Nikah Sama Mantan

Nikah Sama Mantan
28. Kumpul Lagi


__ADS_3

...Haiii👋...


.......


.......


.......


.......


...Happy Reading✨...


Akhirnya, Echa dan Raya sampai juga di Rumah Sakit. Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu karena kemacetan lalu lintas tersebut. 


Kriettt..


Suara pintu yang dibuka perlahan oleh Raya. Selanjutnya, ia pun langsung menganga dengan mata yang berbinar-binar saat melihat orang yang dua bulan terakhir ini terbaring di ranjang Rumah Sakit.


"GATHAAAA!!" Teriak Raya sambil berlari kecil ke arah Gatha dengan kedua tangan yang direntangkan.


Barang bawaan yang Raya bawa yaitu bunga dan boneka di taruh begitu saja di atas ranjang Gatha. Diikuti Echa di belakangnya yang menaruh kue dan buah di meja dekat sofa.


"Rayyy!! Ini Rumah Sakit. Jangan teriak-teriak!" Omel Echa sembari melangkah mendekati keduanya.


Raya mengabaikan omelan Echa tersebut. Dan memeluk Gatha yang tengah bersandar di ranjang Rumah Sakit.


"Gue kangen bangett sama lo Thaaa, huaaa.." rengek Raya agak lebay sambil memeluk Gatha agak kuat.


"Ray! Lo ga mikir temen lo baru aja sadar dari koma?!" Gertak Echa sambil melepaskan pelukan Raya dari Gatha.


"Hehehe... Kelepasan," cengir Raya, yang ditatap sinis oleh Echa.


Sedangkan Gatha yang sejak tadi belum membuka suaranya pun hanya terkekeh sembari menggelengkan kepala melihat kelakuan dua sahabat yang --amat sangat-- dia rindukan ini.


"Tha.." sapa Echa pelan sembari tersenyum sendu.


Ia memeluk Gatha dengan pelukan yang hangat. Gatha pun membalas pelukan tersebut dengan senang hati.


"I miss you," gumam Echa disela pelukan dengan suara yang serak.


Raya yang melihat hal itu pun ikut mendekati keduanya. Dan bergabung dalam pelukan hangat itu.


"We miss you," gumam Raya.


Tak lama kemudian, saat mendengat suara sesenggukan dari Echa. Raya menggenggam tangan Echa yang berada di balik punggung Gatha dengan erat. Untuk menahan agar Echa tak menumpahkan tangisnya di depan Gatha.


Echa yang sadar akan sentuhan tangan Raya pun langsung menarik napas untuk menenangkan dirinya sendiri. Kemudian, mereka melepas pelukan tersebut.


"Gue juga kangen banget sama kalian," ujar Gatha seraya tersenyum manis dan dibalas senyuman hangat oleh keduanya. Akhirnya suara imut itu bisa terdengar lagi oleh seluruh dunia yang merindukannya.


"Btw, kok lo sendiri? Ibu kemana?" Tanya Echa mengalihkan perhatian agar tidak ada acara melow-melow lagi.


"Ada kok, tadi lagi keluar sebentar katanya," jawab Gatha, yang dibalas anggukan oleh keduanya.


"Ohiya liat, kita bawa hadiah banyak banget khusus buat lo," ujar Raya sambil memberikan bunga yang sejak tadi berada di atas ranjang Echa, tepat di depannya.

__ADS_1


"Wahhh, cantik banget bunganya," senang Gatha seraya menghirup wangi bunga tersebut.


"Ehh, itu bonekanya lucu bangett, buat gue satu yaaaa, plisss," ujar Gatha lagi saat salah fokus dengan bungkusan gede di depannya yang berisi tiga boneka.


"Hehehe, iyaa ini buat lo satu, buat Raya satu, buat gue satu," kata Echa sambil memberikan boneka panda untuk Gatha, boneka beruang coklat untuk Raya, dan boneka beruang putih untuknya.


"Wahh makasiii," girang Gatha sambil memeluk boneka tersebut.


"Pas banget gue liat di tokonya tiga boneka ini tuh ngumpul gitu di pojokan, makanya gue beli, melambangkan persahabatan kita banget kann," jelas Echa, yang dibalas anggukan oleh kedua sahabatnya.


"Ohiya gue ada bawa kue kesukaan lo, tebak apa?" Tanya Echa sembari ngumpetin kue di belakang tubuhnya.


"Apa ya? Cinnamon roll?" Tebak Gatha sambil mengetuk-ngetuk dagunya.


Echa dan Raya pun langsung saling lirik dan tersenyum jahil.


"Betulll! Dua juta rupiah!" Heboh Echa dan mengeluarkan kue itu ke hadapan Gatha.


"Wahhh, beneran cinnamon roll! Thank youuu," ucap Gatha excited.


"Eh, tapi lo boleh makan kue kan?" Tanya Raya memastikan


"Emm.." gumam Gatha ragu.


Kriettt..


Suara pintu yang terbuka membuat ketiga remaja perempuan itu menoleh serempak.


"***-- loh? Ada kalian?" Rupanya seseorang itu adalah Ibu Gatha.


"Ibuu, Gatha boleh makan kue kan? Echa sama Raya bawain cinnamon roll buat Gatha," harap Gatha dengan puppy eyes-nya.


"Iya boleh," jawab Ibu Gatha tersenyum. "Makasi ya Raya, Echa," lanjut Ibu Gatha menoleh pada keduanya.


Setelah dibolehkan, Gatha pun langsung menyantap cinnamon roll tersebut dengan lahap.


"Eumm, enakk bangett! I love it!" Gumam Gatha excited.


"We know you so well," kata Echa sambil terkekeh melihat Gatha makan.


"Hihihi, makasii yaaa," balas Gatha dengan cengirannya.


***


Setelah acara makan-makan disertai canda tawa. Ibu Gatha kembali meninggalkan ketiga remaja perempuan ini di ruangan tersebut. Mereka membicarakan banyak hal dengan santai.


"Jadii? Echa udah back lagi nih kayak dulu?" Tanya Gatha dengan senyum manisnya.


Echa hanya membalasnya dengan senyum sambil mengangguk.


"Iya, tau ga Tha? Ini semua gara-gara siapa?" Ujar Raya tersenyum jahil.


Sedangkan Echa yang paham bahwa Raya akan meledeknya pun hanya pasrah dan diam saja.


"Siapa?" Tanya Gatha menaikkan alisnya penasaran.

__ADS_1


"Sakka!" Ledek Raya melirik Echa.


"Oh ya? Jadi lo balikan lagi Cha sama Sakka?" Kaget Gatha memastikan.


Echa menghela napasnya malas.


"Enggak!" Tegas Echa.


"Bohong, orang sering jalan bareng," sahut Raya mencebikkan bibirnya ke Echa.


"Hah?? Really? Gue kayaknya ketinggalan banyak info dan momen yaa," ujar Gatha cemberut.


"Ck, udah gausah dibahas," ketus Echa tak mau Gatha sedih.


"No! Pokoknya lo harus ceritain semuanya sama gue! Dan apa aja yang udah gue lewatin," tuntut Gatha pada Echa.


Kemudian, Echa menceritakan kisahnya dengan Sakka secara singkat, tidak mendetail. Dari mulai pertemuan pertama kali mereka hingga Echa yang berubah seperti sekarang.


"Yaa.. Intinya gitu.." gumam Echa ragu.


"Gitu gimana?" Heran Raya.


"Gue emang deket lagi. Tapi dia gak ada ngebahas balikan atau ngga. Walaupun dia bilang masih sayang," jelas Echa dengan wajah sendu.


"IH! Parah banget sih Sakka, gituin sahabat gue," kesal Gatha seraya mengernyitkan keningnya tak suka.


"Ngasih harapan doang anjir," sahut Raya ikut kesal.


"Makanya itu gue bingung. Sikap dia sering romantis, dia juga suka bilang masih sayang, tapi kayak gak ada kejelasan," tutur Echa jujur.


"Coba deh sekarang lo yang jujur ke dia, gue yakin lo juga belum bisa terbuka banget kan sama dia?" Tebak Raya tepat sasaran.


"Hhhh... gue malu Raya! Perasaan ini emang masih ada buat dia, tapi gue juga bingung gimana ngungkapinnya. Masa gue duluan yang bilang mau balikan?" Ujar Echa.


"Yaaa gak gitu juga. Kalo gitu kita liat sampe mana keseriusan dia sama lo, kalo gak ada perkembangan juga yaaa ikutin kata hati lo aja," saran Raya, yang dibalas anggukan juga oleh Gatha.


Echa menghela napasnya lagi. Dia terlihat overthingking sekarang. Ia tengah menunduk dengan wajahnya yang sendu.


"Udahh, gausah dipikirin. Gue yakin lo sama Sakka berjodoh," kata Gatha sambil mengelus punggung Echa.


"Hehehe, apaansi lo, udah nyampe kesitu aja ngomongnya," balas Echa sambil terkekeh malu.


"Ya makanya jangan cemberut. Ada gue sama Raya disini yang selalu dukung lo, tenang aja, ok?" Ujar Gatha menyemangati.


Echa pun mengangguk seraya memejamkan matanya.


"Makasih ya," balas Echa sambil tersenyum menatap keduanya bergantian.


***


Tbc.


a/n:


Jangan lupa vote dan komen yaaaa. Terimakasiii.

__ADS_1


__ADS_2