
"Maaf ,, maaf kan Aku!Aku janji tak akan bersikap kejam seperti itu lagi!"
Ucapan Devan terdengar tulus dan penuh penyesalan, meskipun ia tidak menyukai perempuan yang telah ia nikahi dengan terpaksa itu, tapi tetap saja tindakan nya yang hampir membuat Isha celaka, sangatlah keterlaluan, jika Papi Mami nya sampai tahu, habislah dia.
Isha masih terisak di pelukan Devan, meskipun ia sudah tidak se histeris tadi, namun trauma dan ketakutan masih menyelimuti nya.
Takut kondisi Isha semakin memburuk,Devan melepaskan hijab Isha yang sudah sangat basah, bahkan tubuhnya sampai menggigil karena kedinginan.
Devan menyalakan air hangat untuk memandikan Isha,satu persatu pakaian nya ia lucuti,dan hanya menyisakan sehelai pakaian tipis yang menutupi tubuh Isha,,Isha hanya diam saja saat suaminya itu menyentuh setiap lekukan indah tubuhnya, dengan telaten Devan memandikan Isha.
Jujur ini kali pertama Devan melihat wajah Istrinya itu, dan ternyata Isha sangat cantik lebih dari dugaan nya,, wajah nya sangat bercahaya bak bidadari yang turun dari kayangan, hidung nya tidak terlalu mancung namun terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang mungil, kulit nya putih bersih seperti kapas dan itu benar adanya bukan hanya sekedar kiasan belaka, bahkan selama ini Devan belum pernah menjamah perempuan sesempurna Isha,jika saja keadaan nya tidak sedang seburuk ini, mungkin saja ia tak akan mampu menahan diri nya sendiri.
Devan mengeringkan rambut Isha dengan handuk,lalu memakaikan baju tidur dan menyisir rambutnya dengan lembut, kemudian ia juga memakaikan plester di lengan Isha yang terluka,ia menemukan plester itu di tas milik istri nya itu, plester bermotif love yang sama persis dengan yang ia pakai saat ia ditemukan Kakak nya tergeletak di jalanan waktu itu ,,, ingatan nya kembali ke masa itu,,apa benar yang menolongnya nya waktu itu adalah Isha,,,?batin Devan sambil mengelus lembut lengan istrinya.
Devan memperlakukan Isha layaknya seorang suami yang baik dan sangat mencintainya, padahal yang terjadi adalah,Devan hanya diselimuti rasa bersalah dan takut Isha melaporkan nya kepada Papi dan Maminya.
Apa benar seperti itu?
Entah lah,, bahkan Devan pun tak yakin dengan perasaan nya, yang jelas ia akan sangat membantah jika dibilang mulai menyukai Istri Ninja nya itu,gak akan pernah terjadi hal seperti itu,jika pun hanya tinggal Isha perempuan satu satunya di dunia ini, Devan tak akan pernah mau mencintainya.
Itulah sumpah yang Devan buat sendiri.
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Isha, sampai akhirnya ia tertidur di pelukan Devan di atas ranjang miliknya setelah sholat ashar.
Sepertinya Isha masih shock dengan kejadian yang hampir menimpa nya.
Devan mencium aroma segar yang berasal dari rambut Isha,ia semakin betah berlama lama berada di dekat nya, menikmati wangi khas dari seorang istrinya yang masih perawan.
"Ting Tong,,, Ting Tong,,!"
Namun tiba-tiba saja seseorang mengganggu nya dari luar,,ada tamu yang datang.
"Siapa sih yang datang,,, ganggu aja!apa mungkin makanan yang ku pesan,ya!"Umpat Devan,,, memang ia sempat memesan makanan secara online karena Isha tak mungkin memasak dalam kondisinya yang seperti itu.
Perlahan ia menarik lengan nya yang ditindih Isha yang sedang tertidur pulas karena mungkin kelelahan akibat terus menangis dari tadi.
"Ting tong,, Ting tong,,!"
Kembali suara bel itu berbunyi berkali kali.
__ADS_1
"Iya,, sebentar!"
Teriak Devan sambil memakai sandal jepit yang ia biasa pakai di dalam rumah,tak lupa ia membawa dompet untuk membayar pesanannya.
"Totalnya jadi berapa,,,,?"
Devan tidak jadi menyodorkan uangnya, karena yang berdiri di depan pintu rumah nya ternyata bukan delivery order yang ia pesan, namun ia adalah pria Korea yang menolong Isha tadi.
Devan keluar dari rumah nya dan menutup rapat kembali pintu rumah nya itu.
"Untuk apa datang kemari?!"Tanya Devan sambil menatap tajam ke arah Mr.Lee.
Devan pun duduk di kursi yang dipajang di teras.
"Aku ingin menanyakan kabar tentang istri mu,apa dia baik baik saja?!"Kata Mr Lee sambil mengikuti Devan duduk di kursi meskipun tidak dipersilahkan.
Logat Asianya masih terdengar sangat kental.
"Untuk apa menanyakan kabar istri orang,kau bahkan tahu kalau aku suaminya!"Jawab Devan ketus,ia pun menyalakan sebatang rokok tanpa menoleh ke arah tamu nya.
"Dia hampir saja celaka tadi, wajarlah jika aku mengkhawatirkan nya, apalagi setelah aku tahu jika suaminya ternyata tidak memperdulikan nya,aku takut kondisi nya malah semakin memburuk,apa tidak sebaiknya dia dibawa ke rumah sakit!?"Kata Mr Lee sambil mengintip ke dalam rumah dari kaca jendela.
"Apaan sih! seharusnya You berterimakasih karena Aku sudah menyelamatkan istri kamu itu!ini malah marah marah terus!kau tidak tahu apa yang tadi dia alami, sekarang pasti dia sangat ketakutan!"Mata Mr Lee benar benar memperlihatkan rasa khawatir yang sangat mendalam,dia bahkan sangat takut jika suami perempuan tadi malah akan menyiksa istrinya itu.
"Baiklah,aku sangat berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkan istri ku,, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada nya tadi!"
Nada bicara Devan sedikit menurun, meskipun masih terdengar sedikit kasar.
"Aku berniat meninjau rumah temanku yang sedang direnovasi di blok D sebelah sana, namun saat aku sampai disana,aku melihat para pegawai bangunan nya malah sedang menarik narik lengan istrimu agar masuk ke dalam rumah itu,aku segera turun dan menyuruh Blecki , anjing peliharaan ku untuk menggigit mereka satu-persatu, untung nya mereka belum sempat melakukan hal lain selain itu, istri mu sangat ketakutan sampai sampai tubuhnya bergetar begitu hebat,jika saja aku terlambat datang,kau akan menyesal seumur hidup karena mungkin akan kehilangan bidadari seperti dia!"
Tutur Mr Lee menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Apa kalian baru menikah?!"Tanya Mr Lee kepada Devan yang tengah melamun menyesali perbuatannya karena sudah meninggalkan Isha di jalan tadi.
"Ya,baru dua hari yang lalu!"Jawab Devan sambil masih terus berpikir dan membayangkan ketimbang Isha hampir saja menjadi korban pelecehan, untung saja dia masih bisa terjaga aurat nya.
"Kau tidak mencintai nya?"Pertanyaan Mr. Korea kali ini sangat membuat Devan ambigu.
"What?!!"Devan cukup terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkannya tamu nya itu,ia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Jika tidak menginginkan nya, sebaiknya kau lepaskan saja dia!Aku akan dengan senang hati akan mencintai nya dengan sepenuh jiwaku dan akan melindungi nya seumur hidupku!"Tanpa menunggu jawaban dari Devan, dengan terang terangan,Mr Lee meminta baik baik Isha yang sudah menjadi istri orang.
"Jangan pernah bermimpi untuk memiliki apa yang sudah menjadi milik orang lain! sebaiknya kau pulang saja ke negara asal mu dan jangan cari masalah dengan ku disini! mulai saat ini jangan pernah temui dia lagi , apalagi menanyakan kabar tentang nya,Aku lah yang akan bertanggung jawab atas dirinya dan aku lebih berhak atas nya!apa kau mengerti!? pergi dari hadapanku sekarang juga!"
Ucap Devan sambil menarik ujung kerah baju Pria Korea tersebut, kemudian ia pun mengusir nya? karena tangan nya sudah gatal ingin memukul nya.
...----------------...
"Kamu sudah bangun?!"Tanya Devan sambil meletakkan makanan yang ia pesan di atas meja.
Saat ia kembali masuk ke rumah nya,ia mendapati Isha sudah bersiap melaksanakan sholat Maghrib.
Isha hanya menolehnya sebentar tanpa ada jawaban dari mulutnya.
"Kamu pasti lapar,ayo makan dulu!"
Ucap Devan lagi sambil berdiri diambang pintu kamar nya sambil memperhatikan Isha.
lagi lagi tak ada jawaban darinya,Isha malah menggelar sajadah yang akan ia gunakan untuk sholat magrib, kemudian tak lama terdengar suara adzan Maghrib bergema,Devan melirik ke arah arlojinya.
"Pantas saja,, sudah waktunya magrib!"Gumam Devan sambil berlalu menuju meja makan, menghidangkan makanan yang ia pesan.
Agak lama akhirnya Isha pun duduk bergabung di meja makan,ia kembali memakai cadar nya, padahal Devan tadi sudah melihat wajahnya,tapi Devan tak ambil pusing,suka suka dialah,bodo amat,, begitu pikirnya.
"Makanlah!Aku tak mau sampai kau sakit!Besok Mami mau datang sambil membawa orang buat bantu bantu di rumah!"Kata Devan sambil menyajikan makanan di piring milik Isha.
Sepotong ayam panggang plus sambal dan sayuran,ia pun memotong buah buahan yang juga disajikan di hadapan Isha.
Dengan malas,Isha mulai menyuap makanan nya sedikit demi sedikit.
"Sebaiknya Mami gak perlu tahu kejadian yang hampir menimpa kamu tadi,,dia pasti akan shock dan akan memarahiku habis habisan, bersikap lah biasa dihadapan orang tua ku,aku tak mau sampai mereka khawatir dan menuduh ku macam macam!"
Kata Devan sambil menghabisi makanan milik nya.
Isha meletakkan sendok dan garpu yang ia gunakan untuk makan dengan keras hingga terdengar suara 'prang',,Ia sadar jika Devan memperlakukan nya dengan baik bukan karena menyesali perbuatannya,tapi karena takut jika sampai Isha buka suara dan mengadu kepada orang tua nya.
Tanpa berkata kata Isha meninggal makanan nya di meja,ia hanya makan sedikit saja, kemudian ia masuk ke kamar dan menutup pintu nya dengan begitu keras.
"Blugh!"
__ADS_1
...****************...