NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Plin plan


__ADS_3

Devan terlihat sibuk mengompres Isha yang demam nya tidak kunjung turun.


Ia pun mengusap leher Isha yang terdapat banyak tanda merah bekas gigitan gigitan kecil nya tadi,ia sedikit tersenyum,tadi hampir saja ia merenggut kehormatan istri yang tidak di inginkan nya itu, rasanya memang sungguh manis, tapi masih begitu banyak duri dalam diri keduanya yang terus menghalangi mereka, yaitu ego masing-masing yang tidak mau kalah satu sama lain.


sedikit ada penyesalan karena ia sudah bertindak sebodoh tadi dan memperlakukan Isha dengan kasar, entah apa yang merasuki nya,bukan kah ia tak pernah menginginkan Isha sebagai istrinya, tapi mengapa ia merasa sangat bernafsu ingin mengambil kehormatan nya tadi.


Sudah tahu kondisi Isha sedang buruk dan masih trauma,ia malah menambahnya dengan perlakuan nya tadi,kan jadi dia sendiri yang repot,ya Tuhan!


Batin Devan merutuki dirinya sendiri.


"Kamu sudah bangun? minumlah ini!"


Ucap Devan begitu melihat Isha membuka matanya,dia memberikan segelas teh hangat yang dicampur madu dan perasan lemon dan jahe, resep yang biasa di berikan Mami nya setelah ia mabuk berat.


Isha pun meminumnya sedikit dengan perasaan sedikit takut saat melihat Devan.


"Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan tadi, aku sungguh kesal saat tahu kamu diantar pulang oleh pria lain dan aku langsung kalap! tolong maafkan aku dan jangan mengadu kepada Papi!"Lagi lagi alasan Devan meminta maaf kepada Isha adalah karena takut kelakuannya diketahui oleh kedua orang tua nya dan ia takut jika harus kehilangan segalanya.


Isha membuang nafas nya begitu dalam,ia sungguh tak mengerti dengan apa yang dirasakan Devan terhadap nya.


"Kenapa kau harus begitu marah Tuan Devan Mahendra, bukan kah kita tidak saling mencintai,aku tidak pernah mempermasalahkan hubungan mu dengan mantan kekasih mu itu, bahkan setelah kau meninggalkan ku di jalanan,aku tidak mengatakan apapun kepada orangtuamu! seharusnya tidak jadi masalah juga bukan,saat aku pergi kemanapun dan dengan siapapun!"Balas Isha meskipun kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu, tidak mungkin ia menghancurkan kehormatan nya begitu saja.


Devan terdiam, benar yang dikatakan Isha, selama ini dialah yang selalu membuat masalah dan Isha tidak pernah melaporkan nya sedikitpun kepada siapapun.


"Tapi sebagai perempuan yang taat kepada agama, bukankah tidak baik jika seorang perempuan yang sudah menikah pergi atau pulang diantar oleh pria lain?!"Devan terus berusaha menjatuhkan Isha dengan argumentasi nya.

__ADS_1


Isha tersenyum sinis sambi membuang wajah nya dan berpaling dari Devan.


"Seharusnya sebelum menuduh kau harus tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi,dan sebagai wanita yang taat kepada agama dan juga kepada suami, meskipun suami nya tak pernah menganggap nya, tentu saja aku akan lebih berusaha menjaga harkat dan martabat seorang istri meskipun selalu diperlakukan tidak adil oleh suaminya,aku tidak mungkin pergi dan di antar pulang oleh pria lain,jika kamu lihat lebih dekat tadi,di dalam mobil bukan hanya ada aku saja dengan ustadz Irsyad tapi juga ada anak anak panti yang ikut mengantar,ku ,Aku duduk di kursi paling belakang dan sama sekali tidak berinteraksi dengan pria manapun,aku memang salah karena sebelumnya tidak meminta izin untuk mampir ke panti, untuk yang satu itu Aku benar benar minta maaf karena keadaannya yang darurat!"


Dengan begitu panjang lebar dan sejelas jelasnya,Isha menjelaskan semua nya.


Devan terdiam ambigu, Isha tidak mungkin membohongi nya,ia yakin apa yang dikatakan Isha adalah yang sebenarnya terjadi.


"Maaf karena sudah menuduh mu yang tidak tidak, Istirahat lah,aku sudah pesan makanan lewat online, sebelum makan obat, makan lah terlebih dahulu!"Ucap Devan dengan wajahnya yang terlihat menahan malu, sedangkan Isha terlihat bangkit dari tempat tidur mereka dengan tertatih karena masih sedikit pusing.


"Kamu mau kemana,aku bilang istirahat lah dulu, bandel amat sih!entar aku lagi yang repot jika kamu harus pingsan melulu!"Ucap Devan sambil menahan tubuh Isha yang sedikit oleng.


"Minggir ah,gak usah pegang pegang dan jangan sok perhatian seperti ini! biarkan saja meskipun aku harus tergeletak pingsan dimanapun,apa peduli mu emangnya!?bukan nya bagus jika aku mati sekalian,kamu akan bebas melakukan apapun yang kamu mau!"Bentak Isha,ia terlihat begitu kesal karena sikap Devan yang plin plan dan tidak punya pendirian.


"Papi bisa marah besar jika tahu aku tidak memperdulikan mu, sudah lah jangan banyak protes, cepat berbaring kembali!"


"Aku mau sholat magrib,ini bahkan sudah sangat terlewat,kau juga belajar lah solat! punya berapa banyak nyawa memang nya kamu, berani meninggalkan sholat,ngakunya aja seorang muslim!"Hardik Isha dengan sisa tenaganya yang masih lemah,tapi tetap saja ia ingin marah marah kepada suami nya yang selalu bikin kesal itu.


"Ya sudah sana, kalau mau sholat!malah ngajak ribut segala,suka suka gue lah,mau solat atau tidak!"Sanggah Devan sambil melepaskan pegangannya dari tubuh Isha.


Isha pun pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, namun ketika ia sampai di dalam nya,ia termenung sebentar,ia berpikir apakah tadi sudah terjadi sesuatu diantara dirinya bersama Devan?! tapi ******** nya tidak terasa sakit sedikit pun,ia berusaha mengingat lagi,, tidak mungkin dia bertanya kepada Devan, pasti dia akan mengerjainya habis habisan.


Isha pun yakin bahwa tidak terjadi apapun tadi,dia ingat Devan hanya menjamah nya saja,dia belum sempat mengambil kehormatan nya karena ia keburu pingsan tadi.


Isha pun memutuskan untuk mandi karena ia merasa jijik karena tubuh nya sudah disentuh suaminya sendiri,suami gila yang tidak ia inginkan, tepatnya.

__ADS_1


"Devaaaaannn!"


Isha langsung menjerit begitu ia melihat lehernya penuh dengan warna merah bekas kecupan Devan tadi.


"Apa?!apa yang terjadi Sha!?hey,,Isha!buka pintunya,ada apa?!"Devan yang mendengar teriakan Isha yang begitu keras merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu kepada nya di dalam kamar mandi.


Isha langsung membuka pintu kamar mandi ,ia tidak sadar jika ia hanya menggunakan handuk saja yang membungkus tubuh nya.


"Lihat ini!apa apaan coba! Kenapa banyak sekali tanda merah di leherku!katakan bagaimana cara menghilangkan nya! melihat nya saja aku merasa jijik!"


Teriak Isha sambil menunjukan lehernya yang jenjang,mulus dan putih itu kepada Devan.


Devan hanya nyengir saja sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itu,,itu,,gak akan bisa hilang Sha, mungkin selama tiga hari!"ucapnya sambil memandangi leher Isha,ia malah fokus menatap tubuh Isha yang terlihat aduhai dan hanya terbungkus handuk sebetis sampai dada itu.


"Apa?! Terus gimana ini, pokok nya aku mau tanda merah ini hilang segera,aku jijik Devan !"Teriak Isha lagi sambil memukul-mukul dada Devan dengan histeris.


"Oke oke,aku nanti coba cari di google cara menghilangkan nya!"Devan berusaha menenangkan Isha sambil memegangi tangan nya yang tak berhenti memukulinya cukup keras.


Namun karena Isha tak bisa diam, tiba-tiba saja handuk nya melorot begitu saja, alhasil tubuh Isha yang tanpa sehelai benang pun terpampang nyata di hadapan Devan,Devan nampak begitu melongo menikmati pemandangan langka itu.


"Arghhh!!Devaaann! tutup matamu dan lepaskan aku sekarang juga!"Teriak Isha,ia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Devan yang semakin kuat.


Devan malah tersenyum menyeringai penuh kejahatan,ia malah mendorong tubuh Isha ke dalam kamar mandi,,

__ADS_1


Dan entah apa yang akan dilakukan nya lagi disana kepada Isha.


__ADS_2