Nikah Sama Mantan

Nikah Sama Mantan
10. Kritis


__ADS_3

"Hiksss..hikss..hikss.." suara tangis Ibu Gatha yang sesenggukan menggema di lorong ruang rawat inap Gatha.


Drap..drap..drap...


Suara langkah kaki Raya yang perlahan mendekat.


"Loh?! Ibu? Ibu kenapa nangis? Gatha baik-baik aja kan buu?" Tanya Raya panik karena melihat Ibunda Gatha yang menangis sesenggukan dipelukan sang suami.


"Hiks..h-hiks..g-Gatha..Gatha, hiks.." ucap Ibu Gatha terbata-bata.


"Pak, ini kenapa? Ada apa sebenernya sama Gatha?" Raya memutuskan untuk bertanya pada Bapaknya Gatha, karena Ibu Gatha masih sesenggukan.


"Gatha..tadi teriak kalo perutnya sakit banget. Terus dia pingsan, dan sekarang lagi ditangani sama dokter" jelas Bapak Gatha berusaha kuat.


"Astagfirullah..Gathaa.." kata Raya sambil menutup mulutnya dengan tangannya dan melihat ke pintu kaca dimana Raya tengah ditangani oleh dokter.


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan Gatha setelah memeriksa keadaan Gatha.


"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya Ibu Gatha dengan suara serak sehabis nangis.


"Maaf bu pak, Nona Agatha kami nyatakan...koma. Dan kami belum bisa memastikan dengan jelas sampai kapan koma itu berlangsung." las dokter sambil menghela napasnya.


Ibu Gatha menangis sambil menutup mulutnya, melangkah mundur dan hampir terjatuh. Untungnya, segera di tahan oleh sang suami.


Raya pun hanya bisa terdiam sambil menangis dan bersandar di tembok untuk menopang tubuhnya agar tak jatuh.


Beberapa menit kemudian, Raya dan Ibu Gatha telah menenangkan dirinya dan sedang menunggu Gatha di ruang tunggu ICU. Sedangkan, Bapak Gatha sedang pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan kebutuhan disini.


"Bu..kalo boleh tau, awalnya gimana? kenapa Gatha tiba-tiba tak sadarkan diri gitu?" atanya Raya hati-hati.


"Pas Ibu masuk ke ruangan Gatha, Ibu kaget! Kok Gatha sendirian? Bukannya tadi sama kamu?" Ujar Ibu Gatha.


"Iya..tapi tadi aku lagi keluar sebentar untuk beli makanan di kantin rumah sakit," balas Raya.


"Nah, itu dia. Ternyata Gatha belum makan sama sekali hari ini. Tadi pas sama Ibu dia gak mau makan. Makanya Ibu kira dia mau makan pas sama kamu. Dan pas Ibu masuk, dia masih langsung nanyain Echa. Terus dia tiba-tiba merintih, karena perutnya sakit. Ibu langsung segera panggil dokter saat itu, tapi Gatha keburu pingsan." Jelas Ibu Gatha sambil berkaca-kaca dan sedikit terisak lagi.


Raya pun merangkul bahu Ibu Gatha dan mengelusnya untuk memberi kan ketenangan. Namun, matanya menatap nyalang seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


***


Sementara itu, Echa berangkat ke kantor seperti biasanya. Dan langsung masuk ke ruangannya agar tidak ada yang mengganggunya.


Ditengah kesIbukan jam kerjanya, tiba-tiba Echa mendapat panggilan telepon kantor yang ternyata dari sang sekretaris, Aurel.


"Bu, ada yang ingin bertemu dengan Ibu," beritahu Aurel pada Echa dalam sambungan telepon kantor.


"Siapa?" Balas Echa singkat.


"Emm..Raya bu," saut Aurel.


"Kan saya udah bil--" ucapan Echa terputus ketika mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.


Brakkkk...


Echa menoleh ke arah pintu ruangannya yang dibuka secara kasar. Kemudian berdiri dan menatap tajam orang yang membukanya.


"Lo tuh ga punya sopan san--" kalimat yang hendak Echa lontarkan terpotong lagi oleh amukan Raya.


Raya meluapkan semua isi hatinya yang sejak di Rumah Sakit ia tahan. Dan juga ia meluapkan semua kekesalannya pada Echa. Dan berakhir dengan Raya yang menangis sesenggukan sambil menunduk dan menutup wajahnya.


Sedangkan Echa, dia hancur. Tampak luar memang tidak terlihat Echa berantakan. Namun, hatinya seperti ditusuk ribuan jarum. Semua ini salahnya. Selama Raya mengeluarkan kalimat nya, Echa hanya tediam membisu. Syok, kaget, merasa bersalah. Perasaan itu semua menghampiri dirinya.


"G-gat-Gatha koma?" Echa tidak bisa berkata-kata lagi. Ia pun langsung berlari keluar kantornya dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


Diperjalanan Echa tak henti-henti nya menyalahkan dirinya sendiri. Ia pun terisak sambil bergumam "maafin gue Gatha..maafin gue.."


Sesampainya di Rumah Sakit, Echa langsung bertanya pada resepsionis dimana ruangan Gatha berada. Echa pun segera berlari menuju ruangan ICU VIP itu.


Drap..drap..drap..


Suara langkah kaki Echa perlahan memelan saat melihat ada Ibu Gatha yang berada di depan ruangan anak satu-satunya itu. Echa menghela nafas berusaha menghentikan isakannya. Dan melangkah menghampiri beliau.


"Assalamualaikum Ibu.." sapa Echa pelan.


Yap. Echa dan Raya memang sudah sangat dekat dengan keluarga Gatha. Dan Ibu Gatha yang menyuruh mereka untuk memanggil sebutan Ibu juga, sama seperti Gatha.

__ADS_1


Ibu Gatha yang sedari tadi menunduk pun menoleh.


"Echa?" Saut Ibu Gatha sendu.


"Iya bu ini Echa.." balas Echa, lalu duduk disampingnya dan menyaliminya.


Ibu Gatha pun menghela nafas.


"Kamu kemana aja nak? Gatha nyariin kamu, dia nanyain kamu terus kenapa kamu belum jenguk dia," ujar Ibu Gatha parau.


"Maafin Echa bu, Echa udah jahat sama Gatha. Echa terlalu sIbuk sama dunia Echa sendiri, sampe-sampe Echa gak perhatiin keadaan sahabat Echa sendiri. Hikss.. Hikss.. Ini semua salah Echa buuu.. Maafin Echa"


Echa menangis sesenggukan sambil memegang kedua tangan Ibu Gatha dan menunduk dalam.


"Sudah Echa, tidak apa-apa. Mungkin memang takdirnya Gatha harus mengalami koma seperti ini. Echa kan juga tau dari dulu Gatha emang penyakitan. Cukup doain Gatha. Semoga Gatha bisa melewati masa kritisnya yah," ucap Ibu Gatha sambil tersenyum kecil dan mengelus rambut Echa.


"Iya bu pasti! Gatha orang yang kuat, pasti dia bisa melewati semua ini. Echa akan doain terus supaya Gatha bisa sadar dan berkumpul lagi sama kita," ucap Echa dengan tulus dan dibalas anggukan oleh Ibu Gatha.


"Emm, bu. Echa permisi kesana sebentar yah," kata Echa.


"Oh iya nak, silahkan." Balas Ibu Gatha.


Echa pun berlalu meninggalkan Ibu Gatha. Dan menuju ke Taman Rumah Sakit. Echa ingin menuntaskan tangisan kesedihannya atas rasa bersalahnya itu.


"Hikss...Gathaaa...maafin Echaa.. Semua ini salah Echa. Gatha kayak gitu karna Echa. Maafin Echa, Gatha.."


Echa duduk di taman sambil menangis dan menutup kedua matanya dengan tangannya.


Namun, tiba-tiba ada yang menyentuh bahu Echa dari belakang.


"Cha??" Panggil orang itu.


Echa pun menoleh untuk melihat siapa orang tersebut. Dan ternyata orang itu adalah...


***


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2