
Isha kebingungan harus berjalan ke arah mana,,
"Ah sebaiknya aku kembali saja ke rumah, toh dari sini tidak terlalu jauh juga,, dasar pria kejam,bisa bisa nya dia menurunkan ku di tengah jalan begini! awas saja nanti kalau dia pulang,aku akan membuat perhitungan dengan nya!"
Gumam Isha merutuki suaminya yang gak punya hati itu
Ia terus berjalan menuju arah pulang, matahari semakin naik dan cuaca pun semakin panas, meskipun ia berjalan dengan perlahan namun tetap saja ia merasa kelelahan, mana belum kelihatan ada tanda tanda rumah lagi di daerah situ, berarti jalan menuju rumahnya pun masih agak jauh.
Haus pun melanda,Isha sudah merasa tak kuat lagi untuk berjalan, keringat bercucuran dari tubuh nya,ia benar benar kepanasan dan kelelahan.
Isha berhenti sejenak di tempat yang agak teduh di bawah pohon yang rindang,dia duduk di tembok pembatas jalan sambil memijit mijit kakinya yang sudah sangat kesakitan.
Setelah beristirahat sejenak,Isha pun kembali bangkit untuk meneruskan perjalanan nya.
Namun ia nampak kebingungan ketika ia berada di sebuah pertigaan jalan yang membingungkan.
Ada beberapa jalan yang harus ia pilih,dan Isha yang sudah merasa kan kepalanya yang pusing semakin pusing saja melihat jalan yang begitu banyak dan entah mana jalan yang harus ia tempuh agar dapat sampai ke rumah nya.
Ada pos satpam disana memang,tapi Isha tidak tahu persis alamat rumah nya,dia hanya berusaha mengingat sesuatu saja yang mungkin ia lewati tadi saat naik mobil bersama Devan.
Akhirnya Isha hanya bisa pasrah mengikuti kemana kakinya melangkah,ia memilih salah satu jalan tapi ia sendiri pun tidak yakin apakah itu jalan yang sudah benar yang harus ia tempuh.
Neneng melihat sekeliling sambil terus berjalan, namun jalan itu terasa semakin asing saja setelah ia melangkah lebih jauh lagi.
Bentuk rumah disana terasa berbeda dengan deretan rumah yang ia tempati, warnanya juga terasa berbeda dan ia rasa tidak pernah melihat rumah rumah tersebut sebelum nya.
Disana bahkan lebih sepi dan banyak rumah yang belum jadi dan masih dalam tahap pembangunan,ia rasa sepertinya sudah salah mengambil jalan.
Isha menghentikan langkahnya karena lelah dan bingung.
Ia mengambil nafas secara teratur untuk menghemat tenaga.
Mungkin karena ia dehidrasi, otak nya tidak dapat berfungsi secara optimal dan sulit untuk mengingat ke arah mana harus nya tadi ia melewati jalan nya.
"Mau kemana Neng?!"Tanya seorang tukang bangunan yang sepertinya sedang bekerja di area tersebut, tukang bangunan tersebut memperhatikan Isha yang sejak tadi terlihat sangat kebingungan.
"Saya mau pulang Mang,tapi sepertinya saya sudah salah jalan,saya bingung rumah saya ada disebelah mana!"
"Memang rumah nya di sebelah mana Neng?!"
"Nah itu dia Mang,saya tadi dari arah jalan utama untuk keluar dari perumahan ini,tapi saat saya pulang, saya bingung memilih jalan saat di depan itu,saya coba coba memilih jalan kesini,dan ternyata salah!"
"Neng jalan kaki dari jalan raya ?!"Tukang bangunan itu seakan tidak percaya, jalan raya arah keluar perumahan tersebut jarak nya sangat jauh apalagi dengan jalan kaki saja.
"Iya Mang!saya tadinya niat joging,eh malah kesasar!"Jawab Isha sambil mengipasi wajahnya yang kepanasan menggunakan tangannya.
__ADS_1
Terpaksa ia harus berbohong untuk menutupi kelakuan suaminya sudah melewati batas itu.
"Aduh kasihan,,Neng pasti haus dan cape, jalan dari depan itu kan cukup jauh Neng!ini ,minum lah dulu Neng!"Kata tukang bangunan itu berbaik hati.
Ia menyodorkan air mineral kepada Isha,dan karena sudah sangat kehausan, Isha pun meminum minuman tersebut.
Terlihat beberapa orang tukang bangunan lain muncul berdatangan dari dalam rumah yang sedang direnovasi tersebut, mereka berbisik bisik sambil menatap Isha dari atas hingga ke bawah.
"Duduk dulu disini Neng,nanti Mamang coba bantu cariin rumah Eneng!!"
Kata tukang bangunan tadi sambil menunjukan sebuah kursi yang berada di teras rumah tersebut.
"Nggak usah Mang, makasih banyak karena sudah mau nolong saya! sebaiknya saya kembali saja ke jalan utama di depan,dari sana saya akan bertanya kepada security yang bertugas,, sekali lagi terimakasih banyak ya, silahkan lanjutkan lagi pekerjaan kalian, mohon maaf saya sudah mengganggu!"Ucap Isha sambil menangkup kan kedua tangannya di depan dada, sebagai tanda terimakasih.
"Ehhh,Mau kemana Neng! buru buru amat sih!Ayo masuk dulu kesini sebentar! kita bersenang-senang sebentar, ayolah!"Salah seorang tukang bangunan itu mulai bertindak kurang ajar, dia menarik tangan Isha dengan begitu kuat nya agar Isha masuk ke dalam rumah tersebut.
Dibantu yang lain, mereka ber ramai ramai memaksa dan menarik tubuh Isha agar masuk ke dalam, Isha berusaha keras mempertahankan dirinya,ia berteriak teriak sekeras-kerasnya,namun tidak ada orang lain lagi disana, mereka tertawa tawa penuh kemenangan sambil terus memaksa Isha agar masuk.
Isha sudah tak kuat lagi menahan tubuh nya yang terus diseret mereka,Isha putus asa dan sangat ketakutan, bayangan terjadi hal yang paling ia takutkan begitu terpampang jelas di depan matanya,ia tak ingin tubuhnya yang selama ini ia jaga disentuh pria yang bukan mahramnya.
...Tak henti hentinya Isha berlindung dan memohon pertolongan kepada Allah,,...
"Ya Allah, tolong Ya Allah! lindungi hamba mu ini Ya Allah!"Tak henti hentinya ia mengucapkan nya sambil terus berteriak.
Tiba tiba saja seekor anjing menyerang para tukang bangunan itu,ia menggigit satu persatu dari mereka, hingga mereka melepaskan cengkeramannya dari tangan Isha lalu lari tunggang langgang masuk ke dalam bangunan yang belum jadi itu.
"A ampun Pak!saya mohon maaf, ampuni saya tolong! Bughh,bugh bugh !Aaaaa!"Teriak salah satu dari mereka, seorang pria memukul habis habisan tukang bangunan itu sampai pingsan.
"Anda tidak apa apa Nona!?"Tanya Pria itu dengan bahasa Indonesia yang masih amburadul, ternyata pria itu adalah pria Korea yang ditemui Isha tadi pagi.
"Jangan sentuh aku!!'
Teriak Isha yang terduduk dengan tubuh nya yang bergetar hebat.
"Sorry sorry sorry!Aku bukan orang jahat,aku berniat membantu mu,aku akan antar kamu ke rumah mu,oke!look at me!"Kata Pria itu berusaha meyakinkan Isha.
Isha pun menatap pria itu sebentar,ya dia adalah pria yang ia temui tadi pagi di depan rumah,dia pasti tahu letak rumah nya.
Isha pun mengangguk, lalu ia pun bangkit dan mengikuti langkah pria tersebut menuju mobilnya.
"Bagaimana kamu bisa berada disana Nona, bukan kah tadi kamu pergi bersama suami mu? benarkan pria yang tadi itu suamimu?!"Tanya Pria itu sambil menyetir mobilnya.
Isha pun mengangguk,lalu dengan terbata ia pun menceritakan kejadian yang terjadi kepada nya, pria itu terlihat begitu marah kepada suami Isha,bisa bisanya ia menurunkan seorang perempuan di tengah jalan dan meninggalkan nya sendiri, bahkan gara gara kelakuan nya Isha hampir menjadi korban pelecehan.
"Hubungi saja aku jika ada apa apa, panggil saja aku Lee,rumah ku yang sebelah sana, jangan sungkan untuk berteriak jika terjadi sesuatu kepada mu,oke!?"Kata pria itu sambil membukakan pintu mobilnya untuk Isha begitu mereka sampai di depan rumah nya.
__ADS_1
"Bughh!"
Tiba tiba saja,saat pria itu membalikkan tubuh nya, bogem mentah mendarat tepat di hidung Pria tersebut , dengan penuh amarah Devan memukul pria tersebut.
"Kemana kau membawa istri ku pergi Hah?!"Teriak Devan,lalu ia menyadari jika penampilan Isha sudah berantakan, pergelangan tangan nya terluka dan terdapat luka seperti habis kena cakar.
"Kau apakah dia?! bughh!bugh!"
Kembali Devan menonjok wajah pria tersebut sampai hidung nya mengeluarkan darah segar.
"Hentikan hei, hentikan!"Teriak Isha sambil menangis,ia berjongkok dan menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangan nya.
"Bugh!"
"Bugh!
Pria itu berbalik memukul Devan dengan penuh amarah.
"Seharusnya aku yang bertanya,apa yang sudah kau lakukan terhadap istri mu,hah!?kau meninggalkan nya di jalanan dan dia hampir saja menjadi korban pelecehan banyak laki laki bejad di sana!jika saja aku terlambat datang dan menolong nya,kau akan dihinggapi rasa bersalah seumur hidup mu!"
Bentak Mr.Lee dengan tatapan matanya yang begitu tajam,ia begitu marah kepada Devan karena sudah memperlakukan Isha seperti itu.
Devan sangat terkejut begitu mendengar penuturan pria Korea tersebut..
Ia menatap Isha yang tengah menangis ketakutan, kemudian ia berjongkok mengikuti Isha dan mencoba memegang bahunya, berniat bertanya apakah benar yang dikatakan pria Korea itu, namun Isha mendorong tubuh Devan hingga tersungkur, lalu ia berlari menuju rumah, menutup dengan keras pintu rumah nya tersebut,ia masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci dirinya disana
Devan tak lagi menghiraukan Pria Korea dihadiri nya,ia segera berlari mengejar Isha dan mencarinya di dalam rumah.
Terdengar suara isakan dari dalam kamar mandi, sepertinya Isha tengah mengguyur tubuh nya menggunakan shower sambil menggosok gosok tangan nya yang disentuh para bajingan tadi, Isha begitu shock, meskipun mereka belum sempat melakukan hal yang lebih menjijikkan lagi terhadap Isha,namun tetap saja Isha merasa jijik meskipun hanya tangan nya yang mereka sentuh, selama ini sekujur tubuhnya begitu terjaga dan tak pernah seorang pria pun yang berani bersentuhan dengan Isha meskipun sekedar untuk berjabat tangan.
Devan yang merasa khawatir dengan kondisi istrinya itu berusaha menerobos masuk ke dalam kamar mandi, didapatinya disana Isha sedang mengguyur tubuh nya dengan air dingin dari shower sambil menggosok dengan keras kedua lengannya sampai memerah dan berdarah.
"Hei, sudah hentikan! jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini,aku yang salah,kau boleh menyiksaku sepuas mu!"Ucap Devan sambil menahan tangan Isha dan mendarat kan di pundaknya.
Tangis Isha semakin pecah, jelas ia sangat marah dan membenci suaminya yang kejam itu.
Ia memukul mukul dada Devan sambil menangis meraung raung, melepaskan semua rasa yang begitu membuat nya sesak.
"Aku benci kamu!Aku benci kamu!"Hua hua hua!!"Teriak Isha sambil terus menangis dan memukuli Devan.
Devan hanya diam dengan rasa bersalah yang menyelimuti nya,,
"Apa yang sudah aku lakukan,gara gara sikap ku yang kekanak-kanakan,dia hampir saja celaka!"
Batin Devan, kemudian ia meraih tubuh Isha yang sudah basah kuyup sekujur tubuhnya, lalu membenamkan wajahnya di pelukan nya, keduanya terhanyut dalam perasaan masing-masing dibawah guyuran air yang semakin dingin.
__ADS_1