
"Terimakasih Pak,, silahkan ambil saja kembaliannya!"Kata Isha sambil menyodorkan selembar uang merah kepada sopir taksi yang sudah mengantarnya.
"Sama sama,Non! selamat malam!"Ucap Pak sopir yang nampak girang karena uang kembaliannya cukup banyak.
"Blugh!"
Isha pun keluar dari mobil taksi tersebut dan berjalan menuju gerbang rumah nya.
"Kok pulang sendiri?! Suami kamu kemana?!"
Isha dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba saja muncul dari kegelapan,, ternyata Mr.Lee juga baru pulang dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Isha.
"Apaan sih dia,, selalu sok perhatian dan nimbrung urusan orang saja,,sksd banget nih orang!"Batin Isha sambil langsung menundukkan pandangan nya dan terus berjalan tanpa menoleh ke arah suara.
Memang tidak dapat dipungkiri, pesona dari Pria Korea yang bernama lengkap Lee Ahn Hae itu sungguh tak ada tandingannya, sekilas dia mirip aktor tampan Korea yang bernama Lee Min-ho,apa mungkin mereka ada hubungan kerabat ya, mereka benar benar mirip satu sama lain.
Ditambah dia adalah seorang pengusaha kaya raya yang memiliki berbagai perusahaan di beberapa negara, dia masih sendiri dan sedang mencari calon istri yang sesuai dengan idaman nya,dan entah kenapa Lee malah tertarik kepada Isha, seorang perempuan bercadar yang sudah pasti berbeda akidah dengan nya, bahkan Isha sudah berstatus istri orang, suaminya adalah saingan bisnis nya di negara ini.
"Dia masih ada urusan pekerjaan!"Singkat padat dan jelas, tanpa menoleh sedikitpun, Isha langsung pergi dari hadapan Lee menuju rumah nya yang jaraknya cukup berdekatan.
Selalu saja begitu jawaban dari Isha tatkala ia menyapanya,,Lee yang kurang begitu memahami budaya dan agama yang dianut di negara ini cukup heran dengan sikap Isha yang selalu jutek terhadapnya.
Lee hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar, betapa sulit nya mendekati Perempuan yang satu ini,tak sedikitpun ia memberi celah untuk nya masuk,, meskipun sekarang ia tak bahagia dengan pernikahan nya, Lee tahu betul tentang itu.
Waktu ternyata sudah menunjukkan pukul 22.30 malam,, setelah selesai membersihkan diri,,Isha membuka pintu beranda untuk menikmati indahnya laut di malam hari sambil menunggu kepulangan Devan, sebenarnya ia tak ingin peduli, tapi ia tak mau saat Devan pulang,ia sudah tertidur pulas dan itu akan sangat menggangu waktu istirahatnya.
Sudah lebih dari satu jam Isha duduk di balkon, minuman hangat pengantar tidur nya pun sudah habis tak bersisa,,ia melirik ke arah jam tangannya dan ternyata waktu sudah sangat malam.
Ia berniat segera tidur, mungkin Devan tidak akan pulang dan dia akan berhenti menunggu nya.
Namun tiba-tiba saja ia merasa ada yang mengawasi,, terdengar suara "Bugh" beberapa kali,seperti suara orang terjatuh dari ketinggian,,
"siapa itu,,apa mungkin itu Devan?!"
Batin Isha sambil terus waspada,,
Dan semakin jelas terdengar suara beberapa sepatu yang mengendap-endap mendekati nya, agak samar, namun Isha masih bisa mendengarnya karena sejak kejadian tempo hari ,ia cukup peka dan jeli jika akan ada bahaya yang datang padanya.
Dengan perlahan Isha menekan tombol ponselnya,ia berniat untuk segera menghubungi Devan,,meskipun ia tidak ingin terlihat seakan mencari cari tahu tentang keberadaan nya,tapi ini dalam kondisi darurat, tak ada lagi yang bisa ia mintai pertolongan selain suaminya sendiri.
Devan tak kunjung mengangkat telepon darinya,, hati Isha semakin was was,, Isha segera masuk ke dalam rumah dan berniat mengunci rapat pintu dari balkon tersebut, namun tiba-tiba saja sebuah kaki menahan pintu tersebut agar tidak segera ditutup,dan muncul lah tiga orang pria asing yang memakai penutup kepala sambil membuka paksa pintu tersebut.
"Mau kemana Nona manis,,ayo buka kembali pintu nya, biarkanlah Abang masuk dan menemani mu,, hahaha!"Ucap satu pria yang menahan pintu dengan satu kaki nya,, disambut tawa oleh kedua pria yang lainnya.
__ADS_1
...****************...
"Aku harus segera pulang,Tissa,, sebaiknya kamu juga pulanglah,,ayo aku akan mengantarkan mu!"
Ucap Devan,ia tidak menolak ataupun mengiyakan rengekan Tissa yang meminta Devan untuk menikahinya dan menjadikan nya istri keduanya.
Jujur saja ia bingung harus bersikap seperti apa lagi,Tissa memang masih berada di hatinya,tapi ia tak bisa mengambilnya resiko jika Papinya sampai tahu tentang hubungan nya dengan Tissa,, apalagi Mami nya yang paling marah kepada Tissa,,hati orang tua mana yang tak hancur saat melihat anaknya gagal menikah dan ditinggalkan begitu saja.
"Jadi disini kamu tinggal?!"
Tanya Devan begitu mereka sampai di sebuah hotel bintang lima yang juga merupakan milik Papinya.
"Ya,,aku belum mendapatkan tempat tinggal yang pas begitu aku tiba di tanah air,aku gak mau tinggal sama keluarga ku karena mereka tidak begitu setuju deh keputusan ku kali ini,,aku nginep di kamar 507, kode masuk nya adalah tanggal ulang tahun kamu,, jika kamu mau mampir kapan pun, pintu kamar ku selalu terbuka untukmu!"Ucap Tissa dengan kedipan mata nya yang menggoda.
"Mungkin lain kali ya,,aku harus pulang dulu malam ini!"Jawab Devan dengan senyuman nya yang manis,, entah kenapa ia ingin pulang saja malam ini,, padahal ia sudah lama tak bertemu dengan Tissa dan menahan rindu nya selama ini.
"Kamu takut sama istri mu?!"Ucap Tissa sambil cemberut.
"Bukan begitu Tiss,Papi ku selalu saja mengawasi ku, gawat jika dia tahu kalau kamu sudah kembali!"
"Ya udah!tapi janji ya,kita pasti akan ketemuan terus?!"
"Iya,,aku janji!"
"See you again,Tissa!"
Tissa pun keluar dari mobilnya Devan sambil ber dadah dadah ria, namun tiba-tiba saja ia terjatuh, entah di sengaja atau bagaimana, yang jelas aksinya itu berhasil membuat Devan khawatir dan keluar dari mobilnya.
"Kamu kenapa Tiss?! sakit?!"
Tanya Devan penuh rasa khawatir.
"Sepertinya kakiku terkilir deh,Dev! sakit banget,aku gak bisa jalan nih!"Rengek Tissa sambil terduduk dilantai dan memegangi kakinya.
"Coba sini aku bantu bangun!Ayo ,,aku antar kamu sampai kamar!"Ucap Devan sambil memapah Tissa menuju lift.
Tissa tersenyum puas karena akhirnya berhasil membuat Devan masuk ke dalam perangkap nyam
Sesampainya dikamar tempat Tissa menginap, Devan pun menidurkan Tissa di tempat tidurnya,,ia pun mengambil es di dalam kulkas dan dengan telaten mengompres kaki Tissa yang terkilir sambil sedikit dipijat lembut.
"Masih sakit?!"Tanya Devan sambil melihat Tissa yang membuka bajunya hingga tersisa dalaman nya saja.
"Heemh,,masih Dev!'Rengek Tissa manja, tangan nya mencengkram erat kemeja Devan seakan menggoda nya untuk melakukan hal hal yang di inginkan oleh keduanya.
__ADS_1
Perlahan Tissa membuka kancing kemeja Devan dan mengelus bahu dan dadanya dengan begitu menggelora,Devan tak bisa lagi menolak rayuan sang mantan terindah nya itu,,
Ia semakin terbuai dengan setiap sentuhan lembut dari Tissa dan kini Devan pun malah ikut membalas setiap cumbuan cumbuan yang dilontarkan sang mantan,, seolah Devan lupa jika tadi ia ingin segera pulang.
Disaat Devan hampir menghujamkan senjata nya ke dalam milik Tissa, tiba-tiba saja terdengar dering ponsel milik Devan yang begitu nyaring,,ia sempat mengabaikan nya,,namun ponselnya tidak mau diam dan terus saja bersuara.
Akhirnya Devan pun menghentikan aktivitas panasnya dan terpaksa meraih ponselnya di dalam saku jas yang tadi ia pakai.
#Ninja#
Itu nama yang tertera di layar ponsel nya, terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari nya.
"Ada apa Isha menelpon ku berkali kali ,apa terjadi sesuatu lagi dengan nya!?"Batin Devan dengan begitu cemasnya,bisa saja kejadian waktu itu terulang lagi, mungkin saja orang orang jahat itu masih penasaran dengan istrinya yang bercadar.
"Sudah sayang,, biarkan saja,,ayo kita teruskan lagi!"lenguhan Tissa terdengar sangat kecewa karena hasrat nya yang belum tuntas.
"Sorry,Tiss!Aku harus menjawab panggilan yang ini dulu,, sepertinya ini sangat penting!"
Kata Devan sambil beringsut bangun dan menelpon balik istrinya.
"Halo Dev!!tolong aku,,Dev!Ada tiga orang yang berusaha masuk ke rumah dan seperti nya mereka mengincar ku,, aku mohon Dev,, aku sangat takut!"
Terdengar suara Isha yang setengah berbisik dan sangat ketakutan,
"siapa kalian!? pergi dari sini dan jangan ganggu aku!"Terdengar lagi suara Isha yang berteriak seperti sedang mengusir.
"Sha,,sha,,!?oke aku akan segera datang, jangan tutup telpon nya!"Jawab Devan dengan begitu cemasnya,dia segera memakai pakaian nya kembali, berniat untuk segera pulang.
"Dev,, sayang,, kamu mau kemana?!kita kan belum selesai,,kok kamu mau ninggalin aku gitu aja sih,, jangan pergi,Dev! please!"Rengek Tissa sambil menahan tangan Devan agar tidak pergi.
"Sorry Tiss,, Istri ku sedang ada dalam bahaya,aku harus segera kesana untuk menyelamatkannya!"
Devan segera menepis tangan Tissa dan berlari untuk segera pulang menuju rumah nya.
"Dev,,Devan!!"Tissa berteriak histeris karena kecewa,dia menangis sejadi jadinya,,dia khawatir jika Devan ternyata sudah jatuh cinta kepada wanita lain yang kini sudah menjadi istrinya itu.
Devan menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi,,ia tak ingin sampai Isha kenapa kenapa,,ia pun segera menghubungi polisi untuk meminta bantuan.
Lee yang tengah melakukan olahraga malam di ruangan gym nya yang kebetulan menghadap ke arah laut dan balkon rumah Devan yang berada di bawah nya,,ia merasa curiga karena merasa ada pergerakan aneh disana.
Dia pun segera menghentikan aktivitas nya dan menatap fokus ke rumah Devan,, dan benar saja di lihat nya Isha tengah berlari melompat pagar balkon dan tiga orang pria misterius tengah mengejar nya,,ia terlihat menaiki tembok pembatas ke arah laut dan berdiri disana sambil mengacungkan gagang sapu ke arah tiga pria itu.
Lee segera berlari menuju rumah Devan, berniat memberi pertolongan kepada Isha,,lagi lagi suaminya tak bertanggung jawab dan tidak ada untuk melindungi nya.
__ADS_1