NIKAH PAKSAAN

NIKAH PAKSAAN
Terancam gagal


__ADS_3

"Maksudnya apa kamu bicara seperti itu, Kak!


Maksudmu kau akan jadikan dia mainan mu?!"


Jujur Devan semakin ngeri dengan keluarga nya sendiri,apa yang akan Revan lakukan kepada calon istrinya kelak, meskipun ia tak peduli dan ia pun bukanlah pria yang baik, tapi rasanya gak benar saja jika Revan bahkan berniat selingkuh dengan adik iparnya sendiri.


"Emangnya kenapa,kamu keberatan? bukan nya kamu bahkan membenci nya!?"Tanya Revan sambil menghisap rokok yang baru saja ia nyalakan.


"Bukannya keberatan sih,hanya saja masa iya sih kamu selingkuh dengan adik ipar sendiri,jika Papi tahu, habis lah kau Kak! lagipula Muthia bagaimana?!"


"Kenapa kamu mesti mikirin itu,itu adalah urusan ku,aku sudah bilang berkali-kali,yang penting kita harus bermain dengan aman,maka semua nya pasti akan baik baik saja!"


"Dasar gila!Aku pikir aku yang paling berandalan di antara kita berdua, ternyata kau lebih mengerikan di banding dengan ku,CK CK CK! bahkan Papi menganggap mu yang paling sempurna!"


Ucap Devan sambil menggelengkan kepalanya, ternyata Kakaknya lebih parah di banding dengan nya.


"Hahahaha, itulah keahlian ku Dev, sembunyikan terus kejelekan kita jika kita belum bisa menjadi lebih baik!"Kata Revan dengan penuh kebanggaan dan percaya diri


"Tetap saja, sepandai-pandainya kita menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga Revan Mahendra!"


...****************...


" Nggak usah ada pesta pesta segala lah Mih,Devan malu jika harus bersanding di pelaminan dengan perempuan ninja seperti dia!malu malu in aja!"


Ucap Devan seenaknya,bikin sakit hati orang yang mendengar nya, bahkan Isha ada di depannya saat ini.


"Devan! jangan sembarangan kalau ngomong!Isha itu calon istri kamu!Mami gak pernah didik kamu seperti itu, selalu perlakuan dia dengan baik!"Bentak Mami nya sambil melotot.


"Mami tahu kan aku gak suka sama dia!toh pernikahan ini juga bukan keinginan Devan,ini semua keinginan Papi dan Mami, lalu apa yang kalian harapkan dari ku?!"Tegas Devan dengan begitu arogan nya.


"Devan! turunkan nada bicara mu, dia adalah Mami kamu!"Kini giliran Tuan Mahendra yang membentak nya.


Devan pun akhirnya terdiam,dia memutar mutar sedotan yang terdapat di gelas minuman nya, sedangkan Isha seakan tak peduli,dia terlihat santai sambil menikmati hidangan yang disajikan.


Kini mereka sedang makan di sebuah restoran ternama sambil membicarakan tentang pernikahan Devan dan Isha, setelah pernikahan Revan diselenggarakan secara besar besaran di pulau Bali,kini keluarga Mahendra pun ingin pernikahan putera kedua mereka di gelar tak kalah mewah nya, apalagi mereka memperkenalkan Isha sebagai anak pengusaha terkenal kepada para relasi mereka.


"Isha juga sependapat dengan Kak Devan ,Bu! tidak perlu ada pesta besar besaran, cukup akad yang khidmat saja di pesantren agar para anak panti bisa menghadiri upacara pernikahan Isha,Bu , Pak!"Ucap Isha setelah mereka semua selesai makan.

__ADS_1


"Kak Devan!!haha panggilan macam apa itu,dia pikir aku Kakak nya apa!?"Batin Devan sambil tersenyum sinis ke arah Isha yang ia anggap sok cari muka si depan orang tuanya.


"Kenapa Sha, pernikahan itu kan sekali seumur hidup, lagipula Papi dan Mami banyak sekali kenalan,apa kata mereka jika pernikahan putera seorang pengusaha ternama digelar biasa biasa saja,mau di taruh dimana muka Papi ini!"


Protes Tuan Mahendra,dia pikir kedua nya sama saja,sama sama tak bisa di atur.


"Sekali seumur hidup apanya sih , Pih!? belum tentu juga pernikahan ini berjalan lama,toh kami tidak saling mencintai!"Ketus Devan dengan wajah sinis nya yang tak pernah berubah.


"Huss!kamu itu ya,kalo ngomong suka seenaknya,kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan kita kedepannya,kita semua selalu berharap jika suatu pernikahan itu akan langgeng sampai Nenek Kakek!"Kata Nyonya Mahendra sambil memukul kepala Devan menggunakan serbet dihadapan nya.


"Kalau pernikahan nya di selenggarakan di pesantren dengan image saya yang religius, tidak ada pesta besar juga tidak akan jadi masalah,Bu ,Pak! orang orang akan berpikir ya wajar saja tidak ada pesta,kan diselenggarakan di pesantren, paling ya kalau ada pengajian dan musik musik islami seperti itu masih bisa aja sih,yang penting jangan terlalu mewah dan glamor seperti pernikahan kak Revan kemarin!"


Isha mulai mengutarakan pendapatnya,dia terdengar pintar dan luas wawasan nya, tidak kampungan seperti yang Devan pikirkan.


"Betul juga sih!ya sudah terserah kalian saja, kalian sudah setuju menikah pun itu sudah bagus! awas Dev, jangan macem-macem kamu,ya!besok kamu pergilah ajak Isha belanja buat keperluan seserahan, belikan dia barang yang bagus dan mahal, jangan sampai malu malu in Papi dan Mami! mengerti kamu!?"


Kata Tuan Mahendra sambil menunjuk ke arah Devan.


"Terserah deh! Devan pusing!"Ucap Devan sambil berlalu menuju toilet.


Nyonya Mahendra bahkan hampir saja lupa tentang hal yang paling penting, yaitu Mas kawin untuk pernikahan


"Terserah Ibu dan Bapak saja, sebaik-baiknya perempuan adalah yang tidak meminta mahar yang tinggi kepada calon suaminya!"Jawab Isha begitu sopan, suara nya bahkan begitu enak di dengar, membuat nyaman orang yang mendengarkan nya.


Kedua orang tua Devan tersenyum,ia benar benar terkesan akan ke Solehan calon menantunya itu,ia begitu tenang dan bersahaja, meskipun sebenarnya ia pun sama dengan Devan,tak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi.


"Baiklah jika begitu,kami akan memberikan mu mahar terbaik, sebagai bentuk kasih sayang dan penghargaan untuk calon menantu Papi yang paling solehah! "Ucap Tuan Mahendra,dia benar benar tak salah pilih, Devan sangat beruntung mendapatkan istri seperti Isha.


Dia merubah niatnya,kini apapun akan ia berikan kepada calon menantunya itu , apalagi jika mereka sampai benar benar saling mencintai,Tuan Mahendra akan sangat dengan senang hati mempercayakan perusahaan nya kepada mereka berdua.


...****************...


"Devan mana Pih,kok dia belum datang juga, kata nya cuma ke toilet,?! Semua orang begitu cemas,Ini adalah hari pernikahan Devan dan Isha,saat acara akan dimulai,Devan menghilang dan tak kunjung kembali sudah hampir setengah jam lamanya.


"Para pengawal sedang mencari Mih,mudah mudahan saja dia tak kemana-mana!"Bisik Tuan Mahendra sambil tak kalah cemasnya.


"Bagaimana ini, apakah mempelai Pria nya sudah ada,saya masih ada jadwal di tempat lain!"

__ADS_1


Kata pak penghulu sambil melirik jam tangan yang melekat di lengan kirinya.


"Mohon tunggu sebentar lagi Pak,saya akan segera membawanya nya kesini!"Jawab Tuan Mahendra sambil berdiri lalu ia terlihat menjawab telepon dari ponsel nya,doa terlihat sangat gusar.


"Dia masih belum datang?!"Tanya Isha begitu santai,ia sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, bahkan Isha sudah menebak jika hal ini bisa saja terjadi di hari pernikahan nya.


"Belum Sha!Kok kamu malah terlihat senang begitu sih? pernikahan mu terancam gagal,Nak!"Ucap Bu Salma begitu panik.


"Biarkan saja Bu, mungkin itu yang terbaik!"Jawab Isha sambil tersenyum sumringah,dia hampir bisa melepaskan beban yang selama ini ia tahan.


"Tapi Sha,kita akan menanggung malu seumur hidup!"Kata Bu Salma menahan air mata nya yang hampir jatuh.


"Kenapa harus malu sih Bu,toh Isha tidak melakukan sesuatu yang memalukan!"Jawab Isha sambil menatap ke luar jendela, jujur ia merasa lega jika sampai ia gagal menikah dengan pria itu.


"Bagaimana pak,Apa kita akan lanjutkan?"Tanya pak penghulu sambil menghampiri Tuan Mahendra yang sudah menutup ponselnya.


"Sebentar lagi pak! saya mohon! sesuatu terjadi kepada putera saya,dan kami sedang berusaha menyelesaikan nya!"


Jawab Tuan Mahendra berusaha menahan agar Penghulu nya bersabar menunggu, meskipun sebenarnya ia belum tahu keberadaan Devan kini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ting!"


Satu pesan masuk lewat WA nya saat Devan hendak turun dari mobil pengantin yang ia kendarai,,,


"Dev,aku tak bisa hidup tanpamu,,!"


Tiba tiba saja Vanessa mengirimkan gambar dirinya yang sedang terkapar di sebuah kamar hotel dengan berlumuran darah di bagian pergelangan tangan nya.


Rupanya ia berusaha bunuh diri.


"Astaga Vanessa!apa yang kamu lakukan!"


Devan begitu terkejut dan sangat khawatir dengan kondisi Vanessa yang seperti itu, meskipun mereka sudah putus,tapi tetap saja,jika terjadi sesuatu kepada Vanessa dia akan disalahkan.


Devan menyuruh sopir nya untuk turun, kemudian ia memutar balikan arah menuju tempat dimana Vanessa berada,saat Nyonya Mahendra menelpon nya,ia mengatakan ingin ke toilet terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2