,kita harus menyelamatkan nama baik gadis itu!Aku akan mengganti semua kerugian yang sudah kau keluarkan!"
Ucapnya,Kiai berusaha memberikan pengertian.
Tuan Mahendra hanya menunduk tak berdaya, ia sungguh kesal kepada Devan,dia benar benar sudah membuat nya malu.
Bahkan semua tamu undangan begitu tercengang dengan kejadian itu, bahkan Isha pun seakan tak percaya dengan takdir yang menimpa nya.
"Ustadz Irsyad?! bagaimana bisa!?"Ucap Isha sambil berdiri,ia yang sedari tadi berdiam diri di kamar khusus,kini berusaha ingin melihat ke tempat akad akan dilangsungkan.
"Jika semua nya sudah setuju, untuk mempersingkat waktu, silahkan calon pengantin pria harap duduk di tempat yang sudah disediakan!"Kata Pak penghulu mempersilahkan Ustadz Irsyadul Ibad untuk duduk berhadapan dengan Theo,paman dari Isha yang ditunjuk sebagai wali nikah Isha.
"Pih, gimana ini?!"Bisik Nyonya Mahendra begitu panik.Sedangkan Tuan Mahendra sudah kehabisan kata kata,tak ada lagi yang bisa ia perbuat kini, Devan Mahendra, putra nya sendiri,tak kunjung datang dan sudah membuat nya kehilangan muka.
"Siapa nama Ananda?!"Tanya Pak penghulu kepada Ustadz Irsyad.
"Muhammad Irsyadul Ibad!"
"Baik,wali, silahkan ikuti kata kata saya!"
Kata pak penghulu kepada Theo,,Theo pun mengangguk, meskipun ia sangat kebingungan, kesempatan untuk mengeruk harta Keluarga Mahendra kini lenyap di depan mata.
"Saya nikahkan dan kawinkan keponakan saya yang bernama Siti Rumaisha binti Bapak Tomy Widjaya almarhum kepada engkau Ananda Irsyadul Ibad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat satu kilogram di bayar tuuu.. nai!"
__ADS_1
...----------------...