
...Halođź‘‹...
...Vote dulu yuk sebelum lupa....
.......
.......
.......
.......
.......
...Happy Reading✨...
"Astagfirullah!" Teriak seseorang tak jauh dari mereka.
Sakka dan Echa pun sontak menoleh bersamaan. Rupanya seseorang itu adalah Reyhan, Adik Echa. Echa dan Sakka pun buru-buru bangkit dari posisi mereka yang—Ah sudahlah.
"Reyhan," gumam Echa panik.
"Bang Sakka? Kok bisa ada disini?" Tanya remaja SMP itu sambil menatapnya heran.
"Iya, daritadi gua main di bawah sama Echa," ucap Sakka terdengar ambigu.
"Ma-in apaan?" Tanya Reyhan tergugu sambil mengernyitkan keningnya curiga.
"Main--" ucapan Sakka terpotong oleh Echa.
"Lo ngapain ke bawah?" Judes Echa.
"Ck, jawab pertanyaan gue dulu." sela Reyhan.
Echa menghela napasnya kesal.
"Tadi Sakka ngajak gue jalan. Terus bunda sama ayah nyuruh kita main di rumah aja," jelas Echa.
"Ooo.." Gumam Reyhan seraya menganggukkan kepalanya. "Gue laper, ada makanan gak?" Lanjutnya.
Echa mengernyit sinis pada adiknya.
"Gak ada! Ini gue bikin cuma dua porsi," ketus Echa.
"Dih pelit!" Umpat Reyhan, kemudian berlalu menuju ruang tengah.
Kemudian Sakka dan Echa segera membersihkan kekacauan yang mereka buat tadi di dapur dan melanjutkan masakannya yang sempat tertunda tadi.
"Bang Sakka main PS yukkk!" Teriak Reyhan dari ruang tengah.
"Nggak bis--" sahut Sakka, tetapi dipotong oleh Echa.
"Yaudah kamu main PS aja sana sama Reyhan. Nanti kalo udah jadi aku panggil kalian," ungkap Echa.
"Bener gapapa?" Tanya Sakka memastikan.
"Gapapa, lagian kalo kamu bantuin yang ada gak selesai-selesai lagi masakannya," ujar Echa meledek Sakka.
"Yeuu dasar." Balas Sakka sambil mengacak rambut Echa. "Yaudah aku kesana dulu ya," lanjutnya.
Echa membalasnya dengan anggukkan kepala seraya tersenyum simpul.
"Jangan kangen," bisik Sakka tepat di telinga Echa, yang langsung membuat senyum di wajah gadis itu semakin merekah.
Echa pun akhirnya melanjutkan membuat rabboki (ramyeon toppoki) nya sendirian. Memasak sendiri lebih cepat bagi Echa. Karena, jika berdua dengan Sakka selain kebanyakan bercanda, tak aman juga dengan jantungnya yang selalu berdegup kencang.
Tak lama kemudian, Echa membawa tiga mangkuk besar berisi rabboki yang terlihat sangat nikmat.
"Makanan siappp!" Seru Echa dari arah dapu
"Mantapp! Makannya sambil nonton film asik kali ya bang?" Tanya Reyhan pada Sakka
"Boleh." Jawab Sakka dengan anggukkan.
Setelah itu, Reyhan menyetel film kesukaannya, harry potter. Sakka duduk bersampingan dengan Reyhan. Sedangkan Echa duduk di sebelah kiri meja di samping Sakka.
"Enak gak?" Tanya Echa ketika melihat keduanya sudah menyantap makanan yang ia buat.
"Sebenernya b aja. Tapi gue lagi laper, makanya gue makan," ucap Reyhan.
Echa memutar bolamatanya kesal. Malas menanggapi adiknya itu.
"Enak kok, enak banget." Tutur Sakka sambil tersenyum dan menatap Echa.
"Khem, makasih." Balas Echa sambil tersenyum simpul dan balik menatapnya.
__ADS_1
Kemudian mereka meneruskan makannya sambil menonton film yang tengah diputar tersebut.
***
Setelah makan, Reyhan kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas—katanya, gak tau aslinya ngapain, mungkin main game—. Sedangkan Echa juga Sakka memutuskan untuk bersantai di ruang tengah.
"Kamu masih ada gitar?" Tanya Sakka.
"Masih, kenapa?" Balas Echa.
"Boleh pinjem?" Kata Sakka.
"Sebentar aku ambilin." Ucap Echa lalu pergi mengambil gitar di kamarnya.
"Nih," Ujar Echa seraya memberikan gitar pada Sakka.
Sakka pun menerimanya dan mulai memainkan sebuah alunan lagu. Echa yang mendengarnya sedikit tersentak, karena ia tak menyangka Sakka mengetahui lagu ini.
"Kamu tau lagu ini?" Tanya Sakka, berhenti bermain sejenak.
Echa mengangguk pelan. "Tau," ucapnya.
Sakka pun tersenyum. Dan mulai memainkan alunan itu lagi. Namun, dengan sambil bernyanyi kali ini. Echa tak kaget mendengar suara merdu Sakka. Karena, Sakka memang pandai bernyanyi sejak dulu.
...Gangga Kusuma - Blue Jeans...
Calling you late at night
Meneleponmu larut malam
Talking 'bout nothin'
Berbicara 'tentang apa-apa'
But we're always laughing
Tapi kita selalu tertawa
Saat menyanyikan lirik itu Sakka menoleh pada Echa. Dan Echa terkekeh menatap Sakka.
These dumb conversations
Percakapan bodoh ini
They raise my affections
Those were the good times
Itu adalah saat-saat yang menyenangkan
And I miss the old times
Dan aku merindukan masa lalu
Echa kaget bahwa Sakka tau lagu ini. Karena, ini adalah lagu yang sering ia dengarkan saat putus dari Sakka dulu.
Have I told you lately?
Apa aku sudah memberitahumu akhir-akhir ini?
That I miss you badly?
Bahwa aku sangat merindukanmu?
Saat menyanyikan lirik ini, Sakka terus menatap Echa tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun. Echa pun seketika terbawa suasana dan meresapi lirik-lirik yang Sakka nyanyikan.
Sometimes I wish
Terkadang saya berharap
That I could still call you mine
Bahwa aku masih bisa memanggilmu milikku
Still call you mine
Masih memanggilmu milikku
Now all I've got is
Sekarang yang aku punya hanyalah
The stain on my blue jeans
Noda di celana jeans biruku
__ADS_1
The only way I could
Satu-satunya cara saya bisa
Remember that you were once mine
Ingatlah bahwa kamu pernah menjadi milikku
Mereka saling menatap dan tersenyum satu sama lain. Membayangkan kisah lama mereka, masa-masa indah yang pernah mereka lewati dulu.
Your voice were lullabies
Suaramu adalah lagu pengantar tidur
I would be listenin'
saya akan mendengarkan
'Til I was sleeping
'Sampai aku tidur
But our situations
Tapi situasi kita
It stopped our relations
Itu menghentikan hubungan kita
Why did we end it?
Mengapa kita mengakhirinya?
Don't want to believe it
Tidak mau percaya
Lirik-lirik yang Sakka nyanyikan sangat mewakili perasaannya. Tetapi ia tak tahu bahwa Echa sebetulnya juga merasakan perasaan yang sama.
'Cause I'm feelin' lately
Karena aku merasa akhir-akhir ini
That I miss you badly
Bahwa aku sangat merindukanmu
Sometimes I wish
Terkadang saya berharap
That I could still call you mine
Bahwa aku masih bisa memanggilmu milikku
Still call you mine
Masih memanggilmu milikku
Now all I've got is
Sekarang yang aku punya hanyalah
The stain on my blue jeans
Noda di celana jeans biruku blue
The only way I could
Satu-satunya cara saya bisa
Remember that you were once mine
Ingatlah bahwa kamu pernah menjadi milikku
Nyanyian itu di akhiri dengan tatapan dan senyuman manis dari keduanya. Mungkin memang tak ada kata yang keluar dari bibir mereka. Perilaku mereka juga mungkin bisa berbohong terkadang. Namun, pancaran kerinduan dari mata mereka telah menjawab segalanya.
Deg.
"I miss you." Gumam Sakka seraya mendekap Echa dengan erat sambil memejamkan mata.
"Me too." Balas Echa sambil dengan suara serak dan mata yang berkaca-kaca.
***
__ADS_1
Tbc.
a/n: Jangan lupa vote dan spam komen yaa kalo mau next. Terimakasiii.