
"Kalau kamu tidak menuruti keputusan kami,aku tidak akan menganggap mu sebagai anak ku lagi!"
Nyonya Mahendra sudah dapat menebak jika Putera nya itu sudah mulai menyukai Isha,tapi itu tidak akan pernah terjadi, kebencian nya kepada Isha sudah mendarah daging, entah bagaimana caranya Isha merayu kedua anaknya,dia juga tahu Revan tergila gila juga kepada Isha,dan ia tidak ingin hubungan anak anaknya hancur hanya karena seorang wanita.
"Baik,, akan saya tanda tangan!"Potong Isha ketika Devan hendak mendebat kembali sang Ibu.
Isha tidak ingin Devan menjadi anak durhaka hanya karena dirinya, lagipula hubungan mereka belum ada kejelasan, maksud nya mereka hanya perasaan diantara mereka baru saja tumbuh, entah akan berkembang atau pun akan seperti apa kedepannya.
Mungkin saja apa yang dikatakan Tuan Mahendra benar adanya, perpisahan akan lebih baik bagi semuanya.
"Tapi,Sha,,,!"Devan berusaha mencegah keputusan Isha,dia tahu jika Isha pun memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
"Dev,, orang tua kamu benar, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita!"
Devan bangkit dan merebut surat perceraian mereka lalu menyobek nyobek nya di hadapan kedua orang tuanya kemudian ia buang sembarangan hingga berhamburan kemana mana.
"Kalian tidak berhak mengatur terus kehidupan ku atau kehidupan siapapun,mau berpisah ataupun tidak itu adalah mutlak keputusan kami berdua, mulai saat ini,aku akan bertanggung jawab sendiri atas kehidupan ku sendiri!"Ucap Devan dengan tegas,dia pun menarik tangan Isha lalu pergi meninggalkan kedua orang tua nya.
"Devan, selangkah kamu pergi, semua aset mu bukan milikmu lagi!"Teriak Nyonya Mahendra, kini ia yang paling ngotot ingin Devan berpisah dari Isha.
"Terserah!Aku tidak perduli! lagipula Mami dan Papi sudah akan kehilangan semuanya, apa lagi yang harus Devan pertahankan!?kasih sayang? bahkan kalian tidak tahu apa itu arti cinta yang sesungguhnya!"Jawab Devan sambil berlalu pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.
"Dev,,,,!"
Isha menahan tangan nya agar Devan berhenti.
__ADS_1
Dia khawatir tentang hubungan Devan dengan keluarga nya,dia tidak ingin jadi pemicu keretakan hubungan antara anak dan orang tua, sebagai orang yang tahu sedikit nya tentang agama, Isha tak ingin Devan memiliki hubungan buruk khusus nya dengan sang Ibu.
"Sha,, please!Aku butuh dukunganmu saat ini! tolong ngertiin aku kali ini,,aku hanya ingin mereka mengerti,ada saatnya nanti aku juga akan kembali kepada mereka,aku tetap anak dari Papi Mami ku,bukan!?"Ucap Devan setengah memohon,Isha terdiam berusaha mencerna tentang apa yang dikatakan oleh Devan, memang tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan kita.
Akhirnya Isha hanya mengikuti langkah Devan yang terus berjalan menyeberangi jalan raya dan memanggil taksi, entah kemana tujuan mereka saat ini.
"Kemana kita pergi Dev?!"Tanya Isha setelah sopir taksi menanyakan alamat yang akan dituju.
"I don't know! menurut kamu?!"Devan malah balik bertanya.
"Kita tidak mungkin pulang ke panti,aku tidak mau membuat Ibu panti dan anak anak terbebani dengan kasus ini! pasti akan banyak media yang juga akan mencari kamu Dev!"Isha pun ikut kebingungan.
"Yup!so,,kita harus kemana sekarang!?"Devan benar benar tidak memiliki solusi.
Para wartawan pastinya sudah ada di mana mana,di setiap perusahaan milik keluarga Mahendra, bahkan di perusahaan milik Isha, untuk sementara kantor mereka tutup akibat imbas dari kasus yang dilakukan Revan, semuanya jadi berbuntut panjang.
"Berhenti disini aja Pak!"Kata Isha kepada sopir taksi nya,dia meminta berhenti di sebuah pemukiman perkampungan yang agak kumuh, dekat pasar tradisional yang begitu ramai.
"Kok berhenti disini sih!mau kemana!"Protes Devan sambil melihat sekeliling.
"Aku lapar dan ingin jajan di pinggir jalan kayak gitu!kamu masih bawa uang cash,kan?!"
Devan mengangguk dan ia pun mengikuti saja langkah Isha sambil memakai masker dan topi agar tidak ada yang mengenali nya.
Mereka pun asyik membeli berbagai jajanan murah yang berjualan di pinggir jalan.
__ADS_1
Meskipun awalnya Devan merasa ragu bisa makan di pinggiran seperti itu, namun setelah dipaksa Isha,ia pun pada akhirnya sangat menikmati setiap suapan demi suapan jajanan unik yang belum pernah ia makan sebelumnya.
Setelah perut mereka terasa kenyang dan puas, mereka duduk di sebuah kursi taman.
Mereka saling bertatapan sekilas,lalu keduanya tertawa, sejenak Devan melupakan masalah yang sedang ia hadapi dengan keluarga nya,dan ia lupa jika kini ia sudah jatuh miskin.
"Gimana,kamu suka kan?! maka nya jangan nolak dulu sebelum di coba!"Kata Isha sambil menyodorkan minuman berkemasan botol.
"Iya sih,enak,aku suka! tapi kalau terlalu sering makan makanan kayak gitu,bisa bisa kolesterol kita!"Jawab Devan sambil menghabiskan minuman nya, jujur ia belum merasakan kebahagiaan seperti ini sebelum nya.
"Lalu kemana kita setelah ini?mau nyari hotel aja?!"Tanya Devan sambil menepuk nepuk kerudung Isha yang sepertinya ada sisa makanan disana.
"Uang kamu tinggal berapa? kalau ATM pasti sudah di blokir mungkin!"Jawab Isha memastikan budget yang mereka miliki sekarang, kondisi saat ini berbeda tentunya, mereka dalam pelarian tanpa harta yang biasanya berlimpah.
Devan mengeluarkan dompet nya, selama ini ia memang sangat jarang menyimpan uang cash di dompet,tapi untungnya saat dirumah sakit ia sempat menyimpan uang cash cukup banyak karena banyak keperluan yang harus di beli tanpa kartu ATM.
"Cuma segini sih! tapi nanti aku akan mencoba tarik tunai dari ATM pribadi ku! mungkin Mami tidak mengetahui nya!"Jawab Devan sambil menyodorkan uang sekitar 2 juta rupiah saja.
"Mulai sekarang kita harus berhemat,kita tidak mungkin terus bertahan hanya dengan uang kita yang tidak seberapa ini,yang kamu ini akan kita gunakan untuk menyewa kamar kost saja dulu, mudah mudahan ada yang murah,kita juga harus membeli satu dua baju untuk ganti,kan,,tapi itu nanti saja, jika kita sudah menemukan kamar sewa!"Isha berusaha memberikan pengertian kepada Devan tentang kondisi mereka kini,bagi Isha ,ia mungkin bisa saja bertahan karena memang pernah mengalami kesulitan seperti ini,tapi bagi Devan, pasti akan terasa berat,dia sudah terbiasa hidup mewah sedari kecil.
"Apa kamar kost?kecil dong! motel aja deh motel! agak mewah dikit,aku gak bisa tidur kalau di kamar yang pengap kayak gitu,mana kamar mandinya suka jorok lagi!"Protes Devan.
"Dev, ingat!kamu yang memutuskan untuk hidup seperti ini,aku gak masalah kok, kalau kamu mau kembali! aku bisa kembali ke panti sendirian atau bekerja dengan Tuan Lee, kemarin kemarin dia sempat menawari ku untuk ikut dengan nya ke Korea! tapi jika kita sudah berpisah!"Kata Isha sedikit menakut nakuti Devan, Isha sudah bisa menduga,jika Devan tidak bisa hidup serba kekurangan.
"Apa?!ke Korea?! ngapain kamu ke sana?!jadi TKW? kamu nggak tahu aja bagaimana rasanya hidup di negeri orang,Lee itu orang yang baru kamu kenal, emang kamu beneran mau ikut sama dia? pantas saja kamu begitu bersemangat akan menandatangani surat cerai itu!"Devan terlihat sangat kesal dan cemburu.
__ADS_1
"Ya tergantung,kalau kamu memang tidak bisa hidup tanpa uang orang tua kamu ,ya untuk apa aku bertahan!aku hanya mencoba menolong kamu, karena sekarang kamu sedang dalam kesulitan, sebenarnya aku bisa saja hidup sendiri,tapi tadinya aku pikir kita bisa bersama sama menghadapi kesulitan ini,itu pun jika kamu tidak berubah pikiran!"
Nah mulai lagi deh, Tom and Jerry saling berdebat kembali.