NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Kutunggu jandamu


__ADS_3

"Pih,Pih,Pih! tunggu dulu Pih! Papi kok tega sih sama Devan,,,Devan kan udah mengorbankan kebahagiaan Devan demi mengikuti kemauan Papi,,tapi kok akhirnya jadi kayak gini,,ini gak adil buat Devan Pih!"


Devan menarik tangan Reno yang hendak memanggil pengacara perusahaan mereka.


"Itu terserah kalian aja ya,,,!Papi kasih waktu kalian untuk berpikir,,jika kalian bisa bertahan selama satu tahun,,maka semuanya akan baik-baik saja! perjanjian ini akan hangus selama satu tahun! datang lah kembali besok jika kalian sudah memiliki keputusan yang tepat!"Kata Tuan Mahendra memberi waktu untuk berpikir selama satu hari saja.


Devan dan Isha pun akhirnya pergi dari perusahaan Papi nya menuju perusahaan milik Isha yang harus segera mereka jalankan,tak lupa Devan pun membawa Isha ke tempat pembangunan Mall terbesar yang sudah mulai dilakukan pengerjaan nya.


Pergi ke daerah sana membuat Isha teringat kembali akan panti asuhan yang Devan gusur, mereka pun jadi teringat waktu pertama mereka bertemu,, pertemuan yang membawa petaka bagi kedua hingga sekarang,, Isha menjadi sedih dan ingin berkunjung ke Panti,ia merasa rindu suasana dan anak anak panti yang sudah ia tinggalkan selama satu Minggu ini tanpa kabar sedikitpun.


"Apa boleh aku berkunjung ke panti,,aku rindu anak anak disana!"Kata Isha meminta izin, kini mereka sedang menuju perusahaan milik Isha yang masih dikelola Theo,paman Isha.


"Rindu anak anak, atau rindu ustadz yang hampir mengganti kan ku saat aku menikahi mu!?"Celetuk Devan sambil terus fokus mengemudi.


"Kalo iya kenapa, situ cemburu?!"Balas Isha tak mau kalah, kini ia sudah kembali seperti semula, selalu membantah perkataan Devan dan tak mau kalah dari nya,itu lebih menyenangkan daripada ia selalu diam seperti orang yang bisu.


"What?! Ahahah!apa aku gak salah dengar?! cemburu katamu?! itu tak akan pernah ada dalam kamus ku ,, jangan pernah bermimpi kamu bisa membuat ku cemburu yaa, terserah kamu mau ketemu sama siapa juga, itu bagus malah,,aku bisa memiliki perusahaan milik kamu sendirian!"Kata Devan sambil tertawa lepas.


"Itu tidak akan pernah terjadi, akan ku buktikan jika kamu memang tidak pantas mendapatkan apapun bahkan dari Papi mu itu!"Balas Isha ,ia semakin berani kini.o


"Kita lihat saja nanti, siapa yang paling hebat diantara kita!"


Ucapan Devan seakan menantang Isha.


Ia pun memarkirkan mobilnya di depan perusahaan Isha yang sudah hampir bangkrut itu.


Terlihat Theo menyambut kedua pengantin baru yang baru datang ke perusahaan yang ia kelola.


"Bagaimana kabar kalian setelah menikah? pasti menyenangkan bukan?!"Tanya Theo sedikit berbasa-basi.


"Yaa, begitulah Om, seperti yang Om ketahui kita belum saling mengenal sebelumnya!"Jawab Devan nampak tak ramah,dia tahu jika Theo adalah orang yang membuat perusahaan milik Isha hampir bangkrut, bahkan ia berniat menjual perusahaan tersebut jika saja Isha tak segera menikah dengan Devan,dia juga tahu jika Theo seorang materialistis.


"Ahhh, nanti juga lama lama kalian akan saling jatuh cinta dengan seiringnya waktu!Ayo masuk,kita ke ruangan rapat segera, kebetulan hari ini kalian datang,aku ingin mengenalkan kalian kepada salah seorang investor baru kita!"Ucap Theo sambil berjalan kearah ruang rapat diikuti Devan Isha.


"Sorry Mr,,Anda harus menunggu,, perkenalkan ini adalah keponakan ku,dia adalah CEO Perusahaan kita ini,dan dia adalah suami nya, mereka adalah pengantin baru!"Theo memperkenalkan kedua nya kepada salah satu investor baru yang membeli saham tertinggi.


"Mr.Lee?!"


Batin Isha,ia cukup terkejut jika investor baru itu ternyata adalah Mr.Lee, apalagi Devan,, bahkan wajah nya sangat menunjukkan rasa tidak suka nya.


"Silahkan semua duduk kembali,, seperti yang kita ketahui,jika keponakan saya ini adalah CEO baru kita dan saya hanyalah sebagai wakilnya saja, sedangkan Tuan Devan ini akan menjabat sebagai Direktur utama karena beliau adalah Investor terbesar dan pemilik saham terbesar, beliau juga mendapatkan mandat dari keponakan saya yang sekarang ini sudah menjadi istrinya untuk mengelola perusahaan ini agar kembali bangkit dan berjaya dan tentunya semakin sukses,kita semua menaruh harapan besar kepada Tuan Devan Mahendra untuk kelangsungan perusahaan ini ke depan nya,kita sambut direktur utama kita,,,Tuan Devan Mahendra,,,!!"

__ADS_1


Semua orang yang hadir dalam rapat tersebut bertepuk tangan riuh memberikan apresiasi mereka kepada Devan yang berdiri lalu memberi hormat kepada semua orang.


Setelah rapat selesai, semua orang memberi selamat kepada Devan dan Isha atas pernikahan mereka juga atas jabatan baru yang mereka dapatkan,tak terkecuali Mr.Lee,si Pria Korea yang naksir berat kepada Isha.


"Aku akan dengan mudah menyingkirkan mu,jika kau berani menyakiti nya lagi,,aku sudah tahu jika pernikahan kalian hanya sebatas pernikahan bisnis saja,akan ku buat istri mu jatuh cinta kepada ku,,dan aku akan menunggu dia menjadi janda,,!"Bisik mr.Lee sambil menyalami Devan,, Devan hanya tersenyum sinis sambil menekan keras tangan Lee yang masih menggenggam tangan nya.


Kedua mata mereka saling beradu pandang seakan keduanya akan bertengkar waktu itu juga.


"Sayang,, katanya mau antar aku ke panti asuhan,,ayo kita pergi sekarang saja,, nanti keburu sore!"Isha yang sudah dapat membaca situasi segera mencairkan suasana agar dapat terkendali,,dia mengapit tangan Devan dan menyeretnya agar menjauh dari Mr.Lee.


"Oh iya,,aku hampir lupa,,ayo kita beli oleh oleh buat anak anak di panti,, sayang!"Ucap Devan dengan nada bicara yang sengaja di tinggi kan agar terdengar oleh Mr.Lee,ia pun merangkul pinggang istrinya sambil mencium kepala nya manja,ia sengaja melakukan hal itu karena ingin membuat Lee cemburu.


"Kita lihat saja nanti,akan ku buat kau bertekuk lutut dihadapan ku Nona Isha,,ku tunggu janda mu!"


Gumam Mr.Lee di dalam hatinya dengan kemarahan kepada Devan,ia tahu ia hanya berpura-pura baik kepada Isha di depan semua orang.


Theo dapat menangkap aura aura perselisihan diantara Devan dan Mr. Lee,,dia juga dapat melihat jika Lee tertarik kepada keponakan nya yang memang sangat istimewa,,dia hanya tersenyum penuh kelicikan,dia akan mudah mengambil keuntungan dari perseteruan mereka, persaingan dalam bisnis dan cinta terjadi sekaligus dan dialah yang akan sangat diuntungkan.


"Blugh!!


Isha menutup pintu mobil milik suami nya dan langsung memburu anak anak panti yang tengah bermain dengan riang nya di taman yang sudah terdapat banyak wahana mainan disana.


Sedangkan Devan mengambil banyak barang sebagai oleh oleh si bagasi mobilnya, sebenarnya ia malas pergi kesana dan mengeluarkan banyak uang secara cuma cuma,tapi gara gara ia ingin cari muka dihadapan si Pria Korea tadi,ia terpaksa melakukan semuanya.


Teriak mereka begitu serempak begitu melihat Isha datang dari kejauhan.


Mereka berhamburan memeluk Isha yang sudah mereka anggap sebagai kakak mereka sendiri.


Devan dengan kacamata hitamnya,hanya berdiri memperhatikan mereka yang begitu bahagia karena bisa bertemu lagi dengan istrinya Isha.


Apalagi dengan adanya oleh oleh yang dia bawa, dengan wajah wajah polos mereka terlihat sangat senang dan sumringah,ada rasa yang tak biasa Devan rasakan, melihat mereka membuatnya hatinya ikut merasakan kebahagiaan tersebut.


Senyuman nya mengembang, bahkan tanpa ia menyadarinya.


"Satu Minggu Isha tinggal kan, begitu banyak perubahan di panti Bu,, Alhamdulillah ya!"


Kata Isha begitu ia mengobrol dengan Bu Salma.


"Iya ,, Alhamdulillah Sha! setelah kamu menikah dengan Nak Devan, begitu banyak bantuan dari luar setelah mereka melihat kami saat pernikahan kalian waktu itu,Ibu sangat bersyukur pernikahan mu ternyata membawa berkah yang begitu banyak untuk kami!"Ucap Bu Salma dengan senyuman nya yang penuh kebahagiaan ke arah Devan yang hanya berdiri di daun pintu sambil melihat ke arah luar.


"Ustadz Irsyad juga banyak membantu kami, beliau banyak membawa para donatur yang mengunjungi kami dan mereka memberikan banyak donasi untuk anak anak, Alhamdulillah kita tidak pernah kekurangan lagi,Sha!"

__ADS_1


"Alhamdulillah,Bu, semoga bisa selamanya begini ya Bu!"


Kata Isha sambil memeluk Bu Salma.


"Sayang,,kita gak bisa berlama lama disini,,aku sudah ada janji dengan klien sore ini!"Ucap Devan dengan nada yang cukup keras, ternyata ada Ustadz Irsyadul Ibad yang hendak masuk ke ruangan itu dan dengan segera mengajak Isha pulang dengan segera.


"Oh iya baiklah,,!,,,Bu, Isha minta maaf karena gak bisa lama lama disini ya, Isha janji akan lebih sering datang kesini untuk mengunjungi anak-anak!"Kata Isha langsung pamit begitu suaminya memanggil nya.


"Iya, tentu saja kamu harus sering datang,,anak anak selalu menanyakan mu,,,Nak Devan! terima kasih karena sudah memberi banyak kebahagiaan untuk anak anak disini dengan membawa banyak oleh oleh,, yang paling terpenting adalah, terimakasih karena sudah mengizinkan Isha untuk datang kesini , mengunjungi kami semua,,sering sering datang kesini ya nak Devan!"Ucap Bu Salma dengan airmata nya yang tak terasa mengalir di pipinya,,ia begitu berat kehilangan Isha.


Devan hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum tanpa ada kata yang keluar dari mulutnya.


"Isha pamit ya Bu?!"


"Iya sayang,, bahagia selalu ya Nak!jaga dirimu baik baik!"


Isha hanya mengangguk kemudian kembali memeluk Bu Salma sambil menangis.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan Bu Salma,, Devan mengapit tangan Isha dengan mesra, ternyata ia sengaja melakukan itu karena sudah melihat ustad Irsyad dari kejauhan yang sedang menuju jalan yang akan mereka lalui,ia ingin membuat Ustadz tersebut cemburu,ia tahu jika ustadz Irsyad pun menaruh hati kepada Istrinya Isha .


"Assalamualaikum,,Sha,, kapan datang?!"Sapa ustadz Irsyad sambil menatap tangan Isha yang digenggam erat suaminya.


"Waalaikumsalm salam,baru saja, Ustadz!"


Jawab Isha sambil melirik ke arah suaminya,ia tahu Devan tak akan suka jika ia berbincang dengan pria lain.


"Kalau begitu kenapa begitu terburu buru?!"Kata ustadz Irsyad sambil menatap ramah ke arah Devan,ia berusaha tidak menaruh dendam terhadap siapapun.


"Ehemmm!"


Devan memberi kode bahwa ia harus segera pergi.


"Kenapa,,kau rindu kepada istri orang, ustadz?!"


Celetuk Devan membuat Isha begitu malu.


"Kami pamit duluan ustadz, assalamualaikum!"


Isha segera mengapit dan menyeret Suaminya agar segera pergi dari sana, sebelum suasana semakin memanas.


"Isha,Aku tahu kamu tidak bahagia bersama nya,, akan ku tunggu jandamu Sha,, aku yakin, denganku, kamu akan semakin bahagia!"

__ADS_1


Batin ustadz Irsyad sambil menatap kepergian Isha dan suaminya.


...----------------...


__ADS_2