NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Tipu daya


__ADS_3

"Apa kau berniat kembali kepada kekasih mu yang sudah meninggalkan mu itu,apa kau tidak punya harga diri, Devan!Kau tahu kenapa dia akhirnya kembali dan merayu rayu kamu lagi?Di Paris dia di tipu habis habisan oleh seorang pria bule hingga ia bangkrut dan terpuruk,pria bule itu pergi meninggalkan nya begitu saja setelah mantan mu itu kehabisan harta nya disana, lihat saja!sebentar lagi dia akan menjerat mu dengan mengaku bahwa dia hamil oleh mu, padahal sesungguhnya dia sudah hamil oleh Pria brengsek yang sudah menipu nya itu!apa kau se naif itu,Devan Mahendra, hahaha! sungguh kasihan!"Tuan Mahendra menertawakan Putera nya yang hampir saja tertipu oleh Tissa jika saja ia tak memberitahu kebenaran nya.


Devan diam seribu bahasa, apakah yang dikatakan oleh Papinya itu benar adanya, atau hanya sekedar akal akalan nya saja untuk memisahkan nya dari Tissa.


"Papi jangan mengada-ada!"Ucapnya terdengar pelan dan sendu.


"Jika tak percaya,coba kau tanyakan saja sama temen Mami yang dari Paris, Mami juga tahu dari dia! Kamu jangan bodoh,Devan, jangan sampai kamu menyesal akhirnya! meninggalkan istri mu yang sempurna itu demi mendapatkan perempuan yang sudah hancur dan bekas orang lain!"


Nyonya Mahendra pun tak kalah kesal nya terhadap Devan.


"Jika kau bersikeras akan km kepada mantan kekasih mu itu,,aku akan benar benar mencoret nama mu dari daftar ahli waris keluarga kita!"kembali Tuan Mahendra mengultimatum Putera nya itu,kali ini ia semakin tegas dan serius.


Devan tak mampu berkata-kata lagi di hadapan orang tuanya, sebenarnya ia ingin sekali memastikan nya langsung kepada Tissa, apakah yang dikatakan Papi Mami itu benar adanya?


Jika iya,, bagaimana dia bisa setega itu kepada nya, ternyata Tissa hanya memanfaatkan nya saja selama ini,tak benar benar tulus ingin kembali padanya.


Devan segera menghubungi sahabat sekaligus sekertaris nya,Reno, mereka pun janjian untuk bertemu di cafe tempat mereka biasa bertemu, melepaskan penat mereka sambil saling bertukar cerita.


"Aku juga sudah mengecek kebenaran berita itu,Dev!dan itu benar adanya, namun soal kehamilan Tissa,aku belum yakin karena tidak ada informasi yang jelas tentang hal itu!"Reno membenarkan tentang apa yang dikatakan oleh kedua orang tua Devan,ia yakin jika informasi yang ia dapatkan adalah valid dan benar adanya, karena banyak juga relasi perusahaan dan teman teman mereka yang berada di Paris di tambah Reno juga memiliki teman yang kenal dengan keluarga Tissa,dan mereka tahu jika Tissa sedang bermasalah seperti yang dikatakan keluarga Mahendra.


"Ckkk!aku pusing Ren!Tissa bilang kalau dia sakit leukemia sekarang dan butuh perawatan dan perhatian yang lebih dariku!aku tak mungkin mengabaikan nya begitu saja!"


Kata Devan sambil minum sedikit alkohol untuk menghilangkan stres nya.


"Kau yakin kalau dia beneran sakit?!kamu sudah mengecek nya ke dokter, jangan jangan kau dibodohi dia lagi!"Reno mengingat kan Devan sebagai sahabat nya.


"Belum sih, tapi dia sering mengeluh sakit kepala dan sering pingsan,aku juga pernah bertemu dengan nya di rumah sakit saat aku mengantar Isha berobat!"Jawab Devan mulai merasa ragu juga jika Tissa benar benar sakit.


"Orang hamil juga kadang suka sakit kepala dan juga pingsan Dev,kita harus mencari tahu apa dia benar benar sakit atau hanya akal akalan nya saja!"

__ADS_1


"Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?!Tissa selalu mengejar ku kemanapun, bahkan tadi dia datang ke rumah ku dan sudah bertemu Isha,, makanya aku tak bisa menghindarinya! gimana gue gak pusing coba!"


"Menurut ku sebaiknya kau berpura-pura saja dulu belum tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada nya, sampai kau yakin dan cukup bukti jika dia benar-benar sudah membohongi mu, kecuali jika kau masih bucin kepadanya, segeralah bertindak tegas kepada nya sebelum kau benar benar menyesal Dev!"Sindir Reno,ia ingin tahu seperti apa perasaan Devan yang sebenarnya, mengingat dulu ia begitu bucin kepada Tissa.


"Gue harus balik sekarang!"Ucap Devan sambil meneguk minuman nya yang terakhir tanpa menjawab rasa penasaran Reno tentang perasaan nya.


"Balik kemana maksud Lo?! tempat Tissa?! bener bener Lo ya, cinta sudah membuat seseorang buta!"Umpat Reno kesal.


"Ya,ke rumah Gue lah ,dodol!Isha di rumah sendirian,ini sudah terlalu malam,Gue khawatir terjadi apa apa kepada nya!"Ucapnya sambil menjitak kepala Reno.


"Serius Lo!? Lo beneran khawatir sama istri Lo!waw waw waw! ini benar benar kabar yang baik!gue yakin sebentar lagi kebucinan Lo bakal berpindah kepada cewek lain, yaitu istri yang selama ini Lo benci, gue yakin seratus persen!"Kata Reno,ia begitu terkejut dengan apa yang ia dengar, sambil bertepuk tangan Reno mengolok olok sahabat nya itu.


"Berisik Lo! itu gak bakalan pernah terjadi!Gue hanya takut kehilangan aset gue jika sampai gue menyakiti wanita ninja itu, Lo tahu kan Bokap Gue punya banyak mata dan telinga di manapun!"Sanggah Devan sambil beranjak dari tempat duduk nya san berlalu begitu saja meniggalkan Reno sendiri yang menertawakan nya setengah mengejek.


Ia segera meluncur menuju rumah nya , entah kenapa yang ada dipikiran nya kini bukan Tissa lagi, tapi Isha,apa benar yang dikatakan Reno,apa dia sudah mulai jatuh cinta kepada istri ninja nya itu?


No no no!itu tidak boleh terjadi,apa kata dunia jika akhirnya dia jatuh cinta kepada perempuan yang bahkan ia benci selama ini.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 , sudah hampir lewat tengah malam.


Devan pulang dengan sedikit bau alkohol.


"Kamu belum tidur?"Tanya nya kepada Isha yang membukakan pintu tapi wajah nya terlihat masih segar seperti belum tertidur.


"Sudah,, tapi ke bangun gara gara kamu!lain kali bawa kunci cadangan jika akan pulang larut malam,aku pikir kamu mau nginep di rumah perempuan bukan mahram kamu itu!"Ucapan nya terdengar ketus dan kesal.


"Kamu cemburu?!"Goda Devan sambil memajukan wajahnya mendekati wajah Isha yang terlihat bercahaya meski bangun tidur, membuat gemas saja Devan yang hampir saja tak dapat menahan diri karena sedikit mabuk.


"Bukan cemburu!aku hanya tak mau di ganggu malam malam saat sedang tidur pulas,mana bau alkohol lagi! tidur di luar! jangan tidur di kamar!"Ucap Isha sambil masuk ke dalam kamar nya lalu kembali dengan melempar satu bantal dan selimut ke pangkuan Devan yang baru saja melepaskan sepatunya.

__ADS_1


"Aku hanya minum sedikit bareng Reno! kamu tanyakan saja kepada nya, izinkan aku tidur didalam,sha ,,Isha!disini dingin dan banyak nyamuk!"Teriak Devan sambil menggedor-gedor pintu kamar nya yang sudah di kunci dari dalam.


Devan terus saja menggedor pintu kamarnya karena Isha masih saja tak peduli,tapi entah kenapa ia ingin sekali tidur di kamar bersama Isha malam ini, padahal ia dan Isha pun belum pernah melakukan apapun meskipun setiap malam tidur satu kamar,bukan tidak pernah,tapi hampir saja.


"Aduuuh,berisik banget sih,aku ngantuk tau!?"Bentak Isha sambil mengacak rambutnya sendiri karena kesal dengan kelakuan Devan, terpaksa ia membuka pintu kamar nya karena Devan begitu berisik.


"Biarkan aku masuk,aku janji gak bakalan minum lagi!"Rengek Devan terdengar begitu manja.


"Apa susah nya sih tidur di luar, tinggal tidur aja, apa beda nya sih!"Isha masih bersikukuh.


"Diluar dingin dan banyak nyamuk, besok aku harus bangun pagi karena ada meeting di kantor Papi!"Devan mencari cari alasan agar Isha mengizinkan tidur bersama.


"Ishh!!!ya sudah! pergi mandi dulu sana!"Akhirnya Isha pun mengalah.


Namun Devan malah menjatuhkan dirinya di tubuh Isha,Isha yang tubuhnya kecil sampai oleng dan terjatuh ke atas tempat tidur karena harus menahan tubuh Devan yang begitu tegap itu, tubuh mungil Isha kini tertindih dan tertutup tubuh Devan yang tinggi besar.


"Astaghfirullah,Devan bangun!pergi mandi dulu baru tidur!aku gak suka aroma tubuh mu yang bau alkohol seperti ini!"Isha berusaha membangunkan Devan yang sepertinya sudah tertidur di atas tubuhnya.


"Dev! Devan,,!"Isha menggoyang goyangkan tubuh Devan karena berat,ia tak mampu menggulingkan ke samping.


"Hemm,,,!"Jawab Devan dengan matanya yang sudah terpejam.


"Menyingkir lah!Aku tak bisa bernafas!"


"Hemm,,! biarkan tetap seperti ini sampai pagi,aku hanya bisa tidur nyenyak jika mencium aroma tubuh mu yang sangat menenangkan,hemm!"Racun Devan setengah sadar setengah tidak karena ia sangat lelah malam ini.


Bukan melepaskan dekapannya,Devan malah semakin menindih tubuh Isha di bawah rengkuhan nya semakin dalam, membuat Isha semakin sulit bergerak.


"Tapi aku bisa mati karena kehabisan nafas jika sampai pagi tubuh mu harus seperti ini! menyingkirkan lah Devan!"Isha berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


"Tidurlah saja!jika kau terus bergerak,bisa bisa kau membangunkan sesuatu milikku yang tidak boleh bangun,kau akan sangat menyukai nya jika anu ku sampai bangun dan menembakkan peluru nya kepada milikmu,,apa kau mau hemm?!"Ucapnya sambil menghembuskan nafasnya di telinga Isha ,ia sengaja sedikit menggoda istri kecilnya nya itu.


__ADS_2