NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Sah


__ADS_3

"Saya nikahkan dan kawinkan keponakan saya yang bernama Siti Rumaisha binti Bapak Tomy Widjaya almarhum kepada engkau Ananda Irsyadul Ibad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat satu kilogram di bayar tuuu.. nai!"


Ucap Theo dengan terpaksa,ia hanya bisa mengikuti arahan karena memang calon pengantin pria yang akan dinikahkan dengan keponakan nya tak kunjung datang.


Isha begitu bergetar hatinya, tatkala nama Irsyad Ibad yang disebut oleh Paman nya,ada rasa lega, syukur dan bahagia juga bingung yang bercampur aduk,jika ternyata akhirnya ia menikah dengan seorang ustadz Irsyad,pria idaman banyak wanita,dia tampan,mapan, Sholeh dan baik hati, meskipun sering kali mereka bertentangan karena sebenarnya saling memendam rasa.


"Saya terima ni,,,,,"


"Minggir kau!awas,ini adalah tempat duduk milikku!Mohon maaf kalian sudah menunggu lama,mobil saya bernama dijalan, sehingga saya datang terlambat, silahkan di ulangi pak penghulu,saya adalah pengantin prianya yang asli!"


Baru saja ustadz Irsyad akan mengucapkan ijab kabul, tiba-tiba saja Devan muncul dengan diiringi Kakak nya juga para pengawal nya dan beberapa orang polisi yang sengaja di utus oleh Tuan Mahendra.


Semua orang tercengang dengan kehadiran Devan , apalagi Ustadz Irsyad dan keluarganya.


"Tunggu! Anda tidak bisa seenaknya seperti ini! darimana saja Ada anda dari tadi, pernikahan ini hampir saja dibatalkan jika saja saya tidak menggantikan anda!"Ustadz Irsyadul Ibad meradang,dia mencengkram kerah baju Devan dan hampir menonjok nya andai saja Kiai Abdullah tak menghalangi nya.


"Kau tanyakan saja kepada para polisi itu,aku ter jebak macet karena ada kecelakaan tadi di jalan, kalian pikir aku akan kabur?!aku tidak mungkin mempermalukan nama Mahendra!"Ucap Devan mencari alasan sambil menatap para polisi yang mengantarnya.


"Betul sekali apa yang diucapkan Pak Devan barusan, di kilometer 50 terjadi kecelakaan sehingga terjadi kemacetan panjang,kami sengaja mengawal beliau agar sampai kemari secepatnya karena beliau melapor harus segera datang ke pernikahan nya!"


Polisi itu membenarkan apa yang di ucapkan Devan karena tidak sepenuhnya salah, memang benar terjadi kecelakaan tadi.


"Baiklah, baiklah! sudah, kalau begitu kita mulai saja dari awal,mohon maaf saudara irsyadul Ibad untuk ke pinggir, karena pengantin pria nya sudah hadir,akad nikah nya kita ulangi saja dengan pengantin Pria yang asli!"


Dengan tatapan nya yang tajam ke arah Devan,mau tidak mau ustadz Irsyad berdiri dengan kemarahan, kemudian ia berlalu meninggalkan tempat acara dengan penuh kekecewaan.


"Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya,mari kita lanjutkan acara nya pak penghulu!"


Kata Tuan Mahendra yang wajahnya berubah langsung menjadi berseri seri.


Baiklah,mari Saudara Devan, silahkan duduk dan berjabat tangan dengan saudara wali nikah!"


"Saya terima nikah dan kawin nya Siti Rumaisha binti Tomy Widjaya almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat satu kilogram di bayar tunai!"


"Bagaimana para saksi,sah?"


"Sah,sah sah!"


Hanya dengan sekali helaan nafas,Devan begitu lantang dan lancar mengucapkan ijab kabul nya, akhirnya Devan dan Isha pun telah sah menjadi suami istri meskipun penuh dengan drama dan lika liku yang cukup mendebarkan.


"Alhamdulillah,,,,!"


Ucap semua yang hadir sambil bertepuk tangan, setelah mengalami ketegangan yang cukup lama karena keterlambatan Devan, akhirnya mereka pun berhasil mengikat janji suci pernikahan, meskipun entah bagaimana masa depan pernikahan mereka kelak, tanpa adanya cinta dan malah saling membenci.

__ADS_1


...****************...


"Plakk!"


"Anak kurang ajar! berani beraninya kamu membuat malu keluarga!"


Setibanya di rumah,Tuan Mahendra langsung melampiaskan amarahnya kepada Devan,ia menamparnya begitu keras hingga sudut bibirnya berdarah.


"Pi,udah Pih!yang penting kan Devan sudah ada!"Ucap Nyonya Mahendra menenangkan suaminya.


"Tapi tetap saja Mih,nama kita sudah tercoreng gara gara kelakuan dia!kau pikir aku tidak tahu,hah!kau malah mengurus wanita penghibur itu dan hampir membuat ku menanggung malu seumur hidup!dasar anak tak tahu di untung!"Bentak Tuan Mahendra,dia masih kesal karena hampir saja Devan tidak datang ke pernikahan nya sendiri jika saja dia tak mengirim polisi untuk menangkap nya.


Devan hanya diam tak menjawab,dia tahu Papi nya akan semakin marah jika ia melawan, sedangkan Isha yang dibawa serta ke rumah mereka setelah pernikahan nya ikut terdiam dan hanya bisa menyaksikan suaminya menjadi sasaran amarah sang ayah mertuanya itu.


"Pih,udah dong!kasian tuh Isha,dia pasti terkejut karena Papi terus marah marah kaya gitu, biarkanlah mereka istirahat terlebih dahulu Pih!"


Kata Nyonya Mahendra lagi sambil mengusap pundak Isha.


"Maafkan Papi,sha!bawa Istrimu ke kamarmu sekarang!"


"Aku mau tidur di apartemen ku saja!"


Kata Devan sambil hendak keluar lagi dari rumah orang tua nya.


Devan menghentikan langkahnya,ia tahu ancaman sang Ayah tidak pernah main-main,ia kembali masuk ke dalam rumah dan menarik tangan Isha dengan kasar.


"Dev,kamu mau bawa Istrimu kemana Dev? kenapa gak tinggal sama Mami saja,Dev, please Dev!"


Nyonya Mahendra memohonkan kepada Putera nya.


"Biarkan saja dia Mih, biarkan dia hidup mandiri!"cegah Tuan Mahendra kepada istrinya.


"Dev, tunggu sebentar!"


Teriak Nyonya Mahendra yang begitu berat berpisah dengan Putera nya juga menantu nya yang mulai ia sukai itu.


Ia mengejar Devan yang sudah hampir masuk ke dalam mobilnya.


"Mami sebenarnya punya hadiah buat pernikahan kalian berdua,Mami udah siapkan rumah baru untuk kalian,tadi nya Mami akan kasih jika kalian udah punya anak,tapi jika kamu memilih untuk tidak tinggal bersama Mami Papi, sebaiknya Mami kasih aja sekarang,ini kuncinya, Dev! tinggal lah kalian disana,dan Mami harap kalian akur!Dev, perlakuan istri mu dengan baik, Mami mohon Dev!"Kata Nyonya Mahendra sambil memeluk erat putera itu.


"Sha, tolong jaga Devan untuk Mami Ya!kamu jangan sungkan ngomong sama Mami jika Devan macem macem sama kamu!Mami mohon kamu bimbing dia ke jalan yang lebih baik ya!"


Nyonya Mahendra bergantian memeluk menantu baru nya itu sambil menyelipkan sesuatu di tas milik Isha.

__ADS_1


"Gunakan ini jika kamu butuh sesuatu,ini hadiah dari Mami!"Bisik nya sambil mencium pipi kanan kiri Isha.


"Makasih Mih!"Ucap Isha sambil mencium tangan Mami mertua nya itu.


"Devan pergi ya Mi! nanti keburu malem banget!"


Devan pun kembali berpamitan kepada Mamih nya


"Kamu inget kan, rumah tepi pantai favorit kamu,itu adalah kunci rumah tersebut!nanti Mami akan kirim pembantu ke rumah kalian!"


"Gak usah Mih,kami butuh waktu berdua untuk saling mengenal lebih jauh!"Tolak Devan bertentangan dengan suara batinnya, padahal ia berpikir untuk apa menyewa seorang pembantu,toh sekarang ada orang yang akan ia suruh suruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah nya, hahaha! tunggu saja pembalasan ku, perempuan ninja!karena sejak bertemu dengan mu hidupku menjadi hancur!


Batin Devan sambil menatap sinis ke arah istrinya itu.


"Baiklah jika itu keinginan kalian!hati hati di jalan sayang,,, see you!!"Ucap Nyonya Mahendra sambil melambaikan tangan nya , sementara Devan mengemudi kan mobilnya dan membawa Isha ke rumah baru mereka.


...****************...


Isha tertatih tatih sambil membawa koper besar berisi pakaian dan barang-barang miliknya,ia menuruni tangga yang cukup curam sedangkan Devan sudah hampir sampai di depan pintu rumah tersebut, mereka baru saja tiba di rumah baru hadiah dari Nyonya Mahendra yang lokasinya berada di tepi pantai yang cukup terpencil.


Hanya ada beberapa rumah serupa disana yang berjarak agak berjauhan, nampaknya itu lebih disebut sebuah Villa, karena sangat sepi,asri dan indah, seakan itu adalah tempat melarikan diri dari hingar bingarnya ibukota.


Devan seperti sedang kesulitan mencari sesuatu di dalam saku baju dan celana nya berulang ulang,dia lupa menaruh kunci rumah tersebut.


"Sial!apa mungkin tertinggal di dalam mobil!?Akhh! kenapa aku bisa lupa,,,Heh, Ninja,apa kau melihat kunci rumah?!"


Isha hanya mengangguk.


" Jalan kok kayak siput gitu, lelet banget sih!"Teriak Devan sambil mendongakkan kepalanya ke arah Isha yang terlihat kesulitan berjalan dengan koper besar nya dan memakai sepatu high heels.


Devan terlihat gusar karena lama menunggu Isha yang tak kunjung sampai di bawah,,,


Akhirnya ia pun mengalah dan menjemput Isha lalu mengambil alih koper nya yang ternyata berat.


"Bawa apaan sih!?batu?dasar kampungan! segala dibawa,,baju udah pada lusuh juga!"Umpat Devan sambil berjalan kembali ke bawah.


Isha terduduk untuk melepaskan high heels nya yang membuat kakinya begitu sakit,dan ternyata tumit nya sampai berdarah.


"Pilih salah satu kamar, terserah kau saja mau yang mana!"Ucap Devan dengan nada jutek nya sambil membuka kunci salah satu kamar.


"Tapi ini di kunci semua,apa ada kamar yang lain?!"Kata Isha, karena setelah ia memeriksa sisa kamar yang ada, ternyata semua masih terkunci.


"Sial! apaan sih!Mami hanya memberiku satu kunci kamar saja,terus kita harus tidur satu kamar gitu?!ogah banget!"Batin Devan sambil berpikir sejenak, namun kemudian ia masuk ke kamar tersebut sendirian dan membiarkan Isha sendirian di ruang tamu dan kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2