
"Jadi apa keputusan mu!"Devan bertanya kepada Isha sambil menikmati makan malam bersama di sebuah restoran ternama di ibukota,dia mengocek jus alpukat yang ia pesan kemudian menyedotnya setengah.
"Sama seperti yang kamu pikirkan,, aku pun tak mungkin kehilangan semua Aset peninggalan orang tua ku yang harus nya aku jaga!"
Jawab Isha sambil menyedot jus strawberry yang ia pesan dan sudah hampir habis.
"Jadi?!"
Devan meminta penjelasan.
"Kenapa tak kita coba saja selama setahun,dan kita harus membuat peraturan sendiri di luar sepengetahuan Ayah mu!"
Jawab Isha dengan santainya,tak ada tekanan karena perlakuan Devan yang seenaknya,,dia hanya berusaha menerima apapun takdir yang menyambut nya dengan sabar, tawakal dan tenang.
"Maksudmu peraturan diantara kita berdua?!"
"Ya,kau tulis saja apa yang boleh aku lakukan dan tidak boleh kita lakukan selama kita menikah,aku juga begitu,kita buat perjanjian diantara kita berdua, begitu juga tentang harta kita berdua setelah menikah kita ,itu juga harus kita urus agar tidak merugikan salah satu pihak!"
"Ternyata dia tidak sebodoh yang aku bayangkan!"Batin Devan sambil menatap istrinya itu.
"Ehm,, baiklah!ide yang bagus,, sesampainya di rumah kita buat perjanjian diantara kita berdua dan kita tandatangani bersama diatas materai dan disaksikan notaris pribadi ku besok!"
Devan mematikan rokok nya di atas asbak dan mereka bersiap untuk pulang karena hari sudah semakin malam dan mereka berdua merasa sangat kelelahan karena seharian beraktivitas bersama.
"Hai,Dev,,apa kabar?!kamu kemana saja,aku cari cari kamu lho selama ini, kenapa kamu gak pernah hubungi aku lagi sih!?"
Tiba tiba saja seorang perempuan cantik dan seksi berperawakan tinggi semampai menyapa Devan sambil bergelayut manja di bahunya.
"Tissa,,,?kamu dah balik dari Paris? kapan?!"
__ADS_1
Sepertinya mereka sudah lama saling mengenal , mereka terlihat begitu akrab satu sama lain.
"Baru tiga hari yang lalu,kamu yang kemana aja! temen temen bilang kamu udah marriage,iya gak sih!kok kamu gak ngabarin aku!?Oh,ya,, dia siapa Dev?! istri kamu?!"
Devan nampak bingung menjawab pertanyaan Tissa yang merupakan teman masa kecil sekaligus cinta pertama Devan.
"Perkenalkan saya rekan bisnis Tuan Devan Mahendra,kami baru saja makan malam sambil membicarakan tentang proyek baru yang akan kami kerjakan bersama,, silahkan kalian lanjutkan ngobrol nya,saya pulang terlebih dahulu ya,Pak! permisi!"
Isha segera memperkenalkan diri sebagai partner kerja begitu melihat Devan kebingungan menjawab pertanyaan wanita itu tentang status mereka,Isha menebas jika wanita tersebut adalah orang penting bagi Devan, Isha dapat melihat mata Devan yang berbinar begitu melihat wanita itu.
"Maaf saya tidak bisa mengantar anda pulang!"Kata Devan begitu melihat Isha segera beranjak dari kursinya,ia merasa sedikit bersalah karena Isha sudah cukup pengertian kepada nya,ia pun akhirnya ikut ikutan melaju drama yang dibuat oleh isterinya sendiri.
"Oh, tidak masalah Pak!saya bisa naik taksi!"
Jawab Isha tanpa merasa cemburu sedikit pun,ia tak peduli lagi dengan apa yang akan Devan lakukan di belakang nya, toh pernikahan mereka hanya pernikahan bisnis saja.
"Kabari aku jika kamu sudah sampai rumah!"Jujur Devan merasa sedikit khawatir setelah kejadian tempo hari,ia takut terjadi sesuatu lagi kepada Isha, nanti dia lagi yang akan repot.
Namun tanpa disadari siapapun, ternyata ada sebuah mobil yang mengikuti taksi yang ditumpangi Isha tersebut, ternyata mereka sudah memantau Isha sejak tadi siang dan menunggu Devan lengah.
...----------------...
"Jadi kenapa kamu tiba tiba balik ke tanah air setelah sekian tahun gak ada kabar sama sekali?!"Tanya Devan kepada Tissa yang duduk di kursi bekas Isha duduk.
"Kenapa,, kamu gak suka?!"Tissa terlihat kecewa,ia menggenggam tangan Devan sambil mengelus nya.
"Ya aneh saja, begitu mendadak! bukan nya kamu sudah membuat keputusan untuk meraih mimpi-mimpi mu di Paris, menetap disana dan menjadi perancang busana internasional seperti yang kamu inginkan selama ini,dan buktinya sekarang? kamu tiba-tiba datang dan mengatakan rindu padaku! rasanya tidak adil saja,Tiss!kau selalu dengan mudahnya mempermainkan perasaan ku!"
Tissa dan Devan memang sudah saling mengenal sejak mereka duduk di bangku SMA,,
__ADS_1
Tissa adalah cinta pertama Devan, begitu pula sebaliknya,, mereka menjalani hubungan dan sempat berkomitmen sampai ke pelaminan.
Namun hingga akhirnya Tissa berhasil menjadi seorang desainer profesional dengan bakat nya yang luar biasa,, mereka sempat tinggal di luar negeri bersama untuk meneruskan studi masing masing disana,,tapi sayang nya saat Devan diharuskan kembali ke tanah air dan dia pun mengajak Tissa untuk ikut bersama nya untuk kembali,, menikah dengan nya dan menjalani kehidupan bersama dalam ikatan suci pernikahan di tanah air, dengan tegas Tissa menolak nya.
Tissa merasa kehidupan yang ia inginkan adalah meraih impian nya di Paris,di negara pusat mode dunia,, disana bakatnya merasa di akui dan dia termasuk ke dalam jajaran desainer profesional yang memang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
Tissa akhirnya harus memilih antara cinta dan mimpi mimpi nya,dan Tissa ternyata lebih memilih impian nya,ia merasa yakin jika kapan pun ia ingin kembali,Devan akan dengan terbuka menerima nya, karena itu sudah sering terjadi, mereka sudah berulang kali putus, namun mereka pun akhirnya kembali menjalin hubungan lagi saking bucin nya Devan kepada Tissa.
Namun Tissa salah,sejak mereka putus terakhir kali,dan Devan memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk menjalankan bisnis keluarga nya,Devan berubah drastis,,ia yang putus asa karena berkali kali kecewa dengan sikap Tissa yang egois, menjadi seorang Casanova yang sering gontai cewek, bolak balik club' malam adalah hobi nya,mabuk mabukan seakan menjadi keseharian nya, namun ia tetap profesional dengan pekerjaan nya,dia berhasil menjadi seorang influencer muda yang sedang naik daun,,dia dibicarakan dimana mana,, dalam dunia bisnis dan hiburan tanah air tentunya, namanya sudah tidak asing lagi,, dia menjadi incaran para model dan artis-artis cantik dan seksi,dan menjadi sesuatu yang lumrah bagi nya,ia menggilir cinta mereka tanpa ada ikatan yang pasti.
Hingga akhirnya kedua orang tua nya geram dengan kelakuan Putera keduanya itu,dan Tuan Mahendra akhirnya memutuskan Devan untuk menikah kan nya dengan seorang gadis bercadar dengan harapan bisa membimbing putra nya ke jalan yang lebih baik.
Tissa menunduk sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh,, sebenarnya ia merasa malu bertemu dengan Devan kembali , namun ia pun tak bisa menahan rasa bersalah nya selama ini,dan ia menyesal sudah melepaskan pria terbaik yang sudah mencintai nya selama ini.
"Tenyata kehidupan disana tidak sesuai dengan bayangan ku,Dev,,dan aku sadar,aku gak bisa hidup tanpamu,,aku menyesal sudah membuka keputusan yang salah, seharusnya waktu itu aku ikut pulang bersamamu dan mungkin sampai hari ini kita akan bahagia bersama,maaf kan aku Dev,,,!"Dengan terbata Tissa menyesali semua nya dan memohon maaf kepada Devan, air mata nya pun akhirnya tumpah tak tertahan kan membuat hati Devan kembali goyah dan terenyuh dibuat nya.
"Aku sudah memaafkan mu Tiss,,Aku senang jika akhirnya kamu kembali,, tapi aku minta maaf jika akhirnya kita harus jalan masing-masing,,aku doakan semoga kamu bisa berhasil di tanah air dan bahagia selamanya!"Ucap Devan sambil menyodorkan tisu kepada Tissa.
"Kenapa Dev?!apa benar kamu sudah menikah,,?!aku mohon,,aku nggak bisa hidup tanpa kamu!kamu sudah berjanji akan selalu menunggu ku sampai kapanpun,,ini aku sekarang udah balik Dev,,dan aku janji,,aku gak bakalan ninggalin kamu lagi sampai kapanpun!"
Tissa memohon dengan sangat agar mereka bisa kembali bersama.
"Iya,,aku sudah menikah dengan perempuan pilihan Papi ku,,,dan itu baru terjadi satu Minggu lalu,, jadi kita gak mungkin dapat bersama seperti dulu lagi!"
Ucap Devan, akhirnya ia mengatakan yang sebenarnya.
"Itu gak mungkin Dev,,aku sudah meninggalkan segalanya di Paris demi kamu,,dan kamu malah sudah menikah dengan orang lain,,aku gak bisa terima Dev! ceraikan dia dan menikah lah dengan ku,,aku tak peduli!"Dengan mudahnya Tiasa mengatakan hal itu, padahal dulu dia yang menolak mentah-mentah lamaran Devan,dan dengan seenaknya sekarang dia meminta untuk kembali bahkan setelah tahu Devan sudah menikah.
"Itu gak mungkin terjadi,Tiss!Aku akan kehilangan hak waris ku dan semua aset ku akan dicabut Papi jika aku berpisah darinya!Aku minta maaf !"Ucap Devan sambil menarik tangan nya yang terus di genggam oleh Tissa.
__ADS_1
"Kalau begitu kita bisa menikah diam diam,dan aku tak masalah jika harus dijadikan yang kedua,,aku yakin kamu masih mencintai ku kan Dev,,Aku benar benar gak bisa hidup tanpa mu,,aku sudah menghabiskan waktu tanpa mu selama bertahun tahun dan itu sangat menyiksaku,,aku mohon Dev,, jadikan aku yang kedua!"
Untuk kesekian kalinya,Devan di buat takjub dengan perempuan satu ini,,Tissa selalu penuh kejutan dan Devan selalu dibuat nya tak bisa menolak apapun yang dia inginkan.